Gelora nafsu sang MILYADER

Gelora nafsu sang MILYADER
Kolam renang


__ADS_3

Pagi hari, Jackson nampak menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia baru saja mendapatkan banyak pertanyaan dari Valerie, padahal sebelumnya dia sendiri yang akan mengintrogasi nya. Kenapa sekarang jadi terbalik?


"Cepat jawab!" Kesal Valerie.


"Itu, sebenarnya ini rencana mama saat kau pergi ke Jepang. Mama sudah mengetahui hubungan dekat kita, karena itulah nama...." Jelas Jackson dengan serius.


"Kenapa kau tidak menelpon ku? oh astaga.... Berarti 3 hari lagi kita menikah?" Kaget Valerie yang hanya di balas anggukan oleh Jackson.


"Kapan kita fitting baju pengantin?" Tanya Valerie dengan memijat pelipisnya.


"Siang ini, sekaligus pemotretan untuk di cetak di buku undangan." Jelas Jackson.


"Baiklah, aku bersiap dulu." Pasrah Valerie yang segera bergegas pergi ke kamar mandi, Jackson yang melihat itu hanya tersenyum kecil.


Jackson berjalan ke arah cermin, dia mengambil ponsel Valerie dan melihat-lihatnya. Matanya langsung terbuka lebar saat dia tak sengaja melihat pesan yang di kirimkan oleh Gabriel.


Morning baby, jangan lupa sarapan. Hari ini aku akan pergi menemui rekan bisnis, jika kau luang segera kabari aku. Agar kita bisa bertemu lagi, karena kemarin aku masih belum puas untuk bertemu dengan mu.


"Cihh!!" Jackson langsung memblokir nomor tersebut dan melemparkan ponsel Valerie ke atas ranjang dengan asal, moodnya langsung buruk seketika.


Saat Jackson berekspresi seperti itu, Valerie yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkapnya nampak heran karena Jackson sedang menatapnya sengit.


"Ada apa?" Heran Valerie.


Namun, Jackson malah tidak membalas perkataannya. Jackson justru melangkah mendekati Valerie dan segera mengukung tubuh Valerie dan memojokkannya ke dinding.


"Apa yang terj... Hmmfffttt...."

__ADS_1


Jackson nampak mencium paksa bibir Valerie, merasakan ciuman tersebut membuat Valerie terus berontak. Nampaknya Jackson sedang kesal sekarang, bagaimana bisa laki-laki di depannya bersikap seperti ini jika sedang baik-baik saja?


"Kau milikku Valerie, aku tidak akan pernah mengizinkan mu untuk bermain api di belakang ku." Datar Jackson yang lagi-lagi malah mencium bibir Valerie paksa.


Mendengar hal itu, Valerie akhirnya sadar bahwa Jackson sedang cemburu padanya. Cemburu? hal itu membuat Valerie tersenyum dalam ciumannya.


Akhirnya, Valerie melingkarkan kedua tangannya di leher Jackson dan mulai membalas ciuman tersebut dengan tak kalah brutalnya. Bahkan, Valerie sengaja mengigit lembut bibir Jackson dengan gemas, hal itu membuat Jackson tersenyum smirk.


"Aku suka senyummu yang seperti ini, sangat tampan dan sesuai dengan tipe ku." Ucap Valerie dengan memegang dada Jackson dan mengelusnya lembut.


Mendengar hal itu, Jackson malah terkekeh sebelum akhirnya dia mengangkat tubuh Valerie dan membawanya ke luar kamar. Valerie yang melihat itu nampak heran, namun keheranannya langsung hilang saat Jackson membawanya ke kolam renang yang ada di samping kamar mereka, kolam renang khusus untuknya.


Secara perlahan-lahan, Jackson membawa Valerie masuk kedalam air. Valerie yang merasakan hal itu hendak berontak karena sebelumnya dia baru saja mandi dan bersiap-siap.


"Jack!! aku sudah mandi.....!!!" Valerie berontak namun tak di gubris sama sekali oleh Jackson yang dengan mudah membawa Valerie yang terus menempel di gendongan Jackson seperti koala.


Bibir Jackson mulai mengecupi leher dan pundak Valerie yang terbuka, mendapatkan serangan lembut seperti itu membuat Valerie hanya bisa memejamkan matanya dengan kepala yang bersandar pada pundak Jackson yang terasa lebar dan kekar.


"Aku mau kau yang memulainya, Valerie...." Bisik Jackson dengan menurunkan Valerie hingga Valerie terlihat hanya sebatas dadanya saja.


Mendengar kata itu, Valerie terkejut dan menelan ludahnya bulat-bulat. Jackson bersandar pada pinggiran kolam renang yang airnya hanya sepinggang, melihat ekspresi wajah Jackson yang seksi membuat Valerie tersenyum diam-diam. Jackson memang sangat tampan dan memukau, terlebih tubuhnya pun sangat sempurna.


"Kau tahu? banyak wanita di luaran sana yang ingin sekali mendekati mu seperti ini..." Ucap Valerie yang sudah berdiri di depan Jackson dengan jarak yang dekat.


"Lalu?" Tanya Jackson dengan suara yang serak, karena tangan lembut Valerie sudah mulai menyentuh leher dan dadanya.


"Ya, aku beruntung. Karena hanya aku yang bisa melakukannya, bahkan lebih dari sekedar mendekati." Ucap Valerie dengan membantu Jackson untuk melepaskan kaosnya sehingga kini terlihatlah bentuk tubuh Jackson yang membuat Valerie menelan ludahnya.

__ADS_1


Valerie menatap wajah Jackson yang hanya memejamkan matanya dengan bibir yang terbuka sedikit, jakunnya nampak naik turun dan itu terlihat sangat seksi.


Tanpa sadar, Valerie mulai berjinjit dan mendekati leher Jackson sebelum akhirnya di ciumnya jakun Jackson yang terus bergerak-gerak.


Tidak hanya menciumnya, Valerie juga mulai menghisap dan menggigitnya kecil-kecil sehingga terlihatlah bekas ciuman Valerie yang berwarna merah gelap.


"Ahhh Val...." Serak Jackson saat tangan Valerie mulai bergerak ke bawah dan menyentuh celananya yang menggembung.


"Sangat besar." Gumam Valerie dengan memegang benda milik Jackson yang sudah keluar dari dalam sangkarnya.


Merasakan tangan lembut Valerie, Jackson segera duduk di pinggiran kolam sehingga benda tersebut nampak mengacung dengan gagahnya di hadapan Valerie yang langsung terkejut.


"....."


Valerie menatap Jackson yang tengah menatapnya dengan tatapan yang, entahlah. Yang jelas, wajah Jackson terlihat memerah karena gairah.


Entah di mulai dari mana, Valerie mulai menciumi benda tersebut yang nampak mengeluarkan lelehan di atasnya. Hal tersebut Valerie lakukan secara berulang-ulang hingga membuat bibirnya kebas, namun nampaknya Jackson masih belum juga keluar.


"Apa ini masih lam...."Ucapan Valerie langsung terhenti saat Jackson dengan cepatnya mengambil alih bibirnya dan mendorongnya hingga membentur pinggiran kolam renang.


"Shhhh...." Valerie meringis saat merasakan tangan Jackson yang memegang kencang dadanya, namun hal itu justru malah menimbulkan rasa yang berbeda.


Tanpa sadar, keduanya sudah polos dan mereka bisa merasakan sentuhan kulit mereka secara langsung tanpa ada penghalang sedikit pun. Salah satu kaki Valerie di angkat ke atas pinggang Jackson, sebelum akhirnya Valerie menggigit pundak Jackson saat merasakan sesuatu yang mencoba masuk kedalam miliknya.


Dan itu berada di dalam air, rasa yang di timbulkan benar-benar luar biasa aneh. Valerie terus meringis sedangkan Jackson hanya memejamkan matanya dengan terus memaju mundurkan miliknya hingga Valerie merasa mentok di dinding rahimnya.


"Ahhh....." Keduanya menghela nafas lega saat merasakan pelepasan yang luar biasa itu, Jackson menatap Valerie yang terlihat begitu lemas.

__ADS_1


Dengan lembut Jackson mengangkat tubuh Valerie dan menggendongnya kembali untuk masuk kedalam kamar sebelum akhirnya mereka mandi bersama, tak ada percakapan di antara keduanya karena mereka sama-sama lemas.


__ADS_2