Gus Sableng Vs Neng Julid

Gus Sableng Vs Neng Julid
ancaman


__ADS_3

sore yang ceria bagi para santri wan untuk menyambut bazar yang di adakan di lapangan dan aula.


"Nis nanti kamu mau beli apa tah??" tanya vera.


"Entah kalian mau beli apa??" Nisa menatap teman teman nya.


"Kita mau beli baju ,kerak telor,martabak telor,sama susu kurma" ucap Gita ketua kamar .


"Ngikut ajah ,yuk keburu santri putra banyak males" Nisa dengan nada lesu nya.


"Alergi banget kaya sama santri putra iya gak "


"Udah yuh cepet keburu kehabisan" ucap nisa kesal.


ke empat nya berjalan bergegas menaiki tangga melewati gedung smp ,melewati kebun mangga.


"mba git ku baru tau ada jalan pintas??" Nisa keheranan.


"makan nya jangan mikirin gus akmal mulu jadi kudet hehehee", ledek gita .


"Apa an sih mba gitu banget??" Nisa malu .


"Nis kita nanti belanja banyak mumpung di ijinin ke atas??" ucap vera gembira.


"ok dech"


"Ver kamu tahu gak minggu depan kita setoran hafalan sama gus sabiq??"


"What!!!!!!!,kau yakin bukan nya Ustad aziz???" tanya Nisa kaget.


"Jadwal semua di ganti Nis ,apa kamu gak tau ??" tanya intan heran.


"hem yah dech males ku jadi nya" Nisa merasa lesu mendengar nya.


"Sudah yuk cepet dech" ucap gita dengan semangat gita tau Nisa sangat membenci gus Sabiq meski sudah menjadi istri nya.

__ADS_1


"yuk"


mereka kembali berjalan dengan semangat 10 menit telah sampai di bazar yang meraka nantikan selama 6 bulan sekali ,Nisa beruntung bisa berkesempatan berkeliling bazar.


Bagi santri putra dan putri bazar adalah tempat penghilang penat ,bisa melihat lomba lomba yang di ikuti santri putra meski berjaga jarak juga.


semua senang saat Nisa dan Vera sedang melihat aksesoris hijab ada yang berdehem


"Ehem"


Nisa dan Vera menengok ke belakang ternyata gus Akmal yang sedang berdiri di belakang vera menunduk beda dengan Nisa yang gembira menatap.


"Eh gus ke bazar juga??" tanya Nisa.


"iya Nis lagi nyari bros untuk umi sebagai hadiah "gus Akmal menjawab dengan senyum .


Vera segera berjaga jarak dengan gus Akmal.


Nisa yang tau pun memilih mengijinkan Vera memilih di tempat sebelah.


"Bunga Nis tapi bukan bunga mekar tapi bunga kuncup kecil kecil" gus Akmal melihat ke arah bros berbentuk bunga dengan tangkai panjang.


Nisa ikut memilih kan Nisa melihat ke bros yang bertangkai 3 bunga tulip yang indah dan daun nya berwarna emas membuat bros nya semakin cantik.


"Ini ajah gus cocok untuk umi??" Nisa menunjukan kepada gus Akmal.


Gus Akmal tersenyum mengambil lalu membayar nya.


"Terima kasih Nis??"


"Sama sama gus" Nisa tersenyum.


Gus akmal pergi dengan senyum nya,vera kembali mendekati nisa.


"Nis ko gus tumben senyum kenapa tuh??"

__ADS_1


" ver gus beli kado buat umi pasti seneng" ucap Nisa dengan senyum.


vera dan Nisa kembali berkeliling mencari kebutuhan 20 menit kemudian ke empat nya berkumpul di dekat lapangan voli banyak santri sedang berlomba.


"Mba git apa enak nya sih permen kapas itu kan peliket kalo di makan??" Tanya intan.


"Enak tau kau coba jah??" Gita menjawab dengan memberikan satu permen kapas


"Iya enak tau"


Nisa yang sedang fokus melihat gus sabiq di sisi sebelah kanan Nisa langsung berpaling.


Gus Sabiq fokus pertandingan datang lah Ustadzah lulu mendekati.


"Gus saya punya perlu mari ikut saya"


Gus sabiq menurut malas untuk berdebat dengan kekasih nya itu menjauh dari orang orang mencari tempat duduk.


"Ada apa ??" Tanya gus sabiq


"Kenapa sekarang aa berubah??,apa aa sudah suka smaa si Nisa centil itu??"


"Jaga ucapan mu lulu ,bagaimana pun Nisa istri saya!!" bentak Sabiq.


"Sekarang aa berubah mulai melirik dia,ok.lihat saja paa yang akan aku lakukan!" Teriak lulu kesal.


Gus sabiq menampar lulu merasa sangat marah.


"Jangan macam macam jika umi dan abi tau ,kamu tak akan pernah selamat lagi!"


Gus sabiq kesal pergi meninggalkan lulu.


awas ,aku tak pernah main main berani nya mencampakkan ku.


Ustadzah lulu mengepal sangat marah dengan keputusan sabiq.

__ADS_1


__ADS_2