Gelora nafsu sang MILYADER

Gelora nafsu sang MILYADER
Foto prewedding


__ADS_3

Di hadapan Valerie banyak sekali gaun pengantin yang memiliki harga tinggi dan itupun gaun dari berbagai negara, Valerie nampak bingung dengan model gaun apa yang akan ia kenakan nanti.


"Selamat datang nyonya." Sapa para pelayan butik itu dengan menundukkan kepalanya saat melihat wanita setengah baya yang datang dengan banyaknya pengawal di sana.


Valerie terkejut dan segera tersenyum sebelum akhirnya mereka berpelukan, ini pertama kalinya setelah sekian lama Valerie tidak bertemu dengan ibu Jackson.


"Mama, apa kabar?" Sapa Valerie dengan tersenyum lebar.


"Kabar baik sayang, bagaimana kabar mu? kau semakin cantik." Pujinya dengan membawa Valerie duduk di salah satu sofa yang ada disana.


"Aku baik ma, di mana papa?" Tanya Valerie sambil celingak-celinguk.


"Papa sedang ada rapat bersama ayah mu, bagaimana dengan gaunnya? apa kau sudah menemukan gaun yang sesuai dengan keinginan mu?" Tanyanya dengan melihat lihat banyaknya gaun yang berjejer rapih disana.


"Itu, aku tidak tahu ma. Semuanya nampak indah...." Jujur Valerie dengan menggaruk tengkuknya.


"Kau coba saya semuanya, biar mama yang melihatnya." Ucapnya dengan begitu antusias.


"Ahh? semua?" Kaget Valerie, dia sudah membayangkan betapa lelahnya mencoba semua gaun itu.


"Cepatlah...."


Mau tidak mau Valerie segera beranjak dari sana dengan di pandu oleh banyaknya pelayan yang akan membantu Valerie memakai gaun, namun saat Valerie membuka pakaiannya para pelayan di buat terkejut dan malu seketika, Valerie yang masih belum sadar hanya bisa diam dengan aneh.


"Ada apa?" Heran Valerie namun mereka malah membawanya ke depan cermin besar, ralat. Ruangan tersebut memang terbuat dari kaca semuanya sehingga Valerie bisa melihat tubuhnya yang polos kini banyak sekali tanda yang jumlahnya tidak sedikit.


Wajah Valerie berubah pias seketika, bagaimana bisa dia lupa? apa yang akan ia lakukan sekarang?


"Itu nona, kami akan membantu anda untuk menutupi bekas tersebut. Permisi...." Sopan mereka dengan segera mengambil alat rias untuk menutupi bekas tersebut yang Valerie rasa itu terlihat sangat banyak.

__ADS_1


Tidak hanya di leher, namun di punggung, perut, paha, kaki, tangan, dan dadanya. Bukankah Jackson sangat keterlaluan?


Untuk Jackson sendiri dia tidak peduli dengan para pelayan laki-laki yang tengah membantunya untuk bersiap, dia tidak malu dengan apa yang ada di leher maupun dada nya. Itu semua bukti tanda cinta Valerie padanya, jadi dia tidak malu mengenai hal itu.


Kembali ke Valerie, dia melangkahkan kakinya untuk menemui ibu mertuanya itu yang nampak menatapnya dengan tatapan yang penuh kekaguman.


"Ini sangat cantik, baiklah mama sud....."


"Tidak!! itu terlalu terbuka! ganti...." Potong Jackson yang datang dengan ekspresi tak sukanya karena tubuh Valerie hampir terekspos karena model gaun tersebut sangat seksi namun memiliki kesan yang elegan dan anggun.


"Tapi...." Ucap Valerie karena sebenarnya dia juga suka model gaun tersebut, Valerie melirik sang ibu yang hanya menggelengkan kepalanya saja karena dia juga tidak bisa melawan kehendak Jackson yang terlihat begitu cemburu.


Melihat tatapan Jackson yang nampak marah membuat Valerie mau tidak mau menurutinya, dia kembali ke ruang ganti untuk mencoba gaun yang lainnya.


Saat berada di dalam ruang ganti, Valerie akhirnya memilih gaun yang terlihat manis dengan belakang yang menjuntai begitu panjang, bagian atas yang terbuka namun di kedua pundaknya terdapat kain yang begitu tipis, bagian pinggang nya yang tertutup namun memperlihatkan punggungnya yang indah, bagian paha yang tertutup sebelah membuatnya terlihat begitu cantik. Terlebih, rambut panjangnya di hias secantik mungkin.


"Nona, anda sangat cantik sekali. Tuan dan nyonya pasti menyukainya..." Kagum para pelayan yang membuat Valerie hanya tersenyum kecil, dia sendiri mengakui bahwa dirinya memang cantik hahah.


"Bagaimana?" Tanya Valerie pada Jackson yang terlihat diam.


"Hmm, sangat luar biasa." Ucap Jackson dengan mendekati Valerie dan tanpa sadar dia malah memeluk pinggang Valerie dihadapan mereka semua, tidak hanya itu bahkan Jackson juga sudah memajukan wajahnya namun segera di halang oleh Valerie.


"Apa yang kau lakukan?" Malu Valerie karena menjadi bahan tontonan mereka semua, apalagi disana ada ibu mertuanya yang terlihat begitu senang.


"Tidak apa-apa, kalian lanjutkan saja. Untuk acara foto prewedding nya nanti saja, mama akan memesan kamar hotel sekarang juga." Ucap nyonya Bryon dengan cepat.


"Ehhh tidak ma, kami akan menyelesaikan foto dulu." Tolak Valerie yang sudah tidak bisa mengontrol rasa malunya itu.


"Tidak apa-apa, mama ingin segera memiliki cucu." Senyumnya.

__ADS_1


"Jack! ayolahhhh....." Pinta Valerie pada Jackson yang hanya diam seperti orang bodoh.


"Mah, apa yang Valerie katakan itu benar. Kami akan melakukan sesi foto terlebih dahulu." Ucap Jackson dengan tegas.


"....... Baiklah, tapi jangan lupa buatkan mama cucu secepatnya ya." Ucap nyonya Bryon yang terdengar begitu enteng.


"Hm." Dehem Jackson.


"Kalau begitu mama pergi dulu, kalian lanjutkan saja acaranya. Mama akan melihat hasilnya nanti, sampai jumpa sayang. Jangan lupa, malam ini kalian harus menginap di mansion! Tidak ada alasan apapun pokoknya..." Nyonya Bryon mencium kedua pipi Valerie sebelum akhirnya pergi dari sana dengan terus bersenandung gembira.


"Maaf, mama ku memang seperti itu." Ucap Jackson dengan melirik Valerie.


"Tidak apa-apa, aku mengerti." Balas Valerie dengan terus menatap kepergian nyonya Bryon.


Jackson yang melihat tatapan Valerie langsung merangkulnya dari samping sebelum akhirnya mencium puncak kepala Valerie dengan lembut.


"Tenang saja, mulai sekarang mamaku adalah mama mu juga. Kau bisa bebas berdekatan dengannya..." Ucap Jackson yang nampaknya mengerti apa yang Valerie pikirkan sekarang, Valerie terlihat begitu merindukan ibunya.


"Terimakasih." Senyum Valerie dengan begitu cantiknya.


"Sama-sama sayang." Balas Jackson.


Mereka segera melakukan sesi foto disana, tidak hanya di ruangan namun mereka juga melakukannya di taman yang ada di tempat tersebut, bahkan air terjun buatan pun ada di sana. Itu memudahkan mereka agar tidak terlalu berpergian jauh.


Foto mereka terlihat begitu sempurna, bahkan fotografer nya pun tidak kesulitan untuk mengambil momen mereka yang sudah bagus tanpa harus di tuntun.


"Aku lelah." Keluh Valerie setelah selesai melakukan foto prewedding nya, dia bersandar pada Jackson yang baru saja selesai berganti pakaian. Begitu pun dengan Valerie yang sudah memakai baju sebelumnya.


"Istirahat lah, aku akan menunggu hasil fotonya sebentar." Ucap Jackson dengan merebahkan kepala Valerie di pahanya.

__ADS_1


"Hm..." Angguk Valerie yang mulai memejamkan matanya, dia benar-benar lelah sekarang.


Jangan lupa like dan komen nya yaa


__ADS_2