Guard In Shadow

Guard In Shadow
Chapter 12


__ADS_3

Dan tepat pada saat ini, terdengar suara “Aaa” sebanyak dua kali, dua orang yang bertugas melindungi Kezia dari belakang secara tiba-tiba tumbang.


Panji yang melihat ini langsung menarik tangan salah seorang rekannya yang tumbang. Namun dia merasakan tubuh rekannya sangat berat, seolah sudah tidak sadarkan diri. Begitu melihat lebih teliti, dia melihat bagian pinggang belakang rekannya ini sudah bersimbah darah, ketika dia menyibak pakaiannya, luka tembak yang begitu jelas langsung terlihat.


Ekspresinya langsung berubah: “Ketua, ada penembak bayaran!”


“Apa?”


Wajah Henry langsung pucat, ternyata apa yang Jacky katakan benar, memang ada pembunuh bayaran!


Dan penembak bayaran ini sangat licik, dia membayar para preman untuk membuat alibi …


Melihat para preman bayaran tidak hentinya mengejar, Henry yang panik hanya bisa membentuk benteng manusia sekali lagi, melindungi Kezia dengan tubuh mereka, mereka bergerak bersamaan, namun baru berjalan beberapa langkah, seorang rekan mereka kembali tumbang secara tiba-tiba.


Begitu Panji menoleh, dia melihat darah segar yang mengalir dari punggung rekannya dan membasahi tubuhnya dengan cepat.


“Ketua, ada yang kena tembak lagi.”


“Terus berlari.”

__ADS_1


Wajah Henry begitu tegas, dia sama sekali tidak ragu sedikitpun, tetapi mereka melindungi Kezia sehingga tidak bisa berlari dengan cepat, oleh karena itu, ketika baru tiba di pertigaan, para preman bayaran itu sudah berhasil mengejar mereka.


Di tengah kekacauan, tim Henry dibuat terpencar dengan mudah oleh para preman bayaran itu, dan disaat bersamaan para rekannya tumbang satu per satu, kaki Henry terkena pukulan seorang preman sehingga terjatuh, sementara Kezia juga tersandung, karena jalan yang berbukit, Kezia terguling dan jatuh diatas jalan bebatuan, lututnya yang putih bersih bersimbah darah.


“Presdir!”


Keringat membasahi wajah dan tubuh Henry, dia berusaha keras untuk bangkit berdiri, namun para preman bayaran itu sudah membekuk mereka di tanah.


Seketika Henry terlihat begitu putus asa, dia sudah tahu, semua sudah berakhir, celakalah sudah, kalau sampai terjadi  sesuatu pada Kezia, maka nyawa mereka juga tidak akan terselamatkan!


Dan saat ini pikiran Kezia sepenuhnya kosong, kakinya terluka dan begitu sakit, bahkan untuk berdiri saja tidak bisa.


Wajah Kezia terlihat begitu putus asa, dalam hati merasa begitu menyesal, menyesal karena dia tidak mendengarkan ucapan Jacky, tiba-tiba dia teringat, beberapa hari yang lalu, Jacky yang menolongnya dari pembunuh bayaran itu, tetapi hari ini dia malah mengabaikan ucapan Jacky karena sifatnya yang kekanakan.


Namun pada saat ini, Kezia merasa dirinya seperti digendong secara tiba-tiba, lalu bersembunyi di belakang rumah yang ada di pinggir jalan dengan cepat.


“Sssttt!!”


Hampir pada saat bersamaan, dua butir peluru mengenai tempat di mana Kezia berada tadi, percikan api karena gesekan peluru yang mengenai batu terlihat jelas.

__ADS_1


Merasakan nafas panas dan juga aroma keringat yang menyengat, Kezia menyadari kalau dirinya berada dalam pelukan seseorang, bahkan dalam pelukan seorang pria!


Dia mengangkat kepalanya, melihat sosok yang begitu tidak asing, wajah yang penuh dengan tanah dan debu, keringat yang membasahi tubuh, pakaian yang berantakan, membuatnya tiba-tiba tercengang…


“Jacky?” menatap Jacky yang begitu kacau dan berantakan, perasaan Kezia saat ini terasa begitu rumit, dia sungguh tidak menyangka, orang yang menolongnya di detik-detik terakhir tetap Jacky!


Jacky merasa dirinya hampir meledak, dan melihat Kezia yang berada dalam pelukannya, sontak membuatnya begitu marah, dia mengangkat tangan dan memukul bokong Kezia: “Dasar kurang ajar, siapa suruh tidak mengangkat telepon, kalau bukan karena memandang gaji dari perusahaan, gua pasti bakal menghajar cewek kurang ajar ini!”


“Pakk!”


Mendengar suara pukulan yang begitu nyaring dari bawah tubuhnya, Kezia bagaikan tersengat listrik, dia seketika membatu di sana…


“Cewek kurang ajar, tatapan macam apa ini? Demi nolong lu gue sepanjang jalan udah kayak trenggiling!”


Merasakan sorot mata Kezia yang nyaris bisa membunuh orang, Jacky merasa tidak senang, bagaimanapun dia sudah menolongnya untuk yang kedua kalinya loh! Apakah tidak bisa memberikan wajah yang sedikit lebih sedap dipandang!


Dan melihat Kezia yang menimpa tubuhnya, tubuh yang begitu harum dan lembut dalam pelukannya, hati Jacky tergelitik, tadi dia hanya fokus menolong orang, sehingga tidak sempat merasakan apapun. Harus diakui, tubuh dan juga kulit wanita ini sangat bagus, halus juga lembut, begitu putih dan kenyal, seandainya bisa… Cuih, apa yang sedang dia pikirkan.


Jacky menghela nafas, dia menggendongnya dengan susah payah, lalu berlari dengan cepat, pada saat bersamaan, kembali ada dua butir peluru yang ditembakkan ke tempat dia bersembunyi.

__ADS_1


Merasakan nafas yang begitu kasar di samping telinganya, Kezia yang bersandar di dada Jacky yang begitu kekar, langsung menjadi tegang, dia merasa begitu tidak nyaman, kedua tangannya entah harus diletakkan di mana baiknya. Sejak kecil tubuhnya belum pernah bersentuhan dengan orang lain kecuali anggota keluarganya.


“Kamu… kenapa kamu bisa datang kemari?”


__ADS_2