Game Of Love

Game Of Love
Rencana yang sempurna


__ADS_3

Udara panas siang ini membuat ruangan kamar sedikit gerah, setelah perjalanan pulang yang melelahkan dari sekolah menuju rumah. Tommy berbaring melepaskan rasa lelah yang dia rasakan. Dalam beberapa hari ini dia memang belum bertindak dan masih menunggu saat yang tepat memburu mangsa nya tersebut.


Beberapa hari ini juga ada keanehan yang dia rasakan, ingatan yang berhasil dia serap dari orang lain sekarang tiba-tiba menjadi kabur dan hilang bagaikan embun di pagi hari.


Yang tersisa hanyalah ingatan-ingatan yang berhasil dia catat, sedangkan buku-buku yang telah dia baca. Ingatan akan karya itu terus abadi dan melekat tidak hilang sedikitpun, sehingga dia sadar bahwa dia belum memahami secara menyeluruh tentang kemampuan spesial yang dia miliki.


Hari ini sebelum pulang dari sekolah, Tommy berhasil bersalaman dengan guru olahraga nya, semua pengalaman, kenangan dan ilmu guru itu pun berhasil dia serap dari yang paling cerah sampai yang tergelap sekali pun.


Dicatatnya lembar demi lembar memori tersebut. Setiap halaman buku hampir penuh hanya dengan satu pengalaman bertahun-tahun seseorang saja, bahkan Tommy membuat beberapa karakter tulis baru yang hanya bisa dia baca sendiri, karakter itu berguna untuk mempercepat dan mempermudah menulis pengalaman yang berjibun tersebut.


Ada buku khusus yang dia siapkan untuk setiap orang dan itu jelas memakan biaya yang tidak sedikit, setiap buku-buku tersebut penuh dengan berbagai pengalaman guru-guru di sekolah dan kolega-kolega nya, Hari ini dia harus merelakan lagi sebuah buku untuk guru olah raga nyentrik tersebut.


Bahkan ada beberapa pengalaman percintaan guru itu yang cukup menarik bagi Tommy untuk dipelajari sehingga dia memutuskan untuk lebih dulu mencatat hal tersebut. Tommy cukup puas dengan pengalaman guru tersebut, walau muka yang pas-pasan dia ternyata memiliki modal yang banyak untuk mengait hati wanita yang dia sukai.


“Menarik, Pak Stevan memang luar biasa dalam urusan percintaan.”


Tommy sudah mencatat pengalaman Icha di buku yang lain. Kurang lebih luar dan dalam dia mengetahui gadis tersebut. Baik dan buruk sifat gadis itu dia mengetahuinya. Bahkan bentuk tubuh Icha yang tanpa busana pun jelas sudah dia lihat, karena sang pujaan hati itu ternyata sering bernyanyi di kamar mandi sambil menatap sebuah cermin, mungkin seperti seseorang penyanyi yang sedang mempersiapkan koreografi.


Jika saja dia memiliki pikiran jorok seperti orang-orang mesum, dia pasti sudah menikmati acara itu, karena yang diperlukan Tommy hanya tinggal menekan Play Button saja. Tapi dia tulus mencintai sang pujaan hati, bahkan disimpan nya video memori-memori itu jauh di bagian terdalam otaknya.


Sekarang dia menemukan masalah lain terhadap sikap gadis tersebut. Terima Kasih untuk Pak Stevan sang guru nyentrik, yang sudah membantunya hari ini. Dia memiliki modal yang lebih dari cukup sekarang untuk berburu. Tommy pun menyalin pengalaman cinta Pak Stevan tersebut dalam beberapa ringkasan singkat :


Peraturan pertama mendekati seorang gebetan. Lakukan pendekatan yang orang itu sukai, jangan tergesa-gesa, ikuti alur yang ada. Buat dulu suasana ngobrol nyaman dan menarik dengan gebetan, seperti memberikan candaan-candaan ringan. Hingga akhirnya tercipta sebuah jembatan Chemistry yang terjalin antara kedua sisi.


Peraturan kedua guru nyentrik tersebut adalah, jika tahapan pertama tidak tercipta, tidak ada candaan yang bisa diterima sang gebetan, jangan lanjutkan peraturan yang kedua, sebab hanya bisa jika seseorang itu sudah menghancurkan “Tembok Jaim nya.”.


Kalau sudah terjadi Chemistry dan orang yang menjadi gebetan mu itu nyaman denganmu. Maka bisa kamu lanjutkan dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan mendalam, Deep Question. seperti : Ceritakan dong saat berkesan bagi mu sewaktu kecil.


Dengan peraturan kedua ini maka sang gebetan akan merasa nyaman bercerita, sebab jika orang yang berada di dekat kita itu merasa tidak ada lagi tembok pemisah, arti nya dia pasti akan terbuka, maka disitu akan muncul rasa nyaman untuk bercerita.


Peraturan ketiga, Cari gebetan lain. Multi-gebetan istilah yang ada pada guru tersebut.


“Apa-apaan ini.” gumam Tommy dalam hati nya saat dia sadar mencatat formula PDKT guru tersebut.


“Tidak-tidak aku adalah seorang yang setia, aku bahkan rela melihat seseorang yang ku cintai selama ini hanya dari jauh dan tetap menyimpan perasaan ini.”


“Aku tidak akan mengikuti nya.”


Jiwa Tommy yang murni dan tulus sekarang tergores oleh guratan pena tersebut, tetapi karena tujuan yang dibuat dia mencoba terus mencatat pengalaman-pengalaman guru itu.


Lembar demi lembar sudah dicatat nya dari pengalaman guru tersebut yang terkait dengan kegiatan “Multi-Gebetan” ini, Jiwa nya yang melayang awal nya sekarang malah terlihat bebas. Tommy mengetahui bahwa ternyata inti dari itu semua adalah untuk membentuk sebuah jiwa yang lebih bahagia dan bebas. Sehingga tidak menjadi Budak Cinta seperti pengalaman yang dia miliki selama ini.


Keunggulan lain nya jelas, untuk dapat melatih seseorang memiliki pengalaman berbicara dan kemampuan memahami setiap karakter manusia satu-persatu. Jadi dia akhir nya menerima Ide Gila ini. agar nantinya dia tidak menjadi Budak Cinta yang dapat melukai hati nya sendiri nanti saat di tolak. Artinya sekarang dia sudah siap menang dan kalah.


Multi-Gebetan jelas berbeda dari memiliki kekasih yang banyak, sebab ada batasan-batasan yang bisa dia terapkan nantinya, jadi perasaan cinta Tommy tulus tidak ternodai sekalipun.


**


Semilir Angin sore ini memberi harapan baru kembali. Modal sudah dimiliki. Nomor telepon dan Jurus Sakti Pembalik Hati dari Pak Stevan. Jadi yang dia perlukan sekarang hanya melangkah dan keberanian. Percuma memiliki itu semua jika tidak ada keberanian.


Setelah mandi dan bersiap dia memiliki masalah lain. Yaitu modal cinta. Dia mencari-cari sisa-sisa tabungan yang ada, memang selama ini sebagian besar sudah dia habiskan untuk membeli buku-buku dan alat tulis. Jadi hanya tersisa sedikit, menghela nafas pun tidak ada guna sekarang. Tapi Tommy tetap melangkah maju demi Cinta yang selama ini dia harapkan.


“Kemana Tom?.” ucap sang ibu yang melihatnya melangkah keluar rumah sore ini.


“Mau pergi nelpon gadis yang ku suka ma.”


“Dah ya aku pergi dulu.” ucap Tommy cuek berbicara jujur kepada sang ibu.


“Eh.”

__ADS_1


Zaman itu telepon kebanyakan adalah telepon jaringan kabel yang ditujukan rumah ke rumah jadi kebanyakan anak muda akan mencuri waktu pergi ke Wartel untuk menghubungi gadis pujaan hati, atau bahkan sebaliknya. jadi Tommy mengambil sepeda nya dan mengayuh cepat agar waktu nya tidak terbuang sia-sia. Karena Wartel yang ingin dia tuju memang berada di daerah pasar jadi agak jauh dari lingkungan rumahnya.


Suara sepeda di kayuh sekarang terdengar semakin cepat, saat dia tiba di Wartel. Tommy langsung meletakan sepeda butut yang dia pakai. Setelah membuka pintu Wartel wajah garang sang pemilik Wartel menatap curiga, dia bahkan tidak berani menatap sang penguasa tempat itu balik.


“Apa ini, aku bukan penjahat mengapa harus malu.” dia berujar dalam hati.


“Selamat Sore Pak, ada ruang yang kosong?.”


Dengan memberanikan diri Tommy sekarang bertanya ke pemilik wartel tersebut.


“Ada tuh nomor 4.” Sang pemilik wartel menjawab dengan acuh pertanyaan tersebut.


Memang sebenarnya dia orang yang baik, tetapi karena terlalu sering muda-mudi yang datang untuk bermesraan di wartel miliknya tersebut dia bahkan melabeli setiap anak muda yang datang juga melakukan hal tersebut.


Tommy cuek akan hal itu yang pasti mereka tidak melakukan hal mesum disana, melepas rindu sementara menelepon teman mereka di ujung sambungan telepon yang lain, bukan hal yang salah menurutnya. Belum lagi mereka membayar biaya telepon mereka.


Suara telepon terhubung mulai dia dengar di telinga, tiba-tiba jantung nya pun berpacu semakin kencang, memasuki ruangan telepon itu pun tadi sudah membuat kakinya gemetaran.


“Halo..” Suara seorang wanita di sambungan lain mulai memberi sahutan.


“Halo Te, Icha nya ada?.”


“Ada, ini dari siapa?.”


“Aku Tommy Te, teman sekolah Icha, ada yang mau ku tanyai ke Icha masalah pelajaran di sekolah.”


“Oh, sebentar ya.”


Suara Bu Yulia terdengar lantang sedang memanggil Icha, bahkan sekarang pun mental dan keberanian seorang pria berusia tiga puluh tahunan itu juga semakin ciut mendengar teriakan Bu Yulia. Dia jelas tahu keganasan sang guru cantik terkait masalah percintaan anak satu-satunya itu.


“Halo siapa ya?.” suara merdu Icha sekarang terdengar di saluran telepon.


“Eh, ada apa memang nya?.”


“Aku ingin ngajak kamu ketemuan sore ini, apakah boleh?.”


“Aduh maaf banget aku ga bisa, soal nya ada PR yang mau ku selesaikan.”


“Nanti bisa ku bantu, pokok nya penting ini masalah Ikat Rambut kemarin.”


“Loh memang nya ada apa lagi?.”


Terdengar nada suara itu sedikit kesal, belum lagi suara Bu Yulia yang terus bertanya di sampingnya. jadi Icha ingin cepat-cepat menyudahi pembicaraan mereka berdua.


“Apa tidak bisa dibicarakan di sekolah saja?.”


“Ngak bisa cha, gini aja kamu traktir aku makan bakso sore ini jadi aku ngak akan ganggu kamu lagi tentang masalah ini.”


“Bagaimana bisa kan, kalau kamu ngak mau traktir aku Nasi Goreng aja, sekarang aku lagi lapar.”


“Aduh maaf aku ngak bisa, besok-besok aja ya.”


Suara telepon manual yang ditutup terdengar keras di telinga Tommy, dia terkejut mangsa nya lepas kali ini, bahkan rencana yang sudah disusun rapi hari ini belum dilancarkan. tapi Sang Rusa sudah pergi karena induk Rusa itu ternyata berdiri di samping.


Sedikitpun tidak terlintas di dalam pikiran Tommy bahwa ancaman yang dia keluarkan kali ini tidak berhasil, Pengalaman yang kurang membuat dia salah bertindak. Kemampuan super yang dimiliki tidak bisa membantu jika target tidak berada di dekatnya.


Tommy terdiam cukup lama, suara perempuan yang melepas rindu saling bermesraan melalui telepon di sebelah ruangan miliknya sudah terdengar sumbang di telinga, dia yang berpikir semua itu biasa saja awalnya, sekarang merasa terganggu. Bahkan ganggang telepon yang berada di telinga lupa dia taruh kembali.


Satu menit berganti menjadi dua menit, dua menit berganti menjadi tiga menit, tiga menit sekarang menjadi lima belas menit. Tatapan yang dia keluarkan masih berada di dalam kekosongan otak pintarnya tidak bisa menganalisa kejadian tersebut. Timing dan ketepatan sudah dalam aliran waktu yang sesuai.

__ADS_1


Bahkan saat membayar biaya wartel dia terkejut tagihan yang diberikan sebesar Rp.20.000,- sedangkan uang yang berada di kantong kempis miliknya hanya sebesar Rp.7.000,-.


“Pak bisa tidak sisa nya ku bayar kan nanti, aku pulang ke rumah dulu untuk mengambil uang.”


“Enak aja, tidak bisa.”


“Kamu kira hanya kamu saja yang beralasan seperti itu.”


“Kalau tidak punya uang jangan sok-sokan nelpon pacar mu dari Wartel.”


“Bikin kesal saja. Jadi ke sini kamu naik apa?.”


“Naik sepeda pak.”


“Kalau begitu tinggalkan sepeda mu sebagai jaminan.”


Sang penguasa tempat itu tidak membiarkan Tommy pergi dengan mudah. Mental yang cukup dewasa sekarang tidak bisa membantu karena semasa hidup Tommy, baru sekarang dia menerima perlakuan seperti itu. Dia sudah menghela nafas beberapa kali menerima nasib nya dan mempersiapkan mental untuk kembali ke rumahnya yang cukup jauh dari area pasar tersebut. Namun, tiba-tiba suara pintu ruangan telepon yang tadi disebelah nya terbuka.


“Tommy?, sedang apa kamu di sini.”


Ucapan Erla terdengar seperti suara malaikat bagi Tommy saat ini, sebab dia tahu bahwa Gadis cantik itu bisa membantu dia keluar dari masalah.


“Kak Erla, aku habis nelpon teman, tapi uang ku gak cukup, jadi om ini marah.”


Jelas suara sang pemilik wartel itu terdengar keras membentak nya tadi, jadi Tommy tidak bisa berbohong semua orang di wartel itu pasti mendengar makian yang tadi dia terima. Sedangkan sang pemilik tempat itu terdiam saat Clara keluar. Mungkin dia terkesima karena kecantikan Clara.


“Kurang nya berapa Pak?.” ucap Erla bertanya.


“Tiga belas ribu.”


“ini biar aku yang bayar, sekalian tagihan punya ku juga.”


Clara Carella, Mulai hari ini nama itu akan berada di ingatan Tommy sebab hari ini ternyata hari paling memalukan kedua dalam hidup nya. Jelas dia akan menganggap Clara sebagai Sang Dewi Penolong. Sedangkan gadis cantik itu hanya tersenyum dan berbincang sedikit dengan Tommy diluar Wartel sebelum akhir nya mereka berpisah.


“Sial tidak akan terulang kembali, Aku harus membuat list-list paling memalukan dan bisa membuatku dalam situasi berbahaya.”


“Awas saja Cha mulai hari ini kamu tidak akan bisa tenang.”


Dia terus menerus berpikir keras mencari jalan untuk balas dendam kepada sang gadis pujaan, yang pasti bukan Chemistry hari ini dia dapatkan, jelas tidak ada jalan bagi Tommy untuk terus menjalankan rencana semula. Mulai hari ini perjalanan panjang mengejar cinta ini diuji.


Keseriusan dan ketulusan cinta yang ada, harus dia gapai dengan cara lain, tidak satupun dari halangan yang ada membuat dia patah semangat, jika itu adalah dirinya yang dulu mungkin sekarang dia sudah jatuh.


“Agh Sial, aku baru ingat zaman Pak Stevan muda tidak ada telepon. seharusnya kuhadapi langsung ke rumah Icha biar dia tidak bisa bergerak.”


"Rencana Sempurna ku Salah." gumam Tommy dalam hatinya.


Kayuhan sepeda rongsok itu semakin cepat. Angin kencang bertiup menerpa wajah Sang Pejuang Cinta. Cahaya Jingga dari Matahari Senja menyinari kulit Tommy yang putih. Bahkan angin saja harus memberikan kesejukan kepada perjuangan keras pemuda ini mengayuh sepeda. Merasakan terpaan angin sejuk di wajah, Dia menyadari perasaan Icha saat diterpa sang angin. Dia semakin cepat mengayuhkan pedal sepeda agar angin juga menerpa wajah sedihnya. Menciptakan Takdir nya sendiri.


Siapa bilang dunia ini adil. Jika dunia ini adil maka tidak ada sedikit pun kesempatan bagi Tommy untuk dapat memiliki Icha. Jika dunia ini adil. Yang kaya akan di sanding kan dengan yang kaya. Yang miskin akan di sanding kan dengan yang miskin. Jika dunia ini adil. Seorang sahabat akan mengawinkan anaknya bersama. Tidak akan ada cerita Romeo dan Juliet di kehidupan nyata. Karena Dunia tidak adil maka ada jalan bagi yang ingin berusaha.


***


Halo Pembaca,


Maaf belum di edit, jadi jika ada Typo atau arti ganti tolong di koreksi, rencana akan di review kembali setelah beberapa pekerjaan kantor ku selesai dalam beberapa hari ini.


Terima Kasih buat Kelascinta.com yang sudah memberi Inspirasi, sepertinya jurus itu tidak bisa dipakai hari ini. Author akan simpan di Chapter-chapter selanjutnya


Kiranya tidak sakit tangan kawan-kawan memberikan Like dan juga komentar, untuk memberikan Author semangat.

__ADS_1


Thanks XL


__ADS_2