Gelora nafsu sang MILYADER

Gelora nafsu sang MILYADER
Rapat


__ADS_3

Pagi ini, Valerie berjalan sendiri menuju kantornya. Karena sebelumnya dia sudah memberitahu pada Noah bahwa dia tidak akan masuk, namun karena ada sesuatu yang ingin dia ambil oleh karena itu Valerie pergi ke kantor.


"Selamat pagi nona." Sapa para resepsionis yang terlihat menghormati Valerie.


"Hm." Angguk Valerie yang berjalan tanpa menghentikan langkahnya.


"Ada apa ini? apakah ada masalah? kenapa raut wajah nona Valerie sangat buruk?" Heran mereka semua yang baru saja menyaksikan ekspresi wajah Valerie saat melirik jam tangannya.


"Entahlah, tapi bukankah ekspresi nona Valerie selalu seperti itu ya?"


"Itu memang benar, tapi untuk yang tadi sangat berbeda. Apakah telah terjadi masalah padanya? jika iya, semoga saja tidak berdampak buruk pada kita semua."


Mereka nampak ketakutan karena biasanya saat hati Valerie dalam keadaan yang buruk maka dia akan memarahi mereka tanpa alasan dan itu terjadi saat dirinya di luar negeri dan mereka datang berkunjung kesana.


Untuk Valerie sendiri dia berjalan keruangan nya dan melihat Noah yang sedang mengerjakan pekerjaannya di kursi kebesaran ayahnya, ahh tidak. Kursi itu sudah menjadi miliknya sekarang.


"Nona?" Heran Noah namun Valerie hanya mengangkat sebelah tangannya saja bertanda untuk diam pada Noah.


"Di mana dokumen yang di serahkan wanita itu?" Tanya Valerie pada Noah.


"Wanita itu?" Heran Noah, karena banyak sekali dokumen yang di berikan oleh pembisnis wanita maupun karyawan wanita lainnya dan itu tidak hanya satu dua orang saja.


"Ck! rubah sialan itu." Kesal Valerie.


"Ahh itu, tunggu sebentar nona. Karena nona langsung menolaknya maka saya menyimpannya di tempat pembuangan sampah." Jelas Noah.


"Cepat cari, atau beritahu saja padanya bahwa aku menerima proposal yang dia berikan. Dan adakan rapat siang ini di perusahaan Jackson." Ucap Valerie.


"Ehh, tapi nona?" Kaget Noah.


"Kenapa? kau mau mengatur ku?" Kesal Valerie.

__ADS_1


"Tidak berani nona, kalau begitu saya akan mengurusnya sekarang." Ucap Noah yang langsung bergegas untuk menyiapkan semuanya.


Valerie memilih duduk di sofa dengan kedua kaki yang di silangkan, dia membuka ponselnya dan melihat banyak sekali pesan dari Jackson karena sebelumnya Valerie pergi dari kediaman Bryon tidak mengatakannya terlebih dahulu pada Jackson yang saat itu masih tidur lelap.


"Sudah nona, rapat akan di adakan 5 jam lagi." Jelas Noah.


"Tidak, aku mau dalam dua jam mereka sudah mempersiapkan semuanya." Acuh Valerie yang lagi-lagi membuat Noah tak habis pikir dengan sikap Valerie yang nampak sangat tak menyukai Naomi.


"Baik nona." Angguk Noah yang harus menuruti permintaan Valerie, jika tidak maka semuanya akan berantakan.


Setelah berdiam diri di dalam ruangannya tanpa mengerjakan apapun, Valerie pun kembali pergi dengan Noah karena mereka akan mendatangi kantor Jackson yang saat ini nampak di buat panik karena harus mempersiapkan segalanya.


Jika kalian bertanya kenapa perusahaan Jackson melakukannya padahal itu adalah perusahaan besar? itu semua karena perusahaan Valerie sangat berpengaruh bagi bisnis Jackson, selain itu Jackson juga tidak berani menolak keinginan calon istrinya itu yang nampak kesal karena semalam mereka tak sengaja mendengar percakapan orang tuanya.


Jackson sendiri pun merasa kesal memang, namun dia tidak terlalu memperdulikan hal itu karena baginya selagi Valerie senang maka dia pun akan ikut senang.


"Tuan, semuanya sudah di siapkan dan untuk nona Anna..." Ucap Roger.


"Baik tuan."


Di lantai bawah, tepatnya di lobi. Mereka semua menatap kedatangan Valerie yang di kawal dengan banyak sekali pengawal, mereka melihat sosok Valerie yang begitu di hormati dan auranya pun terlihat sangat mahal.


Bahkan, tak sedikit dari mereka yang mengomentari sosok Valerie secara langsung dan hal itu membuat Valerie tersenyum kecil.


Sedangkan, di ruang rapat. Naomi terlihat panik dan cemas karena semua permintaan Valerie sangat mendadak. Tapi bukan hal itu yang membuatnya panik, melainkan sesuatu yang sangat dia takuti.


"Tenanglah Naomi, kau pasti bisa menguasainya. Dengan begitu, orang-orang tidak akan lagi mencemooh mu." Ucapnya dengan menenangkan dirinya sendiri.


Satu persatu para tamu mulai berdatangan dan duduk di tempatnya masing-masing, bahkan Anna pun hadir disana. Hal itu membuat Naomi heran dan hendak menegurnya, namun semuanya lewat begitu saja setelah dia melihat sosok Valerie yang datang dengan ekspresi yang aneh.


Tidak bisa Naomi pungkiri bahwa sebenarnya dia mengakui kecantikan Valerie, namun Naomi tetaplah Naomi yang merasa bahwa semuanya bisa berada di bawah kendalinya.

__ADS_1


Setelah Valerie duduk di tempatnya dengan Noah yang selalu berada di sampingnya membuat suasana menjadi tegang seketika, terlebih saat itu juga sosok Jackson datang dengan Roger di belakangnya.


Semuanya langsung berdiri dan menundukkan kepalanya pada Jackson, namun hanya Valerie sana yang masih bersikap tenang di tepatnya.


"Mari mulai." Ucap Roger sebagai perwakilan Jackson.


"Baiklah, saya akan menjelaskan mengenai proposal yang saya buat beserta beberapa laporan lainnya. Jadi...." Naomi mulai menjelaskannya secara bertahap meskipun sedikit gugup karena dia melihat sosok Valerie yang terus menatapnya dengan tatapan yang penuh ejekan dan hinaan.


Bahkan, Valerie tak segan-segan nya memperhatikan Naomi dengan mengunyah makanan ringan yang sudah tersedia disana, tidak hanya itu, Valerie juga sesekali menguap.


Semua orang dapat menyaksikan betapa tidak senangnya Valerie pada Naomi, namun mereka tidak ada yang berani mengomentari nya.


"Terimakasih." Ucap Naomi setelah selesai menjelaskan semuanya.


Semua orang bersorak, tapi tidak dengan Jackson dan Valerie hingga terlihat seperti sedang berkompromi. Padahal keduanya memang seperti itu, julukan bahwa jodoh adalah cerminan diri kita itu memang benar adanya.


"Bagaimana tuan Jackson dan nona Valerie? apakah ada sesuatu yang ingin kalian sampaikan?" Tanya Roger pada mereka berdua.


Jackson melirik Valerie yang saat itu langsung tersenyum kecil, Valerie melirik Anna yang nampak terkejut.


"Nona Anna, bisa kau jelaskan secara ulang dan rincikan juga dengan sebaik mungkin agar mudah aku mengerti. Apakah bisa?" Tanya Valerie yang membuat seisi ruangan terkejut, ini bahkan pertama kalinya mereka melihat Anna di dalam ruangan rapat. Tidak hanya itu, mereka juga tahu bahwa Anna merupakan pegawai dengan posisi rendah.


"Itu...." Gugup Anna.


Valerie tersenyum kecil pada Anna yang tiba-tiba saja mengangguk, hingga akhirnya Anna berjalan ke dekat tembok yang memperhatikan layar monitor disana.


Anna menjelaskan dengan kosa kata yang mudah di pahami dan juga di mengerti, selain itu Anna juga nampak mengerti dengan apa yang ada didalam Proposal tersebut. Bahkan, bisa di bilang bahwa Anna terlihat jauh lebih unggul dari Naomi yang terlihat sangat tak suka karena sekarang ini Anna malah menjadi sorotan mereka semua.


"Terimakasih." Ucap Anna setelah selesai menjelaskannya.


Orang yang pertama kali bertepuk tangan adalah Valerie dan di lanjutkan lagi oleh mereka semua kecuali Jackson yang nampak seperti biasa, dia selalu menatap Valerie dengan tatapan yang anehnya itu.

__ADS_1


"Ini, sepertinya terbalik. Sebenarnya siapa yang lebih cocok berada di posisi atas?" Ucap Valerie dengan melirik Naomi dan Anna secara bergantian.


__ADS_2