
Masih di acara pernikahan Valerie dan Jackson, terlihat sosok wanita dan dua orang laki-laki tengah berbincang serius dengan terus menatap ke arah Valerie dan Jackson. Mereka terlihat begitu jelas memperhatikan Valerie, hingga hal tersebut membuat Valerie tersadar dan sontak menatap ke arah mereka berdua.
Valerie melemparkan senyumnya dan kembali fokus pada para tamu yang datang untuk sekedar berbincang dan mengucapkan kata selamat untuk mereka, meskipun Valerie sudah bosan dan lelah namun dia tidak bisa mengatakan hal tersebut pada Jackson karena hari ini adalah hari spesial untuk mereka.
"Ada apa?" Tanya Jackson dengan merangkul pinggang Valerie dan membawanya untuk duduk.
"Ahh tidak ada apa-apa." Balas Valerie dengan tersenyum kecil.
"Apa kau lelah?" Tanya Jackson dengan penuh perhatian.
"Ya, apa kau tidak merasakannya?" Heran Valerie karena dia melihat Jackson yang masih sama seperti sebelumnya, terlihat bersemangat.
"Tidak, itu semua karena hari ini adalah hari bahagia dalam hidupku." Balas Jackson dengan mencium tangan Valerie.
"Aku tahu, tapi kau jangan terlalu lelah. Karena aku masih membutuhkan tenaga mu untuk lusa...." Bisik Valerie dengan menatap Jackson dan mengedipkan sebelah matanya, hal itu membuat Jackson terkekeh geli sebelum akhirnya kembali mencium tangan Valerie lagi.
"Aku tidak selemah itu Valerie, kau bisa melihatnya nanti." Balas Jackson dengan seringaian.
Hal tersebut justru malah membuat Valerie terkejut, dia menelan ludahnya bulat-bulat. Apakah Jackson benar-benar akan memakannya habis-habisan? jika iya, apakah Valerie harus senang atau justru merasa menyesal karena telah memancing Jackson?
"Setelah menikah, kita akan tinggal di mansion ku. Papa dan mama akan kembali ke luar negeri." Ucap Jackson.
"Aku tahu." Angguk Valerie.
"Syukurlah...."
••••
"Bagaimana?"
"Tidak ada balasan, apakah Sachi ada hubungannya dengan tuan Jackson?"
"Apa yang kau katakan? jangan sembarangan berbicara!!"
"Aku tidak asal bicara Julian, bukankah kalian juga tahu bahwa Sachi sering ke ruangan tuan Jackson? karena itulah nona Sophia melabraknya, apa kalian sudah lupa dengan kejadian itu?" Heran Anna dengan menatap kedua laki-laki di depannya.
__ADS_1
Julian dan Ian nampak bingung dengan apa yang di katakan oleh Anna, itu semua memang benar adanya. Lalu kemana perginya Sachi? apakah Sachi sudah di musnahkan oleh Valerie? jika iya, itu benar-benar keterlaluan tapi hal itu sangat wajar karena Jackson merupakan tunangannya.
••••
Malam ini, Valerie merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Dia menghela nafas lega, kegiatannya baru saja selesai dan dia baru beres mandi. Untuk Jackson, laki-laki itu belum tiba karena masih menyambut rekan kerjanya yang datang dari luar negeri. Karena itulah Valerie memilih untuk istirahat lebih dulu, dia benar-benar lelah sekarang.
Hingga akhirnya Valerie terlelap dalam tidurnya, dia ingin menyiapkan banyak tenaga untuk besok berpergian bersama Jackson.
Untuk Jackson sendiri, dia baru masuk kedalam kamar setelah 2 jam berlalu Valerie tertidur. Jackson melihat Valerie yang tertidur pulas, Jackson hanya tersenyum dan memilih untuk mandi.
Meskipun ini malam pengantinnya, namun hal ini bukanlah masalah karena mereka memang sudah melewati malamnya sejak dulu. Karena itulah, mereka tidak melakukannya sekarang.
••••
Valerie dan Jackson berjalan di bandara dengan banyaknya pengawal di samping mereka, banyak kilatan cahaya kamera memenuhi mereka di airport tersebut. Mereka berdua segera menuju pesawat pribadi mereka agar bisa berpergian dengan tenang, karena itulah mereka ingin segera masuk kedalam pesawat.
"Astaga, sumpek sekali!!" Keluh Valerie yang sudah duduk nyaman di kursinya.
"Kau lelah?" Tanya Jackson dengan mengelap keringat Valerie menggunakan tangannya.
"Valerie, aku ingin anak kembar." Celetuk Jackson.
"K-kau, kau pikir itu mudah?" Malu Valerie karena Jackson malah mengecupi pundaknya yang terbuka.
"Aku akan terus berusaha untuk membuatnya." Balas Jackson dengan terus menciumi tubuh Valerie yang nampak kegelian itu.
"Kau yang enak! aku yang menanggungnya nanti...."
"Aku akan membantumu menjaganya..."
Jackson mengangkat tubuh Valerie hingga Valerie duduk di atas pangkuan Jackson, Valerie menatap wajah Jackson yang begitu tampan dan luar biasa. Valerie tidak menyangka jika laki-laki tampan di depannya itu sekarang sudah menjadi suaminya.
"T-tunggu dulu, jangan lakukan yang aneh-aneh disini Jack!" Tolak Valerie saat Jackson hendak membenamkan wajahnya di dada Valerie.
"Kenapa?" Heran Jackson yang menatap Valerie dengan tatapan lucu.
__ADS_1
"Nanti saja, setelah kita sampai di kapal pesiar...." Jujur Valerie, dia tidak ingin terlalu terburu-buru melakukannya dengan Jackson. Dia ingin menikmati waktu kebersamaan mereka berdua.
"......... Baiklah." Balas Jackson yang tetap membenamkan wajahnya di dada Valerie untuk sekedar mencium aroma tubuh Valerie yang membuatnya mabuk.
"J-jack!!" Kaget Valerie karena Jackson tidak mau lepas dari sana.
"Aroma mu sungguh membuat ku gila Val..." Jujur Jackson dengan semakin erat memeluk pinggang Valerie hingga tubuh mereka berdua berdempetan begitu erat.
"A-apa yang kau lakukan?" Valerie terkejut saat Jackson membuka kancing bajunya hingga memperlihatkan ********** yang berwarna senada.
"Tidak ada, aku hanya ingin melihat milikku." Balasnya dengan santai.
Valerie memejamkan matanya saat Jackson mulai menciumi dada nya yang masih terhalang sedikit, meskipun begitu tetap saja Valerie merasakan lidah dan bibir Jackson menyentuh kulit dadanya.
Dada Valerie mulai membusung ketika Jackson membuat beberapa tanda di sekitar dadanya, rasa yang di timbulkan benar-benar luar biasa. Ciuman Jackson di dadanya sangat lembut dan halus sehingga membuat Valerie kewalahan.
"Ahhhh Jack.....!!"
Jackson menatap Valerie sambil mulutnya terisi penuh oleh dadanya, ekspresi wajah Valerie sangat cantik dan seksi. Sekitar wajahnya nampak memerah dan itulah yang Jackson sukai dari ekspresi wajah istrinya.
Dengan lembut, Jackson terus melakukan gerakan-gerakan lembut dan halus. Hal itu justru malah semakin membuat Valerie kehilangan akal, bahkan Valerie juga bisa merasakan tonjolan besar di antara paha nya yang saat ini ia duduki.
Valerie menatap Jackson yang memejamkan matanya dengan bibir penuh dengan miliknya, hal itu semakin membuat Valerie memanas karena Jackson terlihat tampan sekaligus menggemaskan dalam posisi sekarang ini.
"Shhhh.... Valeriehhhh...." Geram Jackson saat Valerie sengaja melakukan gerakan-gerakan untuk memancing sesuatu di bawahnya.
Mendengar suara berat Jackson, membuat Valerie terkekeh dan dia semakin menjadi-jadi. Hal itu justru malah semakin membuat Jackson geram di buatnya, hingga akhirnya di angkatnya tubuh Valerie sebelum akhirnya ia bawa ke satu ruangan yang terlihat seperti kamar.
Sepertinya itu kamar pribadi Jackson di dalam pesawat, karena terlihat nyaman dan mewah.
Di rebahkan nya tubuh Valerie di sana dengan Jackson yang masih berada di atas tubuhnya, bagian atas tubuh Valerie nampak terbuka sehingga memperlihatkan hasil karya Jackson yang memenuhi dada Valerie.
"Nampaknya, kau juga sudah tidak sabar. Sayang....." Ucap Jackson dengan seringaian yang aneh, melihat hal itu malah membuat Valerie terkejut dan menelan ludahnya bulat-bulat.
Terimakasih yang udah support author, terimakasih banyak atas komentar positif nya ya. Hal itu membuat author semakin bersemangat, terimakasih banyakkkk...... bga
__ADS_1