Gelora nafsu sang MILYADER

Gelora nafsu sang MILYADER
Pernikahan


__ADS_3

Pesta pernikahan yang di selenggarakan oleh dua keluarga terpandang nampak mencuri perhatian semua publik, mereka berbondong-bondong untuk meliput acara pernikahan tersebut. Banyak dari mereka yang berantusias untuk datang kesana karena yang datang juga bukanlah orang orang sembarangan.


Saat ini, Valerie sedang berada di ruang make up. Dia menatap dirinya di cermin yang memantulkan kecantikan dirinya yang berbeda, semua pelayan yang melayaninya memandang Valerie penuh kekaguman.


"Sayang....." Ucap seseorang dengan suara yang terdengar menahan tangis.


Valerie membalikkan badannya dan tersenyum lebar pada laki-laki setengah baya itu, dengan perlahan Valerie menghampirinya dan memeluknya dengan erat.


"Ayah, kau tampan sekali hari ini." Puji Valerie yang juga menahan tangis, dia bisa merasakan apa yang di rasakan ayahnya saat ini.


"Ayah tahu, karena itulah kau juga terlihat begitu cantik." Senyumnya dengan menatap Valerie dan memegang kedua pipi nya dengan lembut.


"Terimakasih ayah." Balas Valerie dengan lembut.


"Apa kau bahagia nak?"


"Sangat." Angguk Valerie dengan penuh keyakinan.


"Syukurlah, mama mu pasti senang karena akhirnya keinginannya dapat terwujud." Ucap ayah Valerie dengan mengecup kening Valerie penuh kelembutan.


"Acaranya akan di mulai, paman ayo..." Ajak Gabriel yang datang dengan tampannya.


Valerie menatap Gabriel dan mendecak kagum, bagaimana bisa dia memiliki sepupu yang tampan seperti Gabriel namun sampai sekarang masih belum memiliki kekasih?


"Ada apa? kau terpesona padaku?" Tanya Gabriel dengan menatap Valerie.


"Ya, aku memang terpesona pada mu. Kau tampan sekali hari ini..." Jujur Valerie.


"Aku tahu." Bangga nya yang membuat Valerie menggelengkan kepalanya.


Gabriel berjalan mendekati Valerie dan memeluknya lembut, dapat Valerie rasakan usapan lembut di punggungnya. Setelah itu, Valerie juga mendapatkan ciuman di kedua pipinya.

__ADS_1


"Aku harap kau selalu bahagia, Valerie." Senyum Gabriel dengan mengelus rambut Valerie penuh kasih sayang.


"Terimakasih." Senyum Valerie dengan penuh haru.


"Ayo..." Ajak ayah Valerie.


Gabriel dan ayah Valerie langsung menggandeng Valerie menuju aula pernikahan, mereka nampak menjadi pusat perhatian. Terlebih sosok Gabriel yang membuat publik terheran-heran dengan hubungan mereka berdua.


Untuk Jackson sendiri, dia sudah berdiri di altar pernikahan dengan begitu gagahnya. Dia nampak menunggu kedatangan Valerie, banyak kilatan cahaya memenuhi ruangan tersebut untuk mengambil gambar Jackson sebanyak mungkin.


Hingga akhirnya, sang MC mulai memanggil pengantin wanita untuk memasuki aula pernikahan. Pintu besar berwarna putih itu mulai terbuka, hingga akhirnya terlihatlah sosok Valerie yang di apit oleh dua laki-laki.


Melihat itu, Jackson tanpa sadar mulai meneteskan air matanya. Dia amat sangat bahagia karena melihat Valerie yang tengah tersenyum padanya, Jackson mendongakkan kepalanya agar air matanya tidak terus keluar. Meskipun Jackson melihat sosok Gabriel disana, namun dia mengenyampingkan hal tersebut karena ini adalah hari bahagianya.


Hingga akhirnya, Valerie kini sudah berdiri di depan Jackson. Ayah Valerie tersenyum pada Jackson dan memeluknya lembut.


"Tolong jaga putriku, sebagaimana aku menjaganya selama ini. Tolong sayangi putriku, sebagaimana aku menjaganya selama ini. Tolong bahagiakan putriku, sebagaimana aku membahagiakan nya selama ini. Perlakukan dia dengan baik, dan jangan sampai kau memarahinya. Jika kau sudah tidak mencintainya lagi, antarkan kembali dia kekediaman kami dan katakan langsung padaku bahwa kau sudah tidak menginginkan nya lagi." Ucap ayah Valerie dengan tegas.


"Terimakasih." Senyum ayah Valerie dengan tulus.


Kini, giliran Gabriel yang melangkah mendekati Jackson dan menepuk pundaknya pelan.


"Aku harap kau bisa menepati janji untuk selalu membahagiakan Valerie, tolong buat dia selalu bahagia. Mungkin, aku tidak akan lagi melindunginya lagi karena sekarang dia sudah memiliki suami yang sempurna seperti dirimu." Ucap Gabriel dengan tulus, sorot matanya terlihat penuh kesedihan.


"Aku akan membuatnya selalu bahagia, kau jangan khawatir." Tegas Jackson pada Gabriel.


"Jika aku mendengar dan melihat kau menyakiti Valerie, jangan harap aku akan merestui hubungan kalian lagi. Valerie adalah sepupu kesayangan ku dan akan tetap seperti itu sampai kapanpun." Bisik Gabriel di telinga Jackson yang langsung terkejut.


Gabriel tersenyum kecil saat melihat Jackson yang terkejut, sepertinya Jackson memang tidak tahu hubungannya dengan Valerie apa.


Akhirnya, acara inti yang sangat di nanti nanti oleh semua orang tiba. Pendeta mulai melantukan kata-kata untuk mereka berdua, hingga akhirnya mereka mengucapkan kalimat sakral dalam pernikahan.

__ADS_1


"Saya mengambil engkau menjadi istri saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus." Ucap Jackson di hadapan Valerie dengan ekspresi yang serius dan yakin.


"Saya mengambil engkau menjadi suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus." Balas Valerie dengan tak kalah tegasnya.


Semua orang bertepuk tangan dan momen tersebut menjadi momen yang paling indah untuk pasangan baru ini, Jackson nampak terharu dan hendak memeluk Valerie namun langsung di halang oleh pendeta karena acara masih belum selesai. Setelah melantukan beberapa kata lagi, pak pendeta menyuruh mereka untuk berciuman.


Jackson menatap Valerie dan mereka mulai menyatukan bibir mereka, riuh tepuk tangan mulai memenuhi aula tersebut. Banyak kamera yang menyilaukan mata.


Dalam ciuman, Valerie bisa merasakan pipinya basah. Dia tahu bahwa Jackson tengah menangis bahagia, di lepas nya ciuman tersebut. Dan benar, Jackson tengah menundukkan kepalanya.


"Terimakasih." Ucap Valerie dengan tulus.


"Aku yang seharusnya berterimakasih padamu, terimakasih karena mau menerima ku." Lembut Jackson dengan mencium tangan Valerie.


Acara demi acara mulai terlaksana, banyak yang meminta foto bersama dengan mereka namun tidak sembarang orang yang bisa melakukannya.


Dari jauh, Valerie bisa melihat sosok Naomi yang terlihat tak senang dengan pernikahan mereka. Namun Valerie tak peduli, toh sekarang Jackson sudah menjadi suaminya.


"Ada apa?" Tanya Jackson dengan lembut.


"Tidak apa-apa, aku hanya merasa ada tatapan tajam yang sejak tadi memperhatikan ku." Balas Valerie dengan santai.


Jackson mengeryit heran sebelum akhirnya dia mencari sekeliling dan akhirnya paham, di usapnya dengan lembut rambut Valerie.


"Tidak apa-apa, jika dia melakukan sesuatu pada mu maka aku sendiri yang akan turun tangan." Ucap Jackson dengan serius.


"Aku tahu." Angguk Valerie.


"Malam ini kita tidur di hotel, besok baru kita berangkat."


Valerie hanya mengangguk, dia pikir acara pernikahan tidak membuatnya terlalu lelah tapi ternyata sangat melelahkan. Dia harus berdiri dengan high heels nya, hal itu sangat menjengkelkan.

__ADS_1


__ADS_2