Gelora nafsu sang MILYADER

Gelora nafsu sang MILYADER
Kapal pesiar


__ADS_3

Para pengawal dan pelayan langsung menundukkan kepalanya saat sosok Jackson dan Valerie tiba di sana, mereka nampak heran dengan Valerie yang berada di dalam gendongan Jackson. Namun, setelah melihat pakaian Jackson kusut, akhirnya mereka mengerti.


"Ini semua salahmu!" Kesal Valerie dengan membenamkan wajahnya di dada Jackson yang sedang menggendongnya menuju kapal pesiar yang nampak besar dan megah itu.


"Maafkan aku sayang, salahkan dirimu yang terlalu menggoda ini." Balas Jackson dengan mencium puncak kepala Valerie.


"Kau saja yang mudah tergoda!" Ketus Valerie yang justru malah semakin membuat Jackson terkekeh.


"Aku tergoda hanya padamu, semoga kedepannya kau semakin kuat menghadapi ku." Ucap Jackson dengan seringaian di wajahnya, hal itu sontak membuat Valerie merinding seketika.


Setelah sampai di kapal pesiar, Jackson mendudukkan Valerie di salah satu sofa panjang yang ada di atas. Mereka berada di atas karena keinginan Valerie yang sekarang sedang menatap indah ke arah laut.


"Ini benar-benar indah...." Kagum Valerie yang rambutnya nampak berkibar indah, bahkan sedikit bajunya mulai tersingkap hingga memperlihatkan pundaknya yang cantik dengan beberapa tanda disana.


"Aku akan kebawah sebentar, nikmati waktu mu." Ucap Jackson yang mencium pipi Valerie sebelum akhirnya pergi dari sana.


Melihat betapa besar dan luasnya kapal pesiar ini, membuat Valerie mendecak kagum pada ayah mertuanya yang memang benar menghadiahkan kapal pesiar tersebut untuk dirinya. Benar-benar luar biasa!!!


"Selamat sore nona, ini beberapa dessert dan es segar untuk menemani nona sore ini. Untuk makan beratnya akan sampai sedikit lama..." Ucap pelayan yang membawa banyak sekali cemilan, di belakangnya berjejer pelayan lainnya.


"Tidak apa-apa." Angguk Valerie.


"Terimakasih nona." Tunduk mereka setelah meletakkan cemilan tersebut di atas meja.


"Terimakasih kembali..." Senyum Valerie dengan tulus.


Melihat betapa banyaknya jenis makanan yang tersaji di atas meja, membuat Valerie kalap. Dia segera mencicipi satu persatu makanan tersebut yang memiliki jenis rasa yang berbeda-beda di setiap makanan nya.


"Ini segar...." Senang Valerie yang memakannya begitu lahap.


"Ini sedikit asam, tapi justru sangat enak!"


"Terlalu manis!"


"Hambar!"


"Pait!!!!"

__ADS_1


"Hhhh..... Aku ingin makanan yang asam dan segar." Keluh Valerie dengan menatap ke sekeliling, dia melihat sosok suaminya yang datang dengan begitu tampannya disana.


"Ada apa?" Tanya Jackson yang melihat Valerie terus menatapnya, Jackson melihat ke arah meja dan terkejut dengan semua hidangan yang menyisakan setengah dan itu hampir semuanya habis oleh Valerie.


"Aku ingin lagi dessert, tapi yang segar dan sedikit asam. Apa kau bisa memintanya pada pelayan?" Tanya Valerie dengan begitu antusias.


"Tidak! kau sudah cukup banyak memakan makanan ini, nanti saja besok." Tolak Jackson yang memilih duduk di samping Valerie.


"Kau! Kau jahat!!!" Kesal Valerie dengan bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja, Valerie berjalan dengan ekspresi yang buruk.


Jackson yang melihat itu nampak heran, ada apa dengan Valerie sekarang? kenapa semakin kekanak-kanakan? dan lagi, sejak kapan Valerie menyukai dessert tersebut? bukankah selama ini Valerie paling enggan banyak makan kue?


"Siapkan beberapa dessert yang segar dan sedikit asam, jangan terlalu lama." Ucap Jackson pada pelayan.


"Baik tuan." Angguk mereka.


Setelah mengatakan itu, Jackson langsung mencari sosok Valerie namun dia tidak menemukannya di mana-mana. Hingga akhirnya, Jackson melihat seorang wanita yang sedang berenang di kolam renang yang memperlihatkan keindahan laut tersebut yang mulai memancarkan cahaya sore yang begitu indah.


Sosok Valerie yang tengah berenang membuatnya terlihat seperti peri, terlihat cantik dan menggemaskan.


Jackson membuka kemejanya hingga yang tersisa hanyalah celana pendek di atas lutut, Jackson pun segera masuk kedalam air dan menyusul Valerie yang nampak menatapnya tak senang.


"Maaf, aku tidak bermaksud menolak mu. Aku hanya takut kesehatan mu terganggu..." Potong Jackson yang langsung memeluk Valerie dari belakang dan berkali-kali mencium pundak Valerie.


"Cih...." Ketus Valerie yang memilih untuk menatap ke arah laut, mataharinya mulai menghilang sehingga memperlihatkan langit yang begitu indah dan mengagumkan.


"....." Jackson hanya diam dengan terus memeluk Valerie dari belakang, sejak kapan Valerie mengganti pakaiannya menjadi dress putih selutut sehingga memperlihatkan **********.


Di angkatnya tubuh Valerie sehingga Valerie duduk di pinggiran kolam, Valerie hendak berontak namun Jackson sudah terlanjur merebahkan kepalanya di antara paha Valerie dan memeluk pinggangnya erat.


"Nona, ini pesanan anda." Ucap para pelayan dengan ekspresi yang malu-malu, bagaimana mungkin mereka tidak malu? mereka melihat punggung kekar dan menggoda milik Jackson. Tentu saja mereka memerah, namun mereka langsung pucat ketika Valerie menatap mereka tajam dan datar.


"Apa kau lihat lihat?" Tanya Valerie dengan ketus.


"T-tidak nona, maafkan kami..." Tunduk mereka dengan berkali-kali meminta maaf pada Valerie yang hanya memalingkan wajahnya kesal.


"Ada apa?" Heran Jackson.

__ADS_1


"Diam kau! apa kau sengaja memamerkan keindahan tubuh mu untuk di pertontonkan pada mereka semua?" Marah Valerie yang membuat Jackson terkejut, akhirnya Jackson melirik ke arah para pelayan yang terlihat ketakutan.


"Tidak, maafkan aku." Balas Jackson akhirnya, bagaimana bisa dia terus-menerus membuat Valerie kesal? seharusnya Jackson membuat Valerie senang agar malam ini menjadi malam yang berkesan sepanjang masa.


"Cih...." Kesal Valerie.


"Hmm.... Kosongkan semua orang yang berada di lantai atas, jangan datang sebelum kami memanggilnya." Tegas Jackson, sangat berbeda dengan dia yang tadi saat berbicara pada Valerie.


"B-baik tuan." Patuh mereka sebelum akhirnya benar-benar pergi dari sana.


"Sudah?" Tanya Jackson yang sudah berdiri di hadapan Valerie.


Valerie mendongakkan kepalanya untuk menatap Jackson, terlihat bentuk tubuh yang sempurna dan wajah yang luar biasa. Mata Valerie tak sengaja melihat ke arah selengkangan Jackson yang nampak mengembung besar.


"Kau?" Kaget Valerie hingga hanya di balas cengiran oleh Jackson.


"Kau benar-benar Jack...." Gugup Valerie dan hendak pergi dari sana, namun hal itu sudah terlanjur karena Jackson malah menggendongnya dan membawanya pergi ke lantai atas.


"Aku sudah mengatakannya berkali-kali, tubuhku akan terus seperti ini terhadap mu." Jujur Jackson yang mencium berkali-kali bibir Valerie.


"Kau sangat mengerikan Jack!" Takut Valerie, tubuhnya yang kecil apakah mampu menampung semua hasrat Jackson setiap harinya?


"Tidak apa-apa, kau juga menyukainya kan?" Santai Jackson yang membuat Valerie bungkam, itu memang benar bahwa dia sangat menyukai sentuhan Jackson yang kini malah membawanya kedalam kamar.


Kamar tersebut terlihat, aneh! terdapat banyak sekali mawar merah bertebaran di mana-mana, bahkan aroma di kamar tersebut sangat menyengat. Hal itu membuat Valerie pusing, ruangan tersebut benar-benar mirip seperti ruangan persembahan.


"Kau yang mengatur semua ini?" Tanya Valerie pada Jackson yang terlihat diam.


"Jack?" Heran Valerie, biasanya Jackson akan menjawabnya.


"Jackson, jangan membuatku takut." Panggil Valerie lagi.


Hingga akhirnya, Valerie berjalan mendekati Jackson yang hanya diam dengan menundukkan kepalanya, di tatapnya wajah Jackson yang semula menunduk kini malah menatap ke arahnya dengan wajah yang begitu merah dan kedua alis yang mengerut tajam.


Sorot matanya nampak berbeda, sekarang Jackson terlihat ganas dan menyeramkan.


"A-apa yang terjadi?" Takut Valerie.

__ADS_1


"V-valerie.... Seseorang sudah membakar dupa untuk meningkatkan gairah laki-laki, aku... Aku tidak bisa menahannya." Jujur Jackson dengan mengepalkan kedua tangannya erat.


Mendengar hal itu, membuat Valerie shock. Bagaimana ini? apa malam ini dia akan di habisi Jackson?


__ADS_2