Gelora nafsu sang MILYADER

Gelora nafsu sang MILYADER
Debat


__ADS_3

Jackson yang melihat Valerie tertidur segera menyelesaikan kegiatannya, setelah melihat hasil foto-fotonya dan memilihnya Jackson langsung mengangkat tubuh Valerie dan membawanya pergi dari butik tersebut.


Para pelayan yang melihat itu nampak gemas pada pasangan luar biasa yang baru-baru ini masih hangat di perbincangkan oleh publik, nampaknya berita mengenai keromantisan mereka berdua memang benar adanya. Takutnya ada rekayasa di balik kamera, namun setelah melihatnya secara langsung akhirnya mereka jadi tahu bahwa kedekatan mereka memang benar adanya.


"Sepertinya, hubungan mereka berdua memang benar adanya. Kabar mengenai tuan Jackson yang sudah sembuh, apakah benar juga?" Heran para pelayan butik tadi.


"Tidak, penyakit tuan Jackson masih belum sembuh. Dia nampak enggan berdekatan dengan wanita, aku pikir itu karena nona Valerie yang sangat cemburuan namun ternyata salah. Hanya nona Valerie lah yang bisa dekat dengan tuan Jackson secara leluasa."


"Astaga, manis sekali. Aku ingin laki-laki seperti tuan Jackson, hanya berdekatan dengan ku saja."


"Jika kau ingin laki-laki seperti tuan Jackson maka kau juga harus secantik nona Valerie."


"Maksud mu, aku tidak cantik?" Kesal salah satu pelayan itu.


"Bukan tidak, tapi sangat jauh berbeda dengan nona Valerie. Jadi, berhentilah bermimpi untuk mendapatkan laki-laki seperti tuan Jackson!"


"......"


"......"


Mereka semua hanya diam tidak menanggapi ucapan atasan mereka yang baru saja datang dengan begitu angkuhnya, mereka hanya menundukkan kepalanya sebelum benar-benar pergi untuk menyelesaikan pekerjaannya masing-masing.


•••••


Di dalam mobil, Jackson terus menerus menepuk-nepuk pundak Valerie yang masih tertidur di atas pahanya. Sepertinya Valerie benar-benar lelah atas kegiatan mereka tadi pagi yang sudah menguras semua tenaganya.


"Tuan, untuk cincin dan tempat honeymoon kalian. Apakah sudah mendapatkannya?" Tanya Roger yang sedang menyetir mobil.


"Untuk cincin sudah, namun untuk honeymoon masih belum ditentukan. Aku masih belum bertanya pada Valerie..." Balas Jackson yang sesekali menyentuh bibir Valerie yang terbuka sedikit, dan itu nampak lucu di lihatnya.


"Baiklah, jika sudah di tentukan segera beritahu saya agar segera saya kerjakan." Ucap Roger dengan serius.


"Hmm..."


Mobil yang mereka tumpangi terus berjalan membelah kota yang padat penduduk itu, hingga akhirnya mobil tersebut berhenti di sebuah mansion yang besar dengan papan nama di depannya yang terbuat dari marmer mahal yang bertuliskan, THE BRIONS FAMILY.


Para pelayan yang melihat mobil Jackson segera berjejer rapih, ini merupakan sesuatu yang selalu mereka tunggu-tunggu karena mereka sudah lama tidak melihat sosoknya yang begitu tampan.

__ADS_1


"Selamat datang kembali tuan." Tunduk mereka dengan begitu antusias.


Jackson hanya diam dan kembali menggendong tubuh Valerie yang masih saja lelap, bahkan Valerie dengan tak sadar justru malah merangkul leher Jackson dan kembali tertidur pulas.


Mereka yang melihat itu segera menunduk, karena itu bukanlah hal yang sopan untuk mereka lihat.


Nyonya Bryon dan Tuan Bryon hanya diam saat melihat Valerie yang tertidur di gendongan Jackson, terlebih Jackson tidak menyapa keberadaan mereka dan memilih untuk masuk kedalam kamarnya yang luas.


Di tidurkan nya Valerie di atas ranjang sebelum akhirnya Jackson memilih untuk pergi kedalam kamar mandi.


•••••


"Jackson, bagaimana dengan bulan madu mu?" Tanya nyonya Bryon dengan melirik anak tunggalnya yang sedang duduk di sofa yang tak jauh dari sana.


"Aku terserah Valerie ma." Balas Jackson dengan santai.


"Aku dengar dari ayahnya Valerie, Valerie sangat menyukai laut. Bagaimana jika kau membawanya ke kapal pesiar saja?" Tanya Tuan Bryon.


"Kapal pesiar? sepertinya itu bukan ide yang buruk, aku akan menanyakannya pada Valerie dulu." Angguk Jackson yang hendak bangkit dari tempat duduknya.


"Tidak usah, aku setuju apa yang di katakan papa." Ucap Valerie yang baru saja datang dengan dress putih selutut hingga membuatnya terlihat begitu cantik dan mempesona.


"Satu minggu, sepertinya itu sudah cukup." Ucap Jackson dengan melingkarkan tangannya di pinggang Valerie yang duduk di sampingnya.


"Bagaimana Valerie?" Tanya Tuan Bryon.


"Aku setuju papa, tapi apakah boleh di hari terakhir nya kami mengundang orang-orang kantor Jackson?" Minta Valerie yang membuat Jackson terkejut, bagaimana bisa di waktu honeymoon nya di ganggu.


"Itu, bisa saja." Angguk Tuan Bryon.


"Terimakasih papa." Senyum Valerie yang terlihat tulus.


"Sama-sama sayang, kalau begitu papa akan menyewa kapal pesiar dulu untuk kamu. Ahh tidak, papa akan membelinya untuk mu." Ucapnya yang begitu antusias.


Valerie yang mendengar itu begitu terkejut, bagaimana bisa membelinya? bukankah itu terlalu berlebihan.


"Pa, tidak usah. Aku...." Panik Valerie.

__ADS_1


Tapi tuan Bryon sudah pergi lebih dulu, melihat hal itu Valerie melirik Jackson yang hanya terdiam dengan santai. Begitu pun dengan nyonya Bryon yang terlihat biasa saja.


"Sayang, mengenai hari pernikahan mu nanti, bisakah kau mempercepat masa kehamilan mu?" Tanya nyonya Bryon yang menatap Valerie penuh suka cita.


"Itu, baik mah." Angguk Valerie yang mau tidak mau hanya bisa menurut, Jackson yang mendengar itu hanya tersenyum kecil dengan tangan yang memegang lembut pinggang Valerie.


"Astaga, mama sudah tidak sabar menantikannya." Senangnya yang langsung pergi dari sana.


Hingga akhirnya hanya Valerie dan Jackson saja yang terlihat di ruang keluarga tersebut, mereka saling diam sebelum akhirnya Jackson mencium pundak Valerie dan menggigitnya lembut hingga membuat sang empunya terkejut.


"Jack!!" Kesal Valerie namun Jackson hanya terkekeh lucu.


"Kau sangat manis sayang, ayo..." Ajak Jackson.


"Kemana? ini sudah malam Jack...." Heran Valerie.


"Kau tidak mau melihat dekorasi pernikahan kita?" Tanya Jackson.


"Tidak, nanti saja. Aku percaya bahwa kau sudah menyiapkannya sebaik mungkin, aku ingin mengurus pekerjaan ku yang menumpuk. Bisakah kau mengantarkan aku kembali ke apartemen?" Tanya Valerie.


"Baiklah, ayo..." Ajak Jackson yang nampak tidak masalah.


"Aku izin dulu ke mama dan papa mu..." Ucap Valerie dengan berlari kecil menuju ruangan Tuan Bryon yang sebelumnya sudah di susul oleh nyonya Bryon.


Sesampainya disana, Valerie di buat diam dan terkejut saat mendengar nama seseorang yang ia kenali.


"Tapi pah, Naomi sudah mama anggap seperti anak sendiri. Bagaimana bisa dia memiliki niat seperti itu pada Jackson?" Tanya nyonya Bryon.


"Cukup mah, anak kita sudah mau menikah. Dan berhentilah untuk mengatakan anak sendiri, karena bagaimana pun juga Jackson sudah mau menikah."


"Aku mengerti pah, tapi kasian Naomi. Dia ingin tinggal disini..."


"Kau mau hubungan Jackson hancur dengan Valerie hanya gara-gara wanita itu?"


"T-tidak pah, mama hanya ingin yang terbaik untuk Naomi. Mama harap, papa...."


"Hentikan mah, dia sudah papa masukan kedalam kantor saja itu sudah lebih dari cukup! mama tidak tahu masalah apa saja yang sudah dia timbulkan akibat ulahnya sendiri?" Kesal tuan Bryon.

__ADS_1


Ucapan mereka yang dapat Valerie simpulkan adalah, Naomi ingin tinggal di kediaman utama keluarga Bryon. Sangat memalukan!!


__ADS_2