
“Jacky, sudah jam 12, kita makan siang ke kantin dulu.”
“Ok.”
Di gedung Ferdu ada kantin khusus untuk karyawan, makanan di sini gratis. Jacky dan Leon datang ke kantin, mengambil dua porsi makanan, lalu mencari tempat duduk untuk makan, mereka makan sambil mengobrol.
“Kak Leon, kakak sudah bekerja berapa lama di Ferdu Group?”
“Sudah dua tahunan.”
“Tunjangannya pasti sudah sangat besar ya?”
“Lumayan lah, gaji sebulan sudah 6 jutaan.”
Jacky tersentak, dalam hati berpikir, kerja dua tahun tapi gajinya baru 6 jutaan, Ferdu Group ini pelit sekali.
Pada saat ini, tiba-tiba ponsel Leon berdering, setelah dia mematikan telepon, Leon melihat ke arah Jacky: “Ketua Tim Henry meneleponku, katanya ada beberapa rak dokumen di ruangan Presdir yang mau diganti, bro, bagaimana kalau kita berdua ke sana dulu?”
“Boleh! Aku ikut denganmu ke sana!”
Jacky berpikir, memindahkan tumpukan dokumen bukanlah masalah besar, lagi pula tidak menguras terlalu banyak tenaga, siapa tahu bisa setor muka di hadapan Presdir, sehingga dia menyetujuinya!
Mereka berdua naik lift dan naik ke lantai paling atas, setelah keluar dari lift, tidak disangka dekorasi di lantai paling atas ini ternyata menggunakan yang terbaik, Jacky tanpa sadar mengangguk.
__ADS_1
Leon yang berada disamping malah begitu terkejut, ketika dia pertama kali datang ke sini, dia begitu terkesima, namun melihat ekspresi Jacky yang begitu tenang, membuatnya merasa ekspresinya dulu sungguh kampungan, tanpa sadar wajahnya merona, dan membuatnya penasaran sebenarnya siapa Jacky ini.
Dan ketika tiba di depan ruang kerja presdir, Leon tiba-tiba berdiri tegak dan berkata dengan agak ragu: “Bro, aku tunggu di depan ya, kamu masuk sendiri, setelah ini aku traktir makan!”
“Sifat Presdir kita sangat aneh ya?”
Jacky sungguh tidak mengerti mengapa Leon bersikap demikian, setelah dipikir-pikir, yang paling masuk akal adalah sifat presdir mereka yang buruk.
“Tidak, meskipun Presdir cukup dingin, namun dia sangat rasional! Dia bahkan begitu cantik!”
Leon menggeleng, dia berkata dengan begitu tenang, ekspresinya sama sekali tidak terlihat seperti sedang berbohong!
“Cewek? Dari ucapanmu, Presdir kita ini ternyata cewek toh!”
“Haih, biasanya beliau tidak begini, beberapa hari yang lalu Presdir mengalami hal yang buruk, membuat suasana hatinya sangat buruk!”
Len merasa malu dengan sikapnya yang kabur di tengah jalan seperti ini, sehingga terus memburu Jacky cepat masuk.
Jacky kebingungan, sehingga mau tidak mau membuka pintu dan masuk.
Ketika dia membuka pintu dan melihat sosok yang berada di dalam ruangan, membuatnya reflek berteriak: “Sh*t, kenapa kamu?”
Leon yang berada diluar mendengar ucapan Jacky, dia merasa kepalanya berdengung dan kedua kakinya langsung lemas terkulai di lantai.
__ADS_1
Di dalam ruangan, Kezia hanya mengenakan rok pendek, dia sedang duduk di sofa dengan mengangkat kaki jenjangnya, dan roknya menganga tepat ke arah Jacky…
Dibunuh pun Jacky tidak akan mengira presdir Ferdu Group adalah seorang wanita, bahkan wanita ini adalah gadis yang dia tolong itu!
Ketika melihat kaki yang sedang diangkat oleh Kezia ini, Jacky nyaris mimisan!
“Kamu? Aaaa!!!!! Dasar berandal, masih lihat, lihat lagi gue congkel mata lu!”
Kezia menjerit dan segera berdiri dari sofa, dia mengambil file dokumen yang ada di meja dan melemparkannya ke arah Jacky.
“Uhuk, uhuk, maaf, maaf! Aku tidak melihat apa pun! Maaf mengganggu!”
Jacky menghindari file yang melayang ke arahnya lalu berbalik ingin keluar.
“Berdiri di sana! Dasar berandal kurang ajar, masuk ke sini seenaknya, pintu juga tidak diketuk, kalau tidak menjelaskannya gue bakal lapor polisi!”
Wajah Kezia merah padam, dia merasa malu juga kesal.
“Ehem, neng geulis, maaf karena pertama kali masuk tidak mengetuk pintu, oh iya, aku datang untuk bekerja di sini, aku hanya seorang security kecil di Ferdu Group, gimana, kita sangat berjodoh ya?”
Jacky tersenyum sambil memungut file yang berserakan di lantai, lalu menyodorkannya ke meja Kezia dengan wajah sumringah, gadis ini sungguh galak, tapi bodynya mantul…
“Leon, masuk!”
__ADS_1
Kezia seolah tidak percaya, dia memanggil Leon yang ada di luar masuk untuk ditanya.