
Ashana P.O.V
Kini sudah saatnya resepsi di mulai. Aku sudah siap dengan gaun backless yang bagian punggungnya terbuka, rambut digerai, serta make up ku yang telah on point. Begitu juga dengan para bridesmaid lainnya. Kami sama-sama sudah memegang dasi dan kartu nama untuk para groomsman. Aku menatap kartu nama serta dasi di tanganku, ini diperuntukan kepada Delvin.
"Okay semua nya sudah siap?" tanya vidiographer yang kami para bridesmaid jawab anggukan. "Okay, nanti kumpul dulu ya di lorong mau gw bikin vidio nanti buat cinematic." kata orang bagian vidiographer.
Kami langsung berkumpul di depan pintu kamar hotel, dan mulai disorot kamera. Dengan perlahan, kami berjalan sambil sesekali mengobrol dan tertawa sampai akhirnya langkah kami berhenti sesuai instruksi tepat di ujung lorong. Ternyata pihak vidiographer akan mengambil scene ketika para bridesmaid bertemu dengan para groomsman. Dan dihadapan kami, sudah ada para groomsman sedang berdiri diujung lorong sebrang kami.
"Okay, 1! 2! 3! Action!" titah vidiographer.
Kami langsung berjalan saling menemui pasangan dan setelah itu, kami para bridesmaid mulai memakaikan dasi ke dalam kerah kemeja mereka.
"Lo cantik." kata Delvin yang berhasil membuat wajahku memanas dan mataku menatapnya sambil memakaikan dasi. Delvin mendekatkan wajahnya ke wajahku dan kening kami menempel dengan bibir kami saling tersenyum satu sama lain.
Setelah pemakaian dasi selesai, kali ini gantian para groomsman memakaikan gelang dengan bunga mawar kertas diatasnya. Delvin memakaikan gelang itu di pergelangan tangan ku dan menciumnya.
"Okay makasih ya semua, sekarang tunggu pengantin di resto dulu ya, makan dulu kalian. Pak Delvin terima kasih sudah menyediakan makan siang untuk staff saya ya pak." kata vidiographer yang dijawab anggukan Delvin.
Dia langsung mengulurkan tangannya dan menarik ku berjalan bersama. "Kita makan." ujarnya singkat. Kami bersama para bridesmaid lainnya langsung berjalan memasuki dua lift turun ke arah lobby.
"Na, lo liat ga sih tadi si Banu kucel banget. Mungkin ga sih dia nyesel?" tanya Flora yang membuat ku mengingat kejadian tadi ketika Banu datang. Aku akui keadaannya memang cukup menjelaskan penyesalannya tapi tetap saja kalau aku mengingat perlakuannya dengan Bella, tidak bisa aku maafkan.
"Iya, gw bersyukur seenggaknya tuhan adil. Dia nyia-nyiain Bella disaat Bella butuh dia. And finally he lost our best friend because of his own behavior." ujarku.
__ADS_1
"Na, foto kuy!" ajak Delvin yang sukses membuatku terkejut, akhirnya perlakuannya kembali membaik seperti semula. Aku menganggukan kepala, kamipun mulai berfoto berdua dengan cara Mirror Selfie.
Setelah beberapa jepretan, aku memperlihatkan hasilnya dan mengupload ke instagram.
shannia_khan: One and Only.
"Gw akuin sih gw kagum liat persahabatan kalian." kata Arthur dengan tangannya yang masih bertengger dengan halus di pundak Flo. "Iya gw juga, Thur. Gw ga nyangka aja mereka bisa sekompak itu, gw kira ya mereka bakal ngejauh dari Bella tapi ternyata enggak. Kagum gw." kata Delvin.
"Ga ada alasan buat kita ngejauh dari dia." kata Flo. "Bangga deh, yuk kapan nih kita ke KUA?? Ga sabar deh mau bobol gawang." kata Arthur yang membuat Flo tersipu malu-malu.
"Ulululu! Ini sih aku tebak ya, babe. Pasti abis ini mereka yang nyusul. Kita mah belakangan aja lah ya." ledek Hiko. "Ga usah ngeledek. Na, yuk makan disana!" ajak Delvin.
Kami semua langsung mendekati meja dengan sembilan kursi yang berada didekat jendela. Delvin menarik kursi dan tersenyum memberikan kode agar aku bisa duduk di kursi yang dia maksud.
"Please, ¡Mi futura esposa!" kata Delvin yang membuatku mengerti akan bahasa yang dia ambil. Sontak saja aku tersenyum dengan pipi yang memanas, bagaimana tidak kalau dia memanggilku calon istri dalam bahasa Spanyol.
"¡Gracias bebé guapo!" jawabku. Delvin mengelus kepalaku dan kamipun mulai di jamu oleh pelayan disini. Dengan sesekali mengobrol, akhirnya kami sudah selesai memakan makan siang kami.
"Eh taruhan yuk! Menurut kalian nanti malem Bella sama si Yoyo tempur ga? Pasti tempur. Gw bakal kasih sejuta kalo tebakan gw salah." ujar Arthur. "Boleh juga. Gw rasa mereka tempur nanti malam. Kalo tebakan gw salah, gw kasih sejuta juga deh." kata Youra.
__ADS_1
"What the **** are you doing guys? Kalian taruhan?? Gila sih! Gw tebak tempur deh, kalo salah nanti gw kasih sejuta juga." kata Flo yang membuat kami menyorakinya dengan disambut tawaan.
"Na, Vin? Ko? Ga ikutan kalian?" tanya Hiko. "Gila ah. Gw ga ikutan." ujarku. "Jangan dong, Na. Ga asik nih kalo lo ga ikutan." pinta Flo. "Ck! Yaudah gw tebak sih tempur. Kalo salah, sejuta juga deh." kata Hiko. "Gw juga!" kata Delvin.
"Kalo menurut gw, enggak. Keadaan Bella lagi hamil, dia ga boleh kecapean. Yang ada nanti kontraksi duluan, bahaya buat janinnya. Kalo salah, gw kasih sejuta." ujarku yang disambut sorakan para sahabatku.
Delvin menggenggam tanganku dengan senyuman di wajahnya. "Gw ga sabar mau cepet-cepet ngelamar lo." katanya yang hanya ku jawab senyuman sedangkan didalam hati, aku mengaminkan omongannya.
"Eh yaudah kita cepetin makannya. Kita ditunggu!" kata Arthur.
Setelah makan kami selesai, acara resepsi dimulai. Banyaknya tamu yang datang kali ini cukup membuat kami merasa bahagia dan lelah disaat yang sama.
Ada banyak tamu yang mengenali ku dan Delvin. Aku bisa mendengar banyak tamu yang mengharapkan undangan dari kami berdua.
Alunan lagu A Thousand Year dimainkan oleh pemain musik disini. Ini sesi kami semua berdansa dengan pasangan kami masing-masing. Dan disinilah aku sekarang, dengan tanganku yang berada diatas pundak Devin, kaki kami melangkah berdansa bersama.
"Jadi gimana perasaan lo ke gw, Na?" tanya Delvin yang membuatku menatapnya lekat. Aku hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalaku.
"Ga ada yang berubah, gw masih sayang sama lo. Ga ada yang lain, Vin." jawabku. Dia memeluk ku begitu erat dan melepaskan ku dengan senyuman di bibirnya.
"Gw mau kita balik kayak dulu, Na. Ga peduli mau dulu lo sebagai Gazel ataupun Ashana. Gw tetep berharap kita balik lagi kayak dulu. Lo segalanya bagi gw." kata Delvin.
"L-lo serius?" tanyaku memastikan. "Gw serius, segera gw mau ngelamar lo." jawabnya. "Gw tunggu." ujarku singkat.
__ADS_1