
“Apa yang di maksudkan Clara?”
"Apa dia bisa melihat Masa Depan, haha tapi itu tidak mungkin."
Ucap Tommy dalam hati. Tangan yang memegang erat lengan Erla itu sudah membuat Tommy dapat memahami isi hati Clara tetapi, itu tidak bisa membuat ia mengetahui masa lalu gadis ini.
Beberapa kali mencoba pun Tommy tidak bisa menemukan memori yang dia cari, hanya beberapa memori yang ada pada gadis ini, tentang pelajaran yang dia dapat, masa-masa bahagia yang tersimpan rapi dari kecil hingga dewasa.
Tommy juga melihat ada pemandangan yang sedikit aneh di ingatan gadis ini. Semua orang yang ada diingatan nya terlihat memiliki lapisan Aura warna sendiri-sendiri.
“Hey bisa lepaskan tangan ku?” ucap Erla memandangi Tommy yang sedang kecapaian.
“Eh, maaf...”
“Kenapa kamu memanggil ku tadi?”
“Gini kak, bisa ngak membagikan dua saja roti isi vanilla yang ada di kakak sekarang?”
“Ini...” ujar Erla sambil mengangkat tangan yang menggantung dua kantong plastik berisikan Roti yang tadi dia borong habis dari Toko Baker.
“Iya kak, aku diminta mencarikan itu, aku ngak punya banyak waktu lagi kak, aku akan membeli roti itu dari kakak.”
“Aku membeli ini karena salah satu teman di kelas ku berulang tahun hari ini, kalau kamu ambil dua roti artinya dua orang tidak akan kebagian dong,” ucap Erla lagi menjawab Tommy.
“Tolong lah kak, kalau aku ngak membawa barang sesuai yang mereka minta aku bisa kesulitan nanti,” Mata Tommy meminta dengan tulus sekarang, menatap Erla.
Clara hanya tersenyum licik menjawab tatapan itu, sebelum dia menjawabnya, Tommy memotong lagi pembicaraan Erla. “Bagaimana kalau aku beli dengan harga dua kali lipat dari harga awal kakak membelinya.”
Jika dengan Icha dan Melisa dia bisa menolak tadi, karena dia bahkan belum menyetujui apapun untuk dibeli, tetapi dengan dia memaksa kedua gadis itu menambahkan uang mereka maka dia takut kekesalan mereka akan meningkat lagi, kalau saja dia tidak bisa mendapatkan barang yang mereka mau, sedangkan uang sudah mereka tambahkan.
“Tiga kali lipat harga awal, akan ku berikan untuk mu,” Clara tersenyum. Dia mengetahui kesulitan Tommy, hanya saja dia memang sudah merencanakan ini sebelumnya.
“Aku tidak memiliki uang sebanyak itu kak.” Tommy tidak ingin mengeluarkan lebih banyak uang dari yang dia bisa untuk memenuhi keinginan Clara. Bahkan memang tidak akan dia mau mengeluarkan uang lebih karena dia memang pelit dengan uang-uangnya.
“Kalau kamu tidak mau, ya sudah...” Clara membalikkan badan dan hendak melangkah menjauh tetapi, Tommy segera menghentikan gadis itu kembali.
“Tunggu kak, bagaimana jika aku setuju tetapi aku hanya membayar dengan jasa ku?” ucap Tommy yang sedang dikejar waktu itu. Hanya menawarkan jasa saja yang bisa dia berikan sekarang, tetapi tidak dengan uang.
Clara menghentikan langkahnya mendengar itu, dia berbalik kepala nya sedikit mereng ke arah kanan menatap Tommy disertai senyum licik di bibir tipisnya.
“Baiklah, tetapi kamu tahu harga yang dibayar bukan?”
“Tahu kak, aku akan membayar harga awal artinya akan dipotong dari harga yang ada.”
“Tidak apa-apa aku bisa menerimanya,” ujar Clara menjawab Tommy.
“Jadi apa yang kakak inginkan untuk ku lakukan?” Tommy menatap ke Clara sekarang, hatinya was-was menunggu jawaban Clara, sedangkan dia tidak bisa mendengar apapun dari hati Clara, membuat pikirannya semakin berkhayal macam-macam karena takut menerima hukuman dari Clara.
“hmm...bagaimana yak memberitahukan apa yang ku inginkan.”
Tommy meneguk liur sekali lagi mendengar ucapan Clara, pikirannya tidak bisa lebih menjadi lebih tenang karena ucapan tersebut.
“Se...sebutkan aja kak, ngak apa-apa kok.”
“Aku mau kamu menjadi Pacar ku selama tujuh hari, bagaimana apa kamu bisa?”
Bagi semua orang di Kota mereka, menjadi pacar Clara bahkan hanya untuk satu hari saja merupakan Anugerah, tidak akan ada yang menolak itu, sebab siapa yang tidak menginginkan berpacaran dengan gadis blasteran ini.
Seperti sejarah orang-orang kenamaan atau pahlawan, nama mereka akan dikenal, apalagi Clara selama ini belum pernah diketahui memiliki pacar sama sekali. Menjadi pacar pertama gadis cantik ini jelas akan dicatat sejarah, setidaknya sejarah orang-orang yang mengenal mereka di kehidupan SMA.
__ADS_1
Untuk anak laki-laki atau perempuan, memacari seorang yang terkenal akan membawa kepuasan tersendiri, hasrat mereka akan dipenuhi dengan bunga-bunga. Tetapi itu tidak berlaku untuk Tommy.
Pikiran logis yang dia miliki dan mental dewasa nya tidak bisa menerima itu. Dia tahu akan dijadikan pesuruh seperti yang Icha dan Melisa lakukan.
Anehnya dari Clara tidak bisa dia baca apapun di hati gadis ini, memang dia sempat mendengar kata-kata tadi saat Clara ragu, tetapi akhirnya kata-kata itu hanya seperti peringatan yang keluar terlebih dahulu sebelum bencana di pikiran Tommy.
“Bagaimana, kenapa kamu terdiam? apa aku tidak cocok untuk mu? apa aku tidak secantik Icha di mata mu?” Clara terlihat kesal kali ini, tatapan mata Erla tajam mengarah ke Tommy.
“Aha ha...Bukan begitu kak, Baiklah kak aku terima, untuk seminggu saja kan?” ucap Tommy menjawab.
“Benar, hanya seminggu kok” Clara memberikan sebungkus besar Roti yang dia miliki dari dua bungkus yang ada.
“ini ambil lah.”
“Tetapi kak ini kebanyakan, aku ngak bisa membayar semua ini, lagi pula aku hanya perlu dua aja kok.”
“Ngak apa-apa memang ku beli untuk mu loh, lagi pula kamu kan Pacar ku sekarang, jadi wajar aku memberikan ini untuk mu.”
“Dan juga aku ngak pernah bilang akan memberikan semua Roti ini untuk semua teman-teman ku di kelas loh, hanya untuk beberapa orang saja kok.” ucap Clara lagi.
Mata Tommy langsung membelalak, dia merasa seperti ditipu jadi dia langsung me-rewind ucapan yang dikatakan Clara tadi. “Aku membeli ini karena salah satu teman di kelas ku berulang tahun hari ini, kalau kamu ambil dua roti artinya dua orang tidak akan kebagian dong.”
“Sial aku ditipu gadis ini...” ucap Tommy dalam hati. Dia memang licik tetapi baginya seorang musuh yang hebat hadir di hadapannya sekarang. Jadi dia hanya tersenyum kecut saja menerima hadiah Clara dan segera pergi dari sana untuk memberikan barang yang diminta kedua Princess sebelumnya.
**
Hari ini seorang guru Fisika yang dulu pernah di ambil memorinya oleh Tommy sedang menjelaskan tentang Titik Terdekat bumi dengan matahari yang disebut Perihelion. Dan titik terjauh bumi terhadap matahari yang disebut Aphelion.
Kebanyakan orang mengira revolusi bumi mengelilingi matahari itu dan pergerakan orbit yang lebih mendekat dengan Matahari itu menyebabkan Cuaca panas sekarang, Jadi siswa-siswi di kelas mereka memperhatikan Pak Irfan yang sedang mengajar sekarang.
Sedangkan Tommy, dia hanya mencatat apa saja yang ada diingatan Clara yang sedikit itu, sampai Pak Irfan memperhatikannya dan meminta Tommy menjelaskan pelajaran mereka sekarang.
“Memang yang saya ajarkan cukup menarik kali ini, karena agar kalian tahu mengapa kita menderita cuaca panas akhir-akhir ini, tetapi tampaknya beberapa dari kalian tidak memperhatikan saya yang sedang mengajar.”
“Kenapa Ir?” ucap Tommy berbisik-bisik.
“Tuh..” Irma hanya memberikan kode alis yang bergerak searah menuju meja guru. Membuat Tommy juga memalingkan pandangannya segera.
Sekarang dia melihat Pak Irfan yang sedang menatap dirinya. Di ikuti oleh tatapan murid-murid lain yang juga sedang memperhatikan Tommy yang sedari tadi memang asyik sendiri mencatat pengalaman Clara.
“Tommy tolong jelaskan didepan mengapa bisa ada cuaca panas yang kita rasakan di akhir tahun ini.” Ucap pak Irfan.
Orang yang ditunjuk itu tidak bisa mengelak lagi, karena dia dari tadi tidak memperhatikan jadi Pak Irfan membuat guru itu sedikit kesal, akibatnya Pak Irfan yang belum memasuki inti penjelasan itu meminta Tommy menjelaskan semua.
Sedangkan semua Murid yang penasaran itu juga menatap Tommy dengan harapan mereka dapat penjelasan mengapa akhir-akhir ini cuaca sedikit lebih panas di akhir tahun. Tommy segera berdiri dan mulai menjelaskan di depan.
“Cuaca memang sudah memasuki musim hujan sekarang, tetapi mengapa sedikit lebih panas padahal kita sedang berada di titik terjauh bumi dari matahari, dan mulai bergerak mendekat ke titik terdekat bumi ke matahari.”
“Kawan-kawan sebenarnya, bukan titik terdekat bumi terhadap matahari yang menyebabkan cuaca panas itu terjadi, tetapi adalah karena konsentrasi cahaya penyinaran matahari yang merupakan penyebabnya atau kalian bisa menyebutnya sinar radiasi matahari.”
“Pada titik terdekat bumi dengan matahari, bumi yang tidak berputar tegak lurus ini, tetapi agak miring dengan kemiringan 23,5° lebih banyak menerima sinar matahari di bagian laut, itu mulai terjadi pada januari, Jadi kita tidak akan merasakan perubahan panas karena bagian laut yang menerima konsentrasi penyinaran paling tinggi.”
“Sedangkan, jika pada titik terjauh bumi dari matahari, titik konsentrasi penyinaran matahari lebih sering mengenai daratan, akibat kemiringan bumi tadilah yang menyebabkan semua ini terjadi, jadi karena mengenai daratan kita semua jelas merasakan panas berlebih.”
“Kalian bisa menyebutnya periode pergerakan semu menuju ke arah ekuator dan terus berlanjut ke lintang utara, jadi siang hari kita akan sering merasa panas, sedangkan sore atau malam hari sering mendung dan berangin.”
Setelah menjelaskan hal tersebut Tommy langsung duduk kembali ke kursinya, semua orang terdiam mendengar penjelasan detail itu, bahkan Pak Irfan saja mengedipkan mata beberapa kali dan tidak berkata-kata mendengar itu.
Pelajaran kemudian dilanjutkan untuk mencoba menghitung Transformasi Geometri dasar. Dan Tommy tidak lagi diganggu oleh Pak Irfan sampai pelajarannya selesai.
__ADS_1
**
Dalam catatan yang ditulis Tommy dia sedikit mulai ingin memahami gadis yang bernama lengkap Clara Carella tersebut. Sebab memang cukup menarik bagi Tommy untuk satu orang ini.
Tidak ada dia temukan selama ini orang yang memiliki ingatan terpotong-potong seperti Clara, bahkan jika orang itu melupakan memorinya sekalipun jika sudah ditangkap oleh sentuhan Tommy maka dia akan bisa melihat isi memori orang tersebut. Akan tetapi Clara berbeda, Tommy tidak bisa menemukan apa-apa di memori gadis ini.
Tidak mengetahui sebab itulah membuat dia mencoba terus ingin memahami gadis ini, sedikit demi sedikit. Dalam pikiran Tommy memang dia mengira ada beberapa penyebab logis yang di pahami ilmu kedokteran untuk masalah Clara. Jadi dia mencoba mencari masalah terkait.
“Amnesia kah?”
“Alzheimer? tidak mungkin, dia bahkan tidak setua itu.”
Mencoba untuk mencari penyebab hilangnya memori Clara, membuat Tommy lebih asyik mencatat di jam pelajaran kedua ini. Sampai akhirnya dia lupa waktu hingga pelajaran juga sudah selesai di hari ini.
“Tom, aku duluan ya,” ucapan Irma itu menyadarkan Tommy bahwa jam pelajaran mereka sudah selesai dan para murid sudah bersiap kembali pulang ke rumah masing-masing.
“Ya ir, hati-hati ya.”
“Kamu juga, jangan terus mencatat yang aneh-aneh, cepat pulang,” Irma melangkah meninggalkan Tommy.
Tommy segera membereskan buku-buku dan melangkah juga meninggalkan kelas, di depan gerbang sekolah saat Clara, Icha dan Melisa di lihat nya dari kejauhan sedang ngobrol bersama.
Entah apa yang mereka bicarakan, yang jelas saat Tommy mendekat, Icha dan Melisa segera membubarkan diri, sambil menatap ke Tommy dengan tatapan marah.
“Mel mana kunci sepeda motor mu,” Tommy menyapa Melisa karena memang sudah menjadi tugas pesuruh sepertinya untuk juga mengantar jemput kedua Princess ini setiap hari.
“Ngak usah!! kami pulang sendiri, dan juga mulai hari ini kamu ngak perlu lagi mengikuti apa yang kami suruh!!” Icha menjawab dengan kesal dan tatapan marah, entah apa yang kesalahan Tommy dia terus memikirkan perkataan gadis itu dan mencoba mencari tahu tetapi dia memang tidak melakukan salah apapun untuk dapat menerima tatapan kemarahan itu.
Mereka berdua menjauh sekarang, sedangkan Clara tersenyum tipis dan menatap ke arah Tommy. Menjawab tatapan itu Tommy juga menatapnya balik. Seperti kejadian di perpustakaan kembali terulang di depan gerbang sekolah mereka. Kedua mata itu bertemu padang dalam tatapan yang sebentar itu.
Tanpa menyentuh Clara, Tanpa adanya adegan Angin yang dibawa oleh sosok Arissa. Sebuah adegan Slow motion terjadi. Saat Tommy menatap Icha perasaan yang hadir seperti terbang dan melayang.
Akan tetapi saat bersama dengan Clara, dia merasa seperti tenggelam kedalam samudera yang dalam, terus ditarik ke dalam dasar samudera itu dengan kedua kaki dan tangan yang membentang tidak bisa bergerak bahkan melawan sekalipun.
Tatapan yang menghanyutkan, Senyum di bibir Clara seperti racun yang memabukkan baginya. Ia tidak bisa berbuat apa-apa dalam adegan tersebut, perlahan cahaya matahari yang menyinari permukaan laut semakin meredup dan semua di sekitarnya dalam keadaan gelap.
Tepukan keras menyadarkan Tommy dari lamunan. “Hey kenapa melamun, aku begitu cantik kah?” Clara mulai menggoda.
Tommy yang baru tersadar itu mengedipkan mata beberapa kali, sebelum akhirnya menjawab, “Eh maaf aku hanya kurang konsentrasi saja, kurasa Icha dan Melisa sedang marah sekarang,” Ia mencari alasan segera setelah mendengar ucapan Clara.
Ingin menyembunyikan sesuatu lebih dalam lagi, Tommy sekarang berusaha sekuatnya. Jantungnya mulai berdetak sedikit kencang, di kepalanya hanya ada bayangan senyum Clara sekarang. Wajah cantik gadis blasteran ini hampir menguasai otaknya. Jadi dia menyembunyikan itu.
“Kamu kan janji mau menjadi pacar aku selama seminggu ini, kalau gitu ayo tepati janji kamu,” Clara mengucapkan perkataan itu tiba-tiba.
“Memangnya mulai siang ini sudah dihitung kak?”
“Benar sudah dihitung mulai sekarang, jadi ayo temani aku makan siang, aku sudah lapar,” Clara segera menggaet tangan Tommy dengan merangkulnya dengan kedua tangan. Dia dekatkan lengan Tommy itu ke dadanya.
Hawa tubuh Tommy mulai meningkat, pemuda polos ini belum pernah sekalipun diperlakukan seperti ini sebelumnya, apalagi Clara, gadis blasteran ini selain kak kelas yang cantik, Tubuh nya tentu saja berkembang lebih produktif di bandingkan hasil breading lokal.
Dada yang lebih besar, postur tubuh yang lebih tinggi itu terlihat serasi dengan Tommy. Membuat mereka berdua sekarang menjadi target pandang semua orang. Clara mengajak Tommy menjauh dari sekolahnya menuju sebuah warung makan.
Sedangkan dari kejauhan, Icha melihat ke arah Tommy, perasaan cemburu melihat Tommy dan Clara sekarang menyelimuti gadis manis ini. “Dasar tidak Peka, kalau ku tolak tadi seharusnya kamu ngejar aku, katanya kamu suka sama aku.” ucap Icha dengan suasana panas dalam hati.
Siang itu, fakta mengenai kemiringan Bumi membantu penjelasan lebih komprehensif. Mengapa suasana pada siang hari di bulan-bulan ini lebih panas dari biasanya. Karena sekali lagi itu disebabkan oleh Cahaya matahari yang lebih terfokus tidak melebar dan membias.
***
Semakin sulit menulis dengan Emulator sekarang, bahkan menghapus tulisan pun sudah tidak bisa lagi.
__ADS_1
Salahkan salah menulis dengan Emulator? Apakah salah salah menggunakan word sebagai Spelling dan Grammar, bagi penulis pemula. Padahal Aplikasi ini mendukung semua bakat untuk Berkarya.
Thanks XL