GAZEL

GAZEL
With Him


__ADS_3

Ashana P.O.V


Ketiga sahabat ku memberikan tatapan bertanya seraya menatapku. Sambil melihat mereka, aku memilih untuk menuangkan jus lemon yang ada di kulkas kamar.


"Kenapa kalian liatin gw?" tanya ku. "Eeuummm, Na. Gw bingung si Delvin tau ga identitas asli lo?" tanya Flora balik. "Belom. Gw belom bisa pastiin dia itu jadiin gw pelampiasan atau apa. Mungkin kalo bakal serius, bakalan gw kasih tau." jawabku santai.


Bella dan Flora tertawa sedangkan Youra menatapku. "Yakin lo? Jangan sampai dia tau dari orang lain loh Na." kata Youra. "Tenang aja yang tau kan cuman kita-kita aja." ujar ku seraya meminum jus lemon. "Nih minum dulu, jus langganan gw nih yang lemon." ujarku yang membuat mereka tersenyum.


"Gila! Asem banget!!!" ujar Flora seraya memicingkan matanya. Aku langsung tertawa dan memberikan cemilan ke mereka. "Makanya minumnya itu dikit-dikit. Lo minum gituan langsung banyak. Ya wajar kalo kecut." ujar ku.


Kami berpindah ke tepi private pool. "Berenang yuk! Enak kayaknya berenang malem-malem." ajak ku. "Gw sih ga dulu deh kalo udah malem gini takut meriang gw." kata Flora yang membuat ku menatapnya dengan tatapan jail. "Takut meriang apa takut ga bisa begadang sama Arthur." goda ku yang membuatnya tersipu.


"Flo, gw beberapa hari ini ga tau kenapa ya kok ngeliatnya jalan lo tuh ngangkang? Kayak ga biasanya." kata Bella yang membuat kami tertawa. "Bel, itu dia begitu kalo abis tempur sama Arthur." ledek ku.


"Astogeh pantesan." ujar Bella mengerti. "Kalo lo, Na? HS lagi sama Delvin?" tanya Youra yang ku jawab gelengan. "Kenapa? Bukannya dia pacar lo?" tanya Bella. "Iya kan baru pacar bukan suami. Gw lebih baik nunggu sampai suami gw sendiri yang begitu ke gw." ujar ku.


"Yaudah ga jadi renang nih ya berarti?" kata Youra yang kami jawab anggukan.


Tok! Tok! Tok!


"Nah pasti curut-curut. Bentar ya gw bukain." ujar ku seraya berjalan ke pintu. Aku bisa melihat Delvin dan ketiga sahabatnya mabuk. "Guys, bantuin gw!" ujar ku yang membuat Flora, Youra, dan Bella mendekat dan membantuku memapah pasangan kami.


Delvin yang berada didekatku langsung mencium keningku seraya tersenyum. "Aku pulang sayang!" ujarnya yang ku jawab anggukan.


Aroma alkohol tercium dengan sangat menyengat. Tubuhnya yang lebih besar dibandingkan ku, cukup membuatku keberatan. Kami mendudukan mereka di sofa.


"Zel, jus lemon nya!" kata Flora yang ku jawab anggukan. Aku langsung membuka kulkas dan mengambil jus lemon lalu mengisi ke beberapa gelas dan memberikannya kepada sahabat-sahabat ku.


Aku mulai meminumkan jus lemon ke Delvin. Dia mulai menahan gelasnya. "Aku mual by!" ujarnya seraya berlari ke kamar mandi.


"Zel, kita-kita balik aja ya ke kamar. Kalian juga harus istirahat." kata Youra. "Iya bener juga kata Yuki. Balik ke kamar masing-masing aja ya. Besok kita ketemuan pas sarapan." kata Bella yang kami jawab anggukan.


Setelah keenam sahabat kami keluar dari kamar, aku menghampiri Delvin yang masih memijat kepala nya di atas toilet.


"Masih mual?" tanya ku. "Enggak sayang tapi pusing." katanya. Aku tersenyum dan langsung membantunya berdiri. Kami bergandengan tangan sampai akhirnya dia merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


Aku ke ruang tamu untuk mengambil minyak kayu putih lalu kembali ke kamar. Baru aja aku duduk didekatnya, Delvin langsung meletakan kepala nya diatas paha ku.

__ADS_1


"Aku pijit ya. Kamu tidur aja gapapa." ujarku seraya menuangkan sedikit minyak ke tangan dan mulai memijat kepala nya.


Terdengar dengkuran halus dari Delvin. Dia sudah tertidur ternyata. Aku masih memijat kepala nya sampai paha ku terasa kebas. Dengan perlahan, aku mengangkat kepala nya dan meletakannya di atas bantal.


"Zel, gw mau lo selamanya sama gw." kata Delvin yang membuatku mengerti. Dia lagi mengigau.


"Mami, Papi! Kenapa kalian ninggalin Delvin sendiri?" katanya yang membuatku mulai menatap Delvin dengan serius.


"Zel, gw ga tau kenapa gw ga bisa lepas dari lo!" katanya yang membuatku langsung mengelus rahangnya.


Akhirnya, aku langsung mencuci tangan dan tidur disebelah Delvin. Dia pun menyadari aku disebelahnya, langsung memelukku dengan erat.


***


Pagi ini, bunyi telfon dari ponsel membangunkanku. Akupun langsung menyadari kalau tidak ada Delvin disebelahku.


Tanganku langsung menyibak selimut. Segera saja mata ku mengelilingi sudut ruangan mencari keberadaannya. Terlihat pintu yang mengarah ke kolam renang terbuka. Apakah dia disana?


"Good Morning sayang!" sapa Delvin seraya menghampiri ku dengan tubuh nya basah. Aku tersenyum dan menghampirinya. "Hug me babe!!!" ujarnya yang membuat ku langsung berlari dan memeluknya.


"Kamu renang? Kok ga bangunin aku sih by????" ujarku seraya mencium bahu nya seraya tersenyum. "Kamu tidurnya nyenyak aku ga mau ganggu kamu." katanya seraya mengelus rambutku.


Byurrr!!


Kami pun tertawa bersama. Delvin sesekali menggendong dan menciumi leher ku. "Kenapa sih suka banget nyiumin leher aku yang?" tanya ku. "Ya gapapa sih suka aja. Abisnya aku gemes sama kamu." kata Delvin yang membuat kami tertawa bersama.


"Mau sarapan jam berapa?" tanya Delvin. "Sekarang? Gimana?" ujarku yang membuat Delvin tersenyum. "Yaudah mandi dulu yuk!" ajaknya yang ku jawab anggukan.


***


Aku keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menutupi tubuhku dan melihat Delvin yang masih merapihkan rambutnya.


"Yang, pilihin baju dong!" pinta ku.


Delvin tersenyum dengan lebar dan menganggukan kepala nya. Dia langsung membuka koper ku dan mengambil satu gaun casual off shoulder berwarna merah dengan bolongan di bagian perut yang akan mengekspos perut rata ku.


"Nih sayang. Pake ya!" katanya yang ku jawab anggukan. "Aku tunggu didepan ya." katanya yang ku jawab anggukan lagi.

__ADS_1


Setelah aku mengeringkan tubuh dan memakai baju, langsung saja aku keluar dari area kamar ke sofa menghampiri Delvin.


Aku langsung duduk diatas pangkuannya, dia pun mencium bibir ku. "Laper gak??" tanyanya yang ku jawab senyuman dan mengangguk. "Yuk! Aku tadi udah minta Nuniek buat siapin sushi buat kamu." kata Delvin yang membuatku bingung.


"Kata siapa?" tanyaku. "Kamu semalem ngigau sayang. Makanya aku bisa tau kalo kamu mau sushi. Lain kali, bilang ya jangan ditahan-tahan." katanya seraya mencium pipi ku.


"Yuk by!!" ajak ku seraya menarik tangan Delvin. Kami langsung keluar kamar dan menuju ke tempat sarapan.


"Pelan-pelan dong babe!!" katanya saat aku menarik tangan seraya berlari. "Buruan by!!" ujarku dengan semangat.


Kamipun akhirnya sampai di ruang makan. Aku lihat ada para sahabat ku yang lagi duduk di kursi. Di meja, udah ada appetizer yang dihidangkan.


"Yhoa! Baru dateng ternyata! Sini woy kita laper nih!" kata Arthur. "Gazel! Ada sushi, Zel!!" ujar Bella yang membuat ku tersenyum.


Saat kami baru mau memasuki ruang makan, ponsel ku berdering. Aku langsung mengeceknya, tertera ada nama 'Appa' yang membuat ku tersenyum.


"Kamu duluan aja ya, ada yang nelfon." ujar ku yang dijawab anggukan Delvin.


Setelah dia terlebih dulu duduk, aku berjalan ke tepi kolam renang untuk mengangkat telfon dari appa.


"Hallo appa!" sapa ku dengan senyuman. "Hallo sayang, gimana kabar kamu disana?? Appa dan Ammi kangen sekali sama kamu!" kata Appa yang membuat ku tersenyum.


"Kalian masih lama ya disana?" tanya ku. "Iya princess. Appa dan Ammi masih satu setengah bulan lagi disini." kata ammi yang membuat hatiku menciut dan mulai menangis.


"Ammi, Shana kangen." ujarku dengan suara bergetar. "Ammi pun kangen kamu nak. Bagaimana kuliah kamu? Apa kamu sudah mendapatkan nilai yang bagus?" tanya Ammi yang membuat ku tersenyum seraya mengelap air mata ku.


"Ammi tau, aku dapet nilai A di semua mata kuliah. Sekarang aku di Bali, sama tiga sahabat aku itu." ujarku semangat. "Wah ammi jadi mau ke Bali juga deh. Oh iya jangan lupa ya kirimin foto kalian ke ammi. Nanti ammi akan kirim uang untuk kamu di Bali ya sayang." ujar ammi yang ku jawab deheman.


Aku melihat Delvin menghampiri ku, langsung saja aku menyudahi telfon dan langsung berpura-pura baru mengetahui dia datang ke dekatku.


"Siapa sayang?" tanyanya. "Orang tua aku." jawab ku jujur. Delvin tersenyum dan langsung menarikku ke meja makan. "Ayo makan dulu. Kamu butuh tenaga buat nahan kangen dari mereka." kata nya yang membuatku tersenyum.


Ting! Ting! Ting!


"Guys, besok kita bakalan pindah hotel ke Kuta ya. Tiga hari lagi kita bakalan balik ke Jakarta." ujar Delvin yang kami jawab anggukan.


"Vin, gimana kalo kita nanti pindah ke hotel yang deket sama beachwalk?" tanya Arthur. "Gw setuju. Pasti kita bisa gampang kalo ke pantai. Yang cewek kita setuju kok kalo deket pantai." kata Lucio yang membuat aku dan Delvin bertatapan. Akupun tersenyum dan menganggukan kepala ku.

__ADS_1


"Yaudah kalo gitu selama Gazel setuju, gw juga setuju." jawab Delvin yang membuat keenam sahabat kami bersorak.


__ADS_2