GAZEL

GAZEL
Goes To Bali


__ADS_3

Ashana P.O.V


Mata ku terbuka dengan perlahan, cahaya terang mulai menyerang. Kebingungan mulai menyambut ku. Ini udah jam berapa?


Ponsel ku menyala dan terlihat kalau sekarang sudah jam tujuh pagi. Sepasang tangan memeluk ku dengan erat. Aku menengok dan melihat Delvin yang masih tertidur.


Dengan perlahan, aku melepaskan pelukannya pada perut ku. Setelah berhasil, aku langsung bangun dan mencuci muka ku. Pesawat ku hari ini yang jam sepuluh. Sedangkan ketiga sahabat ku dan pasangannya jam tiga sore nanti.


"Ck! Gw ditinggalin lagi diatas tempat tidur." kata Delvin dengan suara serak dan pelukannya pada perut ku. "Lepasin dulu, gw mau cek semua barang gw. Lo lanjut tidur aja." ujar ku. "Cek punya gw juga deh Zel. Gw kemaren asal masukin." kata Delvin yang ku jawab anggukan.


"Yaudah lepasin dulu pelukan lo. Gw ga bisa gerak." kata ku. "Enggak mau. Gw mau meluk lo aja." ujar Delvin seraya memelukku. "Ish! Yaudah. Iya." jawabku.


Waktu berjalan terus-menerus. Saat ini, aku sedang memilih baju yang akan ku pakai untuk ke bandara nanti. Aku langsung mengambil tanktop putih, celana joger cream, dan sneakers putih yang ku punya.


Setelah memakai semua itu, aku langsung mulai merias wajah dan menata rambut. Delvin menghampiri dan mencium bibir ku.


"Delvin!! Ya ampun ini gw baru pake lipbalm dih!!" ujar ku kaget. Delvin hanya bisa tertawa dan mencium bibirku kembali. "Makanya jangan terlalu cantik, nanti kalo gw kepancing kan bahaya." jawabnya.


***


Pintu mobil terbuka, Delvin membantuku turun dari mobil. Dia langsung memanggil satu orang yang bekerja sebagai penyedia troly untuk membawa koper. Setelah itu, kami berdua berjalan bersama-sama masuk ke bandara.


"Zel, lo yang check in ya. Biar gw yang dorong troly nya." kata Delvin saat kami tiba di bagian check in.


"Yaudah, mana ktp lo?" tanya ku. Delvin memberikan ktp nya kepada ku. Kami berdua mulai mengantre.


Saat tiba giliran kami, aku mulai check in. Dengan menyelipkan selembar kertas yang sudah aku tuliskan untuk tidak menyebutkan nama kami, petugas pun mengerti dan menganggukan kepala nya.


Koper mulai kami masukan ke bagian bagasi, setelah itu kami lanjut berjalan ke ruang tunggu.


"Lo laper gak?" tanya Delvin. "Enggak, belom laper gw. Lo udah emangnya?" tanya ku balik. "Gw sih belom. Yaudah makan nya nanti aja ya di bandara sana." kata Delvin yang ku jawab anggukan.


Setelah kami mendapatkan pemberitahuan mengenai pesawat kami, pintu gate 3 sudah terbuka. Disana sudah ada satu petungas pengecekan tiket para penumpang. Kami berduapun berbaris menunggu giliran kami memasuki gate.


Sama seperti yang aku lakukan sebelumnya, aku memberikan kertas dengan tulisan agar tidak menyebutkan namaku. Petugas pun menatapku dan mengedipkan kedua matanya.

__ADS_1


Setelah kami menaiki pesawat, kami langsung duduk bersebelahan sesuai dengan nomor kursi kami.


***


"Ladies and gentlemen, soon this plane will arrive at Ngurah Rai International airport. Please wear the seat belts, straighten chairs, fold back the tables, and open shutters. Thank you for choosing flights with Lion Air."


Aku mendengar pemberitahuan yang mengatakan kalau sebentar lagi pesawat yang aku naiki akan mendarat di Bandara Ngurah Rai, Denpasar Bali. Akhirnya!!


Delvin menggenggam erat tangan ku seraya tersenyum. "Akhirnya nyampe. Berasa tepos banget bokong gw." katanya yang membuatku tertawa.


"Dasar lo ah. Tuh belek urusin dulu!" ujarku dengan senyuman. "Gw mah ganteng dalam kondisi apapun Zel." kata Delvin dengan gaya sok cool nya. "Kagak bagi gw." ujar ku seraya mencium pipi nya.


"Kagak tapi gw dicium. Gemes ih!" katanya seraya mencium keningku.


Setelah pesawat mendarat, kami berdua langsung berbaris untuk turun dari pesawat. Delvin mendahulukan ku, katanya dia akan menjaga ku dari belakang.


"Zel, nanti makan dulu ya. Laper kan lo pasti?" tanya Delvin. "Tau aja lo. Nanti deh ya." jawabku.


Kami mulai keluar dari pesawat setelah itu kami dijemput oleh bis yang disediakan armada pesawat yang kami naiki. Kami diturunkan didepan pintu keluar yang bisa mengarah ke tempat pengambilan bagasi.


"Zel, gw mau bikin story ig nih. Nama ig lo apa sih?" tanya Delvin. "Euumm coba aja cari nanana56789_ nanti ada kok ig gw." jawabku seraya tersenyum.


Sebenarnya nanana56789_ itu akun kedua aku guys. Dan disitu juga aku ga ada foto yang diupload jadi aman.


"Okay. Sini liat ke gw bentar!" pinta nya seraya memotretku. Dia tersenyum dan menganggukan kepala nya. "Okay, cantik nya!" kata Delvin memuji.


Ga lama kemudian, bagasi mulai dikeluarkan. Koper-koper mulai berdatangan.


Delvin dengan cepat meneliti koper milik kami. "Zel, koper lo tanda nya pake pita maroon kan ya?" tanya Delvin. "Iya, sayang." jawabku seraya memainkan ponsel.


Setelah koper ku diambil Delvin, kami langsung keluar dari bandara menyebrang ke satu gedung yang dipenuhi banyak tempat makan.


Ternyata disana udah ada satu mobil yang menjemput kami.


***

__ADS_1


Delvin membukakan pintu mobil yang kami naiki dari bandara. Kami sudah sampai di satu villa bernama Villa Beji Indah yang ada didaerah Ubud. Kami langsung memasuki satu rumah.


"Selamat datang di Villa Beji Indah!" sapa seorang wanita yang duduk didepan komputer. "Nunik, tolong kamu ambil kertas dan tulis untuk kamar Yudistira, Bimasena, Arjuna, dan Sahadewa. Kosongkan jadwal untuk seminggu kedepan! Untuk pengisian kamar, Gazel yang atur." ujar Delvin.


"Baik, pak. Tapi bagaimana dengan orang-orang yang sudah membooking kamar-kamar itu?" tanya wanita yang bernama Nunik. "Berikan uang ganti rugi ke mereka. Atau carikan kamar yang lain tanpa menambahkan harga ke mereka." kata Delvin yang dijawab anggukannya.


"Ini untuk kamar Yudistira, Bimasena, Arjuna, dan Sahadewa." kata Mbak Nunik. "Okay, oh iya kenalkan ini Gazel! Dia pacar saya. Zel, kenalin ini Nunik dia resepsionis disini." kata Delvin yang ku jawab anggukan. "Gazel!" ujar ku memperkenalkan diri. "Nunik, mbak!" katanya memperkenalkan dirinya juga.


"Saya dan Gazel akan menempati kamar Arjuna." kata Delvin. "Jadi gini aja mbak. Untuk kamar Yudistira akan diisi atas nama Yuki, lalu untuk Bimasena atas nama Xierra, dan Sahadewa atas nama Litta." ujar ku seraya tersenyum. "Nggih, kalau begitu saya akan catat." kata Mbak Nunik.


"Saya butuh dua orang untuk membawa koper ke kamar Arjuna. Nanti malam, persiapkan makan malam fine dinning saja!" kata Delvin seraya menarik ku keluar dari rumah joglo yang merupakan ruangan resepsionis.


Delvin menuntunku menuruni tangga. Dengan perlahan dia menggenggam tangan ku. "Pelan-pelan aja Zel." kata Delvin yang ku jawab anggukan.


Kami sampai didepan satu rumah dengan gerbang bertuliskan Arjuna di temboknya. Ini kamar kami.


Delvin membuka gerbangnya dan menarik tanganku memasuki kamar. Whoa! Ada private pool nya guys!


"Welcome to our paradise!" kata Delvin yang membuatku tertawa. Pintu kamar terbuka memperlihatkan ada satu ruangan kaca khusus untuk kamar ber-AC. Ada juga tempat tidur berkelambu. Kamar ini bisa dibilang semi outdoor. Jadi ada bagian dari kamar ini yang terbuka memperlihatkan alam disekitar kami yang masih asri.


Ga lama kemudian, kedua koper kami sampai. Kami langsung merapihkan pakaian kami.


"Kok lo ga bilang kita seminggu disini? Kan kalo tau gitu pasti gw bawa banyak baju." ujar ku. "Yailah Zel, tenang aja. Nanti pasti kita bakalan beli baju disini." kata Delvin seraya mengelus rambut ku.


"Iya juga sih. Yaudah deh, gw mau mandi dulu." ujar ku. "Renang aja yuk! Sebelum sahabat-sahabat lo pada dateng." ajak Delvin. "Okay, gw ganti baju dulu." ujar ku.


Aku langsung mengambil bikini putih yang ku bawa ke kamar mandi. Whoa! Outdoor!! Setelah menggantinya langsung aja aku membuka pintu yang mengarah ke kolam renang.


Dengan perlahan, aku mulai melangkah menghampiri Delvin yang menatap ku. Setelah sampai dihadapannya, Delvin tersenyum menatap ku.


"Kadang gw bersyukur bisa kenal sama lo. Tapi kadang gw juga nyesel karna gw ga bisa lepas dari lo." kata Delvin yang membuatku menatapnya bingung.


"Vin?" panggilku yang membuatnya tersadar. "Eh? Kenapa Zel??" tanyanya. Aku hanya bisa menggelengkan kepala ku seraya tersenyum.


"Thanks udah nemenin gw." ujar ku seraya tersenyum. Kami pun saling bertatapan. Delvin mulai mendekatkan wajahnya. Mata ku terpejam saat merasakan ciuman di keningku.

__ADS_1


"With my pleasure maam." jawabnya.


__ADS_2