GAZEL

GAZEL
Di jodohkan


__ADS_3

Ashana P.O.V


Kini hubungan ku dengan Delvin sudah membaik. Namun setelah resepsi kemarin, aku belum bertemu lagi dengannya.


Ammi dan appa sudah kembali sehat seperti semula, akupun sudah menceritakan semuanya kepada mereka. Dari cerita mengenai kenakalan ku sampai perbuatan ku yang sudah kelewat batas. Awalnya mereka sangat kecewa pada ku tapi akhirnya aku memberitahukan kalau aku merasa kesepian karna mereka fokus ke karier tanpa menyisakan waktu untuk ku. Akhirnya mereka mengerti dan orangtua ku itu memaafkanku.


Dan sekarang, akupun sudah memimpin perusahaan membantu appa. Dia senang ketika mengetahui perusahaan di masa kepemimpinan ku mengalami kemajuan pesat karna itu setelah aku lulus nanti aku akan sepenuhnya memegang jabatan CEO di perusahaan ini.


"Shana, ammi dan appa mau berbicara denganmu." kata ammi ketika aku sedang asik duduk didepan laptop. "Kenapa, ammi?" tanyaku bingung.


"Jadi begini sayang, appi akan membangun kerjasama untuk memperluas pasar perdagangan tekstil kita. Tapi orang yang akan bekerjasama dengan perusahaan kita ini memberikan syarat yang cukup berat untuk appa." kata appa yang membuatku terdiam. Kok tiba-tiba feelingku ga enak ya??


"Apa syaratnya? Uang? Saham?" tanyaku yang dijawab gelengan appa. "Dia mau kamu, nak. Apa kamu mau appa jodohkan?" jawab appa yang membuatku terdiam.


Apa-apaan orang itu! Seenaknya saja memintaku untuk dijodohkan dengannya!

__ADS_1


Aku memikirkan persyaratan yang diberikan oleh pengusaha itu lalu menatap appa. "Syana cinta sama satu laki-laki appa. Dan Syana ga minat dengan perjodohan ini." ujarku.


Kedua orangtuaku menghela nafas lalu menganggukan kepala mereka. "Kami mengerti. Tapi entah kenapa ammi merasa kalau dia memang mencintai kamu sayang. Sekarang begini, kamu cinta sama satu laki-laki apa dia memang serius dengan mu? Ammi tidak mau pilihan kamu nanti akan salah untuk kamu sayang." kata ammi. "Enggak, ammi. Kalian tenang saja. Dia adalah laki-laki yang baik dan bertanggung jawab. Syana yakin dia pilihan terbaik untuk Syana." ujar ku.


Kedua orangtuaku menghela nafas pelan dan akhirnya menganggukan kepala. "Baiklah kalau memang itu keputusan kamu, nak. Kami tidak akan memaksa." kata appa.


***


Kini aku sudah memakai blouse sebatas dada dan tubuhku sudah dibalut oleh kain sari berwarna biru pastel. Di rumah ku ini sedang diadakan pesta, kata appa sih dia sudah mencapai kesepakatan dengan pengusaha lainnya dan tentu saja aku turut bahagia dengan kabar appa ku itu.


Kami berdua langsung turun ke lantai satu. Ada banyak tamu berpakaian formal disini menatap ku yang turun bersama ammi.


"Baiklah semua, kini saatnya acara kita mulai. Dipersilahkan kepada tuan Geovano untuk naik keatas panggung begitupun dengan putri saya, Gania Ashana Khan!" pinta appa dari atas panggung kecil di ruang tengah kami.


Dengan perlahan, aku mulai melangkah ke tengah ruangan. Banyak pasang mata yang menatapku seolah-olah terpesona sedangkan aku memilih menatap kesekitar mencari tahu siapa Tuan Giovano yang dimaksud appa?

__ADS_1


"Kepada tuan Geovano, silahkan naik ke atas panggung karna saya akan memulai perjodohan kalian!"


Aku tersentak mendengar perkataan appa. Apa-apaan ini? Kenapa mereka berbohong kepada ku??


Aku langsung menatap appa dengan tatapan tidak percaya lalu segera mencoba untuk berlari tapi appa menahan tanganku.


"Jangan lari sayang, kamu tidak akan menyesal. Appa tau kalau dia sangat mencintaimu!" kata appa yang membuatku terdiam.


"Ga! Ga bisa gitu dong appa! Kenapa kalian bohong ke Shana?" tanyaku pelan karna bagaimanapun juga aku masih peduli dengan kehormatan keluargaku.


"Terus kamu mau nolak?" tanya appa yang ku jawab anggukan. "Tapi kalo aku yang minta perjodohan ini gimana hmm?" tanya seseorang yang membuatku menengok dan menemukan Delvin yang sedang menatapku. Dia tersenyum lebar dan membuatku tersenyum juga.


Aku langsung menatap ammi dan appa yang tersenyum menatap kami berdua. "Jadi gimana sayang? Kamu mau melanjutkan perjodohan ini atau tidak hmm?" tanya appa yang ku jawab anggukan.


***

__ADS_1


Kini ditanganku sudah tersemat cincin emas dengan nama Delvin didalamnya. Satu langkah lagi maka kami akan terikat pernikahan dan akan ku pastikan pernikahan kami akan sangat bahagia.


__ADS_2