Guard In Shadow

Guard In Shadow
Chapter 18


__ADS_3

Sepanjang jalan mengelap sampai ke pintu belakang, Jacky berjalan sampai ke teras marmer yang ada di halaman belakang mansion, di sana ada tiga kursi yang terbuatu dari rotan, sebuah meja persegi, sekelilingnya ada belasan pot bunga besar, dan di sisi luarnya adalah sehamparan rumput dengan bunga-bunga.


Jacky mencabut sebatang bunga dari salah satu pot bunga, lalu menanam kedua stocking beserta pistolnya ke dalam pot bunga itu, terakhir dia menanam bunga tersebut kembali.


“Hehe, kita lihat gimana cara lu nyari  pistol ini?” Jacky tersenyum dengan nakal, ini adalah pembalasannya untuk Lisa.


“Sudah waktunya pergi, harus hati-hati nih, ini mansion mewah, ada banyak penjaga disekeliling.” Jacky tidak berani menunda lebih lama, setelah dia hitung-hitung, Lisa seharusnya sudah hampir selesai mandi, sehingga dia langsung melompati tembok halaman mansion selagi Lisa belum menyadari keberadaannya, lalu menghilang dalam gelapnya malam.


Jacky yang berhasil melewati penjagaan kompleks mansion mewah merasa seolah kembali hidup bebas, pada saat bersamaan dia juga membayangkan bagaimana reaksi Lisa ketika mendapati pistol miliknya menghilang.


“Kayaknya dia bakal panik sampai mewek-mewek deh? Haha, siapa suruh sentimen sama gue, kalau gak diberi sedikit pelajaran, lu gak akan tahu kebolehan Bang Jacky!” Jacky berseru dengan begitu bangganya.


Jacky tersenyum sambil menyalakan ponsel yang tidak aktif, setelah masuk ke kantor polisi ponselnya terus dimatikan, sama sekali tidak dia buka.


Dan ketika ponselnya menyala, ponselnya langsung menyala, dan yang menelepon adalah sebuah nomor asing, biasanya selain adiknya, sama sekali tidak ada orang lain yang menelepon ke nomor ini.


“Halo? Siapa nih?” ucap Jacky setelah mengangkatnya.


“Ini Jacky kan? Ini saya Kezia Sudibyo, kamu sedang ada dimana?” terdengar suara Kezia dari dalam telepon.


“Hah? Ibu Presdir?” Jacky terkejut, presdir cantik mereka meneleponnya secara langsung?

__ADS_1


“Kamu sudah pergi dari kantor polisi dua jam lebih, kenapa baru menyalakan ponsel? Kapan kamu kembali ke kantor?” tanya Kezia.


“Ada apa?” tanya Jacky dengan terheran.


“Terima kasih untuk kejadian hari ini.” ucap Kezia setelah berpikir sejenak, “Berdasarkan prosedur, perusahaan harus memberikan bonus juga penghargaan untukmu.”


“To the point, pasti ada ‘tapi’nya kan!” ucap Jacky dengan tidak sabar.


“Tetapi, kamu tidak mengikuti perintahku untuk menjalani pemeriksaan ke rumah sakit iya kan?” Kezia menghentikan ucapannya dan tidak meneruskannya lagi.


Begitu mendengar ucapan ini, Jacky menjawab dengan wajah stress: “Baiklah, tidak dapat bonus tidak apa, udah gak ada urusan lain kan? Kalau gak ada urusan lain gue matiin nih!”


Tanpa menunggu jawaban dari Kezia, Jacky langsung memutus sambungan telepon.


Semua orang yang ada di perusahaan ini tidak ada yang berani mematikan teleponnya, baru Jacky seorang yang berani melakukan hal ini!


“Triiing~~” ketika Kezia sedang termenung, telepon di tanganya berdering, dan ketika dia melihat ke layar, ternyata Jacky.


“Hah, sudah tahu salah? Beraninya tidak sopan padaku?” Kezia berkata dengan angkuh dan dingin: “Kalau mau minta maaf ga usah!”


“Maaf? Maaf apa? Gue tiba-tiba ingat, tadi pagi sudah berjanji untuk membetulkan kabel listrik di ruangan lu, lu masih di ruangan gak? Kalau sudah gak di kantor, gue benerin besok pagi aja!”

__ADS_1


Mendengar ucapan Jacky, Kezia langsung kesal. Dia seorang Presdir Ferdu Group, biasanya selalu begitu tegas dan berwibawa, semua karyawannya selalu berhati-hati ketika bicara dengannya, seolah takut salah bicara, apalagi sampai berani mematikan teleponnya.


Namun dimata Jacky yang hanya seorang security, dirinya yang seorang presdir ini sama sekali tidak dianggap.


Awalnya mengira Jacky menelepon untuk meminta maaf, dia juga sudah mengangkat dagunya dengan bangga, namun dia sungguh tidak menyangka, Jacky sama sekali tidak merasa salah, dia hanya ingin bertanya dia masih di kantor atau tidak, karena ingin memperbaiki sambungan kabel listrik!


“Saya ada di ruangan, tukk~” jawab Kezia dengan dingin lalu langsung mematikan teleponnya, dia sungguh dibuat sangat kesal.


Jacky yang ada di seberang sana merasa heran, kenapa sifat presdir cantik ini seperti cuaca pancaroba? Sebentar panas mentereng sebentar hujan badai?


Dia melihat jam di handphonenya, sudah hampir jam 12 malam.


Dan pada saat bersamaan, Kezia mengendarai mobil Audi A8 miliknya pulang kerumah.


Di depan ada lampu merah, sehingga mobilnya berhenti perlahan dan menunggu dengan tenang.


Dan tepat pada saat ini, tiba-tiba dia mendengar suara deru knalpot yang begitu kasar dari belakang mobilnya, itu merupakan suara dari knalpot motor off road yang berukuran besar.


Dalam hati Kezia mengumpat, ada banyak orang yang naik motor ugal-ugalan begitu malam tiba, orang-orang ini sungguh tidak sopan, menyalip di jalanan sesuka hati, ada begitu banyak pengendara baru yang dibuat begitu tegang oleh orang-orang seperti ini.


Dan ketika dia sedang menggerutu pelan, motor off road yang ada di belakang mendekat dengan cepat dan berhenti di samping mobilnya, suara rem motornya terdengar begitu memekakkan telinga!

__ADS_1


Kezia refleks menoleh ke arah motor yang datang.


__ADS_2