
"Jadi bapak ngizinin Mas Hilmi datang ke rumah?" tanya Dina girang. "Iya, boleh selama niatnya baik" jawab sang Bapak.
Dina pun mengirimkan pesan bahagia ke Hilmi karena kedua orang tuanya membuka pintu lebar-lebar untuk menyambut kedatangannya. "Mas Hilmi, Dina udah bilang ke Bapak Ibu, katanya boleh" "Ok" jawabnya singkat. (Ih, apa dia gak suka aku panggil mas, kok jawabnya singkat bener) gumam Dina.
__ADS_1
Beberapa hari setelahnya, kini tibalah tanggal 16 yang dinantikan, ya, Hilmi benar-benar datang je rumah Dina bersama gurunya. "Assalamu'alaikum.." "Wa 'alaikum salam, eh nak Hilmi. Silahkan masuk" Jawab Bapak Dina. "Eh nak Hilmi, gimana kabarnya" sahut Ibu Dina. "Alhamdulillah baik bu.. oh iya, perkenalkan ini guru saya"
"Iya pak, bu. Saya pak Ahmad. Dan tujuan saya diajak kemari, pertama mau menyambung tali silaturahmi, kedua saya ingin menyampaikan niat daripada Hilmi yang selaku murid saya, yang mana ia ingin meminta anak dari Bapak dan Ibu untuk dijadikan istri" Karena sebelumnya sudah dipersiapkan, Pak Wito dan istrinya langsung menjawab, "Karena mereka sudah saling kenal dan saling suka, saya sebagai Ayahnya menerima permintaan tersebut" jawab Pak Wito.
__ADS_1
"Alhamdulillah.. Udah diterima Hil. Tapi kamu sudah tau anaknya seperti apa kan?" tanya pak guru ke Hilmi. "Alhamdulillah sudah pak" dengan wajah sumringah. "Gini pak, dari kemarin Hilmi meminta saya buat datang kesini, tetapi baru hari ini bisa kesampaian, dan Alhamdulillah langsung diterima"
"Hil, udah pulang belum? Gimana jawaban Ibu dan Bapak?" tanya Dina penasaran.
__ADS_1
"Udah.." jawabnya. "Jawabnya singkat banget, gimana Bapak sama Ibu setuju nggak? Ngizinin nggak? atau gimana?" "Emm,, gimana ya, kasih tau nggak ya. Nanti kamu nyesel dengernya" "Mereka nggak ngizinin ya?" jawab Dina sedikit khawatir. "eee jangan mewek dulu, Alhamdulillah udah dapat restu dari Bapak dan Ibu. Dan Insya Allah, tahun depan, tepat di hari ulang tahun kamu, rombongan keluarga aku akan datang ke rumah kamu" sedikit kaget dan tidak percaya, namun Dina merasa sangat bahagia, karena akhirnya dia menemukan seorang pria yang serius dan tulus mencintainya. "Alhamdulillah,,, semoga dilancarkan segalanya ya mas, makasih ya mas" Jawab Dina terharu. "Aamiin. Sama-sama Adek cantik.. nanti aku kenalin sama keluarga aku ya" jawab Hilmi. "Iya mas".
Suatu hari, Hilmi memberanikan diri untuk bilang ke keluarganya, bahwa dirinya akan menikah. "Abah, Ibu, Hilmi sudah menemukan seseorang untuk dinikahi" tuturnya, "Anak mana, dan kamu sudah yakin?" jawab Abah. Hilmi pun menjelaskan semua tentang Dina dan menunjukkan foto calonnya tersebut dengan wajah gembira. "kamu sudah yakin dengan dia? Dia cantik, tapi kamu jangan memandang cantik wajahnya saja ya nak" ucap Ibu Hilmi. "Iya bu, Hilmi sudah yakin, dan ini insya allah tidak akan seperti sebelumnya" ya, sebelumnya Hilmi memang sudah pernah mau melamar seseorang, tetapi ternyata ditolak, karena keluarga si perempuan menganggap bahwa Hilmi hanya orang biasa yang bukan hafidz serta dianggap kurang pantas dengan anaknya. Kejadian tersebut membuat keluarga Hilmi sedikit trauma, karena kali ini anaknya meminta izin lagi untuk melamar seseorang, namun mereka yakin niat anaknya akan tersampaikan. Bagaimana kelanjutannya? Apakah pernikahan mereka bisa berjalan dengan lancar? simak episode selanjutnya..
__ADS_1