
Jika sejam berlalu Nisa hanya berbaring di ranjang hanya posisi nya saja yang berubah ubah dirinya sangat kesal memikirkan perkataan Ustazah lulu.
ya ampun aku memang sangat kesal dengan hubungan ustazah lulu yang terang terangan ingin melawan diri nya ,aku heran kenapa engga nikah sekalian sih tuh dua orang rasa nya sangat cocok.
Begitulah fikiran Nisa meski ia istri sah di mata agama dan hukum,diri nya belum sepenuh nya menerima pernikahan ini bahakan sering terlintas untuk mengijinkan gus sableng menikah lagi.
Sabiq yang lelah membaca dokumen akhir nya dirinya bangkit berjalan menuju kamar membuka pintu dengan sangat pelan.
"Ceklek" Sabiq membuka pintu dan melihat Nisa sedang berbaring kaki bersandar di tembok.
"Assalamualaikum wr wb" suara lembut Sabiq.
Nisa yang sedang asyik dengan gawai nya mendengarkan suara salam yang terhormat ia langsung menoleh.
"Waalaikumsalam wr.wb ,silahkan masuk Gus ruangan masih luas di sofa boleh ,di kamar mandi boleh di dekat jendela juga silahkan tapi jangan coba coba naik ke ranjang ok faham???"Nisa dengan nada menekan seolah ia ingin makan orang yang bersuara lembut.
"Baik lah ,semua terserah istriku yang salihah"Sabiq yang belajar santai dari adik nya.
"uweeekkk ,serasa mau muntah aku tuh"Sindir Nisa.
__ADS_1
Sabiq bergegas ke kamar mandi mengganti baju nya dengan baju santai ,diri nya terlalu lelah melihat tingkah istri nya yang enggan go publik,malah menyuruh diri nya untuk poligami agar istri ke dua yang go publik.
huh aku terheran dengan istriku sendiri ,diri nya memberi pilihan untuk poligami agar istri ke dua go publik ,apa semalu itu mempuyai suami seperti ku??,aku sadar diriku banyak salah setelah menikah masih punya hububgan dengan ustadzah lulu.
Sabiq segera menyirami diri nya dengan air rasa lelah berganti menjadi segar selesai mandi ,memakai kaos santai tak lupa untuk berwudhu .
Sabiq keluar dari kamar mandi duduk di sofa sambil melihat kebiasaan aneh istri nya.
suka makan kacang almond dengan yogurt apa enak nya ,belum lagi kue coklat masih di tambah coklat badan nya engga melar iyah ,kemana lari nya semua makanan????
Sabiq bergumam dalam hati melihat tingkah istri nya saat makan cemilan yang menurut nya lebih berat dari karbo nasi.
"Nyemil terus engga takut gendut??" tanya gus.
"menikahi kamu karena ingin tau wanita liar bisa kah berubah secepat itu??"tidak kalah menohok jawaban gus Sabiq.
" Terserah anda i don't care"
" Yakin ,aku berhak loh naik ke ranjang dosa loh melarang suami"Sabiq sedikit meledek istri nya.
__ADS_1
"Ampun dech gus ,suami macam apa anda??,masih saja menyimpan melati di tangan anda hingga bau nya semerbak"Nisa yang kesal dengan suami nya yang sangat ia benci.
"Melati memang lebih menarik ,ketimbang mawar yang indah tapi sulit di sentuh"Sabiq dengan enteng nya membalas ucapan istri nya.
"oh"
Kata yang singkat dan padat yang terucap dari bibir mungil Nisa.
Nisa sangat kesal dengan jawaban gus Sabiq.
....,,,,....
Suasana pesantren yang damai ,semua raut wajah ceriah berbanding balik dengan aktifitas mereka yang sangat padat .
Hafalan sebagai cemilan di kala waktu senggang,jika kalian mengira pesantren mengerikan tidak,tidak semua pesantren mengerikan asal memilih dengan teliti dan jeli.
Baiklah semua riang gembira dengan aktifitas mereka seolah tanpa beban yang berarti.
Di lain ruangan masih ada gus Akmal yang sibuk dengan berkas menumpuk.
__ADS_1
"huh ya ampun kapan selesai nya ,rasa nya mengantuk habis makan belum boleh tidur hufft"akmal yang kesal jika diri nya perlu istirahat tapi kerjaan masih banyak.
Bersambung...