Genk ABJAD

Genk ABJAD
16 ( Jadian juga...? )


__ADS_3

Pernikahan Ellea dan David pun direncanakan dalam waktu dekat. Semua pun mulai sibuk mempersiapkan diri. Meskipun mereka menggunakan jasa WO, tapi semua anggota Genk Abjad tetap yang paling sibuk.


Sementara itu Bara kian gencar mengejar Winda, adik Pramono yang merupakan rekan seprofesinya. Walau kadang menerima penolakan, tapi Bara tetap berjuang mengejar cinta Winda.


Lain lagi dengan Charlie. Setelah resign dari perusahaan tempatnya bekerja, kini Charlie sibuk mencari pekerjaan. Karena lelah mencari, akhirnya Charlie mengajak Astrid dan David untuk bekerjasama membuka galeri pakaian.


Bermodal pengetahuan dan pengalaman Astrid dalam hal fashion, membuat ketiganya sepakat membuka toko pakaian yang dikelola bersama. Mengetahui hal itu, Bara dan Ellea ikut ambil bagian. Keduanya menanam saham dalam usaha bersama itu. Jadilah toko mereka diberi nama Galeri Abjad.


Selain menjual pakaian, di lahan sebelahnya dibangun rumah makan mini, sekedar tempat istirahat seusai belanja di toko. Rumah makan mini yang diberi nama Resto Abjad itu pun tak kalah ramai dengan Galeri Abjad. Mereka berlima menjadi lebih sibuk dan terpaksa mempekerjakan banyak karyawan untuk meringankan pekerjaan mereka.


\=====


Resepsi pernikahan David dan Ellea berlangsung meriah dan diigelar di sebuah aula milik perusahaan keluarga Ellea. Akad nikah sudah digelar sehari sebelumnya di rumah orangtua Ellea.


Hari itu Ellea tampak sangat cantik. Mengenakan gaun putih panjang menjuntai hingga menyentuh lantai. Rambut Ellea yang mulai panjang melebihi bahu, diatur dengan apik untuk mengimbangi mahkota berwarna putih dengan hiasan kristal dan mutiara yang bertengger manis di atas kepala Ellea. Kalung pemberian ibu David saat lamaran tampak melingkar di leher jenjang Ellea hingga membuat penampilan Ellea benar-benar memukau. Gadis itu berjalan perlahan sambil menebar senyuman ke penjuru ruangan.


David yang mengenakan jas berwarna abu-abu, nampak pas saat disandingkan dengan Ellea. Berjalan gagah di samping Ellea dengan rasa bangga membuat keluarga dan sahabatnya mengacungkan jempol untuknya. Keduanya terlihat bak raja dan ratu.


" Kamu cantik banget sih istriku...," kata David sambil menatap penuh cinta kearah Ellea.


" Kamu juga tampan banget deh suamiku...," sahut Ellea malu-malu hingga membuat David gemas.


" Sini ikut Aku, " ajak David sambil menarik tangan Ellea ke ruang make up.


" Ada apaan sih, acaranya tuh udah mau mulai, ntar kalo mereka nyariin...," Ellea tak bisa melanjutkan ucapannya karena David sudah mencium bibirnya cepat.


" Sebentar aja...," kata David sambil menatap ke arah manik mata Ellea.


Ellea tak bisa menolak pemintaan David yang kini telah sah menjadi suaminya. Ellea menyambut ciuman David hingga keduanya hanyut dalam kemesraan pasangan yang baru saja menikah.

__ADS_1


Tapi beberapa saat kemudian...


" Pantesan dicariin kemana-mana ga ada, ga taunya lagi mesum disini...," kata Charlie sambil geleng-geleng kepala.


" Mesum apaan sih, ini kan istri sah gue. Jadi gue berhak sepenuhnya atas dirinya, ya ga sayang...?, kata David setelah menjitak kepala Charlie dengan keras.


" Makanya nikah buruan, biar ga gangguin orang mulu...," cibir Ellea pura-pura marah.


" Ck, payah, disini ga ada yang belain gue. Ntar gue cari pasukan dulu buat ngalahin lo berdua...," kata Charlie sambil berlalu.


Saat berbalik, Charlie menabrak tubuh Astrid yang hendak menjemput Ellea ke pelaminan. Astrid yang terkejut, hampir terjatuh jika Charlie tak menahan pinggangnya. Astrid dan Charlie saling tatap sejenak.


" Ehm..., kayanya gue doang yang ga dapet pasangan di genk Abjad...," kata Bara tiba-tiba.


Suara Bara mengagetkan Astrid dan Charlie yang segera melepaskan pelukannya. Di bawah tatapan Ellea, David dan Bara, kedua insan yang tadi bertabrakan dan sempat berpelukan itu tampak gelisah. Kemudian Bara memecah keheningan itu dengan kalimat perintah.


David pun menautkan jari tangannya dengan jemari Ellea. Mereka bertatapan sejenak sambil tersenyum manis. Diikuti Charlie dan Astrid di belakang mereka, sepasang pengantin yang bahagia itu nampak memasuki ruangan yang didekorasi dengan cantik.


Semua tamu bertepuk tangan saat kedua mempelai memasuki ruangan. Tamu yang hadir sebagian adalah kolega Ellea. Mereka turut bahagia dengan kebahagiaan yang dirasakan Ellea. Teman sekantor Ellea yang merupakan bawahannya turut hadir untuk memberi ucapan selamat.


Dari sudut ruangan Charlie masih menatap takjub ke arah Astrid. Charlie juga mulai mencoba peruntungan mendekati Astrid. Bara yang melihat sikap Charlie pun mandatanginya sambil menepuk pundaknya keras.


" Mau coba bikin story juga kaya Ellea sama David...?" tanya Bara.


" Iya, kalo Astrid mau, kalo ga, ya gapapa...," sahut Charlie sambil menggaruk hidungnya yang tak gatal.


" Batalin niat Lo, kalo Lo cuma mau maen-maen aja...!" bentak Bara sambil menarik kerah baju Charlie.


" Sakit monyong..., lepasin ga. Malu nih gue diliatin orang...," kata Charlie sambil berusaha menarik tangan Bara dari kerahnya.

__ADS_1


" Jangan macem-macem sama Astrid...," ancam Bara sambil berlalu.


Charlie nampak menciut dengan ancaman Bara. Ia cukup hapal sikap Bara saat marah. Makanya ia pun berniat mengurungkan niatanya untuk mengejar cinta Astrid.


Sedangkan Astrid tengah menikmati puding di samping meja prasmanan. Ia didatangi oleh orangtua Bara.


" Astrid cantik..., Kamu jadian sama si Charlie ya...? tanya mama Bara.


" Ah Tante, kata siapa, ga kok Tan..., cuma sahabatan aja...," kata Astrid malu.


" Kalo emang iya juga gapapa, Tante setuju kok. Atau mau sama Bara aja...?" tawar mama Bara senyum-senyum.


" Jangan maksain Ma, kasian ntar Astrid ga bahagia sama Bara...," kata papa Bara bijak.


" Iya Pa, Mama tau kok. Mama udah terlanjur sayang sama Ellea dan Astrid. Rasanya gemes aja dan pengen jadiin mereka mantu...," sahut mama Bara sambil tertawa diikuti Astrid dan suaminya.


" Sayangnya mereka berdua ga berminat sama Anak Kita ya Ma...," kata papa Bara.


" Bisa aja nih Om...," kata Astrid tak enak hati namun kedua orangtua Bara justru tertawa.


Nampaknya kedua orangtua Bara tak mempermasalahkan penolakan Astrid. Mereka bertiga tampak asyik berbincang tentang banyak hal hingga Astrid pamit karena dipanggil mami Ellea.


" Sebentar ya Om, Tante, Astrid kesana dulu...," pamit Astrid sopan.


" Ok...," kata papa dan mama Bara bersamaan sambil tersenyum.


Kemudian kedua orangtua Bara berkeliling untuk menyapa para tamu yang hadir sedangkan Astrid bergegas menghampiri mami Ellea.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2