
Di tengah-tengah kegiatan mereka yang membara, Valerie mengerang kesakitan lantaran perutnya tiba-tiba saja sakit seperti keram. Hal itu sangat menyakitkan bagi dirinya, hal itu membuat Jackson terheran-heran dan segera menatap sang istri yang terlihat memegang perutnya dan air mata yang sudah mengalir.
"Sayang? ada apa? apa aku terlalu keras? maafkan aku...." Panik Jackson, namun Valerie tetap saja merintih kesakitan. Hal itu membuat Jackson panik dan cemas, dengan cepat dia memakai handuk kimono nya dan menyelimuti tubuh Valerie sebelum akhirnya dia bergegas pergi dari sana untuk memanggil dokter.
Para dokter yang sedang istirahat di buat terkejut dengan panggilan darurat, mereka langsung bergegas menuju kamar Jackson. Para dokter yang diizinkan masuk hanya dokter wanita saja, para dokter laki-laki tidak di perbolehkan oleh Jackson.
"Apa yang terjadi?" Cemas Jackson dengan ekspresi yang sangat panik karena Valerie sudah tak sadarkan diri setelah di beri obat oleh dokter melalui infus.
"Tuan, saya harus masih belum berpengalaman mengenai hal ini. Tapi, apakah boleh dokter Yoga masuk? sepertinya dia yang lebih tahu mengenai hal ini." Jelas dokter wanita itu dengan tampang yang meyakinkan.
"......... Panggil dia." Tegas Jackson, meskipun enggan laki-laki masuk kedalam kamarnya namun saat ini kondisinya sedang buruk. Dia tidak ingin terjadi sesuatu pada istrinya.
"Permisi tuan." Ucap dokternya Yoga dengan memeriksa Valerie.
"Ada apa?" Heran Jackson karena dokter Yoga malah menatapnya.
"Itu, saya harus memeriksa perut nona secara langsung. Apakah tuan mengizinkannya?" Tanya dokter yoga dengan serius.
Jackson nampak enggan, karena bagaimanapun dokternya Yoga masih muda dan bisa di katakan tampan juga. Namun, lagi-lagi Jackson tak ingin ambil resiko mengenai Valerie.
"Oke, tapi kau harus balik badan dulu. Aku akan memakai kan baju pada Valerie." Ucap Jackson dengan tegas.
"Baik tuan."
Para dokter mulai membalikkan tubuhnya, saat itu juga Jackson langsung memakaikan tangtop pada Valerie agar tidak terlalu terlihat tubuhnya.
Setelah itu, dokter Yoga mulai memeriksa tubuh Valerie dengan terus di tatap tajam oleh Jackson saat dokternya Yoga mulai memeriksa perut Valerie.
"Bagaimana? apa yang terjadi pada Valerie?" Tanya Jackson setelah dokter Yoga selesai memeriksa kondisi Valerie dan melepas sarung tangan nya juga.
"Tuan, ini hal yang buruk. Tapi, untungnya tuan segera berhenti melakukannya...." Ucap dokternya Yoga dengan serius.
"Apa maksudmu?" Heran Yoga.
"Nona Valerie tengah mengandung, kondisi kehamilannya masih rentan keguguran. Hal yang anda lakukan tadi membuat perut nona Valerie keram dan itu sangatlah berbahaya, jika saja tuan terus melanjutkannya maka nona Valerie akan keguguran." Jelas dokternya Yoga yang membuat Jackson terdiam membisu.
__ADS_1
Dia masih mencerna apa yang dokter itu katakan, hamil? keguguran?
"Saya sudah menambahkan vitamin pada nona Valerie, dan untuk kedepannya. Harap di kontrol saat berhubungan intim, ini semua demi keamanan janin anda juga." Jelas dokter Yoga dengan menundukkan kepalanya.
Setelah kepergian para dokter itu, Jackson terduduk lemas.
"Apakah, aku baru saja membahayakan calon anakku sendiri? anak? aku jadi papa?" Ucapnya seperti orang bodoh.
Jackson tertawa kecil sebelum akhirnya menangis haru,dia merasa aneh dengan hatinya sekarang. Dia merasa sedih, senang, bahagia, dan terharu sekaligus.
Di pegang nya tangan Valerie, dan di cium nya berkali-kali perut Valerie sebelum akhirnya Jackson memeluk Valerie penuh kelembutan.
"Terimakasih, dan maaf sudah membahayakan kalian berdua." Sesal Jackson, dia tidak tahu jika di perut Valerie sudah ada makhluk kecil yang bersarang disana. Jika dia tahu, mungkin dia tidak akan sekeras tadi pada Valerie.
•••••
Pagi hari, Valerie merasa seluruh tubuhnya sakit. Dia mulai mengerjapkan matanya dan melihat sekeliling, namun hal yang membuat Valerie terkejut adalah infusan yang menempel di tangannya.
Hingga akhirnya Valerie tersadar bahwa semalam dia begitu kesakitan pada perutnya.
"Kau sudah bangun?" Ucap Jackson yang baru datang dengan troli makanan di tangannya.
"Hmm ya..." Angguk Valerie.
Jackson tersenyum dan berjalan ke arah Valerie, di kecup nya kening Valerie lalu pindah ke perut Valerie dan tak lupa Jackson juga mengecup nya.
"Selamat pagi anak papa." Senang Jackson.
Hal itu membuat Valerie terkejut, dia menatap Jackson penuh keanehan. Apakah Jackson berubah menjadi gila setelah malam tadi tidak seindah yang di bayangkan nya?
"Kau, gila?" Celetuk Valerie karena Jackson hanya diam dengan terus senyum-senyum seperti orang gila.
"Ahh tidak, tapi aku sangat bahagia melebihi apapun sekarang." Jujurnya dengan senyum lebar yang membuat matanya menyipit.
"....." Valerie hanya diam karena dia tidak tahu apa yang membuat Jackson begitu bahagia sekarang.
__ADS_1
"Sayang, maafkan aku karena sudah menyiksa mu semalam. Ahh tidak, itu bukan menyiksa tapi memberi mu kenikmatan yang terlalu berlebihan. Sehingga membuat anak kita dalam bahaya, maafkan aku. Lain kali, aku akan melakukannya dengan perlahan-lahan." Lembut Jackson.
"Anak? kau bicara apa sih Jack? aku tidak mengerti, sungguh." Heran Valerie.
"Kau hamil, dan usianya masih kecil." Jujur Jackson yang membuat Valerie terdiam dengan mata yang membulat besar.
"Semalam aku terlalu bersemangat sehingga membuat kau kesakitan, maafkan aku." Tulus Jackson yang menciumi tangan Valerie penuh perasaan tulus.
"Aku, hamil?" Tanya Valerie setelah kesadarannya kembali.
"Iya..." Angguk Jackson dengan yakin.
"Pantas saja, aku merasa ada yang beda dengan perutku." Jujur Valerie dengan mengelus perutnya yang masih datar.
"Terimakasih." Lembut Jackson dengan mengusap matanya yang nampak berair, akhirnya Valerie tahu dan mengerti tentang apa yang membuat Jackson bahagia dan terharu.
Di rangkul nya tubuh Jackson sehingga Jackson dapat memeluk Valerie, saat itu juga Valerie bisa merasakan tubuh Jackson yang bergetar karena menangis.
Sosok laki-laki yang terlihat kejam, dingin dan tidak berperasaan sepertinya ternyata bisa selemah ini. Valerie sungguh tak menyangka bahwa Jackson memiliki hati yang lembut dan hangat.
"Bagaimana ini bisa terjadi? maksudku, bukankah kita belum lama melakukannya?" Heran Valerie.
"Menurut dokter, sewaktu kita melakukannya kau dalam keadaan subur sehingga hal itu semakin cepat terjadi." Jelas Jackson.
"Aku paham." Angguk Valerie dengan tangan yang masih memegang perutnya, dia masih tidak percaya dengan apa yang ia rasakan sekarang.
"Aku mohon, jaga anak kita. Jangan sampai dia kenapa-kenapa...." Pinta Jackson.
"Tentu saja." Angguk Valerie dengan tersenyum lebar.
"Aku mencintaimu Valerie....." Ucap Jackson yang membuat Valerie terkejut, dia terdiam karena ini pertama kalinya Jackson mengatakan hal tersebut.
"......Aku juga, mencintaimu Jackson." Balas Valerie akhirnya, hal itu membuat Jackson terkekeh kecil.
"Ayo makan, setelah makan akan ada pemeriksaan untuk mu. Semalam aku memanggil dokter kandungan terbaik di dunia ini untuk memeriksa kesehatan mu, sepertinya mereka sudah sampai sekarang."
__ADS_1