
Di dalam lift hanya ada Bara dan Ellea. Bara langsung menarik rambut Ellea dengan gemas hingga gadis itu terkejut. Ellea pun memukul tangan Bara yang menarik rambutnya sambil menatap kesal kearah Bara.
Untuk sesaat keduanya terdiam lalu tertawa keras.
" Gila lo ya, sok cool banget. Gue pengen ketawa dari tadi...," kata Ellea disela tawanya.
" Itu emang kerjaan gue El...," kata Bara mengacak rambut Ellea.
" Jangan bilang kalo lo jadi bodyguard gue selama tiga hari...," kata Ellea curiga.
" Yup, itu kenyataannya...," kata Bara sambil menggedikkan bahunya hingga membuat Ellea mendengus kesal.
Mereka tiba di lantai lima. Begitu lift terbuka Ellea segera keluar diikuti Bara.
" Gue tuh mau refreshing Bar. Ketemu lo tuh jadi apa hidup gue tiga hari kedepan...?" keluh Ellea sambil melangkah menuju kamar.
" Lo jangan gitu dong El. Emangnya gue hama pengganggu yang gangguin hidup lo..," kata Bara.
" Lho, terus gue harus gimana. Lompat-lompat sambil ketawa gitu ?. Gue bisa bayangin selama disini pengeluaran gue bisa bengkak gara-gara lo. Makan Lo banyak, mahal-mahal lagi. Mana celamitan juga ga bisa liat barang bagus...," celoteh Ellea sebal.
" Ha ha ha..., tau aja lo El. Kok bisa ngomong gitu sih, masih inget tragedi cendol di saung ronda itu yaa...?" kata Bara sambil tetap berdiri dia ambang pintu.
" Iya lah..., lo yang mesen cendol, kok bisa gue yang disuruh bayar. Dasar error ...," gerutu Ellea sambil membanting pintu kamar dengan keras meninggalkan Bara yang mematung di depan kamar sambil menggelengkan kepalanya.
Di balik pintu Ellea nampak tertawa diam-diam mengingat kenakalan Bara saat mereka masih remaja.
Sedangkan Bara masih berdiri didepan kamar Ellea dengan posisi santai sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal. Bara pun tertawa mengingat kenakalannya bersama keempat temannya.
\=====
Di restoran penginapan saat sore hari.
" Elleaaa...!" teriak seorang wanita cantik dengan penampilan modis. Ia berlari kecil sambil merentangkan kedua tangannya seolah bersiap memeluk Ellea yang sedang duduk.
Namun langkah Astrid terhenti saat Bara menghadangnya.
__ADS_1
" Eh tunggu...!" kata Bara tegas sambil mengembangkan telapak tangannya bermaksud menghalangi wanita cantik itu mendekat.
" Jangan halangin gue...!" kata Astrid lantang.
" Tapi Saya hanya menjalankan tugas Bu...," sahut Bara datar.
" Ellea, siapa sih nih cowok...?!" tanya Astrid kesal.
" Saya yang ngawal Bu Ellea, Anda yang siapa...?" bentak Bara galak.
" Bara, cuku...!" kata Ellea sambil berdiri lalu menyingkirkan tangan Bara.
Kemudian Ellea memeluk wanita cantik yang ada di depannya dengan hangat. Astrid mendapat kabar dari Ellea tentang keberadaannya di penginapan itu. Setelah menyelesaikan pekerjaannya di Solo, Astrid pun segera meluncur menemui Ellea.
" Gue kangen sama Lo El...," kata Astrid lirih.
" Gue juga Trid. Duduk yuk...," ajak Ellea sambil menggamit tangan Astrid.
Astrid pun mengangguk lalu mengikuti Ellea. Sambil berjalan menuju meja Ellea, Astrid dengan sengaja menginjak kaki Bara dengan high heels nya. Alhasil Bara melotot kearah Astrid sambil menahan nyeri di kakinya. Ellea yang mengetahui apa yang dilakukan Astrid pun tak kuasa menahan tawa. Sedangkan Bara menatap kesal kearah Astrid dan Ellea.
" Boleh...," jawab Ellea sambil tertawa.
" Gue pesen udang asam manis, nasi putih, rawon, sambel, krupuk, spaghetti, pizza, sama air putih...," kata Astrid dengan santai.
Bara yang mendengar pesanan Astrid terbelalak heran. Ia memandangi Astrid dari atas kepala hingga ujung kaki. Astrid yang menyadari tatapan Bara terarah padanya pun balas melotot.
" Apa...?!" kata Astrid galak.
" Maaf, saya ga nyangka aja. Badan Anda sekecil ini, tapi pesanan Anda sangat banyak. Anda yakin bisa menghabiskan semuanya...?" sindir Bara tajam.
" Ellea, liat deh. Masa Aku dikatain kaya gitu..," rengek Astrid pada Ellea.
" Bara...," panggil Ellea sambil menggelengkan kepalanya.
" Maaf Bu. Saya terkejut aja ngeliat cewek kurus kaya gini makannya banyak. Saya cuma khawatir mubazir Bu...," sahut Bara dengan santai.
__ADS_1
" Kan nanti Anda bisa bantu menghabiskan sisanya...," kata Ellea pada Bara.
" Eh , kira-kira dong kalo ngomong. Emangnya gue guguk disuruh makan makanan sisa. Dasarr cewek idiot Lo berdua..!" kata Bara mulai emosi.
Ellea dan Astrid saling tatap sejenak lalu tertawa terpingkal-pingkal. Mereka tertawa karena berhasil memancing sifat asli Bara keluar.
" Keluar juga kan lo...," kata Astrid sambil memukul Bara dengan tas yang dibawanya.
" Sia*an. Gara-gara Lo, hilang deh sikap wibawa gue...," keluh Bara sambil menepuk dahinya hingga membuat Astrid dan Ellea tertawa.
" Lo pesen apa Bar...?" tanya Ellea.
" Gue pesen rawon, nasi putih...," ucapan Bara terputus.
" Jangan ditanyain dia mah, menu serestoran ini bakal dipesen semua...," kata Astrid sambil mencibir.
" Ah lo, Trid. Kalo ngomong suka bener...," sahut Bara sambil menarik syal yang melingkar di leher Astrid.
" Balikin ga, babon. Gue panggilin security nih ya...," ancam Astrid.
" Panggil aja sana, gue tuh kepala security disini, jadi mereka ga bakal berani sama gue...," kata Bara sombong.
Astrid mendengus kesal sedangkan Ellea hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Tak lama kemudian pesanan mereka pun tiba. Dengan lahap mereka makan sambil saling mengejek. Tak ada kecanggungan setelah sekian tahun tak bertemu.
" Rencana lo besok mau kemana El...?" tanya Astrid.
" Belom tau nih, sebenernya gue mau ke Borobudur, seru kayanya. Lo ada ide Bar...?" tanya Ellea.
" Gue tau tempat yang seru...," sahut Bara.
Lalu Bara menceritakan idenya yang didengar serius oleh Ellea dan Astrid, tanpa menjelaskan dimanakah tempat yang dimaksud tadi. Ellea dan Astrid mengangguk setuju. Apalagi Bara memberitahu bahwa ia sudah mengabari Charlie dan David dan berharap kedua sahabatnya itu bisa ikut juga.
Setelah makan, Astrid dan Ellea memilih masuk ke kamar Ellea untuk beristirahat. Sedangkan Bara kembali melanjutkan tugasnya. Ketiganya berjanji untuk bertemu lalu berangkat pagi setelah sarapan besok.
bersambung
__ADS_1