Genk ABJAD

Genk ABJAD
15 ( Diterima atau..., )


__ADS_3

Mobil Ellea tiba di depan rumahnya. Sudah tampak banyak tamu di sana. Di luar rumah terlihat Bara, Charlie dan David yang mengenakan baju batik lengan pendek. Terkesan sedikit formil namun tetap santai. Mereka bertiga menoleh kearah Ellea dan Astrid.


Belum sempat Ellea bertanya pada ketiga sahabatnya, orangtua Ellea datang dan segera membawa Ellea masuk ke dalam rumah.


" Sebentar Mi, Ellea tanya sama David dulu...," kata Ellea sambil mencoba melepaskan cekalan tangan maminya.


" Ngobrolnya ntar aja El. Udah sana, rapiin dulu make up Kamu, cepetan...!" sahut Mami Ellea tegas.


" Aku bantuin Ellea ya Mam...," kata Astrid sambil mengekori Ellea.


" Tentu saja boleh Astrid cantik. Tolong dibantu dan ga pake lama," pesan mami Ellea.


" Ok Mam...," sahut Astrid setuju dan melangkah menaiki anak tangga menuju kamar Ellea di lantai dua.


\=====


Di luar rumah Ellea.


David terlihat tampan dengan batiknya. Begitu juga Cahrlie dan Bara. Mereka masih asyik ngobrol dengan santainya sambil menunggu Ellea selesai berdandan.


" Lo ga maen-maen kan sama Ellea...?" tanya Bara tajam.


" Ya ga lah, ngapain maenan. Gue super serius sama Ellea...," sahut David mantap.


" Tapi Lo udah bilang belom kalo lo mau ngelamar Dia hari ini...?" tanya Charlie penasaran.


" Belom...," jawab David singkat hingga mengejutkan Bara dan Charlie.


Keduanya sontak berdiri dan mulai menarik rambut David sambil memukulinya. David berusaha menghindari pukulan Bara dan Charlie sambil berlari menjauh.

__ADS_1


" Gue udah ngelamar Ellea dua hari yang lalu...!" jerit David sambil menghindari kejaran Bara dan Charlie.


" Dasar pe'a. Mana bisa Lo married kalo cewek yang Lo ajak married ga mau sama Lo...!" teriak Charlie sebal sambil melempar sepatunya ke arah David.


" Bener-bener nih si David. Woi dodol, sia-sia gue pake baju batik gini, mana gerah lagi. Kirain gue Lo udah bilang sama keluarga Ellea mau kesini...!" kata Bara sambil mengejar David yang akhirnya bisa ditangkapnya.


" Sabar dong jangan maen pukul aja. Biar Gue jelasin dulu semuanya. Ellea nantangin gue supaya ngomong langsung sama Papinya, makanya gue buktiin kalo gue serius sama omongan gue...," kata David membela diri.


Pembelaan David membuat Bara dan Charlie menghentikan 'penyiksaan' nya pada David. Mereka bertiga kembali duduk di tempat semula dan terdiam.


Ulah mereka bertiga menjadi tontonan gratis untuk semua tamu di rumah Ellea. Ada yang tertawa, ada yang terkejut, bahkan banyak juga yang cuek seolah tak terjadi apa-apa. Karena mereka sering melihat tingkah absurd kelima anggota genk Abjad.


Suasana di dalam rumah Ellea lebih ramai saat Ellea turun didampingi Astrid. Mengenakan gaun panjang warna coklat susu dan sedikit assesoris rambut, dengan sentuhan make up natural karya Astrid, membuat Ellea terlihat sangat cantik.


Lalu ayah David pun mulai bicara, setelah sebelumnya menyuruh David masuk ke dalam rumah dan duduk bersama mereka.


Semua orang mulai kasak kusuk. Tampak Ellea yang menundukkan kepalanya sambil meremas jari-jarinya. Ia sangat terkejut sekaligus malu mendengar ucapan ayah David. Sedangkan David menatap tajam kearah Ellea yang sedang menunduk.


" Kami sebagai orangtua Ellea hanya bisa merestui pilihan Anak Kami, apalagi Kami sudah mengenal Nak David sejak kecil. Dia memiliki pribadi yang baik dan sejujurnya Kami senang jika mereka menikah karena David bukan orang asing dalam lingkungan keluarga Kita...," kata papi Ellea.


David menarik nafas saat mendengar ucapan papi Ellea, walau hatinya belum merasa lega.


"Tapi keputusan Kami serahkan pada putri Kami, Ellea. Karena mereka berdua lah yang akan menjalani pernikahan ini nantinya...," kata Papi Ellea lagi.


Hening sejenak. Semua mata memandang ke arah Ellea, menunggu jawaban darinya.


" Gimana El...?" tanya David tak sabar.


Mata ibu David melotot kearah David. Ia mencubit pinggang David gemas karena anaknya telah sedikit mengacaukan acara lamaran itu.

__ADS_1


" Kamu jangan ngerusak susunan acara dong, sabar dikit kenapa sih...?" bisik ibu David.


" David ga sabar Buu...," bisik David pada ibunya.


" Gimana El...?, David ga sabar tuh nunggu jawaban Kamu, harus setuju ya biar Kami ga malu...," kata kakak David yang sedang hamil besar mencoba mencairkan suasana.


Terdengar tawa dari seluruh ruangan. Ellea perlahan mengangkat kepalanya.


" Iya, Ellea terima lamaran David dan keluarga...," sahut Ellea dengan mantap.


" Alhamdulillah...," kata semua orang yang hadir saat itu. Bahkan David hampir melompat saking senangnya.


Acara dilanjutkan dengan pemakaian kalung di leher Ellea yang dipakaikan oleh ibu David.


Disaksikan lima pasang orangtua anggota genk Abjad acara pun terus berlanjut .


Ellea dan David berdiri berdampingan sambil menautkan jari tangan mereka. Semua yang hadir tampak bahagia, tak terkecuali keempat anggota genk Abjad.


" Makasih udah percaya dan mau nerima Aku ya El...," bisik David di telinga Ellea.


" Sama-sama. Makasih juga udah mau jadiin Aku bagian dari hidup Kamu...," kata Ellea malu.


Sebutan masing-masing berubah spontan, dari lo-gue menjadi aku-kamu, sesaat setelah Ellea menerima pinangan David membuat getar tersendiri di hati keduanya.


" Foto dulu dong kita...," kata Astrid bahagia.


Kelima anggota genk Abjad mengabadikan moment saat lamaran David untuk Ellea, dalam sebuah foto yang dibingkai dengan cantik.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2