
Ashana P.O.V
Jariku bergerak memasukan kode pintu apartment ku dengan Delvin yang merangkul pundakku. Pintu terbuka, kami langsung masuk ke dalam. Delvin langsung memasukan bahan makanan yang tadi kami beli ke kulkas. "Zel, gw minum ya!' katanya yang ku jawab anggukan.
Aku membuka lemari dan mengambil baju yang akan ku pakai. "Kita ga jadi keluar nih ya. Gw mau ganti baju dulu." ujarku seraya mengambil kaos oversize putih yang cukup menerawang, dan hotpants jeans navy ku. Aku langsung berjalan ke kamar mandi, tapi saat aku mau membuka pintu ada tangan Delvin yang menahannya. "Ganti aja sih Zel di deket tempat tidur. Gw juga udah pernah liat aset lo." katanya yang membuatku tersipu dan langsung menarik tangannya. "Emang sih lo pernah tapi justru karna itu gw takut nanti lo aneh-aneh." ujar ku seraya masuk ke kamar mandi dan langsung mengunci pintu nya.
***
Setelah mencuci muka dan membersihkan make up, aku langsung membuka pintu kamar mandi. Delvin terlihat terkejut dengan menatapku. "Kenapa lo?" tanya ku bingung. "Lo tuh bilangnya ga mau apa-apa tapi malah mancing ya ampun Gazel!!! Bra lo keliatan ya ampun Zel! Ini kalo gw nyerang jangan nangis lo ya!" kata Delvin yang membuat ku tertawa.
"Tahan. Inget janji lo." ujar ku dengan senyum kemenangan. "Huft! Pinter lo mancing gw. Awas, gw mau nuntasin." katanya yang membuatku tertawa dengan keras. "Ya ampun demi apa lo udah bangun anjir!!!! Dah lah gih sana masuk, jangan pake yang aneh-aneh!" ujar ku seraya tertawa. "Ha! Ketawa terus. Seneng amat sih liat gw menderita." kata Delvin yang membuat ku tertawa semakin kencang.
Delvin langsung berjalan melewatiku, tiba-tiba ada ide jail yang muncul dalam kepala pintar ku ini. "Vin!" panggilku. Dia menengok dan tanpa aba-aba aku langsung mencium bibir nya dengan kencang. Delvin yang terkejut sampai tidak sempat menopang tubuhnya, kami pun terjatuh di sofa. Aku bisa melihat senyuman di bibirnya, hmmmm dia ga tau aja kalo ini pancingan ku hahahahaha!
Saat merasa kalau dia semakin lama malah menciumi area leher, aku langsung menahannya dan tersenyum. "Gih sana tuntasin sendiri! Gw mau masak. Bye!!!" ujar ku seraya berlari ke dapur dengan tawa yang sangat kencang setelah melihat wajah Delvin yang memerah.
__ADS_1
"Kampret lo, Zel!!!" ujar nya seraya berlari ke kamar mandi. Tanpa memperdulikan Delvin, aku memilih membuat cemilan. Hmmm ini pasti seru kalo nonton film sambil makanin cemilan. Aku langsung mencuci beras dan memasaknya di rice cooker, menggoreng nugget, cheese stick, dan kentang goreng. Lalu aku juga menyiapkan minuman soda dan meletakan semuanya di meja dekat sofa. Aku langsung mencari film-film yang bisa kami tonton.
Pintu kamar mandi terbuka, Delvin keluar dengan celana nya yang basah. "Lo mau pake celana gw?" tawar ku. "Ada celana buat cowok emang?" tanyanya yang ku jawab anggukan. "Ada. Tapi ga tau muat apa kagaknya ya." ujar ku yang dijawab anggukannya. Aku langsung berjalan ke lemari dan mencari celana pendek yang waktu itu aku beli di tempat pakaian laki-laki. Setelah menemukan celana yang ku cari, langsung aja aku melemparkannya ke Delvin.
"Tuh coba dulu gih. Biar celana nya gw keringin di luar." ujar ku yang dijawab anggukannya. Dia langsung masuk ke kamar mandi dan ga lama kemudian keluar dengan memakai celana yang aku berikan tadi. Hmmm muat ternyata. "Muat nih, Zel. Thanks ya! Btw, gw liat jalan lo masih agak gimana gitu. Masih sakit ya?" katanya. "Iya gitu dah. Sini celana lo! Bakalan gw jemur diluar. Tenang aja ga bakal terbang kok." ujar ku yang membuatnya tersenyum.
Setelah menerima celana Delvin, aku langsung ke balkon dan menjemur celananya. Saat kembali masuk, aku melihat Delvin yang sudah duduk di sofa dengan meluruskan kakinya. "Sini, Zel!" ajaknya yang ku jawab anggukan. Akupun turut merebahkan tubuhku disebelahnya. Dia langsung merangkulku. Satu kata yang ku rasakan saat ini, nyaman!
"Zel, nonton apa nih enaknya?" tanya nya. "Hmmm terserah lo aja, Vin." jawabku. "Ada film horror ga ya disini?" tanyanya. "Ada kayaknya cek aja di netflix!" ujarku. "Okay got it! Eh tapi gw mau nya film indo." katanya. "Yaudah cari aja bebas deh." jawabku.
Delvin mulai serius mencari film di tv. Aku hanya bisa tersenyum melihat raut wajah seriusnya, tampan! Tiba-tiba hati ku mulai berdetak dengan kencang, rasanya seperti ada angin yang berhembus begitu kencang, telinga ku tuli karna tidak bisa mendengar sekitar selain suaranya. Tatapanku tertuju ke wajahnya yang memikat pandanganku ini.
***
Film udah selesai tapi rasanya Delvin masih ga mau melepaskan rangkulannya pada ku. Saat aku meliriknya, ternyata dia mengantuk. "Vin, pindah ke tempat tidur yuk!" ajak ku yang dijawab anggukannya. Kami berdua langsung berjalan ke tempat tidur dan merebahkan diri kami. Delvin langsung merangkulku kembali.
__ADS_1
"Jangan jauh dari gw, Zel. Gw ga bisa." ucapnya yang membuatku bingung dan langsung menatapnya yang sudah tertidur. Hmmm pasti nih anak ngigau!
Setelah beberapa menit, aku mendengar dengkuran halus darinya. Kayaknya dia mulai nyenyak. Aku hanya bisa memeluknya agar bisa membuatnya nyenyak dalam tidur. Setelah aku memastikan dia benar-benar nyenyak tidurnya, aku langsung bangun dengan perlahan dan merapihkan piring dan gelas kotor bekas kami tadi menonton.
Sesekali aku melihat ke jam, jarum jam sudah menunjuk angka empat dengan jarum menitnya diangka enam. Artinya ini sudah setengah lima sore. Dia laper ga ya kira-kira? Apa aku harus membuat nasi goreng kali ya? Hmmm ide bagus.
Aku langsung melihat nasi yang tadi ku masak. Setelah memastikannya udah mateng, aku langsung membuat bumbu untuk nasi goreng nanti. Sosis yang tadi ku beli juga langsung ku olah untuk menjadi bahan tambahan nasi goreng nanti. Aku melihat telur di kulkas. Aku mulai memasaknya.
Setengah jam kemudian, nasi goreng yang ku buat sudah siap. Jangan lupakan telur mata sapi yang juga ku sajikan diatas nasi gorengnya. Keringat ku yang mengucur sedari tadi membuat ku langsung mengambil handuk dan mandi agar lebih fresh.
***
Aku melangkahkan kaki keluar dari kamar mandi dan melihat ada minuman di atas meja makan. Saat aku mendekatinya, seseorang memelukku. "Lo ninggalin gw lagi." kata Delvin seraya memelukku. "Gw cuman masak. Lo laper?" tanya ku yang dijawab anggukannya. "Yaudah makan dulu, gw mau ngejemur didepan sama ambil celana lo." ujar ku. "Ga mau, gw tunggu lo aja." katanya. "Okay. Bentar ya." kata ku seraya tersenyum menghampiri Delvin yang lagi meminum air putih. Aku mencium pipi nya dan langsung pergi keluar balkon.
Saat membuka pintu balkon, angin berhembus dengan kencang. Tiba-tiba debu masuk ke mata yang membuat ku tersandar ke pintu seraya mengucek mata ku yang terasa perih. "Zel? Zel? Gazel? Lo kenapa?" tanya Delvin yang hanya ku jawab dengan ayunan kepala ku yang menandakan aku gapapa. Aku yang masih terus mengucek mata, mendengar langkah kaki yang mendekat. Delvin merik badan ku hingga kami saling berhadapan. Mata nya terbelalak melihat ku yang lagi kelilipan. "Ya ampun Zel! Mata lo merah. Jangan di kucek nanti malah sakit." kata Delvin. "Tapi gatel banget Vin mata gw!' ujar ku yang membuatnya menggenggam tangan ku.
__ADS_1
Wush!
Angin berhembus, ternyata Delvin meniupkan mata ku secara perlahan. Saat merasa membaik, dia tersenyum seraya menatapku. "Ada sesuatu di mata gw?" tanya ku yang dijawab anggukannya. "Apa?" tanya ku lagi. "Matahari." jawabnya yang membuatku bingung. "Matahari?" tanya ku memastikan. "Iya soalnya lo itu pusat kehidupan gw." gombalnya yang membuat ku tertawa. Aku langsung mencium pipi nya dan mendorongnya sampai dia masuk ke dalam. "Sono duduk! Gw mau angkat jemuran!" ujar ku dengan pipi yang memanas.