
Pesta pernikahan Astrid dan Charlie diselenggarakan di rumah baru yang dibeli Charlie untuk Astrid. Rumah didekor dengan cantik sesuai permintaan kedua orangtua pengantin.
Hujan turun mengiringi acara sakral Astrid dan Charlie. Namun tidak mengurangi kebahagiaan kedua pengantin dan para tamu undangan.
Ellea duduk tak jauh dari pengantin, didampingi David yang terus merasa kawatir karena kehamilan Ellea yang sudah mendekati hari kelahiran.
" Mau Aku ambilin sesuatu ga Bun...?" tanya David lembut.
" Boleh Yah, Aku mau puding dong...," kata Ellea manja.
" Siap...," jawab David segera menuju ke meja yang tak jauh darinya.
" Ya Allah...!!" jerit Ellea tiba-tiba sambil memegangi perutnya.
Sontak David berbalik dan segera berlari ke arah Ellea. Ia melihat istrinya yang nampak meringis menahan sakit. Bagian bawah bajunya basah karena air ketuban.
" Sayang..., Kamu gapapa kan...?, Kita ke Rumah Sakit ya...," kata David mencoba tenang sambil memeluk dan menenangkan Ellea.
" Minggir..., minggir...," kata Bara sambil membelah kerumunan dan langsung membantu menggendong Ellea.
David sigap berlari ke depan menyiapkan mobil, diikuti Winda yang membantu membuka pintu mobil untuk Bara dan Ellea. Sementara orangtua mereka tampak sangat cemas.
" Yang lain tetap disini, biar saya sama David yang urus," kata Bara tegas.
Semua mengangguk setuju, dan membiarkan Bara, Winda dan David yang mengurus kelahiran anak Ellea.
Tak lama kemudian orangtua Ellea dan David berpamitan pada sang pengantin, untuk menemani Ellea melahirkan cucu mereka. Dengan mobil berbeda, mereka meluncur ke Rumah Sakit tempat Ellea bersalin.
Keadaan agak kacau sebentar. Lalu acara pun berlanjut tanpa kehadiran Bara, David dan Ellea.
\=\=\=\=\=
Di Rumah Sakit.
David nampak cemas mendampingi Ellea yang tengah berjuang melahirkan anak pertama mereka.
Setelah hampir setengah jam berjuang, akhirnya lahir lah putra pertama mereka. David dan Ellea mengucap hamdalah bersamaan, mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepada mereka.
David tak henti menciumi wajah Ellea, tanpa merasa malu dengan keberadaan dokter dan perawat di ruangan itu. Kebahagiaan David menular pada semua orang yang ada di ruangan itu, sehingga mereka senyum-senyum melihat tingkah David.
" Selamat ya Pak, Bu, putra Anda sehat, sempurna, tampan lagi...," kata dokter yang membantu persalinan Ellea.
" Alhamdulillah, makasih dok...," kata Ellea dan David bersamaan.
Sementara itu di luar ruangan, tampak orangtua David dan Ellea yang bahagia sedang saling berpelukan. Bara juga tampak bahagia sambil memeluk dan menciumi Winda.
__ADS_1
" Kita juga nyusul mereka kan sayang ?" tanya Bara pada Winda.
" Mmm..., tergantung," jawab Winda ambigu.
" Maksud Kamu...?" Bara bertanya bingung.
Winda cuma tersenyum sambil melengos.
\=\=\=\=\=
Kelahiran putra pertama David dan Ellea merupakan hadiah pernikahan terindah bagi Astrid dan Charlie. Juga bagi genk Abjad.
Putra tampan itu diberi nama Muhammad Dzaka yang artinya Laki-laki pemimpin yang pandai dan cerdas.
David menggendong bayinya sambil membaca sholawat untuk menidurkannya. Ellea memandangi dua orang laki-laki di hadapannya dengan terharu. Sudut matanya basah. David yang menyadari hal itu pun mendekati Ellea.
" Apa terasa sakit lagi Bun...?" tanya David penuh perhatian.
" Ga...," kata Ellea sambil menggeleng.
" Terus Bunda kenapa nangis ?" tanya David sambil menghapus air mata di pipi Ellea dengan ujung jarinya.
" Bunda bahagia Ayah...," kata Ellea lirih.
David tersenyum lalu memeluk Ellea dengan sayang. Sambil memandangi wajah Dzaka yang tertidur pulas di box bayi.
Tak lama, Ellea pun terlelap. David masih duduk menemani sambil memandangi dua orang yang dicintainya dengan penuh syukur dan senyum di bibir.
\=\=\=\=\=
Genk Abjad menjadi lengkap dengan kehadiran anak-anak yang merupakan buah hati David-Ellea, Bara-Winda, dan Charlie-Astrid.
Winda melahirkan anak perempuan yang cantik dan diberi nama Bianca. Saat menemani Ellea bersalin, sebenarnya Winda tengah hamil dua bulan. Ia ingin memberi hadiah kejutan untuk Bara yang berulang tahun, tapi gagal. Karena Bara sudah menemukan surat keterangan kehamilan Winda di laci meja.
Astrid pun melahirkan anak laki-laki yang sehat dan menggemaskan yang diberi nama Chicko. Chicko lahir prematur akibat Astrid yang terjatuh saat usia kehamilannya memasuki bulan ke tujuh. Astrid yang pendarahan saat itu, membuat dokter memutuskan melakukan tindakan operasi untuk menyelamatkan Astrid dan bayinya.
\=\=\=\=\=
Genk Abjad tengah berkumpul di sebuah villa milik papi Ellea. Mereka berkumpul bersama anak-anak mereka. Ternyata buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Ketiga anak itu pun selalu ribut saat bertemu sama seperti orangtua mereka.
" Jangan ambil punya Aku," kata Bianca galak.
" Itu bukan punya Kamu, yang ini nih punya Kamu...," kata Chicko yang usianya paling muda diantara mereka bertiga saat itu.
" Aku ganti mainan aja, Kalian terusin aja ributnya, " kata Dzaka sambil bergeser dan mulai main sendiri.
__ADS_1
" Jangan di situ dong...!, itu kan jalanan mobil Aku !" teriak Chicko tiba-tiba.
" Ga bisa, ini kan jalanan mobil Aku...," kata Dzaka tak mau kalah.
" Kalian cari jalan yang lain aja, ini mau Aku pake buat rumahnya Barbie...," kata Bianca santai sambil mengacak-acak tempat yang diributkan oleh Chicko dan Dzaka.
Ulah Bianca membuat kedua anak laki-laki itu marah.
" Bianca !" jerit Chicko dan Dzaka bersamaan.
Mereka mulai ribut lagi. Tak ada yang mau mengalah. Hingga akhirnya terdengar tangis Bianca yang memekakkan telinga. Membuat Chicko dan Dzaka harus menutup telinga lalu kabur menjauh.
Melihat hal itu, orangtua mereka hanya tertawa. Tak ada yang melerai, karena masih terbilang aman untuk anak-anak mereka.
Tiba-tiba Ellea berlari ke kamar mandi. David yang melihatnya pun menyusul Ellea.
" Kenapa Bun...?, sakit ya, wajah Kamu pucat banget...?" tanya David kawatir.
" Paling juga si Dzaka mau punya Adik...," kata Bara santai.
" Hahh..., yang bener Bun...?" tanya David ragu sekaligus senang.
" Ellea yang hamil kok Lo tau duluan dibanding si David sih...?" tanya Charlie sambil mencibir.
" Maksud Lo apa...?" tanya Bara geram sambil berancang-ancang untuk memburu Charlie.
" Iya..., Lo yang sok tau, atau si David yang ga peka...," kata Astrid membela suaminya
Bara melotot kearah Astrid dengan sebal. Charlie pun melempar Bara dengan kulit jeruk untuk menghentikan tatapan Bara pada istrinya. Sementara David asyik memeluk Ellea yang sedang senyum-senyum sambil mengelus perutnya. Winda yang tak asing dengan tingkah mereka, tengah merekam untuk mengabadikan tingkah absurd mereka lagi.
Sungguh persahabatan yang tak lekang oleh waktu. Masih bersama, masih ribut, masih saling menyayangi. Diantara mereka tak ada kepalsuan. Meski tak ada pernyataan atau komitmen apapun, namun mereka tetap saling menjaga agar persahabatan mereka tetap utuh hingga Allah yang memanggil mereka untuk kembali ke haribaan-Nya.
T A M A T
\=\=\= 000 \=\=\=
Assalamualaikum semua...
Makasih buat semua pembaca yang udah mau mampir baca dan suport novel Aku ini... Jangan lupa like, bintang dan vote nya ya...
Mampir juga ke karya Aku lainnya yuk, yang berjudul:
" CEPAT NYA "
" KAMI HARUS LARI ".
__ADS_1
" MAAF BUNGAKU "
Selamat membaca & mudah-mudahan suka ya, Makasih...