
Waktu menunjukkan pukul 17:00 ,tak terasa sudah sore ,Nisa yang sudah tidur lama akhirnya terbangun saat Nisa ingin membuka mata nya merasa aneh ,tubuh nya sulit di gerakan saat Nisa membuka mata nya ,tertegun akan wajah gus Sabiq masih belum menyadari karena nyawa nya belum terkumpul.
Nisa mulai berfikir lalu teriak.
"Aaaaaaaaaa!!!" Nisa mendorong gus sabiq dengan sekuat tenaga lalu mencari hijab nya menyambar hijab lalu memakai nya.
Gus Sabiq yang kaget ,lalu membuka mata nya melihat Nisa yang tengah panik memakai hijab nya asal,membuat Sabiq ingin tertawa ,bangun di suguhi dengan tingkah istri kecil nya.
"Kau dasar mesum kenapa kau bisa tidur memeluk ku??" Nisa berdecak pinggang dengan mata melotot.
Gus sabiq meregangkan tangan nya tak menghiraukan ucapan istri kecil nya.
"Kenapa memang nya ??,ini kamar ku suka suka aku lah"Gus Sabiq tak merasa bersalah.
"Dasar mesum kan bisa di batesin bantal tuh ada dua guling"Nisa menunjuk bantal di samping gus Sabiq.
Gus sabiq bangkit Nisa mundur kebelakang mepet tembok.
Gus sabiq berjalan lebih mendekati Nisa dan memegangi dagu Nisa.
"Kau istri ku tak masalah kita tidur berpelukan,salah sendiri tidur di sini " Gus sabiq berbisik di telinga Nisa.
"Benar kan hijab mu gak enak keluar berantakan hijab terbalik di kira habis perang bantal" Gus Sabiq melepas tangan nya dari dagu Nisa berbalik menuju kamar mandi.
huft kenapa dengan ku ,kenapa hati ku berdetak kencang ,dasar gus mesum,sableng karma apa ku bisa menikah dengan nya.
Nisa langsung merapihkan baju nya ,memakai ulang ciput dan hijab nya,bergegas keluar menuju asrama.
saat di tengah jalan Nisa berpapasan dengan ustadzah Lulu .
"Hei santri baru"Lulu menegur.
Nisa berhenti memutar mata nya malas lalu berbalik.
"Nggih Ustadzah ,enten nopo??" Nisa berusaha sopan karena banyak santriwan lalu lalang.
"gak sopan tau ada saya gak menyapa".
"Ngapunten ustazah ,seg kesusu wonten keperluan" Ucap Nisa dengan hati dongkol.
Nisa pergi tanpa menghiraukan Lulu.
__ADS_1
Lulu geram dengan sorot mata tajam ingin sekali cepat memberitau kepada Gus sabiq.
Nisa yang makin kesal akhr nya masuk asrama dengan muka judes nya.
"Nis kemana ajah bang fi tadi nyariin??" Tanya gita.
Seketika membuat mood Nisa kembali lagi.
"Beneran mba??" tanya Nisa kaget.
"Iya masa mba bohong kan gak lucu dosa iya"Gita menyakinkan Nisa.
"Baik lah nanti juga ku ada urusan " Jawab nisa santai.
"Mba git yang lain kemana??" Nisa clingukan.
"Kan ada ngaos sama Ustadzah lulu Nis"
"oh ,ku dah absen mba git males aku tuh " nada malas.
"Yah udah yuh Nis kita makan ke kantin belakang"
"yuk"
Firman berkeliling untuk memeriksa santri yang bolos masuk lewat gerbang belakang asrama putri lebih dekat ketimbang gerbang depan .
"Nis bukan nya tuh ustad Firman ??" tunjuk arah gerbang.
"Mana mba Git??"
"ituh Nis"
"oh ya mba baru kelihatan hehe ,lagi bolos malah ketemu ustad galak"Nisa menghelai nafas .
Kedua nya terus berjalan berharap firman tak melihat tapi nasib sedang tak berpihak.
"Ehem" Firman berdehem .
"Eh bang fi tumben keliling jam segini??" Tanya Nisa cengengesan.
"Kenapa masih disini,apa gak ngaos??" tanya firman penuh selidik.
__ADS_1
"Biasa bang fi lagi izin ,kan bang fi tau sendiri hehehe" Nisa berpura" jika sabiq yang meminta.
"Oh ya sudah saya pergi duluan mau ambil makanan"
"iya bang fi hati" ucap Nisa sopan.
"Selamet kita mba git yuk buruan" Nisa menarik gita.
Gita yang terdiam melihat interaksi ke dua nya seolah" tau tanda yang Nisa berikan.
memilih banyak menu mencari meja kosong lalu makan dengan hikmat.
..,..
Sabiq yang kesal dengan istri nya segera ke ruang tamu untuk menenangkan diri melihat taman dari dalam.
Saat sabiq membaca buku ada yang mengetuk pintu.
mba ndalem membuka kan mempersilahakan masuk.
Saat sabiq menengok ternyata firman.
"Biq sendiran ajah nih??" tanta firman duduk dengan mengambil kue .
"Yah nih umi sama abi belum pulang,cewe ingusan ke asrama" Ucap sabiq .
"ehem kalau gak suka boleh ko buat gue aja biq hehee"Firman sengaja memancing.
Seketika sabiq melototi firman.
"Jangan saya juga butuh biar cewe ingusan menghalau ,Cwe reseh" Ucap Sabiq .
"Yakin luh mau putus sama si lulu??"
"Yakin males ku kelakuan nya gak pernah berubah" ucap Sabiq.
"Bagus lah mata hati kamu kebuka biq"
"hem"
ke dua nya asyik mengobrol hingga menjelang adzan manghrib.
__ADS_1
Bersambung..