Gadis Yang Ternodai

Gadis Yang Ternodai
Episode 12


__ADS_3

Saking asyiknya saling menceritakan pengalaman, tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 17.00, Dina pun berpamitan untuk pulang karena hari sudah mulai petang. "Sudah sore nih Rev, aku pulang dulu ya. Kapan-kapan kita sambung lagi ceritanya" pamitnya pada Revi. "Oke deh, tunggu chat dari si dia juga ya, nanti pasti kirim pesan ke kamu" ledeknya. "Ah sudahlah, tadi kan hanya bercanda. Ya udah aku pulang dulu, salam buat bapak dan ibu ya, Assalamualaikum".


Sesampainya di rumah, Dina langsung membersihkan diri dan mengambil beberapa makanan ringan untuk dibawa ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Dina merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur dan memejamkan matanya, ia merasa sedikit tenang setelah bertemu teman akrabnya. Namun tiba-tiba ponselnya pun berbunyi, ternyata ada pesan dari nomor yang tidak dikenal, "Assalamualaikum.." isi pesannya. Dina pun terkejut, (siapa ya ini?) batinnya. Ia berfikir itu adalah pamannya yang menyamar dan mencoba menghubunginya dengan nomor lain agar mendapatkan balasan. Belum juga mengirimkan balasan ke nomor misterius tersebut, tiba-tiba Revi juga mengirimkan pesan, "Din, sudah dapat pesan dari Hilmi belum? Tadi dia aku paksa chat kamu,hehe". Mendapatkan pesan tersebut, Dina merasa sedikit lega karena itu bukan pamannya, "Nomor hp.nya berapa rev? Ini ada pesan dari nomor tanpa nama" tanya Dina memastikan. "08570000xxxx, ini nomornya" dan ternyata yang mengirimkan pesan tadi adalah Hilmi.


Ya, Hilmi adalah cowok yang diceritakan oleh Revi, selain ganteng, ia juga diketahui seorang penghafal al-qur'an. Mengetahui bahwa itu bukan pamannya, Dina pun membalas pesan tersebut, namun setelah balasan Dina terkirim, Hilmi tidak lagi membalas pesannya. Memang sih, Dina belum ada rasa kepadanya, namun ia penasaran dengan cowok tersebut, "kok dia nggak balas chat aku ya,(gumamnya), eh kok ngarep balasan sih, mau bales ya silahkan gak balas ya silahkan" imbuhnya. Meskipun Dina belum pernah bertemu langsung dengan cowok tersebut, ia merasa Hilmi hampir memenuhi kriteria cowok idamannya, namun sayangnya, setelah mengirimkan salam, Hilmi tidak lagi menghubungi Dina hingga beberapa bulan.

__ADS_1


Sesampainya di rumah, Dina membuka ponselnya dan berharap ada pesan dari Hilmi, namun ternyata tidak ada pesan sama sekali, ia pun melemparkan ponselnya ke atas tempat tidurnya. Tiba-tiba ponsel berdering dan sebuah pesan masuk, "Assalamualaikum, gimana kabarnya?" isi pesan dari cowok idaman, ya pesan itu dari Hilmi. Dengan girang, ia segera membalas pesan tersebut, "Wa'alaikumsalam, alhamdulillah kabarnya baik. Kamu gimana?". "Alhamdulillah juga". Mereka pun saling mengirim pesan, namun ya gitu si Hilmi sedikit cuek, tapi Dina cukup senang karena bisa chatan dengan dia. Lantas, apakah mereka akan bersatu?


Catatan: Maaf ya semuanya, update.nya telat-telat 🙏 soalnya masih ada urusan yang gak bisa ditinggal dan disambi. 🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2