Genk ABJAD

Genk ABJAD
14 ( Lamaran )


__ADS_3

Kini kehidupan anggota genk Abjad lebih berwarna. Apalagi sejak kelima anggotanya mulai mengenal cinta.


Cinta David pada Ellea tampaknya tak bertepuk sebelah tangan. Ellea pun memiliki perasaan berbeda sejak David memeluknya waktu itu. Ellea merasa menemukan kenyamanan yang dicarinya selama ini.


Di kantor Ellea sedang asyik melamun. Tiba-tiba HP di mejanya berdering. Ellea melirik sekilas HP yang berdering itu. Di sana ia melihat nama seseorang yang tengah dipikirkannya sekarang yaitu David.


" Halo..., Assalamualaikum...," kata Ellea cepat dengan detak jantung yang memburu.


" Wa alaikusalam, Lo dimana El...?" tanya suara di seberang telephon.


" Di kantor lah jam segini mah...," sahut Ellea mencoba santai.


" Mmm..., balik jam berapa...?" tanya David lagi.


" Gue belom tau nih, kenapa emangnya...?" tanya Ellea bingung.


" Mau ngajakin lo dinner, kalo lo sempet, kalo ga sempet ya gapapa...," sahut David cepat.


" Ooo, gitu. Gue usahain pulang sore deh, ntar gue kabarin lo kalo udah mau jalan...," kata Ellea.


" Ok, ntar gue share lock tempatnya ya...," kata David lagi.


" Ok...," sahut Ellea. Dan mereka pun mengakhiri perbincangan mereka via telephon.


\=====


David dan Ellea tampak sedang duduk berhadapan di sebuah kafe. Mereka sedang menikmati kopi latte dan beberapa makanan ringan. Sesekali David terlihat menjepret obyek foto dengan kameranya kemudian mengecek hasil jepretan kameranya.


" Jadi lo ngajak gue kesini buat ngeliatin lo ngambil foto gitu . Aduh Vid, please deh yaa.... Gue tuh sibuk banget sebenernya, tapi karna lo telephon tadi seolah-olah ada yang penting, makanya gue rela ga jadi meeting. Ehh..., ga taunya cuma disuruh nemenin lo doang yang jeprat-jepret ga karuan...," omel Ellea sambil meneguk kopinya.


David yang mendengar omelan Ellea cuma tersenyum. Dalam hati ia menikmati omelan Ellea yang terdengar sangat menggemaskan.


" Hei, Lo denger ga sih kata gue barusan...?!" kata Ellea mulai marah.


" Apaan sih El, ga usah marah dulu lah. Nih gue mau kasih liat hasil jepretan gue di Borobudur kemaren...," sahut  David santai.


" Cuma itu ?, kan bisa tunggu kita berlima ketemuan Daviiidd...," sergah Ellea gusar.

__ADS_1


" Tapi gue mau kasih liatnya sama Lo aja...," kata David lagi.


" Iihh..., Lo tuh ya, kurang kerjaan banget sih...," sahut Ellea sebal.


Hening sejenak, hanya terdengar suara musik yang mengalun dari panggung kecil di sudut kafe.


" El...," panggil David lembut.


" Apa...?!" sahut Ellea galak sambil merapikan rambutnya.


" Kita nikah yuk...," kata David sambil membantu Ellea merapikan rambutnya.


" Lo gi*a ya...?!" kata Ellea marah dan hendak beranjak meninggalkan David.


" Gue ga gi*a El, gue serius. Gue sayang sama Lo dan gue udah sembuh, udah normal. Kalo lo takut gue cuma jadiin lo bahan percobaan, Lo salah El...," kata David mencoba meyakinkan Ellea.


Ellea berhenti melangkah dan berbalik menatap David. Ada keseriusan di mata David, tapi Ellea masih ingin menguji David.


" Lo serius...?" tanya Ellea.


" Dateng ke rumah gue, temuin Papi, minta gue sama Papi langsung...," kata Ellea sambil berlalu.


David terdiam memandangi punggung Ellea yang langsung menghilang di keramaian.


\=====


Hari Jum'at sore.


Kehebohan nampak di rumah Ellea. Papi dan Mami Ellea yang baru saja pulang dari luar negri nampak kebingungan. Masalahnya ada tamu dadakan yang datang ke rumah mereka dengan membawa rombongan berikut macam-macam hantaran.


" Telephon Ellea cepat Mam, Papi jadi bingung gimana ngambil keputusan ...," kata Papi Ellea.


" HPnya ga aktif Pi...," sahut Mami Ellea.


" Nih anak berdua bikin orangtua repot sampe kaya gini sih. Coba Astrid Mi...," kata Papi Ellea lagi sambil mengeluh.


" Sama Pi, ga aktif juga...," sahut Mami Ellea.

__ADS_1


" Ya udah kita temuin tamunya dulu...," ajak Papi Ellea sambil melangkah cepat menuju ruang tamu.


Sementara Astrid ada di dalam mobil Ellea. Ellea ngebut begitu mendengar berita dari Astrid tentang kehadiran tamu tak diundang di rumah orangtuanya.


" Jadi Lo ga tau apa-apa soal ini ?, ga mungkin El..., jangan bo'ongin gue ya...," kata Astrid.


" Gue ga bohong Trid, Gue ga tau apa-apa kok...," sahut Ellea.


" Stop !. Pelan-pelan aja sihhh, gue masih mau hidup, gue kan belom nikah. Elleaaa...," jerit Astrid menyaksikan Ellea yang mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.


" Berisik !. Turun aja sana, bikin gue pecah fokus aja Lo...!" bentak Ellea galak.


" Enak aja, gue ga mau turun, tapi jangan ngebut dong El. Gue takut, sumpah...!" kata Astrid dengan wajah menghiba.


Ellea menghela nafas kasar, lalu mulai mengurangi kecepatan mobilnya.


" David emang ngelamar gue dua hari yang lalu...," kata Ellea datar.


" Hah, serius Lo ?" tanya Astrid terkejut.


" Iya, tapi gue pikir dia bercanda. Kan gue sama Dia ga ada hubungan spesial apapun selain sahabat di genk Abjad. Makanya gue tantang Dia nemuin Papi langsung, gue ga tau kalo Dia nekad...," sahut Ellea bingung.


" Ha ha ha..., aduh perut gue sakit nih. Lo kan yang bilang kalo si David ga bakal tertarik sama kita ?, tapi liat apa kenyataannya sekarang...," kata Astrid masih dengan tawanya.


" Iya..., gue masih inget...," sahut Ellea malu.


" Tapi David keren lho sekarang, udah lebih dewasa, tambah ganteng lagi," kata Astrid sambil mengelap wajahnya dengan tissu, " Tapi sayang bukan type gue...," kata Astrid.


Wajah Ellea merah saat mendengar pujian Astrid pada David. Terlihat rasa tak suka saat Astrid memuji David yang kini sedang berhadapan dengan orangtuanya di rumah.


" Ciee..., ciee..., jelous nih yee...," goda Astrid sambil tertawa.


" Apaan sih Lo, ga jelas...!" maki Ellea pura-pura marah.


Tawa pun kembali terdengar, Astrid sungguh puas bisa menggoda sahabatnya itu. Ellea makin mempercepat laju mobilnya yang membuat Astrid menjerit ketakutan. Gantian Ellea yang tertawa puas karena bisa mengerjai Astrid.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2