
Ashana P.O.V
Mata ku mengerjap saat merasa silau dari cahaya matahari memasuki unit apartment ku ini. Aku langsung duduk, tapi sesuatu memelukku. Ternyata tangannya Delvin. Dengan perlahan, aku menggeser tangannya. Setelah itu, aku langsung berdiri dan menatap Delvin yang masih tertidur.
Semalam, dia memutuskan menginap karna katanya sih males balik ke apartmentnya. Aku langsung berjalan menuju kamar mandi dan mulai mencuci muka serta menyikat gigi. Setelah selesai dan merasa segar, aku langsung keluar kamar mandi.
Pintu kulkas langsung ku buka, nugget dan beberapa makanan frozen lainnya yang bisa ku goreng langsung aja aku keluarkan. Mie instan pun aku masak untuk menambah lauk.
Sesuatu terasa mengalir di area privasi ku. ****! Aku datang bulan! Aku langsung ke kamar mandi dan mengambil pembalut yang akan ku pakai.
Setelah mengganti celana dan memakai pembalut, aku pun keluar dari kamar mandi dan melihat Delvin yang masih tertidur.
"Udah jam sembilan, kayaknya gw bangunin dia jam sepuluh aja deh. Kasian juga dia capek." ujar ku seraya melihat jam di dinding yang menunjukan pukul sembilan lewat lima belas menit.
Aku kembali melanjutkan memasak makanan dengan sesekali menyanyikan lagu yang ada di pikiranku. Tiba-tiba, seseorang memelukku.
"Masak apa hmmm?" tanya Delvin yang baru aja bangun. "Nugget. Lo udah bangunkan? Cuci muka terus sikat gigi." ujarku. Dia tersenyum dan membalikan badanku.
Cup!!
"Morning Kiss babe." ujarnya yang membuat wajahku merona kemerahan. "Tolong jangan kayak kepiting rebus. Gw ga mau makan lo nanti kolestrol gw tinggi." ujarnya yang membuatku semakin malu.
"Vin! Ih sana ah!" kata ku yang membuatnya tertawa. "Iya deh iya sayang." katanya seraya berjalan ke kamar mandi.
Setelah aku rasa semua lauk dan nasi udah siap, aku langsung menyajikannya di meja makan.
__ADS_1
"Gila! Berasa jadi ibu rumah tangga gw!" ujar ku seraya tersenyum.
Delvin keluar dari kamar mandi. Dia langsung berlari dan memelukku. Aku hanya bisa tertawa seraya menata makanan di meja. "Dah, lo duduk dulu. Gw mau ambil piring." ujar ku seraya melepaskan pelukannya.
"Huft! Lagi enak-enak meluk malah dilepas." katanya yang membuatku tertawa. "Lo ga mau makan emang hmmm?" tanya ku seraya tersenyum. "Mau dong." jawabnya. "Iya makanya lo duduk. Buruan!" ujar ku.
***
"Lo kuliah dimana sih Zel?" tanya Delvin yang membuatku terdiam. "Kenapa emangnya?" tanya ku balik. "Kan siapa tau bisa gw anter." jawabnya yang hanya membuatku tersenyum.
"Ga usah, gw kuliah nya online kok." jawabku. Delvin tersenyum dan menggenggam tanganku. "Jurusan apa lo kuliah nya?" tanya Delvin. "Eeuuummm gw ambilnya hukum sih." jawabku. "Pantesan lo sekali ngomong, savage nya ga ngotak." kata Delvin yang membuat kami tertawa.
Saat ini, kami lagi membereskan alat-alat makan yang tadi kami pakai. Aku bagian mencuci piring sedangkan Delvin yang mengelap dan meletakannya di rak piring kabinet.
"Eeuummm Zel, gw boleh nanya ga nih?" tanya Delvin. "Boleh, nanya aja." jawabku. "Tapi janji ya jangan marah." kata Delvin yang ku jawab anggukan.
"Pernah." jawabku. "T-tapi kok lo masih virgin?" tanya Delvin yang membuatku menatapnya. "Soalnya tiap gw fwban, gw sering ngajuin syarat kalo ga boleh ada ****. Paling jauh, sekedar cuddle." jawabku.
Delvin mendekat, dia langsung memeluk ku. "Sorry, gara-gara gw. Lo jadi rusak." kata nya. "Gapapa, keadaannya juga lagi begitu. Gw ga bisa bilang lo yang salah." jawabku.
"Sekarang fwb lo ada berapa?" tanyanya. "Ada eeuummm bentar kayaknya ada tiga deh." jawabku. "Oh gitu. Gw ada lima." katanya yang hanya ku jawab anggukan.
Ada rasa kecewa tapi masih dikit gitu. Mungkin ibaratnya 5%. Ada rasa ga terima tapi sadar kalo ga bisa larang dia deket sama siapa.
***
__ADS_1
"Zel, gw ga mau pulang Zel." kata Delvin seraya memeluk ku erat. "Nanti kalo lo ga pulang, gimana lo mau kuliah? Kan besok lo kuliah. Lo harus persiapin dari sekarang." ujar ku.
"Ih Zel, gw ga mau pulang. Atau kalo perlu gw pindah ke deket lo aja deh biar bisa sama lo terus." kata Delvin yang membuatku tertawa. "Udah gih pulang, lain kali kan bisa kesini." jawab ku. "Iya juga sih, kampus gw dideket sini. Ini harus banget gw balik sekarang?" tanyanya yang ku jawab anggukan. "Huft! Yaudah deh gw balik. Bye sayang!" ujarnya seraya mencium keningku.
Setelah Delvin pulang, aku meminta ketiga sahabat ku untuk datang ke apart. Ga lama kemudian, mereka sudah sampai. Apalagi Flora yang unitnya bersebelahan dengan ku. Bella dan Youra yang datang bersama pun langsung menghampiri kami.
"Kenapa cuy?" tanya Bella. "Semalem si Delvin nginep disini. Kayaknya gw harus hati-hati deh. Dia bisa bikin gw baper soalnya." jawabku yang membuat mereka tertawa.
"Nanti pasti lo kebiasaan kok sama gaya mesra nya tuh cowok, Na." kata Youra. "Iya tapi kalo gw malah makin baper gimana? Bahaya ***!" ujar ku.
"Okay gini aja, lo biasain denger dia manggil sayang ke lo. Anggep aja dia kayak fwb lo yang lain. Jangan baper, nanti nyesek kalo dia sama yang lain." kata Flora.
"Iya iya. Dia tadi nanya sama gw, soal kuliah. Dia nanya gw kuliah dimana. Gw jawab online. Jadi please kalo dia ketemu kalian dan nanyain hal yang sama, jawab aja kuliah online ya." ujar ku. "Iya iya." jawab ketiga sahabat ku.
"Oh iya, Na! Itu kalian ga begituan lagi kan?" tanya Bella. "Ya enggak lah anjir!!! Gila aja gw begituan lagi." jawab ku. "Kan bisa aja dia maksa lo atau mungkin lo mancing dia duluan. Liat aja nih baju lo aja begini." kata Bella. "Gw sempet sih mancing, tapi akhirnya gw larang dia buat 'gitu' sama gw." ujarku seraya menguncir rambut.
"Eh iya fwb kalian gimana?" tanya Flora. "Euummm fwb gw sih ya biasa aja sekarang mah. Gw aja bosen." jawab Bella. "Lo gimana, Ra??" tanya ku. "Ha? Gw? Oh fwb gw mah udah pada punya pacar tapi kadang masih suka ke gw." jawab Youra.
"Kalo lo, Na?" tanya Bella. "Fwb gw yang mana? Delvin, Fajri, atau Fajra?" tanya ku yang membuat mereka terkejut. "Demi apa lo itu kembar lo jadiin fwb? Gila!" kata Flora yang membuatku tertawa.
"Mereka yang ngajak. Gw sih setuju aja." jawabku seraya menyeringai. "Tapi mereka tau ga??" tanya Youra yang ku jawab gelengan. "Gila sih lo tuh cantiknya polos tapi otaknya bukan maen." kata Bella yang membuat kami tertawa.
"Oh iya Bel, si Banu udah ga chat lo lagi kan??" tanya Youra yang membuat raut wajah Bella berubah.
"Masih. Tapi gw diemin kok." jawab Bella. "Cakep. Pokoknya ga ada dari kita yang boleh punya hubungan sama cowok kayak Banu Banu kampret itu." ujar ku.
__ADS_1
"Gw bingung sih. Banu kan guru ya. Tapi kok dia bisa jadi pemake dah?? Apa ga ada pengecekan sebelum dia kerja??" tanya Flora. "Pasti dia make nya setelah kerja kalo menurut gw." jawab ku. "Atau mungkin aja karna dia guru honorer jadinya ga terlalu diperketat pemeriksaannya." jawab Youra lagi.