Gelora nafsu sang MILYADER

Gelora nafsu sang MILYADER
Pijat


__ADS_3

Pagi hari, Valerie merasakan tubuhnya begitu sakit dan pegal. Dia melirik kesamping tempat tidurnya namun tidak menemukan sosok Jackson disana, di mana laki-laki itu?


Tok tok tok tok


"Masuk." Balas Valerie dengan memejamkan matanya kembali.


"Nona, hari ini nona akan melakukan perawatan sampai sore sebelum acara pernikahan nona besok. Tuan Jackson sudah menyiapkan segalanya, harap nona bersiap karena pegawai salon yang akan memijat anda." Jelas salah satu pelayan nya dengan menundukkan kepalanya.


"Hmm..." Angguk Valerie.


Ternyata Jackson tahu diri juga dengan membawakan pegawai salon ke rumahnya, tubuhnya sekarang memang ingin dipijat.


Satu persatu para pegawai salon mulai berdatangan, mereka nampak senang karena bisa datang ke kediaman Valerie yang merupakan mansion mewah dari beberapa mansion lainnya.


"Nona, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda." Ucap seseorang pada Valerie yang langsung membuka matanya, para pegawai tetap memijatnya dengan tenang.


"Dia bernama Juliana dan kedua laki-laki lainnya." Jelas pelayan tersebut.


"Suruh mereka masuk." Balas Valerie dengan tenang.


"Baik nona." Angguk nya sebelum akhirnya kembali pergi.


Valerie tahu apa tujuan mereka kesana, karena itulah Valerie menyuruh mereka masuk. Dan lagi, Valerie juga sudah lama tidak berinteraksi dengan mereka yang sebelumnya mengenal dia sebagai Sachi.


"Permisi nona Valerie, maaf karena sudah mengganggu waktu anda." Ucap Anna dengan menundukkan kepalanya, begitu pun dengan Ian dan Julian yang tidak berani menatap ke arah Valerie yang saat ini sedang tengkurap dengan pundak dan kaki yang terlihat.


"Tidak apa-apa, ada apa? apakah ada sesuatu yang kau inginkan?" Tanya Valerie heran.


"Itu...." Gugup Anna.


"Maaf sebelumnya, Nona. Anna menolak untuk mengerjakan proposal yang sudah anda percaya kan padanya, semua itu demi keamanan Anna sendiri. Kami hanya orang kecil dan tidak ingin memperbanyak musuh, dan lagi saya sangat khawatir pada Anna." Jelas Julian dengan tegas meskipun dia tidak menatap ke arah Valerie.


"Benarkah begitu Anna? kau tidak mau mengambil kesempatan ini? kau ingin terus di injak-injak oleh mereka yang berada di atas? atau kau memang enggan membungkam mulut mereka yang terus meremehkan mu?" Tanya Valerie dengan tegas.


Anna yang mendengar itu langsung tersentak, dia menundukkan kepalanya dengan jari-jari tangannya yang terus memainkan ujung rok pendeknya.

__ADS_1


"Itu semua terserah padamu, jika kau menolak kau bisa mengatakannya pada Noah." Tambah Valerie dengan tenang.


"Baik, kalau begitu terimakasih nona. Kami per...."


"Tidak!! saya akan mengambilnya, maaf nona karena sudah membuat anda kesal. Saya memang orang yang tidak bersyukur." Tunduk Anna dengan yakin.


"Anna!!" Kaget Julian dan Ian.


"Kakak, aku ingin menunjukkan pada mereka bahwa aku bisa naik tanpa bantuan mereka semua. Dan lagi, aku sudah lelah mendengar omongan-omongan orang yang tidak enak mengenai kita." Lirih Anna.


"...."


"...."


Ian dan Julian hanya diam dengan bingung, mereka juga ingin Anna naik ke posisi atas namun mereka tidak ingin Anna terluka lagi seperti kemarin.


"Baiklah, mulai lusa kau sudah tidak berkerja di perusahaan Jackson. Kau akan di pindahkan ke perusahaan ku..." Ucap Valerie yang membuat mereka bertiga terkejut.


"Ehh tapi..."


"Terimakasih nona." Senang mereka bertiga.


"Hmm, tapi aku hanya memindahkan Anna bukan kalian berdua." Santai Valerie yang membuat senyum Julian dan Ian kembali menghilang, mereka menghela nafas panjang sebelum akhirnya cemberut.


"Tidak apa-apa, setidaknya adik saya bisa aman." Ucap Julian dengan menundukkan kepalanya.


Mereka terus mengucapkan terimakasih pada Valerie sebelum akhirnya kembali pergi ke perusahaan Jackson.


"Nona, berbalik lah."


Valerie membalikkan badannya dalam posisi telentang, para pegawai salon yang melihat tubuh indah Valerie hanya bisa mengagumi nya diam-diam. Mereka juga dapat melihat dengan jelas betapa banyaknya tanda cinta di tubuh Valerie saat ini, namun mereka tidak ada respon apapun mengenai hal itu karena mereka sudah mendengar isu mengenai mereka berdua yang hidup dengan romantis.


Sedangkan, untuk Jackson sendiri saat ini dia sedang mengurus banyak dokumen di mansion nya. Dia tidak di perbolehkan pergi ke kantor, karena itulah dia sibuk di ruang kerja.


Sosoknya yang begitu tampan membuat para pelayan gemas sendiri melihatnya, mereka merasa beruntung karena bisa melihat Jackson setiap saat.

__ADS_1


Ting


Jackson melirik ponselnya yang terdapat notifikasi dari Valerie, Jackson segera membuka pesan yang di kirimkan oleh Valerie.


Setelah membukanya, Jackson terkejut namun detik berikutnya dia langsung tersenyum. Valerie baru saja mengirim foto nya yang sedang di pijat dan memperlihatkan banyaknya tanda yang semalam di berikan oleh Jackson.


"Apa kau malu?" Tanya Jackson melalui pesannya.


"Sangat." Balas Valerie yang justru malah membuat Jackson terkekeh.


"Tapi, kau menikmatinya. Sayang..." Balas Jackson lagi dengan tersenyum-senyum.


"Ya, itu semua karena tubuh mu yang seksi. Aku jadi terus ingin di dekap dan di sentuh oleh tubuhmu yang hangat, Baby....."


Balasan Valerie membuat pipi Jackson memanas, apakah dirinya sedang malu? jadi, Valerie juga menyukai tubuhnya? haha....


"Tubuh seksi ini milikmu, nona." Balas Jackson dengan tersenyum-senyum.


"Ya, aku tahu."


Jackson nampak cengar-cengir tak jelas karena dia terus membalas pesan Valerie yang terus saja menggodanya, bukankah Valerie tahu bahwa dirinya sangat mudah tergoda olehnya? apakah Valerie sengaja?


Untuk Valerie sendiri, dia juga nampak cekikikan karena balasan Jackson yang membuatnya senang.


"Kalau begitu, siapkan tenaga mu untuk malam pertama kita. Ahh tidak, maksudku malam yang paling berkesan untuk kita. Aku harap, kau bisa memuaskan aku dengan sempurna....." Ucap Valerie pada pesan yang baru saja Jackson kirimkan, sebelum akhirnya Valerie menyimpan ponselnya kembali.


Valerie bukannya meragukan kekuatan Jackson, bahkan hari-hari biasanya pun dia nampak kewalahan dengan Jackson yang begitu kuat. Apakah tidak apa-apa dia mengatakan hal itu pada Jackson sekarang? apakah nantinya dia akan mati karena hentakan Jackson yang memuaskan? atau mati karena Jackson tidak memberinya ampun? entahlah....


Memikirkannya saja sudah membuat Valerie merinding, namun tidak bisa Valerie pungkiri bahwa selama ini dia sangat puas dengan pelayanan yang di berikan oleh Jackson padanya.


••••


"Apakah Valerie tidak puas padaku selama ini?" Murung Jackson yang sedang duduk di taman belakang, dia nampak mencerna apa yang Valerie katakan di pesannya.


"Tapi, dia selalu kelelahan setiap kami berhubungan." Gumamnya dengan ekspresi yang sangat lucu.

__ADS_1


"Sebaiknya aku meminum jamu yang di sarankan oleh Roger, jamu itu akan kuat meskipun sudah lewat 3 hari juga." Ucap Jackson dengan senang, dengan cepat dia menghubungi Roger untuk membawakan obat kuat nantinya.


__ADS_2