Genk ABJAD

Genk ABJAD
12 ( Astrid )


__ADS_3

Siang itu Astrid selesai di make up lalu masuk sesi foto berikutnya. Setelah berganti pakaian, Astrid pun diarahkan untuk melakukan bermacam gaya. Saat sedang serius dengan pekerjaannya, tiba-tiba sang fotografer meminta Astrid untuk memperlihatkan sedikit aset penting di dadanya untuk menambah kesan **** pada hasil fotonya.


" Ga salah lo ngomong kaya gitu? ini produk kecantikan wajah ya bukannya under wear. Jadi Gue ga perlu pamer payu*ara segala...!" kata Astrid dengan marah.


" Ini untuk mendukung hasilnya aja Trid. Ini kan produk vitamin untuk kulit, nah gapapa kan diexpose dikit bagian kulit itu, jadi lo tunjukin kalo kulit lo tuh ok di semua bagian...," sahut si fotogarafer bernama Martin.


" Kurang ajar lo. Ga ada di kontrak kalo gue harus buka-bukaan ya. Gue tau otak mesum lo, ga usah pake bawa-bawa produk...!" teriak Astrid sambil menampar Martin.


Martin yang mendapat tamparan dari Astrid nampak sangat marah dan malu. Pertengkaran mereka dilerai oleh asisten Astrid, lalu Astrid dibawa masuk ke ruang make up.


" Gue mau pulang, sekarang...!" jerit Astrid marah dan hampir menangis.


" Tapi yei bisa kena denda lho say...," kata Ubay asiaten Astrid yang merupakan trans gender.


" Gue ga peduli !, bayar aja, gue ga mau dilecehin kaya gini...," sahut Astrid sambil bergegas meninggalkan tempat itu.


Ubay pun mengemasi perlengkapan milik Astrid lalu berjalan mengikuti langkah Astrid dengan berlari kecil.


" Ubaaayy...!" teriak Astrid memanggil asistennya.


" Iyaaa, sabar sih say. Eike juga kan harus beresin barang yei dulu biar sekalian jalan...," sahut Ubay dengan kenesnya.


Ubay membantu membukakan pintu mobil untuk Astrid yang langsung merebahkan tubuhnya di dalam mobil. Sesaat kemudian mobil pun melaju dengan cepat. Di samping supir, Ubay masih ngoceh tak jelas.


" Heran deh tuh fotografer, pake nyuruh buka bagian itu segala, ga baca kontrak kali ya. Kayanya dia suka sama yei deh. Padahal macho gitu ,tapi sayang otaknya mesum. iihh, eike jadi merinding liat yei tampar dia tadi...," kata Ubay.

__ADS_1


Astrid hanya diam sambil memejamkan matanya. Bukan kali ini saja dia dilecehkan. Pekerjaannya memang rentan dengan pelecehan, tapi selama ini Astrid bisa mengatasinya. Apalagi keberadaan Ubay sebagai asistennya sangat membantu pekerjaan Astrid. Meskipun Ubay seorang trans gender, tapi bisa berubah jadi banteng ngamuk dan mengeluarkan jurus taekwondonya jika Astrid diganggu.


Ubay memang memilih untuk trans gender. Walau sisi wanitanya sangat dominan, tapi sisi pria masih ada dalam dirinya. Dia senang bekerjasama dengan Astrid. Karena Astrid sangat menghargai pilihannya dan memperlakukan dirinya layaknya teman. Ubay menyayangi Astrid dan rela melakukan apapun.


Mereka tiba di rumah Astrid. Ubay membukakan pintu samping mobil untuk Astrid lalu mengikuti Astrid masuk ke dalam rumah.


" Gue capek Bay, mau istirahat dulu. Lo juga bisa istirahat hari ini...," kata Astrid.


" Ok deh. Yang sabar ya say...," kata Ubay sambil memeluk Astrid sebelum pergi meninggalkannya di ruang tamu rumahnya.


\=====


Malam harinya Astrid yang menerima telephon Ubay segera berlari keluar rumah.


" Say..., lo keluar sekarang ya. Gue bawa sesuatu yang bisa bikin lo happy. Cepetan ga pake lama...!" kata Ubay tegas.


" Lo, ngapain kesini...?!" tanya Astrid marah saat tau orang yang wajahnya lebam itu adalah Martin sang fotografer.


" Dia kesini mau minta maaf sama yei...," sahut Ubay dengan mimik khasnya.


Astrid tertegun sambil memandangi Martin yang nampak kesakitan.


" Cepetan bilang atau lo mau wajah cakep lo ga bisa balik lagi...?!" sentak Ubay dengan wajah garangnya.


" G...gguee minta maaf, gue salah, maaf..., ampuunn...," kata Martin disela rintihannya.

__ADS_1


Astrid hanya mengangguk. Setelahnya ia berbalik masuk ke dalam rumah.


" Ok, sekarang yei boleh pergi. Inget ya, jangan sekali-kali lagi yei nyakitin Astrid. Eike bakal kejar kemana pun Yei pergi walau itu ke ujung dunia sekali pun...!" ancam Ubay sambil mengibaskan bajunya yang terkena noda darah Martin.


Martin mengangguk cepat lalu bergegas pergi meninggalkan rumah Astrid.


" Lo apain dia...?" tanya Astrid saat melihat Ubay masuk ke dalam rumah.


" Eike paksa pake cubitan dikit, Eike ancam mau laporin dia ke polisi. Kan Eike udah ngerekam omongan dia pake HP yei tadi...," sahut Ubay sambil memperhatikan kukunya yang patah akibat memberi tinju yang manis pada Martin tadi.


Astrid berbalik lalu memeluk Ubay erat.


" Makasih Bay, lo emang the best dehh...," kata Astrid tersenyum sambil mengecup pipi Ubay.


" Makasih aja nihh...?" kata Ubay ngambek.


" Ok, gue kasih bonus besok, sekalian kita jalan-jalan ke mall yaa...," hibur Astrid.


Ubay tertawa sambil mengacungkan jempol tangannya.


" Setuju..., lusa juga yei masih ada pemotretan iklan susu formula untuk bayi...," kata Ubay.


" Wahh gue suka banget iklan bareng anak-anak, pasti seru," sahut Astrid senang.


Ubay menatap Astrid dengan perasaan bahagia. Dia memang sangat menyayangi Astrid, tapi sulit rasanya mencintai Astrid. Meski pun begitu Astrid sering mengingatkan Ubay untuk segera bertobat dan kembali pada jati dirinya yang asli.

__ADS_1


Selama ini Astrid menjaga Ubay layaknya saudara. Ia akan marah jika ada yang mengganggu Ubay. Makanya Astrid selalu menyuruh Ubay bersikap layaknya laki-laki karena Astrid yakin Ubay masih bisa sembuh dan normal lagi.


\=====


__ADS_2