
Malam itu setelah kembali ke penginapan, Bara harus kembali bertugas setelah mengantarkan Ellea ke kamarnya. Sedangkan David dan Charlie ada di kamar berbeda di penginapan yang sama.
David tampak segar setelah membersihkan diri. Sambil merebahkan diri, ia kembali mengecek hasil jepretannya hari ini. Ia menatap lama foto kebersamaan dengan genknya hari ini, terutama foto Ellea.
Bukan kali ini saja mereka bertemu, tapi entah mengapa jantungnya berdetak cepat saat melihat Ellea lagi hari ini. Apalagi waktu Ellea memepetnya karena membela Astrid tadi. Sungguh bukan takut yang ia rasakan, tapi rasa yang sangat aneh. Yang membuatnya nyaman dan tak ingin berjauhan dengan Ellea. Rasa yang jelas berbeda dengan rasa untuk Astrid.
David merasa jantungnya berdebar ketika mengingat cara makan Ellea, cara minumnya, senyumnya dan semua tingkah laku Ellea. Apa pun yang dilakukan Ellea hari ini membuatnya tak berhenti terpana. David memejamkan matanya, mencoba untuk tidur. Hingga ia pun terlelap dan tersenyum dalam tidurnya.
\=====
Hari ini adalah hari terakhir Ellea dan Astrid liburan di Magelang. Keduanya terlihat berjalan-jalan mengelilingi penginapan, menikmati udara bersih dan sinar matahari yang hangat.
David masih saja berdiri di pinggir jendela kamarnya. Saat matanya mengitari halaman yang luas, didapatinya sosok yang menghiasi mimpinya tadi malam. Bergegas David mengambil kamera digitalnya di atas meja nakas. Lalu mulai mengambil foto Ellea secara candied.
Saat itu Ellea menggerai rambutnya, mengenakan sweater biru laut dan celana biru navy, membuatnya terlihat manis. Wajahnya tanpa riasan, sedikit pucat tapi tetap enak dipandang.
Tiba-tiba Ellea menoleh kearah jendela kamar David.
" Kenapa El...?" tanya Astrid.
" Ga tau..., kaya ada yang ngeliatin di sebelah sana...," sahut Ellea sambil jarinya menunjuk kearah jendela kamar David.
David yang tahu bahwa Ellea mulai curiga, segera bersembunyi di balik dinding samping jendela.
" Ooo..., itu paling fans gue. Biasa lah model kaya gue kan emang terkenal dan selalu jadi incaran laki-laki...," kata Astrid dengan sombongnya.
__ADS_1
" Iya juga ya...," kata Ellea sambil tersenyum dan melangkah meninggalkan temapat itu mengikuti Astrid.
Bara yang mengikuti Ellea dari jauh, sesuai tugasnya, nampak tersenyum. Bara tahu apa yang dikerjakan oleh David di jendela kamarnya tadi. Tapi Bara tak ambil pusing, karena tindakan David tak membahayakan Ellea.
Setelah sarapan pagi, mereka menunggu Charlie di parkiran penginapan. Lama menunggu Charlie masih belum menampakkan batang hidungnya. Keempat anggota genk Abjad mulai kesal.
" Biar gue susulin aja...," kata Bara sambil beranjak ke dalam penginapan.
Semua mengangguk mengiyakan keputusan Bara.
" Coba lo foto kita berdua dong Vid, gue mau liat hasilnya. Dari kemaren kan lo jeprat jepret tapi kita dikasih liat hasilnya...," gerutu Astrid sebal.
" Ok. Di sana aja ya, back groundnya bagus...," ajak David.
" Tumben bisa ngomong manis ni orang...," batin Astrid heran.
" Ck, baru gue puji dikit, udah kumat gilanya ...," kata Astrid sebal.
" Lo doang ?, ga jadi deh, males gue. Lo kan udah biasa difoto, ajak Ellea biar ga mubazir...," kata David menyindir Astrid.
Astrid mencibir, tapi tetap menuruti keinginan David. Ellea dan Astrid berpose manis dengan latar belakang gunung Merapi yang masih berkabut. Kemudian pindah ke sisi lain dari penginapan, beberapa kali David mengambil foto kedua gadis di depannya dengan semangat.
Tak lama kemudian Bara datang sambil mengapit leher Charlie.
" Bara...!, apa-apaan sih lo, bisa mati orang kalo lo gituin. Lepasin ga...?!" teriak Ellea marah.
__ADS_1
Kemarahan Ellea tak lepas dari pengamatan David. Dan itu membuatnya kecewa. David segera masuk mobil sambil pura-pura melihat hasil jepretannya tadi.
" Gue kesel sama ni anak, masa jam segini masih molor, mana ngiler lagi...," kata Bara sambil melepaskan Charlie.
" Gue udah bangun tadi, gue ketiduran pas nonton TV. Tau-tau si babon masuk, gue kaget terus langsung nyerang dia...," kata Charlie sambil membetulkan letak jaketnya.
" Terus...?" tanya Astrid dan Ellea bersamaan.
" Ya gue kalah lah dodol...!" kata Charlie gusar hingga membuat Ellea dan Astrid tertawa.
" Udah, buruan naik ke mobil, gue yang bawa, semua duduk manis aja...," kata Bara memberi perintah.
Keempat orang itu pun menuruti perintah Bara dan duduk dengan anteng. David duduk di sebelah supir, Ellea Astrid dan Charlie duduk di kursi tengah.
" Sekarang kita bisa kan ke Borobudur...?" tanya Ellea pelan.
" Lo tuh dari kemaren kenapa sih El, ngebet banget pengen kesana, ngidam lo...?" tanya Astrid kesal.
Spontan Bara menghentikan mobil yang dikendarainya, lalu menoleh kearah Ellea.
" Sialan lo, bisa bawa mobil ga, kepala gue sakit nih monyong...!" teriak Charlie.
Bara cuek, dan mengalihkan pandangan kearah Ellea yang sedang mengusap hidungnya yang merah akibat terbentur kursi.
Menyadari semua mata menatap padanya, Ellea pun bertanya, " Apaan...?"
__ADS_1
bersambung