Gadis Yang Ternodai

Gadis Yang Ternodai
Episode 04


__ADS_3

Dina berlari menemui pamannya yang berada di ruang tamu, "Iya paman, ada apa?" tanyanya dengan ngos-ngosan. "Ayo ikut aku" ajaknya. "Kemana?".


"Udah ikut saja, cepat ganti baju" suruh-nya. "Iya".


Dina pun pergi ke kamar untuk ganti baju, namun ia juga berpikir diajak kemanakah dirinya?

__ADS_1


Setelah mereka berangkat, di perjalanan Dina banyak bertanya "Kita mau kemana paman?", Amar pun menjawab, "Cari bakso yang aku ceritakan saat itu", dimana sebelumnya Amar memang menceritakan bahwa di sana ada penjual bakso jumbo yang rasanya mak nyus dan terbilang sangat mahal. "Tempatnya masih jauh?" tanya Dina lagi. "bentar lagi sampai".


Sesampainya di sana, Amar pun memesan bakso 2 porsi dan minumannya. Karena Dina pecinta bakso, ia langsung melahapnya dan menghabiskannya. "Sudah kenyang?" tanya Amar, gadis mungil ini hanya meringis karena memang perutnya sudah sangat kenyang. "Ayo pulang" ajak pamannya. Ia mengangguk.


Di rumah, lagi-lagi Dina disuguhi dengan banyak makanan, dimana bu Indah telah membelikannya sekotak martabak manis dengan isian coklat dan keju yang menggoda selera. Meskipun sudah diterimanya, namun martabak tersebut ia letakkan di meja kamarnya karena perutnya sudah tidak bisa menampung makanan lagi. "Loh kok nggak langsung dimakan?" tanya bu Indah. Dina hanya meringis dan menjawab, "iya nanti aku makan bu".

__ADS_1


Pagi-pagi sekali, Dina membuka ponselnya berharap sinyal sudah membaik. Dan akhirnya ia bisa tersambung dengan bapaknya. "Assalamu'alaikum pak, bagaimana kabar bapak sama ibu di rumah?".


"Wa'alaikum salam, baik nak. Kamu di sana juga baik-baik saja kan? Sudah dapat tempat kuliah sama kerjanya? Jauh nggak dari rumah?" Tanya Pak Wito yang khawatir dengan anaknya.


"Aku disini baik-baik saja pak, semua keluarga memperlakukan Dina dengan sangat baik. Dan untuk saat ini belum juga dapat tempat kuliah pak, mungkin aku mau cari kerjaan aja pak tanpa kuliah, karena mau kuliah sepertinya mahal pak. Takut gak bisa bayar" jawabnya. "Ya sudah terserah kamu, kapan kamu pulang?", "Kata paman kalau memang minggu ini belum juga dapat pekerjaan, mungkin minggu depan diantar pulang". Mereka pun mengobrol panjang lebar, dan tak lupa Bu Ani juga ikut mengobrol dengannya.

__ADS_1


Setelah percakapan diakhiri, Dina pun langsung menemui pamannya untuk membahas pekerjaan, "Paman, apa sudah ada pekerjaan yang pas buat Dina?" tanyanya. "Untuk saat ini belum ada Din, karena masih belum ada yang mencari pekerja di kantor. Tapi kalau kamu mau, kemarin ada yang cari penjaga konter HP". Dina pun terdiam, dan berpikir untuk apa jauh-jauh hanya menjaga konter? Di rumah kan juga banyak. Akhirnya Dina pun memutuskan untuk pulang ke rumah saja, karena sepertinya ia tidak bisa bekerja di kota jauh dengan orangtua. "Sepertinya Dina kurang minat paman, minggu depan paman antar pulang saja ya" pintanya. Mendengar jawaban Dina, Amar pun hanya mengiyakan permintaannya. Namun sebenarnya ia tidak rela jika harus ditinggal Dina pulang, sehingga ia mencari berbagai cara agar keponakannya tidak segera pulang.


__ADS_2