
Ingatan akan masa kuliah di Amerika membawa Tommy kembali bernostalgia siang ini. Dia yang baru saja merasakan pengalaman ciuman pertama bersama Clara. Mengingat kembali akan pengalaman di kehidupan pertamanya saat masa-masa kuliah di luar negeri. Sebab saat itu dia hampir saja melakukan ciuman pertama dengan kekasihnya.
Tommy yang kala itu sedang asyik memperhatikan seorang dosen wanita sedang menjelaskan sesuatu, merasakan getaran dari smartphone miliknya. Dia langsung merogoh kantong celana jeans biru tua yang sedang dia kenakan. Diam-diam dia membaca pesan berbahasa inggris itu datang dari Jessica.
“Tommy malam ini apakah kamu sibuk?” Pesan text singkat itu memecah perhatian Tommy sekarang.
“Aku ada sedikit tugas yang belum ku selesaikan, memangnya ada apa Jess?”
“Hari ini Black Friday Sale, aku akan menunggu kamu ditempat biasa, temani aku berbelanja malam ini Tom, okey.”
“Aku sedang ada tugas Jess aku tidak bisa, kamu dapat kan bisa pergi dengan teman-teman mu.”
“Semua teman ku juga akan pergi dengan kekasih mereka hari ini, kamu memang tidak peka dengan perempuan.”
Pesan itu masih berlanjut, di smartphone miliknya Tommy masih melihat tulisan hijau itu mengatakan bahwa Jessica sedang mengetik pesan. Jadi dia tidak melanjutkan ketikan untuk menjelaskan situasinya sekarang kepada Jessica.
“Kita baru saja berpacaran Tom, tetapi kamu tidak pernah meluangkan waktu untuk ku, bahkan kita hanya bertemu di tempat kampus saja, apakah kita benar-benar sedang pacaran atau berteman saja?”
Text yang dikirim Jessica itu membuat Tommy merasa bahwa yang dikirimkan kekasihnya sekarang memang benar, selama sebulan ini mereka hanya bertemu di kampus, tempat makan biasa dan perpustakaan saja, jadi memang belum pernah keluar bersama sebagai couple selama ini.
“Okey baiklah Beb, aku akan menemani mu malam ini.”
“Aku tunggu di tempat biasa ya, jangan telat pokoknya jam 7 malam ini oke.”
“Yups, okey”
Kali ini dia hanya bisa menghela nafas, karena tidak bisa menjelaskan kepada Jessica bahwa, jika saja malam ini tugas yang dia miliki tidak diselesaikan maka nilai akademik nya kemungkinan terpengaruh. Namun, dalam pikirannya Tommy yang sudah mengerjakan setengah tugas itu akan dapat mengejar ketertinggalan tersebut dengan sistem SKS setelah dia pulang menemani kekasihnya itu.
SKS atau Sistem Kebut Semalam, untuk mahasiswa Indonesia kebanyakan sistem ini adalah andalan mereka, jadi Tommy pun mau tidak mau akan menggunakan sistem ini nanti, agar tugas dari Pak Williams dapat dia selesaikan.
**
Akhir Tahun di Negeri Paman Sam cuaca sudah berubah drastis, dari musim panas sekarang di Bulan November tanggal 29 tahun 2019, Cuaca sudah memasuki musim gugur, dan yang pasti udara dingin mulai terjadi di musim-musim ini.
Pria Indonesia yang berwajah tampan itu menggunakan setelan Sweeter dengan dilapisi jaket dan topi kupluk dikepala nya. Di jalanan Kota Cambridge terlihat orang-orang mulai ramai berkerumun di pusat-pusat perbelanjaan, sebab Black Friday adalah event tahunan di setiap hari jumat khusus setelah perayaan Thanksgiving.
Jadi setiap Toko-toko akan memberikan diskon gila-gilaan untuk setiap produk yang mereka tawarkan, bahkan ada yang sampai diskon 50%. intinya Black Friday memberikan sale yang dinanti-nantikan oleh semua orang.
“Hmm mungkin ada baiknya aku keluar sekarang, membeli beberapa peralatan elektronik dengan uang hasil tabungan ku,” ucap Tommy dalam hati melihat orang-orang di jalanan.
Kota Cambridge terkenal sebagai kota pelajar di Amerika Serikat, bangunan yang ada di kota ini pun kebanyakan sedikit lebih aneh dari kota-kota lain di Amerika Serikat, sebab bangunan di sini lebih banyak menggunakan arsitektur zaman eropa pada masa abad pertengahan. Yah bangunannya mirip-mirip kastil lah.
“Tom...Tommy sini,” Dari jauh Jessica memanggil Tommy dengan melambaikan tangannya, dia berdiri didepan tempat mereka berdua sering makan sepulang dari kampus.
“Apakah aku telat? atau kamu sudah lama menunggu disini?” ucap Tommy memandangi gadis korea di depannya ini.
Jessica adalah gadis dengan kewarganegaraan Korea Selatan, berwajah oval cantik dengan pipi mengembung dan dagu lancip, juga mata hitam yang indah dan rambut yang disemir cokelat yang menawan.
Orang-orang tidak akan mengira penampilan Jessica yang seperti ini karena dia saat ke kampus sering menutup penampilannya dengan gaya kutu buku, berkacamata dan penampilan urak-urakan. Sungguh tidak menarik.
“Tidak kamu tepat waktu, ayo mari kita pergi.” Jessica dengan segera menggandeng tangan Tommy dan mengajaknya pergi ke pusat perbelanjaan yang sudah dia Incar.
Tangan Tommy dikunci erat oleh Jessica dengan kedua tangannya membuat dia sedikit merasa gerah di cuaca dingin sekarang. Gadis Korea ini memiliki tinggi 170cm tubuhnya langsing seperti model. Walaupun dengan hanya memakai jaket dan syal juga topi kupluk di kepalanya, dia terlihat menawan, karena sedang tidak menggunakan kacamata miliknya. Jessica menutupi kekurangannya itu dengan softens.
Tiba di sebuah mall besar di Kota Cambridge, Jessica langsung membawa Tommy kebagian pakaian, seperti sebuah lapangan besar toko ini menyediakan semua jenis pakaian berbagai jenis. Namun dari sekian banyak toko gadis ini membawa Tommy mendatangi sebuah toko elite yang menawarkan barang dengan harga selangit.
Tommy menghentikan langkah kaki didepan toko tersebut. sambil memandang ke arah Jessica yang mengenakan masker. Gadis ini memang aneh sering bepergian keluar dengan mengenakan masker dan kacamata bulatnya. Walau hari ini dia tidak mengenakan kacamata bulat itu. Dia masih mengenakan masker miliknya.
“Kenapa apakah takut masuk kedalam sini?” ucap Jessica membalas pandangan Tommy.
“Kamu tahu harga di sini paling murah adalah penghasilan kerja sambilan ku selama berbulan-bulan Beb,” ucap Tommy membalas perkataan tersebut.
“Ngak papa jangan khawatir, aku yang bayar,” ucap Jessica.
__ADS_1
“Jangan lah, kita cari tempat lain aja, harga diri ku tidak bisa menerima pemberian mu,” ujar Tommy tegas.
“Kamu selalu berbicara seperti itu, setiap kali makan selalu kamu yang bayar,” ucap Jessica dengan sedikit nada kesal.
“Bukan aku tidak menghargai pembelian mu sayang, sebagai seorang pria aku malu tidak bisa memberikan yang terbaik sekarang untuk mu, ku harap kamu bisa bersabar, aku sudah ditawari untuk bekerja di Google sebagai teknisi disana setelah aku lulus, kamu tahu kan aku sudah lolos test awal tahun ini.”
“Jadi nanti aku akan ngajak kamu berbelanja dan menikmati apa saja yang kamu inginkan.” ucap Tommy lagi menjawab Jessica.
“Tapi kan itu masih beberapa bulan lagi sampai kamu lulus, aku mau sekarang Tom, gini aja deh kamu hanya temani aku ke toko ini, aku akan beli semua yang ku perlukan, jadi aku akan membayar sendiri semua yang aku beli untuk ku, bagaimana,” Kali ini Jessica memelas menatap Tommy, dia yang tidak tega melihat tatapan kekasihnya itu pun menyetujui permohonan Jessica dan menemani gadis itu berbelanja.
Di dalam toko itu Jessica mencoba satu-persatu pakaian yang ada di sana, sambil meminta pendapat Tommy tentunya, karena menurutnya penilaian Tommy adalah yang terbaik.
“Bagaimana apakah gaun ini cocok untuk ku?”
“Gaun itu bagian dadanya terlalu terbuka, turun 5cm kurang bagus untuk mu, karena dada mu itu kecil.”
“Apa kamu bilang? gaun ini edisi terbatas ini adalah gaun terbaik sekarang, lagian apakah kamu hanya memperhatikan dada ku saja selama ini.”
“Bukan begitu, kalau kamu ingin berpenampilan terbuka pakai ini.” Tommy menyodorkan sebuah pakaian yang sama bagusnya dari yang sedang dikenakan Jessica sekarang. Pakaian ini adalah edisi terbatas juga tetapi dengan tampilan model ini benar seperti yang dikatakan Tommy penampilan Jessica menjadi lebih menarik dengan menampilkan pundak indahnya bukan dengan dadanya.
Jessica yang baru keluar dari Ruang ganti itu memperlihatkan Gaun pesta cantik berwarna merah maroon, kali ini rambutnya di urai menutupi sedikit punggungnya yang terbuka dengan gaun itu, wajah cantiknya benar-benar membuat Tommy takjub malam ini, karena dia juga melepaskan masker yang sering dia gunakan jadi tidak ada yang menutupi kecantikan wajah itu sekarang.
Kyaaaaaa
Suara teriakan terdengar dari luar toko tersebut, Tommy memalingkan wajahnya melihat orang-orang berebutan didepan Toko mereka sekarang, makin banyak orang berkumpul disana untuk membeli pakaian bermerek dengan diskon 50% yang ditawarkan toko tersebut.
“Huh, bikin kaget aja, suaranya seperti sedang ditodong oleh perampok saja,” ujar Tommy dalam hati, sedangkan Jessica mendengar suara itu langsung masuk kedalam ruang ganti pakaian, sehingga saat Tommy memalingkan pandangannya kembali untuk melihat sang kekasih dia hanya melihat tirai yang sudah ditutup kembali bersama dengan seorang pelayan toko yang berdiri di samping tirai tersebut.
Tommy memandang pelayan toko itu dan menaikan alisnya, tampaknya pelayan toko itu menyadari yang Tommy maksudkan, dia hanya memberi Kode tangan menunjuk kedalam ruang ganti.
“Beb, kenapa kamu masuk lagi kedalam aku belum puas memandang mu” ujar Tommy menggoda kekasihnya itu.
"Kamu tau ngak, kalau aku ibarat seperti mentega dan kamu itu seperti wajan panas karena pas lihat muka kamu, aku pasti jadi meleleh" ucap Tommy lagi.
Memang Tommy sering menggoda kekasihnya itu dengan godaan-godaan ringan ala Indonesia, yang jelas itu bukan rayuan murahan, tetapi pastinya dapat membuat gadis-gadis tersenyum. Mungkin ini juga lah yang membuat Jessica jatuh hati kepada Pemuda ini, atau juga dikarenakan sebab lain, selain memberikan godaan Tommy juga sering mengajarkan gadis ini berbagai hal. Selain itu pemuda ini adalah pemuda jujur dan paling cuek yang pernah ditemui Jessica.
“Ih apaan sih, bikin malu saja,” Jessica kembali keluar dari Ruang ganti pakaian itu dan memutar tubuhnya beberapa kali agar bisa dilihat Tommy.
“Nah Perfect beb, Johayeyo...”
“Joha? kamu bilang kamu suka gaun ini?”
“Ku bilang aku suka orang yang memakai gaun itu sekarang, he he,” Tommy kembali menggoda Jessica, membuat wajah gadis korea ini menjadi merah merona. Sedangkan sang bule asisten toko yang membantu mereka sekarang hanya berdiri diam tidak bisa berkomentar melihat kelakuan Tommy.
Tommy berdiri dari tempat duduknya di muka ruang ganti dan langsung merangkul Jessica, karena dia melihat gadis ini sudah terkena sihir gombalan nya, dia yang memang culun itu belajar cukup lama untuk dapat melancarkan aksi ini jadi dia tidak mau menggagalkan serangan yang sudah dia berikan sebelumnya. Tetapi tiba-tiba suara teriakan histeris itu kembali terdengar.
Kyaaaaaaaa
Kali ini Tommy dan Jessica langsung memalingkan wajah mereka bersamaan melihat arah suara yang terdengar dekat tersebut.
Beberapa anak gadis terlihat memandangi mereka berdua dengan smartphone yang sudah siap memfoto dan men video apa yang mereka berdua lakukan, Jessica buru-buru melepaskan rangkulan Tommy dan sedikit mendorong Tommy menjauh.
“Apa yang kamu lakukan?” ujar Tommy mempertanyakan kelakuan Jessica tersebut.
“Mereka lagi mengambil foto kita” ucap Jessica menjawab.
“Apa yang kamu takutkan, memangnya kamu artis apa takut dengan scandal, lagi pula apakah aku scandal bagi mu?”
“Hehe...” Tommy tertawa ringan menatap Jessica yang terlihat mukanya semakin memerah itu.
Jessica yang merasa kekasihnya ini sedikit bodoh di Industri Hiburan, menarik Tommy kedalam ruang ganti dengan segera. Maksud hati ingin berbelanja dengan kekasihnya malah menjadi bencana bagi gadis ini sekarang.
“Hey beb apa yang kamu lakukan, kita dilihat orang-orang ini.”
__ADS_1
“Mungkin agak terlambat, tapi ini adalah hadiah Thanksgiving dari ku,” ucap Jessica.
“Dan mungkin tidak ada lagi lain waktu untuk ini, aku sudah ketahuan sekarang, mungkin kita tidak akan bisa bertemu lagi, aku tidak ingin kamu dicari-cari karena aku.” ujar Jessica lagi.
“Apa maksud mu Beb?” ucap Tommy yang bingung sekarang.
Dia mendorong Tommy ke pojok ruang ganti, memegang wajah Tommy yang tampan itu dengan kedua tangannya, jantung mereka berdua berdetak lebih kencang sekarang, terutama Jessica, Dia kemudian memiringkan wajah cantiknya itu dan bersiap mencium Tommy.
Perasaan Tommy bercampur aduk sekarang, memang dia biasa memberikan gombalan-gombalan untuk Jessica tetapi sebenarnya kutu buku ini tidak pernah sama sekali di cium atau mencium seorang gadis, jadi tangannya hanya terbuka pasrah di dinding box ruang ganti tersebut.
Brakkkk....
Saat bibir mereka hampir bertemu, Ruang ganti pakaian itu dibuka tiba-tiba dari luar, banyak anak-anak muda dengan smartphone mereka merekam kejadian ini, Jessica langsung menutup kembali ruang ganti itu, suasana disana menjadi sangat kacau.
“Benar itu Jessica Jung, mantan personel Girl Generations.”
“Coba lihat rekaman ini.”
“Wahh benar dia Jessica Jung...”
“Siapa Pria yang bersamanya itu? Kekasihnya?”
“Dia tidak pernah berpacaran selama ini, azza syukur aku mendapatkan video ini.”
Suara dari luar terdengar jelas di dalam ruang ganti tersebut, asisten penjaga toko yang membantu mereka sebelumnya juga mulai menghalang-halangi mereka yang semakin banyak ingin membuka ruang ganti pakaian itu.
“Apa yang mereka katakan beb, mantan Girl Generations?”
“Jessica Jung? apakah kamu artis K-Pop?” ucap Tommy bertanya.
Jessica terlihat sedang memencet smartphone miliknya dan mencoba menelepon seseorang, dia tidak menjawab pertanyaan Tommy yang terlihat linglung itu. Jessica memberitahukan posisinya kepada orang di sambungan telepon itu. Setelah menutup telepon itu, dia menjelaskan jati dirinya kepada Tommy.
Mereka terkurung kurang lebih 20 menit di dalam sana, dengan Tommy yang tidak bisa mempercayai apa yang baru saja Jessica bicarakan, pantas saja gadis ini jika bepergian kemana pun selalu menggunakan Topi atau masker untuk menutupi wajahnya.
Sedangkan Tommy dia tidak mengetahui itu, dia yang lebih sering membuka buku dan pelajaran jelas tidak terlalu mengikuti gemerlapnya panggung hiburan K-pop yang sudah merambah dunia. Dia benar-benar terlihat Blank sekarang.
Saat itu beberapa orang datang dan mengamankan jalur Jessica untuk pergi dari sana, sedangkan Tommy hanya terdiam sendiri ditinggalkan semua orang di dalam box ruang ganti tersebut. Seorang pelayan toko menyadarkan Tommy yang masih terlihat blank.
“Maaf tuan, pakaian tadi belum dibayar, dapatkah tuan membayarnya segera di kasir?” ucap penjaga toko yang setia menemani mereka tadi.
“Uuhh.. hu uh”
“Apaaa....belum dibayar?”
“Iya Tuan, pakaian itu belum dibayar.”
“Apakah bisa dengan kredit card?”
“Bisa Tuan mohon ikuti saya,” ujar sang penjaga toko itu lagi.
Nasib sial pemuda tampan ini dimulai sekarang, bertemu seorang yang menyukai buku novel yang sama dengannya, membawa dia ke percintaan yang misterius dan aneh, membuat Tommy juga harus menanggung tagihan kartu kredit selama setahun lebih, dengan gaji yang tidak bisa dia nikmati lagi untuk membayar 50% diskon baju bermerek yang tadi dipakai Jessica.
Saat kembali ke asramanya pun Tommy terus meratapi mahalnya harga pakaian yang hanya menutupi setengah badan itu, jadi dia melupakan sistem SKS tadi yang sudah dirancang nya dengan sempurna, karenanya nilai akademik yang dia miliki juga menurun, dan harus menunda beberapa bulan lagi kelulusan nya dari MIT.
**
Berbaring di ranjang nya Tommy dikejutkan oleh suara sang ibu yang menyuruhnya segera makan siang. membuyarkan ingatannya akan Jessica.
“Tommy cepat makan siang.”
“Iya mah...” ujar Tommy yang langsung berdiri dari ranjangnya itu dan mengganti pakaian seragamnya.
“Malam ini Black Friday, walaupun tidak ada sale di Indonesia seperti saat di kehidupan pertama ku, aku ingin membawa Clara keluar jalan-jalan malam ini.” Setelah siang tadi dia berciuman dengan Clara, Tommy membulatkan tekad untuk membawa Clara keluar malam ini, dia seakan lupa dengan nasib cinta pertamanya karena kehadiran Clara sekarang.
__ADS_1
————
Thanks XL