Genk ABJAD

Genk ABJAD
17 ( Dikerjain )


__ADS_3

Acara resepsi pernikahan David dan Ellea telah usai. Semua tampak lelah, namun bahagia. Ellea sedang bersama Maminya dan Astrid di kamar rias.


" Bantuin gue lepasin assesoris ya Trid...," pinta Ellea.


" Lho kok dilepas sekarang, ntar aja pas sampe hotel...," kata Astrid memberi ide.


" Ga mau ah, gue malu jadi tontonan orang, kaya badut aja...," tolak Ellea.


" Padahal bagus lho sayang. Biar semua orang tuh tau kalo Kamu sekarang udah ga sendiri lagi, udah bersuami. Mami harap ga lama lagi Astrid segera menyusul, ya kan Trid...?" tanya Mami Ellea.


" Aamiin..., makasih doanya Mam, " kata Astrid sambil mulai membantu Ellea sesuai permintaannya tadi.


Setelah berganti pakaian dengan yang lebih simple, Ellea keluar menemui David yang juga sedang menggulung lengan kemejanya.


" Lho, Kamu ganti baju sayang...?" tanya David.


" Iya, Aku gerah banget...," kata Ellea memberi alasan.


" Padahal Aku udah siap-siap mau gendong Kamu ke mobil, nih udah ready," canda David sambil memperlihatkan kedua lengan bajunya yang sudah digulung rapi.


" Kamu bisa aja...," kata Ellea malu-malu.


" Jadi gimana nih...?" tanya Charlie bingung.


" Apanya yang gimana?, Lo mau ikut gue ke hotel buat honey moon sama Ellea gitu ?!" tanya David pura-pura marah.


" Ga waras Lo !" kata Astrid kearah Charlie.


" Tau nih, kaya ga punya acara sendiri aja," kata Bara menimpali sambil menatap Charlie.


" Lagian Lo ga malu ya ngikutin kita berdua honey moon...?" tanya Ellea ikut mengerjai Charlie.


" Ehh..., bentar deh. Kok gue kaya ngalamin dejavu sih, tapi sama siapa ya...," kata Charlie.


" Alasan aja Lo, padahal Lo malu tuh ketauan mau ngikutin David sama Ellea," sanggah Astrid.

__ADS_1


" Urus urusan Lo sendiri," bisik Bara menambahkan.


" Wooii..., dasar kurang ajar Lo pada. Bikin gue malu aja, mana mungkin sih gue ngikutin mereka, " kata Charlie mulai emosi.


Mereka berempat hanya diam melihat Charlie mencak-mencak di parkiran. Tanpa aba-aba mereka pun meninggalkan Charlie yang masih sibuk ngoceh, tentu saja malah membuat Charlie meledak.


" Dasar ga pada punya ot*k Lo ya, gue masih ngomong malah ditinggal gitu aja. Awas gue bales Lo nanti !, inget, pembalasan gue bakal lebih kejam... !" teriak Charlie.


Saat Charlie sedang meluapkan amarahnya, Bara mendekati security perusahaan dan menunjuk kearah Charlie.


" Ada orang stress tuh Pak, amanin aja, kawatir ganggu orang ntar," kata Bara.


" Siap Pak, biar kami amankan, makasih infonya...," kata sang security sambil memberi kode pada temannya dan mereka mulai mendekati Charlie.


" Kebiasaan banget sih, ninggalin gue kalo lagi diajak ngomong. Terus aja bikin gue malu...," ucapan Charlie terhenti saat kedua lengannya dipegang oleh dua orang security.


" Mari ikut Kami ke pos Pak. Anda sudah membuat kegaduhan dan mengganggu ketertiban umum," ujar sang security sambil membawa paksa Charlie ke arah pos security.


" Eeh, tunggu. Apa-apaan nih, saya bukan orang gila, saya nih waras...," kata Charlie berusaha membebaskan diri.


" Kurang ajarrr..., Bara ! David ! " teriak Charlie marah.


Keempat anggota Genk Abjad yang melihat dari kejauhan Charlie dibawa ke pos security pun tertawa terbahak-bahak.


" Jahat Lo Bar...," kata Astrid disela tawanya.


" Iya, tega banget sih Lo...," kata Ellea menambahkan.


" Biarin, biar kapok si Charlie. Awas aja bikin yang aneh-aneh," ujar Bara misterius.


" Aneh-aneh apaan sih ?" tanya Astrid lagi.


" Udah malem nih, ayo balik. Dan Lo berdua, sana pergi honey moon. Tenang aja, ga bakal ada yang gangguin Lo berdua...," kata Bara sebelum meninggalkan tempat itu dengan mobil Astrid yang dikendarainya.


" Kasian si Charlie, kita keterlaluan ga sihh...?" tanya Ellea pada suaminya.

__ADS_1


" Udah yuk, kata Bara kan gapapa. Kita berangkat sekarang ya...?" tanya David sambil tersenyum.


Ellea pun mengangguk. Dan mobil pun melaju membelah malam, menuju tempat yang nyaman untuk David dan Ellea beristirahat.


Keributan di Pos security menarik perhatian orangtua Ellea.


" Itu ada apa sih ribut-ribut ?. Lho itu kan si Charlie..., Cepetan Pi, pasti deh dikerjain lagi sama anak-anak...," kata Mami Ellea sambil tertawa.


" Selamat malam, ada apa ini Pak...?" tanya Papi Ellea.


" Om tolongin saya dong, masa saya disangka ga waras...," rengek Charlie pada papi Ellea.


" Malam Pak, orang ini sudah membuat kegaduhan dengan teriak-teriak dan bicara sendiri Pak...," lapor sang security.


" Ini cuma salah paham, lepaskan saja, saya kenal Dia, ini sahabat anak saya...," kata papi Ellea tertawa.


Charlie pun dibebaskan dari tahanan para security setelah papi Ellea menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi. Charlie ikut di mobil Papi Ellea dan memilih duduk di depan dekat supir keluarga Ellea.


" Kamu dikerjain lagi ya...?" tebak Mami Ellea.


" Iya Tante. Kurang ajar banget mereka. Awas aja kalo ketemu, hiihhh...," kata Charlie geram sambil memukul dash board mobil yang ada di depannya.


" Emang mereka ngapain Kamu ?" tanya Papi Ellea kalem.


Charlie menceritakan kejadian yang baru saja dialami dengan berapi-api. Setelah cerita selesai, Papi dan Mami Ellea termasuk supir pun tertawa terpingkal-pingkal.


Mereka tak habis pikir dengan kenakalan Genk Abjad yang sekarang sudah dewasa itu.


" Aduuhh..., sakit nih perut Tante denger Kamu cerita...," kata Mami Ellea disela tawanya.


" Kalian kan udah dewasa, kok masih bertingkah kaya anak kecil gitu sihh...?" tanya Papi Ellea keheranan sambil tertawa.


" Udah dong Om..., Tante..., jangan ketawa terus. Bikin tambah sebel aja...," rengek Charlie seperti bocah.


Dan yang dilakukan Charlie malah membuat seisi mobil kembali tertawa. Sedangkan Charlie memasang wajah cemberut hingga ia diantarkan dan turun di depan rumahnya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2