
Usaha Winda untuk menjodohkan Astrid dengan Charlie pun dimulai. Setelah Winda meminta ijin pada Bara, ia lanjut mendekati Ellea bermaksud meminta dukungan. Hari itu mereka janjian bertemu di resto Abjad.
" Aku setuju !" kata Ellea singkat.
" Alhamdulillah..., Iya tapi gimana Mbak caranya. Kan Mbak yang tau apa aja kesukaan mereka...," kata Winda.
" Aku sama David udah sering juga ngejodohin mereka. Tapi mereka berdua tuh tau aja kalo mau dijodohin," kata Ellea kesal.
" Tapi Mas Bara bilang, sebenernya Bang Charlie tuh naksir sama Mbak Astrid udah lama...," kata Winda lagi.
" Mmm..., iya sih. Tapi dilarang Bara, karna Charlie keliatannya ga serius, beda sama David ke Aku...,"
Mereka berdua terdiam. David mendekati mereka dengan membawa pesanan Ellea, sate ayam bumbu kecap.
" Bunda sayang..., nih pesenan Kamu. Dimakan pake lontong ya, biar kenyang, kasian si baby kalo Bundanya ga kenyang nanti...," kata David dengan sayang sambil tersenyum dan menyapa Winda dengan kode tangannya.
" Iya Mbak, Aku ga mau keponakan Aku kurus kering disini ...," kata Winda bantu membujuk Ellea sambil mengelus perut Ellea yang terlihat besar.
" Ok, Aku pasti mamam banyak Aunty...," kata Ellea menirukan suara anak kecil sambil mulai makan.
" Udah lama Win...?" tanya David sambil duduk dan sesekali menyuapi Ellea.
" Lumayan Bang, lagi ada perlu dikit sama Mbak Ellea...," sahut Winda ramah.
" Makasih Ayah...," kata Ellea sambil mengusap perutnya.
" Sama-sama kesayangan Ayah...," kata David sambil mengelus perut Ellea juga, " Kalian lanjut deh ngobrolnya, Aku ke dalam dulu...," kata David sambil membawa piring bekas Ellea makan tadi.
" Bang David tuh keliatan sayang banget sama Mbak, Aku jadi iri...," kata Winda pelan.
" Alhamdulillah..., tapi Bara juga sayang kok sama Kamu. Bara itu ga pernah punya cewek. Makanya begitu ketemu Kamu dan bilang kalian mau nikah, kita semua kaget...," kata Ellea tersenyum mengingat pengakuan Bara waktu itu.
" Iya juga ya, Mas Bara deketin Aku emang mau ngajak nikah, ga mau pacaran katanya...," Winda tersenyum malu.
" Nah itu sasaran kita nongol," bisik Ellea.
" Hai hai..., sorry telat ya...," sapa Astrid ramah.
" Ga telat Mbak, Aku aja disini baru sejam...," sindir Winda.
" Uuuhh lucunya..., imut banget sih istri Bara ini," kata Astrid sambil mencubit pipi Winda gemas.
__ADS_1
Lalu mereka bertiga tertawa melihat reaksi Winda yang coba menghindar dari cubitan Astrid.
" Gimana galeri ?, rame ?" tanya Ellea.
" Alhamdulillah rame, Aku jadi sering lembur belakangan ini, karna pesanan on line juga banyak...," kata Astrid sambil mengelus perut Ellea, " Hallo sayangnya Aunty..., lagi apa sih disana, udah mamam belum nih...?" tanya Astrid pada bayi dalam perut Ellea.
" Udah Aunty, Aku mamam sate pake lontong buatan Ayah barusan...," jawab Ellea menirukan suara anak kecil lagi.
" Kalo lembur, berdua aja Mbak?, sampe jam berapa ?" tanya Winda kepo.
" Mmm... sampe jam sebelasan gitu, ya berdua lah, kan karyawan pulang jam sembilan...," jawab Winda.
" Ehm..., ga kawatir tuh Mbak...? tanya Winda lagi.
" Kawatir apaan, kan ada si Charlie...," jawab Astrid cepat.
" Ga usah berbelit-belit Win !, Trid Lo mau ga nikah sama si Charlie ?" tanya Ellea to the point.
" Haahhh...?!" Winda dan Astrid sama-sama terkejut.
Charlie yang kebetulan ada di resto Abjad ikut terkejut mendengar pertanyaan Ellea. Ia bersembunyi dekat guci besar, yang menjadi pajangan di resto itu. Mencoba mendengar apa jawaban Astrid. David ikut mendengarkan obrolan istrinya dengan cara yang sama di samping Charlie. Saat Charlie merasa ada sesuatu di sampingnya, Ia menoleh dan terkejut.
" G*b*ok anjrit !, kaget gue !" teriak Charlie.
pletak !!!
" Aww..., sakit g*la. Siapa yang ngintipin istri Lo sih...?!" kata Charlie mengelus kepalanya yang dipukul nampan oleh David.
Suara ribut keduanya terdengar hingga ke meja Ellea. Sontak mereka bertiga menoleh keasal suara dan mendapati David tengah marah-marah pada Charlie. Astrid berjalan mendekati David dan Charlie.
" Nguping Lo...!?" tanya Astrid melotot pada keduanya.
" Nih si Charlie ngintipin istri gue tercinta, ya gue marah dong...," kata David membela diri.
" Apaan sih oneng, nuduh mulu. Gue tuh ga ngintipin Ellea tapi ngintipin si Astrid !" jawab Charlie marah karena tuduhan David.
Hening sejenak. David langsung balik badan meninggalkan Charlie dan Astrid.
" Mmm..., itu gue...," Charlie gugup karena keceplosan mengakui sesuatu tadi.
" Hmmm...???" tanya Astrid seolah menunggu ucapan Charlie selanjutnya.
__ADS_1
Charlie menghela nafas panjang. Lalu meraih tangan Astrid dan menggenggamnya erat. Astrid terkejut tapi tak berusaha melepaskan genggaman tangan itu.
" Gue tuh suka sama Lo, gue sayang banget sama Lo. Dulu gue dihukum sama Bara karna Dia kira gue mainin Lo. Tapi sekarang gue ga peduli. Gue mau Lo jadi pendamping hidup Gue selamanya...," kata Charlie serius.
" Ga usah kaya gini, Lo bo'ong kan, gue ga suka...," kata Astrid lirih.
" Gue serius, Lo mau ga jadi istri gue...?" tanya Charlie dengan tatapan tajam ke dalam mata Astrid.
Mereka saling tatap sejenak. Hening. Sepi. Lalu....
" Iya, gue mau jadi istri Lo," jawab Astrid mantap.
Charlie sontak memeluk Astrid dan menciumi kepala Astrid sebagai ungkapan gembiranya mendengar jawaban Astrid.
" Makasih...," kata Charlie dengan suara bergetar.
" Mmm...," angguk Astrid yang menangis bahagia tanpa bisa menjawab.
" Ehm, gue ga telat kan...?" kata Bara yang sudah berdiri di samping David sambil bersedekap dengan tatapan tajam kearah Charlie.
Charlie dan Astrid menoleh kearah Bara. Tanpa melepas pelukannya, Charlie menantang Bara.
" Bisa apa Lo sekarang?, Astrid udah terima lamaran gue, bentar lagi gue nikahin Astrid. Dan Lo ga bakal bisa ganggu gue lagi !" kata Charlie dengan sombong.
" Siapa bilang ga bisa ?, kalo Lo macem-macem sama Astrid, gue bacok Lo...," ancam Bara sambil mendekat.
" Hei, jangan kasih tontonan ga mendidik di depan anak gue...!" teriak Ellea marah. Lalu berdiri dan mengelus perutnya.
David melihat reaksi istrinya pun ikut marah. Dengan nampan yang masih dibawanya, ia memukul kepala Bara dan Charlie bergantian.
" Jangan bikin istri sama anak gue ketakutan, Lo berdua emang harus dihajar...," kata David gemas sambil mengejar Bara dan Charlie yang lari menghindarinya.
Tawa pun bergema di dalam resto sore itu, menertawakan tiga orang pria dewasa yang asyik berkejaran di sela-sela meja dan kursi, membuat ruangan agak berantakan.
Melihat hal itu Winda dan Astrid menggandeng Ellea meninggalkan tempat itu, dan membiarkan para pria yang masih saling kejar itu yang akan membereskan kekacauan yang mereka buat.
" Selamat ya Trid, gue seneng Lo akhirnya terima Charlie juga...," kata Ellea sambil memeluk Astrid.
" Makasih..., gue juga ga punya alasan buat nolak Charlie ," sahut Astrid tersenyum malu-malu.
" Tapi Aku juga mau dipeluk...," rengek Winda.
__ADS_1
Mereka berpelukan erat sambil tertawa riang.
bersambung