
Setelah selesai berkemas adzan duhur ber kumandang saat nya mereka untuk ke masjid sholat dan mengaji.
"yuk semua kita ambil wudhu mumpung belum antri" ajak Gita kepada 4 teman nya.
"yuk cus" ajak ke empat nya riang.
saat dalam perjalanan nisa melupakan tasbih dan sajadah nya.
"eh bentar dulu iyah Aku mau ambil sajadah sama tasbih kalian duluan saja" ucap Nisa kemudian berlari kembali ke arah kamar nya.
saat berlari Nisa tak sengaja menabrak orang dengan tumpukan kardus .
Aduuhh....
Nisa jatuh ,kardus yang di tabrak berantakan orang yang tertabrak tertimpa kardus.
ah mending aku kabur saja gak ada yang lihat inih
"maaf yah saya buru buru bye" Nisa berlari meninggal kan orang itu.
"Tolong aku tolong" Teriak sabiq.
karena lorong sepi tak ada yang menolong nya,farhan tak sengaja lewat melihat tumpukan kardus di jalan akhrnya farhan mendekati kaget nya ternyata putra sang abah .
"Gus njenengan kenapa??" tanya farhan membantu gus sambil mengangkat kardus nya.
"kau tau farhan aku bertemu santri sialan tak punya sopan santun awas saja kalo bertemu lagi ,aku kasih taziran yang berat" ucap Sabiq yang kesal.
"sabar gus mari saya antar kan gus ke ndalem" ucap farhan.
farhan memapah sabiq berjalan ke ndalem sampai nya di pintu farhan dan sabiq mengucap salam.
Assalamualaikum.
"wa'alaikum salam" Umi menjawab salam sambil berdiri berjalan melihat siapa yang datang.
"lek wonte nopo??" tanya umi.
"seg nganterke Gus sabiq umi teng ngajeng"
"sabiq kepiye toh ??"
"dawah teng lorong umi" farhan memberi tahu umi lalu pergi ke depan untuk memapah kembali menuju kamar gus sabiq.
" Pamit riyin umi" farhan mengucap sopan.
"nggih lek matur suwun" Umi lalu duduk di samping Sabiq.
"le koe kenang ngapa toh ,wong wes di aturi kon ati* ??"
" wonten santri wan nabrak sabiq mi mboten nulungi sabiq malah melengos mawon" keluh sabiq.
"sabar toh le ,tilangi teng cctv prentah maring adik mu Ishak kon tilangi " ucap umi dengan lembut.
" nggih mi mengkin sabiq prentah Ishak" ucap sabiq dengan kesal.
"umi teng dapur biq nek ana sing di perlukna matur mawon kalih mba ndalem"
"nggih mi"
....,,...
Nisa sedang menata sejadah nya akan melaksanakan sholat dzuhur setelah selesai Nisa menunggu untuk pengajian rutin bada dzuhur yang di pimpin abah langsung pemilik pesantren.
setelah setengah jam kemudian pengajian telah selesai akhr nya semua santri wan kembali ke kamar ,saat berjalan Nisa keingat kejadian tadi .
__ADS_1
"mba git tadi nisa nabrak seseorang ,tapi nisa gak lihat orang nya ??"
"apa kamu nabrak siapa nis??" tanya gita.
"gak tau atuh mba kan ketutup kardus nisa lago buru buru kan" Nisa cemberut.
"Aduh kamu bakalan dapet masalah nis kalo begini mending kita ke kamar dulu??"
"ok baik lah"
mereka berlima menuju kamar untuk menaruh mukenah dan kitab nya ,saat sampai di kamar nya mereka bersiap untuk ke kanti mengambil jatah makan siang nya.
saat mereka berjalan menuju kanti bertemu dengan geng Khajidah santri wan paling centil dan berani .
"iiiuuuu kampungan minggir ngotorin mata ku saja " ucap khajidah.
"dasar kamu yah cewe menor mana ada santri menor nya kaya kamu udah seperti tante temen saja" Nisa dengan julid nya.
"heh kamu santri baru tau apa tentang dandan huh"
"Diam kau atau aku lakban mulut mu itu??" ucap nisa.
"udah yuh nis jangan di laden nin" gita menarik Nisa untuk pergi .
saat mereka sampai ternyata antrian sudah banyak sekali.
"hehehe maaaf yah mba gara gara aku jadi kita telat ambil antrian depan??"
"gak apa apa ucap mereka serempak"
setelah 20 menit mengantri akhir nya nisa mendapat bagian untuk mengambil nisa menunjuk semua lauk dan sayuran yang ada ,semua mata melihat kepad nisa.
"nis yakin segitu habis" bisik Azmi.
"heheh habis ko tenang saja" jawab Nisa dengan enteng nya.
"hehhe ya mba"
Nisa tetap mengambil dengan porsi jumbo begitu juga dengan minuman nya semua mata melihat kepada Nisa santri baru yang tak pernah malu.
merka mengambil tempat duduk di barisan tengah makan dengan hikmat nya semua santri wan yang ada menelan ludah saat melihat cara makan Nisa ,cepat dan tak butuh waktu lama sudah menghabis kan makanan nya tanpa sisa.
"Alhamdulilah akhr nya kenyang juga hehehe" ucap Nisa dengan enteng nya.
"Kau ini nis berapa hari tak makan??" ucap Gita.
"hehehe baru setengah hari tak makan mba" ucap Nisa dengan cenge ngesan.
"huft nis makan mu seperti kuli saja yang capai bekerja berat" ucap gita.
"iya mba hehe malu yah makan sama aku??" tanya nisa dengan senyuman manis nya.
"Engga ko nis kita gak malu ya kan ??" tanya intan.
"iya "jawab mereka serempak.
"huh syukur lah kirain malu punya temen kaya aku hehehe.
"yuk kita balik ke kamar" ajak gita.
"yuk".
Akhir nya mereka serempak kembali ke kamar mereka saat di perjalanan Nisa melihat seseorang yang jalan tertatih .
"tunggu ya mba aku mau ke sana dulu??".
__ADS_1
Nisa berlari.
"Tapi nis kamu gak boleh nyamperin akhwat???" Teriak gita.
Nisa tak mendegar kan gita nisa menghampiri akhwat yang tertatih,
dengan sigap Nisa menangkap Gus sabiq tanpa Nisa tau jika Lelaki itu yang tadi siang nisa tabrak.
semua orang melihat kepada Nisa dan gus nya tanpa mereka sadari .
"Kau ini sudah tau lagi sakit malah jalan", sendiri apa kau tak tau hah kalau bisa jatuh"omel nisa.
"maaf ukhti jangan pegang pegang saya bukan mahrom ??"
"huh kau dasar masih mikirin begituan bodo amat ,ayo aku antar kan kau mau kemana??" tanya nisa dengan ketus.
"sudah tak usah "sabiq coba melepas tapi gagal.
"sudah tak usah khwtr kita tak akan di marahin pengurus biar saya atasi cepat katakan mau kemana??,jangan buang buang waktu ku??" ucap Nisa dengan marah.
"ok saya mau ke ndalem"
"ho oh kau ini ndalem itu jauh kau sakit masih berkeliaran sudah seperti hantu tak tau malu huh" nisa berjalan memapah sabiq semua mata memandang kepada sabiq dan nisa.
"huh dasar santri gak pernah aja liat orang tampan,sayang tampan tapi sableng"ucap Nisa terang terangan tanpa tau siapa sabiq sebenar nya.
"hm jangan bicara tentang saya nanti kamu naksir " Ucap sabiq dengan pede nya.
"maaf yah kau memang tampan tapi aku tak terpesona" ucap Nisa tegas.
huh baru kali ini aku nemuin santri yang gak tertarik kepada ku apa dia santri baru??
"Tak usah bicara dalam hati ,aku tau loh??" ledek Nisa.
"ko bisa kamu tau aku bicara??"
"hahaaa bener kan pasti bicarain aku kan??"
"huh" dengus sabiq.
"sudah sampai duduk lah disini ,saya pergi dulu teman teman ku menunggu bye??" ucap Nisa pergi tanpa sopan santun.
"huh dasar tak ada sopan sopan nya"
Nisa berjalan semua mata memandang sinis kepada Nisa,Nisa tetap acuh masa bodoh ah memang kalian siapa?.
"mba gita maaf yah lama nunggu??"
Tanpa menjawab nisa ,gita menarik tangan nisa dengan cepat di ikuti oleh ketiga teman nya .
setelah sampai di kamar ,nisa di duduk kan dekat lemari.
"Nis kamu tau gak disini gak boelh bicara atau dekat deket dengan akhwat apalagi itu gus anak pemilik pondok ini??" ucap gita dengan marah.
oh jadi dia anak yang punya pondok ini toh
"hehe mba santai saja kalau di hukum tak masalah bagi ku nama nya juga nolong mba" nisa menjawab dengan enteng nya.
ke empat nya tepuk jidad mendengar ucapan nisa,mereka heran kenapa nisa santai sekali seolah tak merasa takut di hukum.
" ya sudah yuk kita tidur ,nanti jam 4 kita mulai mengaji lagi kitab kuning??"
" ok" jawab mereka serempak.
Bersambung..
__ADS_1
jangan lupa like ,vote dan komen 🤗🙏🙏