
Jacky berkata sambil mengambil uang cash yang ada dalam dompet Kezia, apa daya, uang yang dimilikinya dibuka dengan jati diri Shadow, dan itu merupakan bank luar negeri, entah ada berapa banyak orang yang memperhatikannya sekarang, uang yang dia gunakan akan menarik perhatian orang-orang itu, dia juga tidak membawa uang saat ini, sehingga dia mau tidak mau harus menebalkan muka dan meminjam uang dari wanita yang tidak dia kenal.
“Oh iya, apakah aku perlu menyisakan sedikit untukmu, jadi nanti mau makan ada uang!”
Sebelum Jacky pergi, dia tidak lupa mengingatkan.
“Pergi, bawa semuanya, segera pergi, aku tidak ingin melihatmu!”
Kezia merasa malu juga kesal, seorang wanita cantik terpampang di sana, namun orang itu malah hanya ingin mengambil uang beberapa juta miliknya.
“Baiklah, aku menyimpan nomor teleponmu, nanti setelah mendapatkan pekerjaan aku akan mengembalikan uangmu!”
Jacky mengangkat bahunya, lalu mengambil ponsel Kezia untuk menelepon nomornya, setelahnya dia berbalik dan pergi. Namun entah mengapa, tingkah wanita ini ketika marah membuat Jacky merasa begitu tidak asing dan ragu.
Sepuluh tahun yang lalu, karena dirinya adalah anak haram, membuatnya diusir dari keluarga, bahkan dikejar oleh pembunuh bayaran, ibunya membawa dirinya dan adiknya bersembunyi dimana saja, ketika itu mereka ditolong oleh Keluarga Sudibyo yang hanya orang biasa, Jacky terus berniat untuk membalas budi secara langsung.
Ketika itu kepala keluarga Keluarga Sudibyo menjalankan beberapa bisnis kecil, sehingga setelahnya dia sengaja mencari tahu, bisnis yang memenuhi kriteria ini memang sangat banyak, namun tidak ada yang sesuai, Jacky masih ingat, Keluarga Sudibyo memiliki seorang putri yang usianya sebaya dengannya.
Ketika itu gadis ini melihat mereka bertiga kasihan, di tengah hujan yang lebat dan dingin dia menangis sambil memohon pada orang tuanya untuk membantu mereka.
Yang paling Jacky ingat, gadis ini memiliki tanda lahir di bagian bokongnya.
__ADS_1
Karena malam itu secara kebetulan Jacky melihat gadis itu sedang mandi.
“Pergi, cepat pergi, aku tidak ingin melihatmu…”
Ketika itu, gadis itu juga memperlihatkan wajah malu dan kesal dengan mata memerah seperti ini.
Setelah kejadian ini, ibu Jacky merasa tidak enak hati sehingga memilih meninggalkan rumah Keluarga Sudibyo, dia membawa Jacky dan adiknya pergi ke sebuah desa, merubah nama dan juga nama keluarga mereka, namun karena selama dikejar oleh pembunuh bayaran membuat ibunya sangat terpukul, membuat ibunya jatuh sakit dan meninggal tidak lama setelahnya. Namun budi Keluarga Sudibyo terus dia ingat, dia terus berniat membalas budi ini.
Dan setelah Jacky pergi, Kezia malah merenung dengan tatapan kosong kearah jendela, entah kenapa, cara Jacky mengangkat bahunya tadi tidak bisa dia tepis dari benaknya.
Kezia masih ingat betul, sepuluh tahun yang lalu, ketika anak muda itu tidak sengaja melihatnya sedang mandi juga bersikap demikian, dia mengangkat bahunya dengan tenang dan tidak berdaya.
Setelah Jacky keluar, dia langsung menuju ke biro lowongan pekerjaan.
Tetapi dia sudah berkeliling seharian di sana, tetap tidak menemukan pekerjaan yang sesuai.
Ini membuat Jacky sungguh pusing, kalau tidak menemukan pekerjaan, maka adiknya pasti akan mencemaskannya.
Dan ketika Jacky berniat untuk pergi, sudut matanya melihat sebuah lowongan pekerjaan yang baru saja ditempel keluar : Lowongan security Ferdu Group, tersedia tunjangan tempat tinggal dan makan.
Mata Jacky langsung bersinar, urusan gaji bukan hal terpenting baginya, kalau mendapat makan dan tempat tinggal maka untuk sementara waktu dia tidak perlu mencemaskan bagaimana cara bertahan hidup di kota Jakarta ini.
__ADS_1
Tentu saja, kalau sampai dunia pembunuh bayaran tahu, Shadow yang pernah dijuluki sebagai Raja pembunuh bayaran sekarang malah melamar menjadi seorang security, entah akan segempar apa jadinya.
Ferdu Group merupakan anak perusahaan dari sebuah perusahaan multinasional, bisnis yang dikelola bergerak dibidang makanan dan minuman, penginapan, perusahaan ini juga memiliki Hotel Ferdu yang merupakan hotel bintang lima yang popular, lokasi berada di Bali!
Dan yang paling aneh adalah, lowongan pekerjaan ini hanya membutuhkan satu orang dan segera, kriterianya juga hanya satu yaitu harus pintar berkelahi!
Setelah menjalani wawancara, pihak HRD tidak mengatakan apa pun dan langsung meminta Jacky masuk kerja keesokan harinya, dia hanya mengatakan setelah masuk ke perusahaan akan ada penyeleksian, dan gajinya akan ditentukan oleh kemampuan yang dimiliki!
Setelah memastikan urusan pekerjaan, Jacky pergi menengok adiknya, setelah menenangkan Jocelyn, Jacky memberitahu kabar dirinya sudah mendapatkan pekerjaan padanya, ini membuat Jocelyn sangat lega, membuat traumanya jauh lebih baik.
Setelah menginap semalam di penginapan, Jacky bangun pagi sekali, selesai mandi dia langsung berangkat. Ini adalah hari pertamanya kerja sehingga dia tidak boleh terlambat.
Tuan Jacky Dinata, divisi keamanan ada di lantai satu, Anda bisa melapor ke sana terlebih dahulu dan berkenalan dengan rekan-rekan kerja lainnya.”
Setibanya di Ferdu Group, seorang wanita dari divisi HRD sedikit tercengang begitu melihat Jacky, dia belum pernah bertemu dengan orang yang begitu berwibawa!
Jacky membunuh sekian tahun lamanya, wibawa yang begitu berbeda sudah mendarah daging dalam dirinya.
“Baik, terima kasih!”
Yang menyambut Jacky adalah seorang anggota divisi keamanan yang bernama Leon Sentosa, sepertinya dia adalah wakil ketua regu di sini, di bawah bimbingannya, tidak sampai setengah jam, Jacky sudah memahami lingkungan di gedung ini secara garis besar.
__ADS_1