
Dini hari Nisa telah bangun ingin ke kamar mandi saat berjalan melewati lorong nisa dengan santai nya berjalan sambil melihat semua ruangan kamar masih sepi belum pada bangun toh .
Nisa melihat ada sumber cahaya dari senter Nisa sembunyi di balik Pohon Dekat masjid .
siapa itu dini hari keliling di asramah putri pasti akang" keamanan mencari santri" yang pacaran bertukar surat.
Saat sudah dekat Nisa dengan cepat mengaget kan akang tersebut
Dor****r...
"subahanalloh" ucap gus akmal.
" kaget yah gus ,lagian ronda sendirian gak takut tah??" tanya nisa dengan senyum jahil nya.
"kamu ,kenapa jam segini masih berkeliaran apa kau tak tidur??" tanya akmal heran.
"hehehe gus aku tidur lebih awal bangun pun paling awal ,ku mau ke kamar mandi putri takut kang gelap ,makan nya mau ke kamar mandi belakang masjid yang pencahayaan nya terang " nisa menjelaskan dengan detail.
" oh begitu yah,mang gak di temenin satu kamar nya??"
" gak kasihan mereka cape sekali ,jadi sendirian saja,ya udah kang monggo lanjut keliling nya saya mau ke kamar mandi dulu ??,gak enak kalo ada yang lihat di kira kita lagi pacaran hehehee" nisa pergi dengan cepat karena sudah kebelet.
Akmal tak menjawab langsung melanjut kan untuk berkeliling tanpa mereka sadar ada seseorang yang melihat nya merasa geram.
"huh wanita itu benar* bikin aku marah sedang apa dini hari bersama akmal berduaan ,besok akan aku tanyai??" ucap Sabiq kesal lalu pergi .
...,,...
Kediaman nisa seluruh keluarga sedang berkumpul membahas tentang putri semata wayang nya yang nekad belajar di pesantren yang di naungi yayasan ayah nya tanpa sepengetahuan abah nya.
"Abi bagaimana dengan nisa bi??" zahra menangis mendengar anak semata wayang nya sengaja membuat dokumen untuk masuk ke pesantren lebih kecil milik sahabat nya.
"tenang lah biar abi yang urus nanti abi akan tanyakan langsung pada nisa??"
"Baik lah bi " zahra masuk kamar untuk berganti baju.
semua keluarga Nisa bersiap untuk ke pesantren Darul mutakin yah dengan alasan berkunjung mereka bisa melihat putri nya yang selalu tak mau ikuti aturan,walaupun zahra dan abi nya tau nisa selalu di jalan yang benar dengan jalan nya sendiri.
setelah semua nya siap mereka semua menempuh perjalanan sekitar satu jam akhir nya mereka sampai.
semua pengurus keluar untuk menyambut tamu besar yang di gadang* pemilik yayasan yang menaungi pesantren Darul mutakin .
"Gimana kabar mu zaki lama tak ketemu mari kedalam??" Abah memeluk teman lama nya itu .
Umi membawa zahra masuk mereka akhir nya bercengkrama dan asyik mengobrol.
"zaki bawa istrimu istirahat kami sudah menyiap kan kamar sambil menunggu fajar lebih baik kalian istirahat" ucap abah.
"baik lah kau memang terbaik ??" ucap zaki dan istri nya masuk ke kamar tamu di tunjukan oleh mba ndalem.
...,,,...
Nisa sedang asyik makan cemilan bersmaa ketiga teman nya sambil menunggu fajar.
__ADS_1
"kau tau git aku mendapat gosip dari mba sebelah ,ada tamu agung di pesantren datang pagi ini "ucap intan.
"siapa tamu nya tan??" tanya nisa.
"kau tau nis pemilik yayasan yang menaungi pesantren ini" ucap intan.
Deg
apa abi ada disini untuk apa abi disini aku sudah peringat kan abi untuk tidak ikut campur keputusan ku huh semua akan rumit.
"nis kenapa diam??" tanya intan.
"gak tan,berarti ada makan* donk??" tanya nisa mengalih kan perhatian intan.
"iya donk banyak jamuan grts pula hehehe" azmi menimpali.
"huh kalian kalo makanan cepet" ucap mba gita.
"he eh beda dengan vera yang diet ya kan??" sindir intan.
"hehehe kalian tau ajah biar akang* ganteng naksir" ucap vera tanpa malu lagi.
"huh kalian ini " ucap nisa.
....,,...
Sabiq masih memikirkan tentang akmal dan nisa apa yang mereka lakukan ngobrol asyik berdua bukan tipe akmal untuk berduaan dengan seorang santriwan.
kenapa adik ku sangat dekat dengan dia kacau semua aku akan membuat wanita itu segera pergi dari pesantren ini.
saat sedang memikirkan nya ada yang mengetuk pintu.
Tok..tok..
sabiq membuka nya betapa terkejut nya ternyata nisa.
nisa menutup pintu nya lalu duduk di sofa.
"heh gus apa kau kaget aku bisa disini??" ucap nisa.
"bagaimana kau masuk apa abi umi tak melihat mu masuk??" tanya Qian mendelik.
"ulu* kasihan nya hal semudah itu bagi ku gus,jangan lihat tampang anggun ku ,aku tau kau sedang merencanakan sesuatu kan ,lebih baik kita berdamai ??"
"aku menyukai akmal adik mu bantu aku mendekati nya??" ucap Nisa.
wanita aneh suka sama adik ku yang galak sama aneh nya dengan dia
gumam sabiq dalam hati.
"tidak cepat keluar dari kamar ku??"
"kalo kau tak mau gus aku bisa teriak nanti semua orang mengira kita sedang berbuat zinah?? " ucap nisa dengan licik nya.
__ADS_1
wanita ini pemberani juga tak menyangka jika kau seberani ini.
"baik lah berdamai silahkan keluar" ucap sabiq.
,
"bagus bye"
Nisa keluar dengan membawa sapu dan kemoceng itu hanya alibi semata ,Nisa berjalan menuju dapur lalu pergi ke lorong menuju masjid ,saat ini nisa sedang berfikir bagaimana cara nya agar bisa lolos .
saat sedang berjalan Nisa tak melihat kedepan karena berjalan sambil melamun saat ingin turun dari tangga dapur nisa menabrak seseorang.
aawww
ko tidak sakit yah padahal tadi kesandung harus nya sakit.
"ukhti nisa bisa tolong buka mata dan bngkit dari tubuh saya??" ucap gus akmal.
nisa membuka mata dan kaget lalu berdiri merapih kan gamis nya.
"matur suwun gus " nisa malu dan pergi merutuki diri nya yang bodoh.
kamu lucu nis + aneh
gus akmal menggelengkan kepala nya merasa aneh lalu berjalan masuk .
saat di jalan nisa buru" hingga sampai di kamar nya.
"nis dari mana aja yuk cepet kita harus nyuci mumpung belum antri" ajak mba gita.
"yuh ah let's go" ucap nisa.
mereka berjalan menuju tempat menyuci baju tapi saat di jalan nisa di tabrak oleh sarah .
"heh kamseupay santri baru yang sok kecantikan ??" ucap sarah.
"apa sih kamu cari masalah mulu sama aku??"
"kau aku peringat kan jangan mimpi untuk menarik perhatian gus akmal!!" ancaman .
"huh sudah lah kau ini mau aku sama siapa ajah terserah!!"
gita menarik nisa sebelum semua nya terlambat ,gita tau siapa sarah anak kyai pondok tetangga desa yang terkenal cantik nan biang kerok.
"mba kenapa narik aku sih??" tanya nisa kesal.
"udah si nis jangan di urusin si sarah gak akan kelar malah buang* tenaga" gita menasehati .
"ok baik lah "
akhir nya mereka sampai mulai mencuci di depan mereka bak yang lebar dan pajang biasa untuk mencuci oleh santri wan.
Bersambung ...
__ADS_1
jangan lupa like vote dan komen
Terima kasih🙏🤗🤗