Game Of Love

Game Of Love
Mr. And Mrs. Lee


__ADS_3

Hari itu tanggal 11 bulan ke 11. Kedua Sahabat dekat yang benar-benar menikmati hari, seakan melupakan semua kesedihan yang terjadi. Mereka berdua terus saja bermain di mesin slot dan duduk berjam-jam di kursi mereka.


Tommy yang sudah dikembalikan oleh waktu ke Kehidupan mudanya lagi. Terlihat melupakan penyesalan yang dia alami sore itu, saat bersama Viktor bermain di rumah Judi Bingo.


Malam semakin larut. Tak pernah terlintas dalam pikirannya untuk kembali ke rumah sebelum jam 11 lewat 11 menit malam ini.


Sebuah kehidupan dapat menjadi berharga jika kita menghargai waktu. Dia melupakan hukum alam tersebut. Sebab Kehidupan itu Berharga. Kita harus menjalaninya dengan benar agar tidak menyesal di kemudian hari.


Tommy melihat kearah pintu masuk rolling door. Mr. Lee yang memiliki Rumah Judi Bingo tersebut datang seperti biasa, memenuhi aktivitas rutinnya. Untuk mengambil dan memeriksa keuangan disana. Tampaknya dia tergesa-gesa karena langsung mengambil semua pendapatan yang mereka raih di hari itu. Tommy pun melangkah mendekat.


“Halo Mr. Lee aku Tommy teman dekat Viktor,” Pemuda di depannya itu mengulurkan tangan ke arah Mr. Lee, dia terlihat ingin berkenalan.


Mr. Lee yang melihat hal itu sedikit bingung atas kelakuan pemuda tersebut. Namun karena Tommy menyebutkan dia kenal dengan Viktor, membuat pemilik rumah judi tersebut tidak menolak bersalaman dengannya.


Berjabat tangan dengan Tommy seharusnya di hindari semua orang. Sebab salah satu kemampuan yang dia miliki, dari ketiga kemampuan yang dia dapatkan setelah menjalani kehidupan sebagai seorang Time Traveler adalah kemampuan untuk mencuri pengalaman hidup dan ingatan orang yang dia sentuh dalam waktu 1-3 detik. Bahkan kehidupan gelap orang itu sekalipun. Tak ada yang bisa disembunyikan sedikitpun darinya.


“Oh ya... Ku harap kamu menikmati waktu mu bermain di sini,” Mr. Lee menerima jabat tangan tersebut.


Dunia Tommy sekarang terlihat berputar-putar di matanya. Semua ingatan dan memori dari Mr. Lee berhasil masuk ke kepalanya dengan mudah. Dia kemudian meninggalkan Mr. Lee dan melangkah keluar.


Disana dia dapat melihat seorang wanita berusia mungkin baru Tiga puluh tahunan. Sangat cantik seperti artis yang dia kenal di kehidupan pertamanya.


Mrs. Lee atau Ny. Lee begitulah warga di Kota Air memanggilnya, wajahnya sama persis seperti artis film Liu Yifei yang terkenal. Tidak akan ada yang mengira bahwa orang tersebut adalah Warga Negara Asing. Dia berasal dari Hongkong.


Melihat kesempatan emas itu Tommy kemudian melangkah dan mendatangi Mrs. Lee. Jelas dia akan melakukan itu, dia ingin sekali kali ini mendapatkan pengalaman hidup yang dilalui Wanita Cantik tersebut.


“Hai Mrs. Lee, aku Tommy teman Viktor, aku baru datang kesini hari ini, tempat ini sangat luar biasa, aku terkesan.” sekali lagi setelah dia berkata seperti itu, Tommy mengajukan tangannya.


Kembali Adegan dunia berputar muncul kembali setelah Mrs.Lee dengan senyuman lembut dan cantik miliknya menerima jabat tangan dari Tommy.


“Oh kamu teman Viktor ya, kalau begitu mohon bantuan mu ya promosikan tempat ini ke teman-teman mu yang lain.”


Ucapan Bahasa Indonesia yang dia keluarkan memang tidak fasih tetapi masih sangat jelas untuk telinga orang Indonesia, seperti Tommy.


Setelah mengangguk tanda setuju Tommy mengajak Mrs. Lee untuk berbicara beberapa waktu sebelum akhirnya Mr. Lee keluar dan mengajak Istrinya itu kembali.


Melihat kedua pasangan suami istri tersebut meninggalkan Rumah Judi mereka dan segera memasuki mobil yang diparkir di pinggir jalan raya. Membuat Tommy membuka memori dan cerita yang dia curi dari Mr. Lee dan Mrs. Lee.


Sebab ada sebuah tanggal, waktu dan kejadian yang sangat aneh. Di ingatan kedua orang tersebut, yang membuat dia ingin menggali lebih dalam ke ingatan kedua pasangan itu.


**


Li Ka Shing itulah nama aslinya, dia adalah warga keturunan Tionghoa yang berdomisili di Kota Air tempat Tommy berasal. Kedua orang tuanya berasal dari Pontianak Kalimantan Barat. Mereka menetap di Kota Air sudah puluhan Tahun ini.


Yang jelas mereka sekarang adalah salah satu keluarga terpandang di Kota ini. Pebisnis yang terkenal andal dan memiliki banyak jaringan usaha. Tidak ada orang di Kota ini yang tidak mengenal Keluarga Itu. Tetapi anak tertua mereka Mr. Lee memang hanya sedikit saja orang yang mengenal Pria berusia 37 Tahun tersebut.


Sebab sejak lulus SMA, dia langsung di sekolah kan sang Ayah ke Hongkong. Setelah kembali dari sana dengan membawa gelar Doktor, yang sangat langka di Indonesia pada zaman itu.


Dia juga pulang ke Indonesia dengan membawa seorang Perempuan cantik bernama Li Siu Ping. Sejak saat itu semua orang memanggil pasangan tersebut dengan sebutan Mr. dan Mrs. Lee.


Selama sekitar setahun kedatangan Mr. Lee kembali ke kota asal tempat dia tinggal. Mereka berdua memutuskan menikah, walau tanpa kehadiran ayah dari perempuan pujaan hatinya. Untuk usaha mereka berdua membuka usaha rumah judi bingo dan wahana permainan anak-anak.

__ADS_1


Yang membuat Tommy paling terkejut adalah saat melihat masa lalu Mrs. Lee. Perempuan yang dia jadikan sebagai list nomor 3 paling cantik di kehidupan Tommy itu, ternyata memiliki masa lalu yang kelam.


Ayah dari Li Siu Ping ternyata adalah seorang Triad di Hongkong. Organisasi Kriminal ini sangat terkenal disana. Bahkan sudah menguasai hampir 80% wilayah Hongkong sekarang. Mrs. Lee adalah anak ke-2 dari Bos Triad tersebut. Dan juga anak gadis satu-satunya.


Dia sangat pandai dapat dikatakan memiliki IQ dan EQ yang tinggi. Sangat jarang seseorang dapat memiliki kedua kecerdasan otak seperti itu. IQ yang lebih dikenal Intelligence Quotient lebih melekat pada kecerdasan intelegensi seseorang dalam bidan akademik. Sedangkan, EQ adalah Emotional Intelligence atau dapat disebut sebagai Kecerdasan Emosional.


Banyak yang berkata bawha orang yang memiliki EQ lebih tinggi dapat dikatakan lebih pandai dalam menjalani kehidupan. Tetapi tidak ada yang tahu jika EQ dan IQ yang tinggi seperti yang dimiliki oleh Mrs. Lee dapat membuatnya mengerikan dalam segala bidang.


Di umur yang ke 10 Tahun saja. Dia sudah terbiasa melihat kekerasan, Perkelahian, Pemukulan bahkan sampai Pembunuhan. Tetapi itu semua tidak membuat kondisi mentalnya rusak. Dia dapat mengelola itu semua dengan baik.


Sampai suatu ketika saat dia berusia 19 tahun. Nona Li ini bertemu dengan seorang mahasiswa culun yang baik hati, Mr. Lee wajahnya benar-benar tampan, jadi wajar jika orang mudah jatuh hati kepadanya.


Sifat orang Indonesia yang murah senyum dan baik hati, juga dia bawa ke pergaulan di Hongkong kala ini. Cerita pertemuan kedua orang ini dimulai saat Orang seperti Nona Li ini yang belum pernah mengetahui Kultur Budaya yang dibawa Mr. Lee. Awalnya berpikiran bahwa lelaki tersebut sangat aneh.


Saat dia berdiri di Halte bus, yang mana cuaca pada saat itu sedang hujan. Dia melihat seorang lelaki sengaja mendekatinya dan memberikan payung. Jelas dia berpikir orang ini aneh.


“Ini pakai saja ku lihat waktu sudah menunjukkan pukul 11.11 tengah malam, daerah ini tidak ada bus yang akan lewat lagi, Jika nona berjalan ke area sana mungkin nona dapat menunggu taxi dan mengantar nona kembali ke rumah.”


“Nona lebih membutuhkannya, jadi nona dapat memakai payung ini, sedangkan aku tempat ku di sana tidak jauh dari sini, Daerah ini banyak terdapat mafia dan triad, sebaiknya nona cepat menghindar.” ucapan itu diucapkan oleh Mr. Lee muda yang tidak mengenal gadis di depannya sekalipun.


“Eh...” Nona Li hanya sempat melontarkan kata tersebut dan tidak melanjutkan perkataannya, dari jauh memang dia melihat Lima orang pria mendatangi mereka, mungkin itu juga sebabnya dia tidak melanjutkan perkataannya itu.


Mr. Lee kala itu yang membelakangi lima orang yang sedang menuju ke arah mereka tersebut tidak mengetahui itu, dia hanya ingin bersikap baik seperti orang Indonesia pada umumnya, Senyum lebar di mulut dan keramahannya dia tunjukan.


“Oh ada nona cantik sekarang sedang kehujanan,” Suara tersebut mengejutkan Mr. Lee dia segera saja berbalik dan menemukan 5 orang pria berjas hitam dengan kemeja bercorak kembang warna warni Mendekati mereka.


“Sebaiknya nona pergi saja biar aku menahan mereka,” setelah berkata seperti itu Mr. Lee menyambut mereka semua.


“Semut Kecil, pergi dari sini jangan mengganggu kami ingin bermain dengan nona ini,” ucap salah seorang dari mereka.


Saat itu adu mulut terjadi, entar apa yang merasuki Mr. Lee hari itu dia bersikap sok pahlawan, padahal dalam hidupnya dia tidak pernah berani sedikit pun seperti ini. Mungkin karena melihat kecantikan Nona muda yang berdiri di belakangnya itu.


Tidak butuh waktu lama sampai emosi kelima orang itu meningkat dan mulai memukuli Mr. Lee. Dia yang tidak bisa bela diri jelas langsung pingsan seketika setelah baru menerima 3 pukulan di wajah.


“Hah, Nona jangan bilang dia pacar mu? bahkan adik ku yang berumur 10 tahun saja bisa menang melawan orang seperti ini,” kata-kata itu dilontarkan oleh salah satu dari kelima orang tersebut.


“Mari bermain dengan kami sebentar, setelah itu kami akan mengantar mu pulang, jika melawan maka,” dua orang dari mereka segera mengeluarkan pisau lipat dari kantor celana mereka dan mengancam Nona Li dan mulai mendekat ke arahnya.


“Menyusahkan saja...” ucap Nona Li berkata dalam hati.


Dia yang merasa di ancam sekarang menggunakan payung yang tadi diberikan padanya untuk membela diri, jelas seseorang anak pimpinan Triad sepertinya sudah mendapat segala pelatihan bela diri. Lagi pula orang yang memiliki EQ dan IQ tinggi seperti dia sangat mudah mempelajari apapun.


Tidak ada yang bisa diharapkan dari bertarung melawan seseorang seperti Nona Li. Tidak butuh waktu lama baginya untuk melumpuhkan kelima orang tersebut dan tidak beberapa lama bawahan yang dia tunggu datang. Ada lima mobil yang berisikan para Triad-triad paling kejam dan beringas di Hongkong yang menjemput nona tersebut.


Sedangkan Nona Li merasa iba kepada pemuda tersebut. Jadi dia membawanya ke Rumah Sakit terdekat. Dari situlah cerita cinta ini dimulai.


Tak ada halangan. Karena memang bawahan Nona Li tidak memberitahukan hal itu kepada ayahnya. Mereka berdua semakin sering bertemu, sejak sadar dI Rumah Sakit Mr. Lee muda menaruh perhatian kepada Nona Li yang merawatnya. Tidak ada keluarga disana. Hidup seorang diri hanya Nona Li yang merawat selama sehinggu dia di Rumah sakit. Membuat perasaan itu tumbuh, apalagi Nona Li memang cantik.


Sedangkan untuk Sang Nona Mafia itu. Merawat orang adalah pengalaman pertama baginya. Dia yang hanya tahu bagaimana cara melukai orang tersebut. Tentu tidak tahu cara merawat orang lain sehingga pengalaman pertama ini juga berkesan mendalam. Menjadi bibit yang mengikis kekerasan di dirinya.


Dia harus belajar, sering bertanya kepada orang-orang disana. Apa yang dibutuhkan untuk merawat seseorang. Bagaimana cara melakukan perawatan terhadap orang itu. Semua dia pelajari. Sampai tembok pemisah antara mereka sudah tidak ada lagi.

__ADS_1


Sering bertemu setelah itu dan saling bertukar pemikiran juga gagasan. Membuat mereka dekat akhirnya memutuskan untuk ke Indonesia.


Sampai sekarang pun Mr. Lee tidak mengetahui tentang cerita sebenarnya identitas Wanita yang sekarang menjadi Ibu dari kedua anaknya. Sebab dia menutup rapat hal itu agar orang yang ia cintai tidak pergi meninggalkan dia.


Dia hanya berkata bahwa dia dililit utang dan ingin pergi meninggalkan Hongkong sesegera mungkin, karena ditangih dan di kejar-kejar. Jadi Romeo yang sedang kasmaran ini. Membawa perempuan tersebut yang juga mengaku bahwa tidak ada lagi keluarga yang dekat dengan dia di Hongkong.


**


Setelah melihat ingatan tersebut Tommy Kembali ke mendatangi Viktor yang terlihat sedang kesal di dalam ruang bingo tersebut. Dia sempat melirik jam dinding analog di Rumah Judi Bingo itu, Waktu menunjuk angka jam 11 malam dengan tepat.


Dia ingat bahwa malam itu, di Meja ke 3 yang sekarang sedang kosong akan ditempati oleh seseorang yang menang Jackpot senilai 50jt Rupiah. Hari yang tepat waktu yang tepat karena itu jadi dia segera mengajak Viktor pindah tempat duduk.


“Tor sebaiknya pindah meja aja, Kamu lagi ngak Hoki di meja ini,” ucap Tommy sambil menepuk pundak sahabatnya itu.


“Tanggung aku sudah habis 5jt hari ini, sekarang tersisa hanya 10 koin ku habiskan di sini saja sekalian,” ucap Viktor dengan sedikit nada yang kesal.


“Dari tadi kamu terus, sini aku aja yang mainkan,” Tommy langsung merebut koin di tangan Viktor itu dan berpindah ke Meja No.3.


Viktor hanya menghela nafas. Dia juga tidak ingin lagi bermain sebenarnya, jadi dia membiarkan kelakuan sahabatnya itu kemudian juga ikut berpindah ke meja Nomor tiga.


Betul saja seperti ingatan yang di ingat Tommy dari kehidupan pertamanya. Baru dalam koin ke 5 dia mencoba. Sebuah Jackpot keluar. Mesin itu mengeluarkan suara dindin beberapa kali. Semua orang di rumah judi bingo itu jelas terkejut. Mereka langsung menghentikan kegiatannya dan mengerumuni kedua pemuda itu.


“Horeee....”


“Selamat..yah, kalian berdua beruntung sekali sudah memenangkan Jack Pot.”


“Hey Tor besok traktir kami yah.”


Kegembiraan langsung saja terpatri di wajah Viktor. Dia yang tadi sangat lesu sekarang terus tersenyum. Begitu juga dengan Tommy. Karena bantuan dana cair yang sangat dia butuhkan tersebut, dia akhirnya bisa sedikit lega tentang beberapa rencana ke depan.


Mereka langsung menukarkan koin-koin yang berjatuhan dari mesin slot tersebut dan menukarkan hadiah tersebut menuju kasir, tampak kasir itu langsung menuju ruangan khusus brankas dan membawa uang di sebuah kantong plastik hitam.


“Selamat untuk kalian berdua, ini uang hadiah yang kalian ingin tukarkan.” ucapnya seraya memberikan hadiah tersebut.


Kegembiraan terlihat terus menerus di wajah kedua Pria Tampan ini, namun tiba-tiba hembusan angin kencang masuk kedalam Ruko yang berpintu rolling door tersebut.


Meja Kasir berada di deretan paling depan. Membuat kedua orang ini terkena hembusan angin kencang malam itu, walau angin kali ini tidak membawa pasir dan debu kedalam Rumah Judi Bingo tersebut.


Tommy terkejut karena dia melihat Angin itu kali ini membawa beberapa polisi berpakaian lengkap dan senjata lengkap. Baru saja turun dari Mobil yang juga ber kerlap kerlip cahaya tanpa suara sirene.


Malam itu tepat jam 11.11, di hari 11 bulan ke 11 tahun 2000 Kedua sahabat itu dan semua orang di Rumah Judi tersebut ditangkap dan digiring ke kantor polisi.


Tommy baru teringat semua itu setelah berada di dalam sel, bahwa ini adalah kejadian paling memalukan dalam hidupnya yang ke 2 di kehidupan pertamanya.


Namun di Kehidupan keduanya ini jelas sudah menjadi kejadian paling memalukan ke 4 yang dia dapatkan. Dia juga menyesal dalam hati. Karena ketamakan dia melupakan kejadian itu, bahkan tidak membuka memori yang tersimpan.


Judi memang bisa membawa kita kedalam kekayaan yang mendadak tetapi bisa juga membawa kita dalam kejatuhan yang paling gelap, sehingga mulai hari itu dia mengingat dan mencoret list rencana yang telah dia susun dari sesuatu yang namanya Judi.


————


Thanks XL

__ADS_1


__ADS_2