Guard In Shadow

Guard In Shadow
Chapter 15


__ADS_3

Ekspresi wajah Foxran langsung menjadi begitu tajam, pria di hadapannya ini sangat memahami pembunuh bayaran, sudah pasti seprofesi. Tetapi, dalam ingatannya, baik di dunia pembunuh bayaran maupun dunia tentara bayaran sama sekali tidak ada yang sesuai dengan kriteria orang ini, pembunuh bayaran urutan sepuluh besar sudah pernah dia temui sebelumnya, pembunuh bayaran urutan tiga besar sudah mati dua orang dan satunya lagi menghilang, kalau bukan karena Wolf Stone sudah mengumumkan penemuan jasad King Shadow, mungkin Foxran akan menyangka orang ini memiliki hubungan dengan Shadow Sang Raja Pembunuh Bayaran!


Melihat Jacky melangkahkan kakinya, matanya langsung membesar, dia segera mengulurkan tangan ke dalam tas ransel yang dia gendong.


“Jangan mendekat.”


Melihat Foxran mengeluarkan sebuah granat dari tas ranselnya, Jacky terkejut, kaki yang sudah melangkah maju kembali mundur.


Tidak disangka orang ini berani membawa senjata yang begitu mematikan.


“Hari ini gue mengaku sial, tetapi lu jangan terlalu senang. Karena lu sangat memahami pembunuh bayaran, maka lu pasti tahu kalau seorang pembunuh bayaran tidak akan menyerah sebelum mencapai tujuannya. Sebaiknya lu berhati-hati, jangan sampai gue mendapatkan kesempatan.”


Setelah mengatakannya, dia melirik ke sudut gang dan mundur selangkah demi selangkah.


Jacky tidak berdaya, hanya bisa melihat Foxran pergi begitu saja.


Para pembunuh bayaran adalah orang gila, kalau sampai dia gegabah, maka orang itu pasti akan meledakkan granat di tangannya.


Setelah memastikan Foxran pergi, Jacky memungut kaitan kunci yang terjatuh di tanah, tadi ketika Foxran lengah, dia sudah membidik pistolnya dengan kaitan kunci untuk merubah arah tembakannya, dengan begitu dia bisa menghindari peluru yang datang.


Kembali ke sudut gang, melihat Kezia yang sedang duduk di lantai, dia mengulurkan tangan hendak memukulnya.

__ADS_1


Namun dia baru saja mendekat, wanita itu tiba-tiba memukulnya tanpa henti dengan begitu kesal.


Jacky langsung mencengkram pergelangan tangannya yang kurus dan berkata dengan tidak senang: “Lu gila ya, gua sama sekali gak ngapa-ngapain.”


“Apa yang lu lakuin lu tahu dengan jelas.”


“Gue benar-benar gak tahu, kalau gak lu kasih tahu gue coba?”


Kezia menahan amarahnya dan berkata dengan kesal: “Nada dering handphone lu tadi…”


“Astaga Ibu Presdir, yang seharusnya Anda pikirkan saat ini bukan hal ini. Gue baru aja nyelamatin lu dari tangan pembunuh bayaran, masa lu gak berniat ngucapin makasih kek atau apa gitu?”


“Lu masih karyawan di perusahaan sampai detik ini, melindungi Presdir memang tugas elu.”


Meskipun untuk sementara lepas dari bahaya, namun dia tidak berani terlalu santai, seperti yang dikatakan oleh Foxran, seorang pembunuh bayaran tidak akan berhenti sebelum misinya tercapai, dia khawatir Foxran akan kembali.


Setelah menggendong Kezia meninggalkan gang, Jacky berniat menuju ke stasiun kereta, namun tepat pada saat ini, ponsel Jacky malah berdering, setelah mengangkatnya dia baru tahu kalau yang meneleponnya adalah seorang polisi wanita bernama Lisa Iskandar yang mengatakan akan datang menjemput mereka.


Jacky tersentak, polisi yang lain semuanya pergi melindungi para pejabat kota. Kenapa polisi wanita ini malah ingin datang langsung untuk menjemput mereka?


Setelah menutup telepon, Jacky mencari sebuah gang yang lebih terpencil untuk menunggu kedatangan polisi wanita ini.

__ADS_1


“Jacky, sebenarnya lu siapa?”


“Gue? Bukannya gue udah bilang, gue Jacky Dinata.”


“Lu tahu yang gue maksud bukan ini.”


Dia bisa mendengar nada bicara Kezia terdengar agak kurang senang, Jacky menjawab dengan asal: “Penting ya?”


“Lu bertugas menjamin keselamatan gue, tentu saja gue harus tahu latar belakang lu dengan jelas.”


Setelah mendengar percakapan antara Jacky dan Foxran, dia merasa sangat penasaran, sebenarnya apa latar belakang pria di hadapannya ini, kenapa dia begitu memahami pembunuh bayaran.


Sebagai presdir Ferdu Group, kesempatannya untuk berhubungan dengan dunia luar selain kalangan kelas atas sangat jarang, apalagi ini dunia pembunuh bayaran.


“Presdir, maaf, latar belakang gue cuma keluarga gue yang boleh tahu, gue gak bisa memberitahu orang luar, kalau lu benar-benar penasaran, maka menjadi istriku…”


“Anggap aja gue gak ngomong.”  Kezia langsung memotong ucapan Jacky.


Hanya dalam hitungan menit, sebuah mobil polisi mendekat.


Setelah berhenti, pintu mobil terbuka, dan ketika melihat orang yang muncul, mata Jacky langsung bersinar, sungguh masterpiece! Tubuh wanita ini nyaris sempurna, merupakan tubuh paling seksi yang pernah dia temui! Seragam kepolisian yang dia kenakan membuatnya terlihat lebih gagah, sama sekali tidak kalah dari Kezia disampingnya!

__ADS_1


Merasa orang yang datang sama sekali tidak memiliki aura mencurigakan, Jacky baru berjalan keluar dari dalam gang.


Melihat pandangan Jacky tertuju pada polisi wanita itu, Kezia tiba-tiba mengetatkan bibirnya, entah kenapa dia merasa sangat tidak senang!


__ADS_2