
Jacky berjalan dengan santai ke dalam kantor kepolisian, di depan pintu gerbang, bukan hanya ada penjaga, bahkan ada beberapa anggota bersenjata yang sedang piket, dan ketika dia lewat, baik penjaga maupun petugas yang sedang piket, semuanya langsung menjadi orang buta.
Namun dia juga tidak berani menunda terlalu lama, kekuatan invisible yang dia miliki ini hanya bisa bertahan 3 menit, sehingga dia harus masuk ke dalam gedung kepolisian dan membereskan Lisa Iskandar dalam waktu 3 menit!
Dia tidak memukul atau pun memakinya, namun dia mau mengambil pistolnya!
Tepat sekali, ketika Jacky dibekuk ke tempat ini, yang dia pikirkan adalah bagaimana cara mengerjai Lisa, dan membuat pistol milik Lisa menghilang adalah pukulan terbesar bagi Lisa.
Seorang polisi yang menghilangkan pistolnya adalah hal yang gawat, mungkin dia akan langsung dipecat, meskipun pistolnya sudah ketemu, dia akan mendapat hukuman, lalu dia akan ditugaskan ke divisi yang tidak menggunakan pistol. Dan begitu pistol yang dia miliki tidak ketemu, atau terjadi sesuatu dikarenakan pistol miliknya, hukuman yang akan dia terima tidak hanya mendapat skors atau dipindahkan, hukuman yang ringan mungkin akan kehilangan pekerjaannya, dan hukuman terberat adalah dihukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Meskipun Lisa sangat cantik, dan sudah pasti menjadi primadona di kepolisian, namun dia terlalu semena-mena terhadap orang lain juga terlalu kekanakan.
“Hm?” tepat ketika Jacky sedang berlari dengan cepat ke dalam gedung kepolisian, dia melihat Lisa sedang berjalan keluar gedung dengan membawa tas.
“Sudah keluar? Sudah pulang kerja?” Jacky langsung menghentikan aksinya, kalau Lisa sampai keluar dari gedung kepolisian maka dia akan kesulitan dalam beraksi.
“Biipp~biiippp~” ketika Jacky sedang memikirkan rencana lainnya, mobil Audi A4 yang terparkir di parkiran berkedip.
“Itu mobilnya?” mata Jacky tiba-tiba berbinar, lalu lari ke arah mobil Audi A4 dengan segera, dia harus naik ke mobilnya lalu memanfaatkan kesempatan ini untuk beraksi.
__ADS_1
Dan Jacky sudah berada di belakang kursi pengemudi terlebih dahulu dan berjongkok menunggu kesempatan.
Lisa sangat senang, dia berjalan ke arah pintu pengemudi sambil bersenandung, lalu dia membuka pintu mobilnya dan bersiap untuk masuk ke dalam.
Namun tepat pada saat ini, muncul seseorang dari dalam gedung kepolisian, dan orang itu adalah rekannya yang bernama Leo
“Lis, tunggu gue, numpang!” Leo berteriak sambil berlari ke arah mobil Lisa.
“Kak Leo, kayaknya lu juga harus beli satu deh? Mobil dinas tidak boleh dipakai untuk urusan pribadi, berangkat dan pulang kerja kan jadi ribet.” Lisa bicara sambil membuka pintu belakang, dia membawa tas, kalau tidak ada Leo dia akan meletakkan tasnya di kursi samping, tapi Leo menumpang mobilnya, sehingga dia mau tidak mau meletakkan tasnya di belakang!
“Kesempatan datang!” nyali Jacky sangat besar, saat ini, pintu depan terbuka, sehingga dia melangkah dengan cepat, selagi Lisa sedang membuka pintu mobil belakang, dia masuk lewat pintu depan dan menyelinap masuk ke kursi belakang dengan cekatan.
Gerakannya begitu cepat, nyaris hanya membutuhkan waktu satu detik, sementara Lisa sama sekali tidak merasakan apa pun.
Ketika mereka berdua mengobrol, Leo duduk di samping Lisa, sementara Lisa menyalakan mobil dan mengendarai mobilnya keluar dari area parkir.
Tubuh Jacky berbaring di atas keset yang ada di kursi belakang, karena dia hanya punya waktu 3 menit menjadi manusia invisible, sehingga dia berusaha sekuat tenaga untuk berada di posisi paling rendah.
Ketika sudah hampir 3 menit, dia melihat kaki dan tangannya perlahan terlihat, disaat bersamaan dia sekali lagi memutar mutiara darah dalam otaknya. Tubuhnya kembali menjadi invisible.
__ADS_1
“Dipikir siapa security rendahan itu? Rasanya ingin sekali menahannya beberapa hari lagi.” Ketika mengobrol, mereka tiba-tiba mengalihkan topik ke Jacky.
“Lisa, bukannya Kak Leo ingin banyak komentar, lu memang agak gegabah hari ini, terkadang kamu terlalu egois, kita bekerja di profesi ini untuk apa? Untuk menjaga keamanan, untuk melayani masyarakat. Dan juga, beberapa hari ini perhatikanlah sikap lu, terkadang orang luar kota cukup lu gertak dikit dia bakal menurut, tapi ada yang malah merasa tidak senang dan malah berniat membalas, lu harus hati-hati.”
“Dia?” Lisa tersenyum sinis dan berkata: “Gue pengen liat dia ngebalas gue, dengan begitu gue jadi punya alasan buat nangkap dia.”
“Berhenti di depan, gue pulang naik kereta, stasiun tepat di depan rumah gue.” Leo menunjuk pintu masuk stasiun yang ada di depan mereka dan berkata.
“Baiklah, bye Kak Leo.” Lisa tidak banyak berbasa basi, setelah Leo turun dia langsung melaju.
Setelah sekitar dua puluh menit, Jacky merasakan mobil masuk ke sebuah pemukiman, tidak sampai satu menit, mobil Lisa berhenti, dia bahkan menoleh ke belakang dan mengambil tasnya.
Setelah Lisa turun dari mobil, mobil kembali gelap.
“Ini garasi rumahnya?” Jacky duduk dengan hati-hati, meskipun di dalam garasi sangat gelap, namun dengan kekuatan yang dia miliki, dia bisa melihat seluruh isi garasi dengan jelas.
“Mansion!” Jacky langsung paham, ini adalah mansion orang kaya, mobil langsung masuk ke dalam garasi, lalu dari dalam garasi naik ke lantai satu.
“Hehe, mencuri pistolmu di dalam rumahmu sendiri, mimpi pun tidak akan menyangka gue pelakunya ya kan?” Jacky terkekeh dengan nakal, dia keluar dari mobil dengan santai, kekuatannya bisa melihat segala sesuatu dengan sampai jarak 15 meter, bahkan dinding pun bisa di tembus oleh matanya, sehingga dia bisa melihat ruang tamu mansion yang ada dibalik pintu!
__ADS_1
Di dalam mansion ini hanya ada Lisa seorang, dan Lisa sedang mandi, sehingga Jacky bisa masuk ke dalam kamar Lisa bagaikan sedang di rumah sendiri, dia mengambil dua lembar tisu dan mengambil pistol Lisa dengan perantara tisu.
Dia memasukkan pistol ke dalam stocking yang ada di atas ranjang, lalu mengambil stocking lainnya untuk membersihkan jejak kakinya, dia mengelap dengan sangat bersih sampai tidak terlihat lagi.