Genk ABJAD

Genk ABJAD
23 ( Extra Part )


__ADS_3

" Jangan curang ya...," kata Astrid.


" Iya, tenang aja," sahut Bara.


" Kalo curang, apa hukumannya ?" tanya Charlie


" Cium keteknya yang menang lah...," jawab David.


" Gue ga ikutan...," kata Ellea sambil berlari menenteng sandalnya.


Keempat orang yang masih ada di lapangan bola itu ternganga.


" Ellea..., curang Lo !" kata mereka berempat bersamaan.


Sedangkan Ellea berlari makin jauh, berbalik sebentar hanya untuk mengejek keempat sahabatnya sambil menjulurkan lidah, lalu menghilang entah kemana.


" Gara-gara Lo sih kelamaan...!" bentak Charlie.


" Yeee..., mana gue tau dia mau kabur," kata David tak mau disalahkan.


" Ini juga cewek, ngapain malah bengong ?!" bentak Charlie kasar.


" Jangan nyalahin Astrid !" kata Bara membela Astrid yang hampir menangis karena dimarahi Charlie.


" Terus Lo mau apa ?" tantang Charlie.


" Gue mau ini...," lalu Bara langsung menonjok Charlie keras hingga hidungnya berdarah.


Charlie jatuh, David yang mencoba melerai malah dipukul oleh Charlie.


" Kok malah mukul gue ?, sini Lo anjrit...!" kata David sambil mengejar Charlie.


Charlie berlari menghindari kejaran Bara dan David.


Melihat tiga sahabatnya sibuk saling kejar, Astrid pun pulang dengan menaiki sepeda David yang terparkir di pinggir lapangan.

__ADS_1


Saat menyadari Astrid sudah tak ada di tempat, mereka berhenti berlari. Tapi saat menoleh ke arah sepedanya yang tak lagi ditempat, David pun kesal.


" Astriiddd...!" teriak David memanggil Astrid.


Yang dipanggil, menoleh pun tidak, malah asyik menggoes sepeda milik David.


Karena tak ada jawaban, David menoleh ke arah Bara dan Charlie, lalu melampiaskan rasa kesalnya.


" Ni gara-gara Lo berdua," kata David sambil menyerang Bara dan Charlie.


Bara dan Charlie yang tak siap dengan serangan David pun terjengkang ke belakang dengan keras. Setelah melihat kedua sahabatnya terjatuh, David pun memukuli dan menjambak rambut mereka tanpa ampun.


Mereka berduel di tanah lapang itu hingga kehabisan tenaga, dan terlentang tanpa daya sambil menatap langit.


Mereka saling tatap satu sama lain, lalu tertawa keras. Setelahnya mereka saling bantu untuk berdiri, kemudian berjalan tertatih-tatih meninggalkan lapangan.


Sementara Ellea dan Astrid asyik makan baso di warung mang Ucup. Mereka hanya melirik saat ketiga sahabatnya lewat sambil terpincang-pincang. Hal itu membuat ketiga cowok remaja itu naik pitam.


" Lo berdua enak-enakan makan disini, tapi kita bertiga duel ga ada yang misahin, maksud Lo berdua tuh apa...?!" tanya Bara kesal karena merasa sudah membela orang yang salah.


Ellea dan Astrid cuek dan tetap meneruskan makan. Bara, Charlie dan David terlihat kesal sambil ngiler.


" Gue kenyang, mau pulang...," kata Astrid datar.


" Kalo sampe Lo sentuh sepeda gue, ayo kita duel aja Trid !" ancam David dengan mata melotot.


" Iihh amit-amit..., Siapa yang mau make sepeda jelek kaya gini...," sahut Astrid santai.


" Udah gue bayar semua, minumnya juga. Ayo kita balik Trid...," ajak Ellea.


Bara, Charlie dan David saling pandang sejenak, lalu mulai makan minum dengan lahap. Setelah selesai, mereka beranjak untuk pergi. Tapi David kembali berteriak.


" Astriiiddd..., Elleaaa...!" teriak David kesal lagi sambil melihat ban sepedanya yang keduanya kempes.


Bara dan Charlie yang melihat ban sepeda Charlie yang kempes itu langsung ambil langkah seribu, mereka tertawa terbahak-bahak melihat hasil karya Astrid dan Ellea.

__ADS_1


" Wooiii..., kemana Lo kampret, bantuin gue dulu. Babon, Cacing..., tungguin gue...," teriak David yang terpaksa menuntun sepedanya hingga kerumahnya.


Tak jauh dari warung mang Ucup, Ellea dan Astrid sedang sembunyi untuk melihat reaksi ketiga sahabatnya itu. Mereka tertawa keras sambil berjalan menjauhi tempat itu.


Begitulah seklumit kisah Genk Abjad di masa remaja.


Salah satu kisah dari sekian banyak kisah yang akan selalu jadi kenangan buat mereka berlima.


Saling menjahili dan mengerjai sudah jadi santapan harian mereka. Ellea yang intovert dan pendiam pun berubah jadi sosok yang 'jail' di genk Abjad....


Bertambah usia tak membuat kelimanya berubah jadi lebih manis. Jika kelimanya bertemu, mereka seolah lupa status mereka masing-masing.


Tiga pria dewasa itu bisa berubah jadi tiga bocah cilik yang saling tendang dan saling pukul, bahkan bergulingan di tanah hanya untuk meributkan hal sepele.


Seperti yang terjadi hari itu.


Saat ketiganya sedang bertengkar dan bergumul di atas rumput depan rumah Ellea - David. Tiba-tiba...,


" Ayah..., Papa..., Papi...," teriak Dzaka, Bianca dan Chicko bersamaan.


Ketiga pria yang sudah jadi bapak itu sontak menghentikan tingkah mereka. Lalu mereka memisahkan diri, sambil merapikan pakaian dan rambut mereka masing-masing. Tampak senyum tersungging di bibir mereka untuk tiga bocah cilik yang tadi meneriaki mereka.


" Papa ngapain ?" tanya Bianca polos sambil memonyongkan bibirnya.


" Papi bilang ga boleh berantem, tapi kok...," ucapan Chicko terputus.


" Ayah ga malu berantem didepan Bunda, Tante Winda, Tante Astrid dan Erina ya...?" tanya Dzaka sambil bersedekap dan geleng-geleng kepala.


( Erina adalah adik Dzaka yang masih bayi dan ada di pangkuan Ellea ).


Mendengar celotehan tiga bocah cilik itu, membuat Ellea, Astrid dan Winda tertawa terpingkal-pingkal.


Sedangkan Bara, Charlie dan David hanya terdiam malu sambil melengos ke arah yang berbeda.


Melihat respon tiga pria dewasa itu, gantian si tiga bocil yang tertawa keras. Sadar ditertawai oleh anak mereka sendiri, mereka pun mulai mengejar ketiga bocil itu yang lari menghindar.

__ADS_1


Sore di halaman rumah Ellea - David menjadi salah satu moment yang tak terlupakan....


\=\=\=\=\=


__ADS_2