Gelora nafsu sang MILYADER

Gelora nafsu sang MILYADER
Kebenaran tentang Shia


__ADS_3

Dress berwarna hitam membuat tubuh Valerie terlihat bersinar, dia berjalan menyusuri lorong yang ada di kapal pesiar. Anna dengan setia berada di sampingnya, mulai sekarang Anna sudah resmi menjadi asisten keduanya di kantor.


Didepan ruang kesehatan, terdapat beberapa orang yang berjaga disana. Valerie juga bisa melihat Naomi yang duduk dengan ekspresi sedikit ketakutan, entahlah... Valerie tidak tahu, seberapa besar masalah yang di timbulkan oleh Naomi sekarang.


"Valerie? aku, aku tidak melakukan apapun sungguh. Dia sendiri yang mencoba melompat dari atas...." Ucap Naomi dengan berdiri di depan Valerie yang terlihat diam karena kebingungan, kenapa Naomi menjelaskan hal tersebut padanya?


"Tenang dulu, aku akan melihat keadaannya. Untuk rekaman cctv, entah kenapa jadi tidak berfungsi di tempat kejadian. Sepertinya ada yang mengutak-atik nya." Ucap Valerie dengan tenang.


"Ya, seperti begitu. Aku, aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan. Aku benar-benar tidak melakukannya...." Cemas Naomi yang baru pertama kali Valerie lihat.


"Duduklah dulu." Ucap Valerie.


Naomi langsung menurut dan duduk di tempat semula, setelah melihat itu Valerie masuk kedalam ruangan kesehatan yang nampak luas dan besar. Di sana terlihat sosok wanita yang tertidur di ranjang dengan kepala yang di perban dan kaki yang di gips, bahkan tangan juga beserta leher.


Sepertinya memang parah.


"Nyonya?" Kaget para dokter yang melihat sosok Valerie, meskipun mereka baru pertama kali melihatnya namun aura yang di pancarkan oleh Valerie langsung mereka kenali.


"Bagaimana keadaannya?" Tanya Valerie.


"Seperti yang nyonya lihat, dia mengalami patah tulang di beberapa tubuhnya. Benturan kuat di kepalanya membuat dia sedikit hilang kesadaran untuk waktu yang lumayan lama, sore nanti setelah kapal ini mendarat di pesisir maka kami akan langsung melarikan nya ke rumah sakit besar untuk melakukan pemeriksaan secara ulang." Jelasnya dengan memberikan hasil ronsen Shia.


"Dia sepertinya sakit beneran." Bisik Anna di telinga Valerie yang langsung terkekeh.


"Kau benar." Balas Valerie.


"....." Dokter yang ada disana hanya diam dan tak mengerti dengan apa yang mereka maksud, namun dia tidak berani mengeluarkan suaranya karena takut dengan Valerie.

__ADS_1


"Baiklah, kalian rawat dia dengan baik. Katakan pada dirinya bahwa sepupu ku Gabriel sedang sibuk dengan suamiku, jangan terlalu berharap kedatangannya." Ucap Valerie pada dokter tersebut.


"Baik nyonya." Angguk mereka.


"Kalau begitu saya permisi." Pamit Valerie dengan keluar dari ruangan itu.


Di depan ruangan, Valerie melihat Naomi yang langsung menghampirinya. Sepertinya Naomi memang benar-benar ketakutan sekarang, padahal dulu saat dirinya bertengkar dengan Anna dia tidak kelihatan takut sedikitpun.


"Valerie, bagaimana?" Tanya Naomi dengan terburu-buru.


"Sama seperti yang kau tahu, dia sangat kritis. Kemungkinan kapal ini akan di percepat untuk segera tiba di pesisir." Jelas Valerie.


"Bagaimana ini?" Tunduk nya dengan ketakutan.


"Kenapa kau sangat ketakutan? dulu, saat kau bertengkar dengan Anna kau nampak biasa saja." Heran Valerie.


"Benar, kau bahkan berani memutar balikkan fakta!" Tambah Anna yang sejak tadi hanya diam.


"Ikut aku." Tegas Valerie yang pergi lebih dulu.


Naomi dan Anna mengikuti Valerie di belakang, mereka berjalan saling berjauhan karena Anna enggan berdekatan dengan Naomi, begitu pun dengan Naomi.


Valerie membawa mereka ke salah satu ruangan yang ada di lantai dua, disana pemandangannya sangat indah. Itu merupakan ruangan khusus untuk dirinya dan Jackson, namun sepertinya hanya tempat itu yang tersisa untuk mereka berbincang.


"Katakan secara jujur jika kau ingin aku bantu." Tegas Valerie.


"Baik." Angguk nya.

__ADS_1


"Sebenarnya, saat di lantai dua dekat kolam aku tidak sengaja melihat wanita itu berbincang-bincang dengan sosok laki-laki yang memakai masker, aku heran karena di lantai tersebut sangat sepi." Jelas Naomi dengan terus menundukkan kepalanya.


"Terus?" Tanya Valerie yang semakin penasaran.


"Aku, aku menguping pembicaraan mereka karena aku tak sengaja mendengar nama mu di obrolan tersebut. Aku sangat penasaran, aku pikir mereka sedang membahas apa sampai-sampai nama kau sendiri ikut terseret. Dalam obrolan mereka, aku mendengar bahwa mereka ingin.... Ingin.... " Naomi terlihat ketakutan.


"Katakan saja..." Ucap Valerie yang mulai melembut.


"Mereka ingin membunuh mu, karena hanya kau yang dapat menggagalkan rencana mereka yang akan mengambil alih semua harta milik tuan Gabriel. Karena, karena dalam semua surat warisan yang di tinggalkan oleh tuan Gabriel, itu semua atas nama mu." Jelas Naomi dengan menundukkan kepalanya.


"Aku tahu itu, Gabriel memang mengatasnamakan semua saham dan aset nya atas nama ku. Bukan karena dia tidak mau memiliki keturunan atau keluarga, tapi karena itu sudah menjadi tradisi keluarga kami yang merupakan anak tiri di pihak ayah maka semua harta nya akan menjadi anak utama." Jelas Valerie yang sudah tidak heran dengan hal itu, Gabriel juga tidak masalah mengenai surat warisan tersebut.


"Lalu, aku juga mendengar bahwa mereka menyuruh wanita itu untuk mendekati Jack. Mereka akan melakukan segala cara agar Jack terpikat padanya, bahkan jika hal tersebut dapat membunuh semuanya. Aku terkejut, hingga membuat benda yang ada di sekitar ku jatuh." Takut Naomi.


"...." Valerie diam karena penasaran dengan cerita selanjutnya.


"Mereka menyadari keberadaan ku, aku melihat wanita itu terkejut namun detik berikutnya dia tersenyum aneh. Dia berjalan mendekati ku dengan tampang yang berbeda, begitu pun dengan laki-laki di belakangnya. Mereka mengejar aku hingga akhirnya aku bisa melihat banyaknya orang yang datang, aku merasa tenang namun..... Wanita itu menyobek pakaian ku dengan tersenyum lebar, setelah itu dia... dia melompat dari lantai dua hingga...." Naomi tidak bisa melanjutkan ucapannya lagi, dia terlalu ketakutan.


"Pesan apa yang ia tinggalkan padamu?" Tanya Valerie.


"Mati atau menyesal seumur hidup di penjara...." Ucap Naomi yang membuat Valerie terdiam.


"Jadi, dia sengaja merobek pakaian mu agar terlihat bahwa dia terjatuh dan pakaian yang robek itu supaya orang-orang percaya ya?" Tanya Anna yang di balas anggukan oleh Naomi.


"Aku mengerti sekarang." Ucap Valerie dengan menatap laut yang indah, dia duduk berselonjor dengan santai.


"A-apa kau bisa membantu ku? aku, aku tidak tahu lagi harus meminta bantuan siapa. Aku, aku berjanji bahwa aku akan kembali ke luar kota setelah masalah ini selesai. Aku tidak akan mengganggumu lagi, aku mohon tolong bantu aku." Pinta Naomi.

__ADS_1


"Kau tahu? mau sejauh apapun kau pergi, kau pasti akan terus di incar oleh mereka. Sebelum kau benar-benar mati di tangan mereka..." Jelas Valerie yang semakin membuat Naomi pucat.


"Aku punya satu rencana, tapi kau harus siap melakukannya." Senyum Valerie.


__ADS_2