
Saat jam istirahat tiba, Tommy segera melangkah ke Perpustakaan, sekarang dia tidak memikirkan gosip yang ada. Tommy menjadi lebih tertarik dengan cerita urban itu.
Saat berada didepan kelas IA, Viktor keluar mencegat nya melangkah, Kali ini sahabatnya itu ingin mengganggu Tommy sebab dia pikir dia akan berduaan lagi dengan Icha di Perpustakaan.
“Ui Tong mau kemana lu”
“Aduh Tor aku ingin cepat ke perpustakaan, minggir-minggir”
“Halah kamu janjian dengan dia kan...?”
Viktor memberi sinyal menunjuk ke Icha yang sekarang memang masih berada di dalam kelas. Membuat Tommy bertanya dalam hati. Mungkin dia cemburu.
“Bukan itu, ada yang mau ku cari tor”
“Apaan?”
“Gini kamu ikut aja deh, ribet ngomong nya”
Tidak bisa melawan Viktor yang ditarik tangannya itu mengikuti Tommy dengan terpaksa. Kedua sahabat tadi melangkahkan kaki mereka menuju perpustakaan. Disana Viktor melihat Clara.
Selama dua minggu di sekolah ini jelas tempat yang paling dia hindari adalah Perpustakaan. Jadi dia tidak mengetahui keberadaan Dewi Cantik yang menunggu perpustakaan ini.
Tidak perlu diragukan lagi kecantikannya. Kulit Putih Bersih, Hidung Mancung bermata cokelat dengan rambut yang juga Hitam kecokelatan. Menampilkan kecantikan yang sempurna.
Viktor jelas tertarik kepada kakak kelas mereka ini sehingga terlihat dia sekarang mencoba mendekati gadis tersebut, sementara Tommy asyik mencari buku referensi terkait Cerita Urban Legend di Kota mereka tersebut.
Tetapi tanpa dia sadari Erla terus melirik ke arahnya dari jauh, membuat Viktor menjadi sedikit kesal.
“Ah sial, elu terus tong yang dapat enaknya, aku kapan sih” ucap Viktor dalam hati.
“Ya elu usaha lah Doer masa elu ngiri sih” ujar Tommy menjawab dalam hati perkataan teman nya itu.
**
Empat puluh menit berlalu Tommy tidak juga menemukan buku yang dia cari, yang ada hanya sejarah singkat daerah mereka juga beberapa nama-nama kepala daerah yang pernah memimpin kota itu.
Dan karena Kelakuan Viktor yang terus mengajaknya berbicara membuat Erla sedikit risih. Jadi dia harus cepat memberikan referensi buku agar kedua orang ini dapat meninggalkan perpustakaan segera.
“Kamu sedang mencari apa?”
“Oh kak Erla, ini aku sedang mencari referensi tentang Cerita Urban yang ada di kota ini”
“Maksud mu Urban Legend?”
“Benar, kakak bisa bantu aku mencarikan nya”
Clara terdiam cukup lama memandangi Tommy yang sekarang berdiri di depannya. Mengingat juga beberapa cerita di Sekolah mereka.
“Kak Erla kenapa? ada yang salah dengan ku? Apa aku setampan itu?”
“Masih aja nge gombal, aku hanya teringat cerita uban yang sering ku dengar, Kamu kalau ku gombal balik jangan-jangan gemetaran?”
Tommy terdiam meneguk liurnya mendengar ancaman Erla dan juga dia tahu gadis ini tidak ada perasaan padanya karena setiap dia membaca hati Erla perkatan dimulutnya selalu sama dengan di hati, jadi dia segera mengalihkan perhatian.
“Hah, kakak ada mendengar masalah itu? boleh ceritakan?”
“Ceritanya sih sudah saat aku dari kelas I dulu, katanya bangunan gedung kelas I di sekolah kita ini berhantu. Ada beberapa kasus bahkan dulu selama aku bersekolah di sini.”
“Kasus apa kak Erla, jangan nakutin”
“Sudah 2 orang siswa menghilang selama ini, satu waktu aku di kelas 1 dan kedua waktu aku berada di kelas 2, Pokoknya tiap tahun ada orang menghilang misterius di sekolah kita”
“Bahkan sampai sekarang mereka tidak ada ditemukan”
“Terus kak bagaimana kelanjutannya” ucap Tommy yang semakin penasaran.
“Hey... enak banget ya kalian berdua ngobrol ngak bawa-bawa aku”
Viktor yang saat itu sedang memperhatikan mereka berdua jelas terlihat cemburu jadi dia langsung memotong pembicaraan mereka berdua. Tommy tidak mau sahabatnya ini mengganggu minatnya dan merusak suasana jadi dia membawa Viktor segera pergi.
“Ya sudah kak, aku sama Viktor ke kelas dulu maaf sudah mengganggu, terima kasih banyak loh kak sudah ngasih tau cerita itu”
Karena sedikit bantuan dari Clara. Tommy terlihat sedikit senang. Membuatnya kembali ke kelas dengan perasaan ringan yang sedikit terangkat.
**
Siang itu saat jam pelajaran sekolah sudah selesai Tommy sedikit terlambat pulang dari siswa lainnya. Sedangkan Viktor seperti biasa setelah jam pelajaran sekolah selesai dia datang ke Kelas Tommy.
__ADS_1
Viktor sering menitipkan kunci sepeda motornya ke Tommy karena sahabatnya itu memiliki tas yang memakai kunci jadi dia merasa lebih aman jika dititipkan ke Tommy.
“Kemana sih kamu taruh kunci motorku?”
“Aku ngak tau Tor serius, tadi memang ada di tas ku”
“Aduh kacau, bagaimana bisa aku pulang kalau begini”
“Maaf Tor aku serius tadi benar-benar ku masukin ke tas ku.”
Hilangnya kunci sepeda motor Viktor adalah penyebab keterlambatan dua orang ini pulang sekolah, bagaikan ditelan bumi kunci itu menghilang dari tas baru milik Tommy.
Tas itu adalah tas sekolah baru tanpa lubang dan memiliki kunci yang selalu dibawa Tommy. Jatuh tidak mungkin. Dicuri pun tidak mungkin.
Karena putus asa kedua sahabat itu pun memutuskan untuk mendorong saja sepeda motor Viktor tersebut, saat berdiri dari bangku, Viktor secara tidak sengaja menyenggol meja milik Tommy dan membuat meja itu terjatuh menimbulkan suara hentakan kayu yang sangat besar.
“Tor pulpen kesayangan ku.”
“Ups..”
Pulpen kesayangan Tommy yang dia beli dari Erla ada diatas meja sebelumnya. Bersama dengan seluruh kertas dan buku-buku yang tadi dia keluarkan dari dalam tas saat mencari Kunci motor.
Akhirnya semua itu pun berhamburan dilantai setelah meja tersebut jatuh. Sedangkan Pulpen miliknya sekarang jatuh melalui celah-celah lantai ruangan kelas mereka.
Ruangan kelas tersebut memang sedikit Tua sebab selain bangunan peninggalan zaman belanda. Kelas itu juga belum pernah direnovasi sama sekali. Lantai-lantai kelas itu sedikit memiliki celah satu dengan yang lainnya.
Sehingga jika ada sesuatu terjatuh maka akan langsung jatuh ke bawah Kolong Kelas mereka.
Karena bentuk bangunan tersebut adalah Bangunan Panggung jadi berdiri dibawah kelas pun mudah dilakukan oleh orang-orang.
Tommy yang sangat suka dengan pulpen tersebut tidak ingin pulpen berharga hilang begitu saja. Akhirnya dia mengajak Viktor mencari pulpen tersebut ke bawah Kolong Ruang Kelas mereka.
“Kenapa aku sih juga harus mencari”
“Kan kamu yang menjatuhkan pulpen ku kamu harus tanggung jawablah”
“Lah terus kunci ku? bagaimana kamu bertanggung jawab?”
“Nanti kita bawa ke tukang kunci deh biar dibuatkan baru”
“Enak aja itu Pulpen hasil Perjanjian Kerjasama Bisnis, tidak segampang itu digantikan”
“Hah apaan sih Tom”
“Pokoknya Tom aku ngak mau masuk ke bawah kelas, soalnya di sini angker, kalau berani masuk ke sini nanti malam aku akan datangi oleh hantu berbaju putih yang menjaga di sini”
“Ah telanjur Tor kita sudah dibawah ini ayo masuk saja”
Setelah berdebat sebentar, mereka berdua segera masuk ke bawah bangunan kayu tersebut.
Bangunan Panggung kelas I memang memiliki tiang-tiang tinggi jadi memang seperti Rumah Panggung yang panjang dengan beberapa sekat kelas.
Sekeliling bawahnya sudah di dinding dengan Papan Kayu agar tidak ada siswa bisa membolos atau sembunyi dibawah sana atau agar tidak ada lagi gosip-gosip yang beredar karena orang hilang yang dibawa kesana.
Kolong itu memang luas, karena pada ujung bangunan itu ada beberapa papan yang lepas. Mereka berdua masuk lewat celah papan itu.
Dibawah sana mereka bisa melihat bahwa Kolong kelas mereka itu luas juga agak gelap akibat di tutupi papan, walaupun bangunan itu tinggi tetapi karena sekelilingnya sudah ditutupi papan kayu, membuat tidak ada cahaya yang masuk kesana.
Dibawah sana mereka berdua juga bisa mendengar beberapa siswi yang ternyata sebagian belum pulang dan masih bergosip. Beberapa dari mereka juga sepertinya melakukan latihan Gerakan Tari.
Viktor jelas memiliki pikiran lain sekarang. Dia bahkan semangat dan tidak memiliki rasa takut lagi. Jika bisa setiap hari selama jam istirahat dia kesini.
Dengan jelas Viktor dapat melihat secara Live semua pemandangan itu dari bawah akibat adanya celah lantai yang cukup besar. Karena ruangan kolong itu sedikit gelap jelas orang diatas tidak akan melihat dia yang berada dibawah.
“Hey Tor ngapain lu sini, disana masih ruangan kelas lain”
“Ruangan ku di ujung sini”
“Kamu cari sendiri ya, aku di sini aja” ujarnya berbisik-bisik.
Viktor bahkan tidak berani menjawab keras-keras sekarang takut posisinya diketahui oleh musuh yang berada di atas.
Baginya sekarang seorang ninja harus dapat menyatu dengan kondisi sekitar. Bahkan dia saja sudah terlihat memasang Kacamata Transparan miliknya agar debu-debu yang berjatuhan diatas tidak terkena mata.
Saat Musuh yang berada di atasnya itu bergerak dan terus melakukan gerakan tari dengan rok yang terus berkibar. Hati nya sekarang berbunga-bunga dan mengutuk Tommy yang tidak ingin ikut melakukan pengintaian.
“Dasar bodoh, ini Icha tom...Icha, tidak mungkin ku sia-siakan kesempatan ini” ucap Viktor dalam hati yang saat ini sedang melihat pemandangan indah dari sang gadis pujaan hatinya.
__ADS_1
Sedangkan Tommy dia bahkan tidak memperdulikan Viktor lagi, dia semakin menjauh dari Viktor sedikit lebih ke ujung bangunan tersebut sebab kelas mereka memang berada dibelakang dari kelas lainnya.
“Ah ketemu..”
Disana dia melihat banyak sekali pulpen, dan benda-benda lain terjatuh, bahkan Kunci sepeda motor Viktor pun ada disana, setelah mengambil beberapa barang ada satu benda yang menarik perhatian Tommy.
“Batu ini kok aneh bentuknya”
“tidak mungkin ada rayap yang memakan batu”
“Sebaiknya ku bawa saja, mungkin kotor karena tanah”
Tanpa sadar dia mengambil sebuah batu berwarna hitam misterius tetapi sedikit mengkilap seperti sebuah besi memang namun batu itu berongga bagaikan sudah dilubangi atau dimakan oleh rayap.
“Jangan ambil batu itu...”
Sebuah suara bisikan perempuan terdengar oleh Tommy. Jadi dia menoleh kiri dan kanan tetapi tidak menemukan suara tersebut.
Karena sedikit merinding dia sekarang segera melangkahkan kaki meninggalkan tempat itu dan segera melemparkan batu aneh tadi.
Saat perjalanan kembali menuju celah papan tempat dia dan Viktor tadi masuk, Tommy sekarang tidak bisa menemukan sahabatnya itu. dia hilang seperti cerita yang di dengar Tommy. Tidak mungkin orang bisa keluar dari jalan lain di sini selain celah yang mereka berdua tadi gunakan.
“Tor, kemana lu jangan nakuti”
“Cepat keluar”
Tidak ada jawaban dari sahabatnya tersebut beberapa kali pun Tommy memanggil tidak ada jawaban dari sahabatnya tersebut.
“Aduh Tor jangan nakut-nakutin gua kemana sih lu”
Sedikit gemetaran Tommy yang sekarang berdiri tempat Viktor tadi dia melihat kiri dan kanan kolong kelas yang terlihat gelap dan menakutkan itu sekali lagi, bulu kuduk nya sekarang merinding hebat.
Dia yang sendirian sekarang tidak berharap mendengar suara bisikan perempuan lagi disana, Apalagi saat melihat pojok kan kolong yang jauh dan suara angin bertiup dari celah lantai kelas membuat suasana di kolong gelap itu semakin menakutkan.
Tiba-tiba Tommy dikejutkan oleh teriakan Histeris Seorang Perempuan. Membuat bulu kuduk nya kembali menjadi berdiri seketika itu.
Kyaaaaaaaa
Dia mencari sumber suara yang membuatnya merinding tersebut. Saat dia menatap ke atas dari celah lantai itu. Dia jelas dapat melihat Icha menatapnya dari atas sana dan tanpa sengaja juga dia sudah melihat keindahan yang Viktor lihat tadi.
Namun, Tanpa bisa menjelaskan kejadian dan duduk perkaranya guyuran air sangat banyak dari atas dia terima dengan lapang dada.
Membuat Tommy basah kuyup seketika. Bahkan celah lantai itu memberikan sensasi efek pancuran lain yang dia rasakan. Bercampur dengan debu lantai kelas. Seluruh Tubuhnya basa kuyup bahkan sampai ke Celana Dalamnya.
“Ngapain kamu Tom, buruan kabur jangan lama disana”
“Nanti ketahuan, cepat, cepat”
Suara Viktor mengejutkan Tommy dengan segera dia kabur dari sana. Mendatangi Viktor yang ternyata sudah diam menunggu dari celah papan yang mereka gunakan untuk masuk tadi.
Kedua Pria Tampan ini berlari dengan cepat dari sana. sementara suara teriakan Icha terdengar sangat keras penuh amarah memanggil Tommy.
“Tommy Awas Kamu Besok! Ku Laporin Mamah ku”
Jauh di dalam hati Tommy hari itu saat berlari, dia yang sudah basah kuyup hanya diwaktu pertama kali masuk kolong sekolah. Tidak membuatnya merasa sedih dan marah kepada Viktor sahabatnya yang sudah membuat kesalahpahaman itu terjadi.
Jelas tidak ada Cerita Urban Legend di sekolah mereka yang ada hanyalah tekanan dari Pihak sekolah agar orang yang mengintip siswi di sekolah itu harus pindah sekolah.
Mereka yang malu akan diketahui orang-orang jelas memilih pindah ke Kota lain sehingga mereka tidak ditemukan.
Mungkin itu juga lah yang akan dialami oleh Tommy dan Viktor ke depan, bahwa setelah hari ini kedua siswa ini juga akan menghilang seperti cerita-cerita lalu.
Mereka akan mendapat ganjaran setimpal sebab telah menonton keindahan yang bahkan tidak bisa Tommy lupakan sepanjang jalan saat berlari itu. Dia bahkan berujar dalam hati sekarang
"Maaf Cha tadi ngak sengaja"
———
Halo Pembaca,
Selamat Hari Halloween,
Special Halloween makanya Author tambahkan dikit Misteri.
Bantu Aku ya biar lebih semangat berikan Komentar, Like untuk Vote seadanya saja, maaf jika ada Typo atau arti kata berulang dan salah, Tapi Ku harap tidak merubah inti cerita yang ku sampaikan.
Thanks XL
__ADS_1