GAZEL

GAZEL
Saling Bersahabat?


__ADS_3

Ashana P.O.V


Matahari semakin tenggelam, meninggalkan sinar jingga yang sangat indah dipandang. Sepasang tangan memeluk ku dengan erat. Ya! Delvin selalu memeluk ku tanpa mau melepaskan.


Coba aja kalo aku terima ajakan dia buat pacaran sewaktu abis HS. Pasti aku ga perlu nyembunyiin rasa bahagia aku. Pasti aku ga perlu nyembunyiin rasa sayang aku ke dia.


"Zel, kadang gw mau selalu sama lo. Tapi gw juga kadang mau lepas dari lo. Lo itu candu bagi gw." katanya yang membuatku bingung. Mata kami langsung saling bertatapan dan ga lama kemudian, bibir kami mulai menyatu.


Tok! Tok! Tok!


"Bangsat! Siapa sih ganggu aja!" kata Delvin yang membuatku tertawa melihat raut kekesalan di wajahnya. "Udah jangan ngomel. Bukain tuh pintu, gw mau mandi. Bakalan ada makan malam kan." kata ku yang dijawab anggukannya.


"Gw mau ikut!!!" ujar Delvin yang membuat ku panik dan langsung melemparkan bantal ke arahnya. "Mesum!" teriak ku seraya berlari memasuki kamar mandi.


Aku mulai menyalakan shower dan terhanyut akan hawa dingin yang mengenai kulitku, didukung oleh dinginnya air yang ku pakai mandi ini membuatku merasa segar.


Ada sabun yang diletakan diatas nampan yang ada di kepala patung. Aku mulai mengambil sabun itu dan mencium wangi nya. Hmmm, senyuman ku melebar saat tau kalau ini wangi bunga melati, bunga kesukaanku.


Aku mulai memakaikan sabun itu ke seluruh badan sampai secara tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka. Ada Delvin disana.


Aku langsung menutupi aset berharga ku yang membuatnya tertawa. "Lo lupa gw pernah ngeliat nya hmmm?" tanyanya yang membuat ku tersipu.


"Ngapain lo kesini?" tanya ku. "Mau mandi bareng lah." jawabnya enteng. "Ck! Gw ga mau HS!" ujar ku. "Kan gw emang bilangnya mandi bareng. Bukan ah ih ah ih uh bareng Gazel!!!" katanya gemas.


"Hmmmm yaudah." jawab ku singkat.


Delvin membuka pakaiannya, sedangkan aku sebisa mungkin tidak menatapnya. Tiba-tiba aku merasakan perut ku dielus oleh tangannya. Dia memeluk ku dibawah pancuran air shower yang dingin.

__ADS_1


"Gw butuh lo, Zel. Gw ga tau kenapa tapi yang pasti gw ngerasa gw bisa percaya sama lo. Jangan pergi dari hidup gw." kata Delvin seraya memeluk ku dari belakang dengan erat.


"Lo tau takdir? Semuanya tergantung sama takdir. Gw ga akan pergi kalau bukan karna takdir begitu juga lo. Sekarang fokus aja sama prioritas masing-masing. Perjalanan masih jauh." jawab ku seraya mengelus rahang Delvin.


Akhirnya kami memilih menyudahi mandi bersama kami. Kamar berAC yang memang kami akses untuk kamar mandi sudah ditutup tirainya oleh Delvin.


"Diluar sana ada sahabat-sahabat lo. Katanya sih pasangan mereka lagi pada beli cemilan. Makanya tirai gw tutup, gw ga mau apa yang gw jaga malah diliat orang." kata Delvin seraya merangkul ku.


Dia langsung mendekat ke leher dan---


Cup!!


Aku terkejut saat tau dia memberikan tanda di leher ku. "Delvin! Astaga!! Foundation gw diluar anjir!!!" ujar ku kaget. "Gapapa, itu tanda biar mereka ga aneh-aneh ke lo." katanya dengan senyuman. "Hadeuh suka hati lo deh Vin!" jawabku.


Aku mulai memakai pakaian ku yang sebelumnya ku pakai saat berangkat karna aku lupa bawa baju ke dalam kamar. Delvin menghentikan tangan ku yang mau mengambil baju.


Aku menatap tubuh ku di kaca. Damn! Dia emang ngasih tanda nya cuman satu, tapi warna nya keliatan banget. Nyeri juga!


Ga lama kemudian, Delvin kembali ke dalam kamar dengan membawa baju ku. "Vin, nyeri nih leher gw. Btw lo ambilnya ga yang aneh-aneh kan?" tanya ku. "Aman kok nih coba aja liat sendiri. Gw akuin lo pinter juga milih baju nya." kata Delvin.


Dia mengambilkan baju putih bermodel Sabrina berlengan panjang dengan motif bunga, celana jeans pendek, dan dalaman ku.


"Selera lo okay juga." ujar ku seraya memakai baju. "Iya dong!" jawabnya pede.


Setelah memakai baju, kami keluar dari kamar. Delvin langsung ke kulkas dan mengeluarkan es batu. "Lo mau minum ga Zel?" tanya nya. "Enggak usah Vin!" jawabku.


Ketiga sahabat ku yang lagi duduk di sofa menatap ku dengan senyuman. "Abis honeymoon bu?? Seger amat tuh muka." kata Bella. "Dasar lo, Ta. Ngeledekin gw mulu kayaknya. Btw pasangan kalian mana??" tanya ku.

__ADS_1


"Ini mereka lagi otw kesini tadi si Yuki bilang mau cemilan yaudah mereka beli deh. Btw masa pasangan kita unik deh Zel, mereka sahabatan ternyata. Gila ga sih." kata Flora. "Kita?" tanya ku bingung. "Iya, pasangan gw Yuki sama si Litta sahabatan." jawab Flora.


"Buset! Keren juga ya." kata Delvin. "Iya, anyway kita belom kenalan nih mas bro! Gw Xierra!" kata Flora memperkenalkan diri. "Gw Yuki!" kata Youra. "Gw Litta!" kata Bella. "Hola girls! Gw Delvin, pacar nya Gazel." kata Delvin dengan senyumannya. Damn! Pipi ku mulai tersipu, aku memilih menyembunyikannya dengan mengalihkan pandangan ku.


"Hola semua!" sapa seseorang. Kami semua menengok dan terlihat ada tiga cowok dengan tatapan terkejut nya.


"Delvin??? Lo ngapain disini??" tanya salah satu cowok dengan paras Asia nya. Aku langsung menengok ke Delvin yang terlihat terkejut juga.


"Lah? Kalian saling kenal??" tanya Youra yang dijawab anggukan ketiga cowok itu dan Delvin. "Justru dia sahabat aku itu loh yang katanya mau pergi sama cewek beserta sahabat si cewek nya." kata cowok dengan paras Asia tadi.


"Lah ini cewek gw anjir!! Jadi kalian yang dimaksud cowok bersahabatan? Kalo gini mah sama aja penggabungan dua circle." kata Delvin yang membuat kami semua tertawa. "Sini! Kenalan dulu sama cewek gw!" ajak Delvin.


Ketiga cowok itu menghampiri ku. "Nama gw Masahiko, panggil aja Hiko." kata cowok dengan paras Asia tadi. "Gazel." jawabku singkat. "Gw Arthur." ujar satu cowok dengan tubuh atletis tapi lebih perfect Delvin sih menurut ku. "Gazel." ujar ku singkat. "Kalo gw namanya Lucio. Prazer em conhecê-lo." kata satu cowok dengan kulit sawo matang. Dia mengatakan sesuatu yang membuat ku tidak mengerti. Tapi aku rasa ini seperti bahasa asing yang hampir sama dengan Latin. Apakah ini bahasa portugis?


"Biar gw tebak. Portugis??" tanya ku. "Sim, mas ainda tenho sangue indonésio e brasileiro." katanya yang membuat kami semua saling bertatapan.


Indonesio udah pasti Indonesia. Kalo Brasileiro apa ya? Hmmmm Brazil kah artinya?


"Wait, jadi lo campuran Indo Brazil??" tanya ku memastikan. "Gila, lo jenius bisa secepet itu nebak!" kata Lucio dengan senyumannya. "Gazel." ujar ku singkat dengan senyuman.


"Okay, kalo gitu gw rasa kita semua harus persiapan makan malam. Yang cewek pada udah mandi??" tanya Delvin yang dijawab gelengan ketiga sahabat ku. "Yang cowok?" tanya Delvin yang dijawab sama oleh ketiga sahabat nya.


"Yaudah pada mandi. Makan malam masih nanti kok jam setengah tujuh. Besok pagi kita tour ke Gunung Batur. Harus persiapan." kata Delvin.


Keenam sahabat kami menganggukan kepala, mereka pun kembali ke kamar masing-masing. Delvin berjalan mendekati ku, dia langsung menghirup aroma tubuh ku tepat di bagian leher.


"Orang tua lo tau kalo kita disini?" tanya ku. "Orang tua gw udah ga nganggep gw ada, Zel." jawabnya yang membuatku bingung. "Kenapa?" tanya ku.

__ADS_1


Delvin tersenyum dan akhirnya mengalirlah cerita dari mulut nya. Sesekali dia menghela nafas dengan berat sedangkan aku hanya bisa menggenggam tangannya seraya memberikan senyuman.


__ADS_2