Guard In Shadow

Guard In Shadow
Chapter 16


__ADS_3

Lisa turun dari kursi pengemudi dengan cepat, melihat Kezia yang berada dalam gendongan Jacky dengan wajah yang begitu panik.


“Nona Kezia, kamu baik-baik saja?”


“Aku baik-baik saja.”


“Jacky, kamu ikut denganku ke kantor polisi untuk membuat keterangan!”


Setelah mengatakannya, Lisa langsung mengulurkan tangan dan berniat memapah Kezia.


“Atas dasar apa?”


Jacky tersentak, dia sangat yakin dirinya baru bertemu dengan wanita ini kali ini!


“Atas dasar apa? Kenapa handphonemu terhubung dengan sambungan satelit? Orang biasa tidak akan menggunakan handphone jenis ini iya kan? Ada lagi, kenapa kamu bisa tahu lebih awal kalau ada pembunuh bayaran yang mengincar Nona Kezia? Kenapa kamu begitu memahami pembunuh bayaran?”


Lisa menatap Jacky dengan sorot mata penuh kecurigaan!


Kezia yang berada disamping sama sekali tidak mengerutkan alisnya, entah apa yang dia pikirkan ketika menatap Jacky.

__ADS_1


Jacky menggosok hidungnya, tidak disangka polisi wanita ini bisa memperhatikan hal ini, sehingga dia menjawab dengan asal: “Nona, aku adalah orang yang jujur, jangan memfitnahku, kalau tidak aku akan menuntutmu karena sudah mencemarkan nama baik!”


Setelah mengatakannya, tanpa banyak bicara dengan Lisa, Jacky langsung membuka pintu kursi belakang dan menggendong Kezia masuk ke dalamnya.


“Heh, orang jujur? Aku sudah memeriksa datamu, mulai umur 10 tahun datamu kosong, hanya muncul bersama adikmu sesekali, statusmu sama sekali tidak jelas! Siapa tahu selama ini kamu melakukan hal yang tidak boleh diketahui orang! Masih berani menyebut diri sendiri orang jujur, sungguh tidak tahu malu!”


Lisa berkata dengan kesal, karena dia yakin Jacky bukan orang biasa.


“Terserah, yang penting Anda senang!”


Namun rasanya sangat aneh, setelah Lisa melontarkan pertanyaan ini, Jacky tiba-tiba menoleh dan melihat ke arah jendela, wajahnya begitu murung dengan kelopak mata yang memerah.


Kezia yang melihat ekspresi Jacky tidak tahu harus bagaimana,tiba-tiba dia merasa tergerak, dia sama sekali tidak tahu, Jacky yang sekarang baru saja mengalami pengkhianatan terkejam dalam hidupnya beberapa hari yang lalu…


Setelah Jacky di kurung di dalam ruang interogasi, sama sekali tidak ada yang meladeninya lagi, kaki dan tangannya diborgol di kursi sampai tidak bisa bergerak sama sekali.


Dari siang sampai hari sudah gelap, Jacky sama sekali tidak minum apa pun, cacing dalam perutnya sudah berdemo dan bergulat sejak tadi.


Tentu saja, dia bertahan dengan sekuat tenaga, menahannya sampai keluar dari tempat ini.

__ADS_1


Setelah langit sudah gelap, sekitar jam 7 malam, Lisa yang menyelidiki Jacky kembali.


“Bagaimana, apa hasilnya?” meskipun jam pulang kerja sudah berakhir sejak tadi, namun masih ada banyak anggota kepolisian yang belum pulang, mereka menunggu kabar dari berbagai pihak sampai larut malam.


“Mutasi rekening dan juga riwayat teleponnya tidak ada masalah, kami juga sudah pergi ke divisi keamanan perusahaannya, setelah menjalani serangkaian interogasi, kami mendapati tidak ada hal yang mencurigakan antara dia dan rekan kerjanya, di dalam rekening bank nya hanya ada uang 20 juta, dan dia mentransfer uang sebanyak 18 juta ke sebuah rekening, dan hasil pemeriksaan kami, penerima uang itu adalah adiknya yang masih kuliah bernama Jocelyn Dinata.”


“Namun informasi mendetail tentang kedua orang ini, kami masih butuh bantuan rekan lain untuk menyelidikinya, seharusnya besok atau lusa baru bisa mendapat informasi lengkapnya.”


“Terus cari tahu, pastikan untuk menggali semua informasi sampai yang tersembunyi sekalipun.”


“Lepaskanlah security itu, kendalikan emosimu, jangan sampai membuat masalah, Lisa, sifatmu yang dikit-dikit main senjata harus diubah sedikit, kalau sampai mengulanginya lagi, saya sita pistolmu.” Komandan memelototi Lisa dengan kesal, Lisa ini paling senang membuat masalah, hal kecil saja bisa membuatnya menodongkan pistol di kepala orang lain, dan dia sudah menerima teguran beberapa kali. Namun karena Lisa memiliki latar belakang khusus, sehingga Komandan juga tidak berani merusak koneksi dengan orang yang ada di belakang Lisa.


Tepat jam 8 malam, Lisa masuk ke dalam ruang penyelidikan, melepaskan borgol di kaki dan tangan Jacky, lalu membebaskan Jacky, namun dia memperingatkan Jacky untuk siap datang kapan pun di panggil, tanpa seijin mereka tidak boleh meninggalkan kota dan lain sebagainya.


Ini merupakan prosedur investigasi, dan sebenarnya nama Jacky masih belum bisa dicoret dari daftar orang yang dicurigai, dia memiliki hubungan dengan pembunuh bayaran atau tidak, masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.


Jacky tidak mengatakan apa pun, dia berbalik dan langsung pergi dari kantor polisi.


Dan ketika dia keluar dari pintu gerbang kantor polisi, setelah berbelok, memanfaatkan malam yang gelap dan tidak ada orang di sekitar, tubuhnya tiba-tiba menghilang, dia berubah menjadi tidak terlihat.

__ADS_1


“Srakk.” Dia berlari kembali ke kantor polisi dengan sangat cepat.


Hari ini dia dirugikan sampai seperti ini, kalau dia tidak mengambil sikap, maka malam ini dia pasti akan muntah darah karena kesal.


__ADS_2