Gelora nafsu sang MILYADER

Gelora nafsu sang MILYADER
Bersantai


__ADS_3

Berita kehamilan Valerie kini sudah sampai ke telinga sang ayah yang nampak terkejut sekaligus senang, bukankah dugaannya benar bahwa Valerie dan Jackson sudah berhubungan lebih sebelum janji pernikahan mereka terucap?


Untuk kedua orang tua Jackson sendiri mereka tidak peduli sejak kapan Valerie dan Jackson berhubungan yang jelas mereka sangat bahagia sekarang, terlebih nyonya Bryon yang benar-benar senang dengan kabar tersebut.


••••


Valerie berdiri di pinggir kapal pesiar yang menikmati waktu bersantai di sana, dia baru saja terlepas dari Jackson yang begitu over protective padanya. Bahkan, dia membawa ponsel saja tidak di perbolehkan karena takut bayi dalam kandungannya terluka, bukankah hal itu terlalu berlebihan?


"Sayang, apa yang kau lakukan disini? kenapa kau tidak membangunkan aku?" Tanya Jackson yang datang dengan memeluk Valerie dari belakang, sebelum akhirnya Jackson mengecup pipi Valerie dengan lembut dan mesra.


"Aku tidak bisa membangunkan mu yang sedang tertidur pulas, apakah pekerjaan kantor sangat banyak?" Tanya Valerie karena mulai sekarang perusahaannya juga berada di bawah kendalinya.


"Tidak, buktinya aku masih bisa bersantai sekarang?" Santai Jackson.


"Itu, bukankah Noah dan Roger belum keluar kamar sejak kita datang kemari? aku dengar, banyak pekerjaan menghampiri mereka." Celetuk Valerie yang membuat Jackson menggaruk tengkuknya.


"Jangan terlalu membebani mereka Jack, aku bisa mengerjakan pekerjaan ku. Jika aku keteteran, aku akan meminta bantuan mu segera. Jika begini terus, kasihan mereka." Ucap Valerie dengan menatap sang suami yang hanya memakai celana pendek tanpa baju sehingga tubuh bagian atasnya terekspos jelas dan itu sangatlah menggairahkan.


"Tidak apa-apa, untuk sementara waktu biar aku yang menghandle semuanya. Kau sebaiknya jangan terlalu lelah...." Ucap Jackson dengan mencium tangan Valerie.


Valerie menatap Jackson yang nampak tampan karena tersorot cahaya bulan dan lampu di kapal pesiar ini, Jackson terlihat semakin hot dan menggairahkan.


Dengan perlahan, Valerie memeluk leher Jackson dan melingkarkan kedua tangannya di leher Jackson. Hal itu membuat Jackson terdiam, dia tidak tahu apa yang sedang Valerie pikirkan mengenai dirinya sekarang.


Setelah melingkarkan tangannya, Valerie tersenyum menatap Jackson.


"Menunduk sedikit." Ucap Valerie.


"....." Jackson tidak banyak bicara, dia segera menundukkan kepalanya hingga wajahnya bisa sejajar dengan wajah Valerie.


Melihat Jackson yang nampak polos, Valerie tersenyum. Setelah itu, Valerie mengecupi seluruh wajah Jackson dan berakhir di bibirnya.


Hal itu membuat Jackson menggeram karena Valerie sudah membangunkan miliknya, hingga akhirnya Jackson mendudukkan dirinya di kursi panjang yang ada disana dan duduk dengan memangku Valerie.

__ADS_1


Jackson ingin melihat sejauh mana Valerie menyentuhnya, dia tidak akan memaksa Valerie lagi karena takut dengan kejadian kemarin.


"Hhhh...." Valerie melepaskan ciuman tersebut dan menatap wajah Jackson yang memerah tampan.


"Jack..." Bisik Valerie ditelinga Jackson.


Hembusan nafas Valerie di telinga Jackson membuat Jackson kembali menggeram, dia memegang pinggang Valerie dengan gemas dan dengan sengaja Jackson menggigit pelan pundak Valerie yang terbuka.


"Tubuh mu sangat seksi Jack, aku sangat menyukainya...." Jujur Valerie yang memegang dada Jackson.


"Badan ini milikmu sayang...." Lembut Jackson.


"Aku tahu."


Valerie mendorong tubuh Jackson hingga telentang dengan bersandar pada kursi panjang yang empuk, setelah itu Valerie duduk di atas tubuh Jackson dengan menduduki pusaka miliknya. Hal itu membuat Jackson memejamkan matanya dengan gigi yang mengatup keras. Kedua tangannya terkepal kuat, apakah efeknya sebesar itu? heran Valerie.


Hingga akhirnya, Valerie menyentuh dada Jackson kembali dan mulai menciumi wajah Jackson dan berhenti di leher Jackson.


Valerie membuat beberapa tanda disana, aroma tubuh Jackson membuat Valerie mabuk. Terlebih otot-otot nya yang menonjol terasa begitu jelas, namun hal itu lah yang membuat Jackson semakin menggairahkan.


"....." Valerie semakin menjadi-jadi, sepertinya Valerie sudah mulai tahu caranya main-main dengan laki-laki.


Seperti sekarang contohnya, setelah membuat Jackson berada di atas, tanpa rasa tahu malu Valerie menghentikan kegiatannya dan duduk di kursi yang satunya lagi dengan tangan yang memegang jus buah.


Valerie menatap Jackson polos dengan salah satu tangan yang mengelus perut datarnya, seakan-akan Valerie sedang menonton sesuatu.


"Kenapa berhenti?" Tanya Jackson prustasi, rambutnya sudah berantakan, nafasnya terdengar memburu, wajah memerah dan tubuh yang pasrah.


"Aku sudah tidak bernafsu." Santai Valerie.


Sakit tapi tidak berdarah, itulah yang Jackson rasakan sekarang. Jika saja Valerie tidak hamil mungkin dia akan membawa dan menghajarnya sekarang dan tidak akan memberinya ampun.


"....."

__ADS_1


"Ahhh tidak, kau berenang dulu dan basahi tubuhmu. Jika kau terlihat seksi, maka aku akan melanjutkan yang tadi." Ucap Valerie.


"...." Jackson terdiam, namun dia tetap menurut dan segera berjalan mendekati kolam renang.


Jackson langsung berenang dan kembali muncul di permukaan dengan celana pendeknya yang terlihat menyembul besar di balik selengkangan nya, dan itu terlihat sangat besar.


Valerie yang sudah mengetahui seberapa besar nya milik Jackson hanya bisa berdehem dengan pipi yang memanas, bagaimana pun juga benda itulah yang sudah membuatnya puas hingga langsung manjur di perutnya.


Jackson berjalan mendekati Valerie kembali, tubuhnya yang basah dengan banyaknya tanda kemerahan di tubuhnya membuat penampilan Jackson semakin tampan.


Terlebih rambut basahnya, hal itu membuat Valerie tak tahan untuk tidak menyentuhnya. Dengan perlahan, Valerie mendekati Jackson kembali dan memeluknya hangat.


"Ada apa? apa kau kembali tergoda hmm?" Tanya Jackson.


"Hmm, tubuhmu sangat hangat dan besar. Aku menyukainya...." Jujur Valerie yang semakin mendusel dusel di dada Jackson, hal itu membuat Jackson terkekeh kegelian.


"Sudahlah, ini sudah larut. Sebaiknya kita tidur, besok kita habiskan waktu berdua dengan bersenang-senang lagi karena lusa akan ada banyak orang di kapal pesiar ini." Jelas Jackson.


"Aku tahu, karena itulah aku ingin menghabiskan malam ini disini denganmu." Senyum Valerie dengan menatap ke arah Jackson yang tingginya luar biasa.


"Kau ini....." Gemas Jackson yang mencubit hidung Valerie.



Akhirnya, Jackson menggendong tubuh Valerie dan membawanya untuk berkeliling di sana. Dia tahu, untuk sekarang tidak di anjurkan berhubungan badan dengan Valerie karena itu akan membahayakan anak mereka.


Jadi, untuk sementara Jackson akan menahannya demi kesehatan Valerie dan keselamatan bayi mereka yang mungkin belum terlihat dan masih dalam proses pembentukan.


"Kau tidak pegal?" Tanya Valerie yang berada di punggung Jackson.


"Tidak, kenapa?" Heran Jackson.


"Tidak apa-apa, aku takut kau lelah." Lembut Valerie dengan mengelus pelipis Jackson yang terlihat basah dan berkeringat.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Apakah ada sesuatu yang mau kau makan? apa kau lapar?"


"Jack, kau sudah ribuan kali menanyakan itu. Aku juga akan bilang jika aku lapar....."


__ADS_2