
“Makhluk aneh! Kamu adalah makhluk aneh…”
Nightingale menunjuk Jacky dengan suara melengking ketakutan.
Angin malam bertiup, seiring dengan pergerakan belati yang ada di tangan Jacky, suara jeritan itu mengecil dan menghilang.
Jacky menatap bulan yang ada di atas kepalanya, ada air mata yang berkilau di sudut matanya, saat ini, dia merasakan lelah dan penat yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya, ketika kecil dia sempat menderita penyakit aneh, setelah penyakitnya sembuh, muncul sebutir mutiara darah dalam kepalanya, begitu mutiara darah berputar, maka dia akan memiliki kemampuan untuk menyembunyikan diri dalam waktu yang singkat dan memiliki mata tembus pandang, dan bisa disimpulkan, asalkan Jacky ingin, di dunia ini tidak akan ada yang bisa mengancamnya, hanya saja, dirinya yang belum pernah dikhianati oleh kawan dan juga kekasih…
Jacky mengusap sudut matanya, menyalakan sebatang rokok, mengeluarkan ponsel jadul dan menelepon sebuah nomor, lalu memaksakan sebuah senyum.
“Jo, besok abang akan pulang, tidak akan pergi lagi, kamu belajar yang benar, abang akan pulang dan mencari pekerjaan untuk membiayai kuliahmu…”
Belum menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba terdengar suara tangis seorang wanita.
Jantung Jacky nyaris berhenti berdetak, karena itu adalah suara tangis adiknya, Jocelyn Dinata.”
“Bang… huhuhu, abang, cepat tolong aku…”
Lalu, terdengar suara langkah yang begitu gaduh dari seberang sana, sepertinya di tengah kegaduhan itu ponselnya terjatuh, berikutnya terdengar suara tangis Jocelyn yang begitu keras.
“Jo! Jo…”
__ADS_1
Tiba-tiba bola mata Jacky memerah, suaranya menjadi serak, aura kekejaman tiba-tiba terpancar dari tubuhnya, bahkan pengkhianatan sahabat dan kekasihnya tadi, tidak membuatnya semarah ini, bagi Jacky, adiknya adalah keluarga satu-satunya yang dia miliki, juga satu-satunya titik balik dirinya.”
“Kalau tidak mau wanita ini mati, dalam dua hari datang ke daerah Loco di Kota Jakarta, kalau tidak, siapkan pemakaman untuknya!”
Terdengar suara seorang pria yang begitu tegas, setelah mengatakannya, dia langsung mematikan telepon.
“Tidak peduli siapa pun kalian, kalau sampai terjadi sesuatu pada adikku, aku akan membuat kalian mati segan, hidup tak mau!”
Ponsel jadul yang ada di tangan Jacky tiba-tiba hancur berantakan, suhu udara di sekitar juga mendadak turun…
Malam semakin lalrut.
Dalam sebuah rumah kosong di Kota Jakarta, dua orang wanita dengan rambut berantakan, sekujur tubuhnya penuh dengan luka, kesadarannya hanya setengah.
Wajah Keiza pucat pasi, suaranya begitu lirih dan lemah, dia menggerakkan bibir keringnya memohon dengan iba pada beberapa orang berbaju hitam yang mengelilinginya dengan tatapan dingin.
“Maaf cantik, ada yang membayar kami untuk mencabut nyawa lu, cewek ini juga gak tahu diri dan tetap bersikeras ingin membantumu, sekarang lihat sendiri kan, tadinya cukup lu aja yang mati, sekarang malah jadi harus mati tiga orang! Hehe, tetapi tenang saja, nanti setelah abang cewek ini datang, kalian bertiga bisa pergi ke alam baka bersama!”
Melihat Jocelyn yang masih anak sekolah jatuh pingsan di sudutan, orang berbaju hitam mengambil sebuah ember disamping dan menyiram Jocelyn, tadinya mereka cukup membunuh Kezia saja, dengan begitu misi mereka akan selesai dengan mudah, namun karena di perjalanan malah muncul Jocelyn, sehingga membuat masalah baru bagi mereka, oleh karena itu sikap mereka terhadap Jocelyn juga sangat buruk.
“Aku mau menelepon abangku… kumohon… jangan biarkan abangku datang, lepaskan abangku, aku bersedia melakukan apa pun…”
__ADS_1
Air yang begitu dingin membasahi tubuh Jocelyn, membuatnya menggigil dan memohon sambil meringkuk, setelah ibunya meninggal, dia hidup berdua dengan kakaknya, setelah mengetahui orang-orang ini adalah pembunuh bayaran, Jocelyn sungguh panik dan pasrah, namun dia tidak ingin kakaknya celaka karena dirinya!
“Telat!”
Orang berbaju hitam menarik rambut Jocelyn dan menampar Jocelyn dengan keras, mungkin karena tenaganya terlalu kuat, sehingga meninggalkan cap tangan yang begitu jelas di wajah Jocelyn, dan membuatnya jatuh pingsan.
“Segera bereskan mereka, gue baru dapat kabar dari Wolf Stone, Blood Wolf dan Nightingale pembunuh bayaran terhebat kedua dan ketiga sudah mati, Shadow juga menghilang, kemungkinan seluruh dunia pembunuh bayaran akan mengalami perubahan yang besar mulai saat ini!”
Pada saat ini, seorang pria berkacamata dengan ekspresi yang begitu kejam berjalan masuk dari luar.
“Apa? Cobra, seriusan?”
Para orang berbaju hitam terlihat begitu terkejut, jelas mereka sulit mempercayai hal ini.
Cobra mengangguk, perasaannya juga sulit untuk tenang, dunia pembunuh bayaran akan kembali dirombak, dirinya yang berada di urutan ke-13 pembunuh bayaran terhebat, tentu saja tidak akan melewatkan kesempatan kali ini.
“Mulai beraksi, bakar sampai bersih!”
Melihat dua orang wanita yang pingsan di sudut ruangan, ada perasaan tidak sabar yang berkobar dalam hati Cobra, dia mengibaskan tangan dan meminta anak buahnya memindahkan jerigen bensin yang sudah disiapkan.
Melihat isyarat yang diberikan oleh Cobra, para orang berbaju hitam mengangguk.
__ADS_1
Tepat ketika mereka membuka tutup jerigen bensin dan berjalan ke arah kedua gadis yang pingsan di sudut ruangan, tiba-tiba pintu ditendang oleh seseorang sampai terbuka.
“Jo! Abang sudah datang… Jo!”