Gelora nafsu sang MILYADER

Gelora nafsu sang MILYADER
Manipulasi


__ADS_3

Jackson dan Gabriel berjalan beriringan menuju ruangan yang sudah tersedia, Gabriel nampak kagum pada sosok Jackson yang nampak berbeda jika sudah serius seperti ini. Sangat berbeda dengan dirinya yang bersama Valerie sebelumnya.


"Bos..." Sapa mereka dengan menundukkan kepalanya.


"Dia Gabriel, sepupu iparku. Pasti sebagian dari kalian sudah ada yang mengenalnya bukan?" Tanya Jackson dengan tegas.


"Bos, dia!!!"


Ekspresi wajah mereka berubah datar dan tajam saat melihat sosok Gabriel yang berdiri di samping Jackson, Jackson mengangkat tangannya bertanda agar mereka semua diam.


"Aku tahu apa salahnya, tapi mulai sekarang dia akan menjadi rekan kita. Aku memiliki rencana lain...." Senyum Jackson dengan sangat mengerikan.


Gabriel sendiri pun merasa ciut, ternyata dia tidak ada apa-apa nya jika di bandingkan dengan Jackson yang luar biasa. Pantas saja sepupunya langsung terpincut, selain tampan Jackson juga memiliki aura yang kejam. Gabriel baru teringat tipe ideal Valerie seperti apa, ternyata Valerie pernah mengatakan pada dirinya bahwa tipe ideal nya adalah laki-laki berwajah tampan dan tegas dengan aura yang mematikan.


Ternyata semua itu tertuju pada Jackson langsung.


"Bos, untuk para pemberontak itu mereka sudah tinggal di Korea untuk membuat rencana lain. Mereka berniat untuk mengambil alih pasar gelap dari bos, kami sudah menangkap salah satunya. Dia sekarang berada di gudang." Jelas seorang laki-laki yang bertubuh tinggi tegap.


"Aku akan mengintrogasi nya langsung setelah acara disini selesai, sambil menunggu itu kalian berjaga lah di sekitar kapal dan pantai. Aku merasa, ada sesuatu yang aneh disekitar sini." Ucap Jackson.


"Itu semua, sebaiknya anda tanyakan pada laki-laki di samping anda bos. Bukankah dia yang bersekongkol dengan wanita itu? aku tak sengaja dengar dari para pemberontak, mereka bertugas untuk melenyapkan istri anda karena hanya itulah cara untuk membuat anda kalah." Tegas mereka yang langsung merubah suasana disana.


Jackson berubah tegas dan penuh amarah, dia mengepalkan tangannya dan menatap mereka satu persatu.


"Aku tidak mau dengar ada korban di pesta ini, dan lakukan tugas kalian untuk tetap berada di sekitar Valerie." Datar Jackson sebelum akhirnya pergi dari sana.


Gabriel mengikuti Jackson yang pergi lebih dulu, jika dirinya masih disana maka besar kemungkinan dia akan di mutilasi oleh mereka semua yang kini tengah menatapnya lapar.


Untuk Jackson sendiri, dia mencari sosok Valerie yang ternyata berada di ruangan khusus dan itu sudah di jaga oleh para pengawal nya yang langsung menundukkan kepalanya saat melihat sosok Jackson datang.


"Sayang..." Panggil Jackson pada Valerie yang nampak asik berbincang dengan ketiga temannya.


"Ahh Jack, apa urusanmu sudah selesai?" Tanya Valerie dengan tersenyum.

__ADS_1


Jackson tersenyum dan mengangguk, dia duduk di samping Valerie dan mencium pipi Valerie sebelum akhirnya menyenderkan kepalanya di pundak Valerie dengan mata yang terpejam.


"Ahh maaf, Jackson nampaknya kelelahan." Ucap Valerie pada Anna, Julian dan Ian yang terus menunduk.


"Tidak apa-apa, kami mengerti. Kalau begitu kami permisi, lain kali kita lanjutkan obrolan kita." Ucap Anna dengan tersenyum.


"Tentu." Senyum Valerie.


Valerie mengelus rambut Jackson dan mengecup keningnya, nampaknya Jackson memang sangat lemah sekarang.


"Mau pindah ke kamar? sepertinya kau kelelahan Jack." Ucap Valerie.


"Aku baik-baik saja, aku hanya sedikit pusing." Ucap Jackson dengan tersenyum pada Valerie.


"Kau bohong, ayo istirahat. Lagian, ini juga sudah larut. Mungkin hanya ada pesta alkohol saja, aku tidak mau mencium aroma menyengat itu." Ucap Valerie.


"Baiklah, ayo kita kembali ke kamar." Ajak Jackson dengan merangkul pinggang Valerie.


BRAKKKKKKKK


"Shia? aku tidak bersamanya sejak tadi, kenapa?" Heran Valerie.


"Shia tidak ada di mana-mana, bahkan aku sudah mencarinya di sudut kapal ini." Jelas Gabriel.


"Astaga, lalu bagaimana?" Panik Valerie juga namun segera di hentikan oleh Jackson.


"Jangan terlalu panik, itu tidak baik untuk anak kita." Ucap Jackson dengan menyentuh perut Valerie.


Gabriel menatap ke arah Jackson yang nampak santai, Jackson yang di tatap seperti itu hanya menghela nafas dan menghubungi seseorang.


"Kekasihmu ada di dapur, Roger sudah membawanya kesana agar tidak di temukan oleh para pemberontak itu." Jelas Jackson yang ternyata sudah menduga akan terjadi hal seperti ini.


"Hhhhh.... Syukurlah, terimakasih Jack dan maaf aku sudah merepotkan mu terus-menerus." Ucap Gabriel dengan menundukkan kepalanya berkali-kali, dia merasa tidak enak terhadap Jackson sekarang.

__ADS_1


"Tidak masalah, lagian kau juga sudah menjadi anggota keluarga ku." Balas Jackson dengan santai.


"Terimakasih, aku akan menemui Shia dulu." Ucap Gabriel.


"Ini semua tidak sesederhana yang kau kira Valerie, aku harap kau jangan terlalu dekat dengannya." Ucap Jackson dengan lembut.


"Aku tahu." Angguk Valerie dengan kembali berjalan dengan Jackson.


"Menurutmu, apa yang kau lihat dari wanita itu?" Tanya Jackson.


"Rubah, manipulatif, menyedihkan, licik dan.... Menjijikkan!" Santai Valerie.


Mendengar itu, Jackson tertawa kecil. Dia pikir, setelah melihat interaksi mereka berdua tadi pagi membuat hubungan keduanya jadi dekat, ternyata tidak. Valerie tidak mudah di bodohi, hal itulah yang membuat Jackson senang.


"Lalu, kenapa kau menyembunyikannya di dapur? bukankah para pengawal nya juga tidak akan melukainya?" Heran Valerie.


"Itu untuk memperlancar aktingnya saja, bukankah menerbangkan musuh ke atas awan adalah hal yang menyenangkan?" Ucap Jackson lembut.


"Kau sangat kejam Jack, tapi aku menyukainya." Senyum Valerie dengan mengelus wajah Jackson.


"Aku tahu, tetaplah jadi wanita yang licik dan pandai memanipulasi orang-orang. Aku suka sisi mu yang seperti itu...." Ucap Jackson dengan seringai di wajahnya.


Valerie terkekeh, dia tidak tahu kenapa hubungan mereka seperti ini? bukannya menjauh karena sudah tahu sifat mereka masing-masing namun mereka justru malah semakin menyukai kebenaran tersebut.


"Jack!!" Kaget Valerie karena Jackson sudah berada di atas tubuhnya, padahal Valerie baru saja selesai ganti pakaian dengan pakaian tidur yang tipis.


"Aku ingin segera memiliki anak dengan mu Valerie, aku ingin melatih mereka agar menjadi anak yang kuat dan tak terkalahkan." Bisik Jackson dengan tangan yang memegang salah satu dada Valerie.


"Ughhh...." Valerie melenguh saat Jackson mulai melancarkan aksinya, mereka melakukan hal tersebut dengan berbagai obrolan kejam lainnya.


Bukankah hal itu akan mempengaruhi pada anak mereka nanti? apakah anak mereka akan seperti orang tuanya yang pandai memanipulasi orang-orang?


Kedua tangan Valerie di cengkeraman oleh tangan Jackson, keringat sudah membasahi tubuh mereka berdua.

__ADS_1


Gerakan lembut yang di lakukan Jackson membuat Valerie terus mengeluarkan suara yang seksi, hal itu semakin membuat Jackson tak terkendali.


"Aku harap, benih ku tertanam dengan sempurna." Geram Jackson di akhir pelepasan nya yang ia benamkan dalam-dalam.


__ADS_2